Sebuah Kota Digital yang Dihuni oleh Agen AI Otonom? Daftarkan Saya, Midnight.
Poin-Poin Penting
Midnight City membuat teknologi privasi menjadi terlihat. Agen AI otonom menghasilkan aktivitas secara langsung yang menunjukkan model privasi Midnight saat berjalan.
Selective disclosure memberikan visibilitas yang terkontrol. Detail transaksi hanya bisa dibuka untuk pihak-pihak yang tepat, sementara sisanya tetap privat.
Midnight City menghubungkan privasi, skalabilitas, dan agen AI. Simulasi ini memperlihatkan bagaimana sistem privat bisa mendukung aktivitas on-chain berbasis agen.
Ada masalah komunikasi yang sering diabaikan dalam arsitektur privasi.
Bukti telah dibuat, data tetap terlindungi, dan selective disclosure bekerja secara diam-diam di latar belakang. Kondisi seperti ini membuat jaringan yang fokus pada privasi sulit menunjukan apa yang sebenarnya mereka lakukan, karena hampir semua hal penting terjadi di balik layar. Project.docs dan repository GitHub tidak selalu bisa menjawab rasa ingin tahu itu.
Midnight City adalah jawaban dari Midnight. Simulasi langsung ini berjalan di jaringan Midnight, mengubah ide inti protokol menjadi kota digital yang dihuni oleh agen-agen AI otonom yang terus menerus menciptakan transaksi, aktivitas, dan bukti secara real time.
Inisiatif ini dimaksudkan untuk memperlihatkan privasi yang masuk akal dan skalabilitas dalam kondisi yang terus berlanjut. Midnight City juga berfungsi sebagai bukti konsep untuk memperlihatkan bagaimana Midnight ingin memaknai privasi.
Apa Itu Midnight City?
Secara fungsional, Midnight City dirancang sebagai antarmuka langsung untuk jaringan Midnight.
Midnight mendeskripsikannya sebagai halaman depan interaktif yang dijalankan oleh agen AI otonom. Setiap agen terus-menerus menciptakan transaksi, percakapan, dan aktivitas ekonomi di dalam kota digital yang berjalan tanpa henti.
Midnight City memberi cara kepada jaringan untuk memperlihatkan bagaimana perilaku sistem jika mendapat tekanan. Nilai tambah utama dari kota ini terletak pada kemampuannya menampilkan aktivitas yang terus terjadi, arus transaksi, dan mekanisme sistem yang menjaga privasi namun tetap berjalan dengan cepat.
Midnight sendiri adalah platform blockchain yang berfokus pada privasi dan dibangun untuk mendukung selective disclosure. Platform ini dirancang supaya pengguna, aplikasi, serta bisnis dapat menjaga data sensitif tetap privat, namun tetap bisa membuka sejumlah informasi tertentu sesuai kebutuhan.
Lebih Banyak Tentang Selective Disclosure
Bagian terkuat dari nilai Midnight City terletak pada selective disclosure, artinya informasi tidak harus sepenuhnya publik atau sepenuhnya privat. Sebaliknya, bagian-bagian dari sebuah transaksi dapat dibuka hanya untuk orang atau pihak tertentu yang memang berhak melihatnya, sementara sisanya tetap terlindungi.
Dibandingkan melihat privasi hanya sebagai pilihan antara tersembunyi dan terlihat, simulasi ini memperbolehkan pengguna untuk memeriksa transaksi yang sama lewat lapisan izin yang berbeda-beda.
Pada mode publik, hanya data yang terbuka secara langsung di chain saja yang terlihat, sedangkan detail privat tetap terlindungi.
Mode Auditor menampilkan bagaimana informasi tertentu dapat dibuka untuk pihak berwenang lewat izin kriptografi. Fitur ini menunjukkan bagaimana kepatuhan regulasi dan kerahasiaan bisa berjalan bersama.
Lalu, ada God mode, yaitu kaca pembesar khusus simulasi yang membuka konteks privat milik aktor individu, termasuk memori, kepribadian, dan riwayat perilaku. Midnight berpendapat bahwa privasi seharusnya tidak membuat sistem menjadi tidak transparan. Sebaliknya, sistem justru harus mengatur siapa yang dapat melihat apa, kapan, dan untuk alasan apa.
Sudut Pandang Infra
Midnight menyatakan bahwa simulasi ini dibangun untuk menangani volume transaksi besar melalui rancangan scaling layer-2 khusus. Di sini, setiap transaksi yang terlindungi akan terlebih dahulu diverifikasi menggunakan zero-knowledge proof, lalu batch transaksi itu akan diproses ulang di dalam Trusted Execution Environments dan akhirnya dicatat kembali ke jaringan utama melalui bukti kriptografi.
Sistem ini ingin membuktikan bahwa privasi tidak harus mengorbankan throughput atau kemampuan verifikasi. Untuk jaringan yang berfokus pada privasi, hal ini menjadi klaim penting yang perlu ditunjukkan secara terbuka. Pendekatan ini mengalihkan perhatian dari sekadar bisa atau tidaknya sistem privat berjalan secara teori, menjadi pertanyaan tentang apakah sistem tersebut mampu menopang aktivitas ekonomi intensif yang dibutuhkan aplikasi nyata.
AI Agent dan Privasi Niat – Tepat Waktu
Midnight City hadir di saat infrastruktur privasi mulai benar-benar bertemu dengan sistem berbasis agen.
Midnight menyebut agen-agen otonom dan simulasi ini sebagai aktor yang memiliki kepribadian berbeda, memori jangka panjang, tujuan, serta pola perilaku yang terus berkembang lewat interaksi.
Fitur ini memberi Midnight City fungsi kedua, yakni sebagai ruang uji coba untuk melihat bagaimana sistem privat dapat mendukung aktivitas berbasis AI tanpa harus membuka logika dari setiap aksi yang diambil.
Fokus Midnight pada protection intent muncul di sini. Jika strategi, kondisi, atau alasan di balik tindakan agen menjadi terbuka sebelum aksi dilaksanakan, pihak lain bisa saja memanfaatkannya. Karena itu, di Midnight City, aksi memang dicatat secara on-chain, tapi konteks di baliknya bisa tetap dirahasiakan.
Selain itu, simulasi ini terasa tepat waktu karena menempatkan Midnight di antara dua tren yang sedang berkembang pada infrastruktur kripto: komputasi yang menjaga privasi serta gelombang baru koordinasi on-chain berbasis agen.
Pemikiran Akhir
Midnight City memberikan Midnight sesuatu yang sulit dicapai banyak proyek infrastruktur—cara membuat tema teknis yang rumit jadi lebih mudah dipahami dan terlihat nyata.
Proyek ini akan diperluas lagi, karena Midnight sudah merencanakan agar pengguna bisa membuat agen kustom sendiri, berinteraksi langsung dengan agen itu, dan ikut berperan dalam membentuk perkembangan kota ini.
Jika proyek ini terus mengikuti roadmap-nya, simulasi ini bisa jadi sandbox publik yang berjalan terus, yang menunjukkan cara kerja selective disclosure, privasi yang bisa diskalakan, serta perlindungan niat pengguna.
Bagi Midnight, ini yang jadi makna paling penting. Di pasar yang penuh dengan protokol yang hanya bisa menjelaskan arsitektur mereka, Midnight City memberi jaringan ini kesempatan untuk benar-benar menunjukkan sekaligus menceritakan keunggulannya.
Stellar Raih Kemenangan Besar dari Institusi — Jadi, Kenapa XLM Masih Turun?
Stellar terus bergerak turun, dengan momentum bearish yang konsisten mengikis level harga. Pergerakan sideways tidak memberikan banyak bantuan karena tekanan jual masih lebih kuat dibanding minat beli.
Partisipasi investor tetap tipis sehingga membuat XLM rentan. Faktor eksternal mungkin menjadi kunci yang dibutuhkan untuk membalikkan arah tren saat ini.
Stellar Perluas Use Case-nya
Stellar muncul sebagai token paling trending, dengan 73% sentimen positif di antara para investor. Lonjakan minat ini terjadi setelah pengumuman dari Societe Generale-FORGE tentang stablecoin euro (EUR) mereka yang sudah patuh MiCA, EUR CoinVertible, yang berhasil diluncurkan di jaringan Stellar. Dukungan dari institusi ini menghadirkan semangat baru di pasar XLM yang sebelumnya lesu.
Pemilihan Stellar oleh SG-FORGE membawa makna penting. Peluncuran stablecoin euro teregulasi di jaringan ini menunjukkan kepercayaan terhadap infrastruktur dan kemampuan kepatuhan Stellar. Perkembangan ini menjadikan XLM sebagai pesaing serius untuk adopsi blockchain institusional sehingga berpotensi menarik kelas investor baru yang sebelumnya mengabaikan aset ini.
Ingin wawasan token lain seperti ini? Daftar ke Daily Crypto Newsletter dari Editor Harsh Notariya di sini.
XLM Coin Trending | Sumber: Santiment Investor dan Trader XLM Nampaknya Tidak Terlalu Bullish
Meski ada kabar positif, indikator Chaikin Money Flow menunjukkan kenyataan yang kurang menggembirakan. CMF berada pada wilayah negatif, mengonfirmasi bahwa arus keluar saat ini mendominasi XLM. Modal keluar dari aset ini lebih cepat daripada yang masuk sehingga melemahkan narasi bullish yang sempat muncul berkat kabar SG-FORGE tersebut.
Angka CMF negatif ini mencerminkan kurangnya keyakinan dari para holder XLM secara luas. Investor lebih memilih menarik diri daripada menambah posisi, bahkan di tengah kabar baik. Sampai arus modal masuk benar-benar membalikkan tren ini, pengumuman stablecoin saja mungkin belum cukup untuk menghasilkan pemulihan harga yang bertahan lama.
XLM CMF | Sumber: TradingView
Data pasar Futures menunjukkan adanya ketidakpastian besar di antara para trader XLM. Posisi long dan short hampir seimbang, walau condong sedikit ke posisi short. Sinyal keseimbangan ini menunjukkan bahwa baik bull maupun bear belum benar-benar mendominasi, sehingga arah pergerakan XLM berikutnya sangat bergantung pada aksi harga yang terjadi ke depan.
Risiko penurunan memiliki pemicu khusus. Jika tekanan bearish mendorong XLM turun di bawah US$0,145, sekitar US$3,18 juta posisi long dapat terlikuidasi. Rangkaian penutupan paksa pada level tersebut dapat meningkatkan tekanan jual, semakin merusak sentimen bullish dan memungkinkan penurunan harga yang lebih tajam.
Peta Likuidasi XLM | Sumber: Coinglass Breakout Harga XLM Nampaknya Tidak Terjadi
Harga Stellar saat ini berada di US$0,156, bertahan sedikit di atas level support US$0,155 yang sejajar dengan garis Fibonacci retracement 38,2%. Pola wedge menurun terbentuk dalam sebulan terakhir. Walaupun pola wedge bisa berakhir bullish, kondisi indikator saat ini menuntut kehati-hatian sebelum berasumsi akan terjadi breakout ke atas.
Kondisi bearish yang terus berlanjut dapat mendorong XLM ke US$0,147, yakni level Fibonacci 23,6% yang dikenal sebagai floor support bear market. Jika level ini hilang, akan terjadi breakdown secara teknikal, membuka potensi penurunan ke US$0,136. Kondisi tersebut akan menandakan kemunduran berkelanjutan dan memperlihatkan bahwa katalis dari SG-FORGE tidak mampu mengubah kondisi pasar secara mendasar.
Analisis Harga XLM | Sumber: TradingView
Perubahan sentimen investor menjadi peluang bagi skenario bullish. XLM bisa saja memantul kuat dari US$0,155 dan breakout dari wedge menurun, menembus US$0,166 lalu melaju ke US$0,175. Momentum yang terus berlanjut di atas level ini akan membatalkan skenario bearish secara total dan menandakan pengaruh institusi mulai benar-benar terlihat pada XLM.
Bagaimana Perusahaan Rusia Menggunakan Kripto untuk Berdagang dengan Iran yang Kena Sanksi
Pelaku bisnis Rusia yang berdagang dengan Iran mengembangkan sistem berlapis untuk transfer aset kripto, penyelesaian hawala, dan pertukaran barter lintas batas supaya bisa mendapatkan kembali pendapatan yang seharusnya terhapus oleh struktur kurs resmi Iran.
Sergey Mikheev, Direktur Pengembangan Bisnis di BiyskKotloStroy (rekayasa & konstruksi boiler), mengungkapkan hal tersebut secara eksklusif kepada BeInCrypto dalam wawancara dengan Evgeniya Likhodey.
Selisih Kurs yang Membuat Bisnis Normal Tidak Mungkin Berjalan
Sistem ini, yang dijelaskan Mikheev sudah berjalan dengan lancar sebelum Juni 2025, kini sudah dihentikan.
Konflik militer yang dimulai pada bulan itu menghentikan semua transaksi lintas negara yang sudah dibangun perusahaannya, meninggalkan infrastruktur yang sudah selesai, kontrak dengan mitra yang sudah ditandatangani, dan jalur logistik yang sudah dipetakan jadi terbengkalai.
Peta koridor perdagangan Rusia-Iran yang menampilkan rute Bandar Abbas, Enzeli, dan Astrakhan
Untuk memahami mengapa eksportir Rusia butuh solusi alternatif, struktur sistem mata uang Iran sangat berpengaruh.
Iran tidak memiliki satu kurs resmi saja. Mereka menjalankan beberapa kurs secara bersamaan:
Kurs resmi dari Bank Sentral
Kurs pasar, dan
Kurs bisnis terpisah dengan perbedaan yang cukup besar di antara ketiganya.
Pada Mei 2024, kurs pasar ada di level 1.100.000 rial per US$1. Kurs resmi pembelian Bank Sentral berada di 600.000 rial, kurang lebih setengahnya saja dari kurs pasar.
Pembeli Iran hanya bisa mendapatkan mata uang asing lewat Bank Sentral dan baru bisa dilakukan setelah barang impor benar-benar sampai di gudang mereka.
Setelah itu, paspor transaksi dikeluarkan, yang memperbolehkan pembelian mata uang asing di kurs resmi. Hasil akhirnya, eksportir harus siap menerima kerugian dalam setiap transaksi ekspornya.
“Kurs pasar adalah 1.100.000 rial per US$1, sedangkan kurs pembelian Bank Sentral 600.000. Tambahkan PPN di kedua pihak, serta bea cukai. Total kerugian rata-rata di satu transaksi ekspor sekitar 40%,” terang Mikheev kepada BeInCrypto dalam wawancara tersebut.
Distorsi ini juga terjadi dalam proses bea cukai. Dalam salah satu kasus yang dijelaskan Mikheev, barang yang nilainya 178.000 rubel dinilai untuk pajak senilai 600.000 rubel. Ini membuat basis pajak naik tiga kali lipat, seluruhnya gara-gara selisih besar antara kurs pasar dan kurs resmi.
Perusahaan Rusia yang besar umumnya menerima kondisi ini. Mereka menunggu pembayaran menggunakan US$ lewat jalur perbankan standar, yang memakan waktu sampai enam bulan.
“Perusahaan besar tidak menggunakan aset kripto; mereka menunggu mata uang asing. Mereka bisa menunggu hingga 6 bulan untuk US$, yang nantinya disetor ke rekening bank. Bank-bank Rusia tidak mau menerima rial; mereka tidak menerima dengan kurs pasar,” ucap Mikheev.
Bagi pelaku usaha kecil, menunggu selama itu jelas tidak mungkin. Mereka butuh alternatif yang benar-benar bisa jalan.
Bagaimana Aset Kripto Masuk ke Rantai Pembayaran
Pada titik inilah aset kripto menjadi alat praktis bagi perusahaan yang tidak mau menerima risiko menunggu enam bulan atau kehilangan 40% karena kurs. Jalur yang dipakai melewati Uni Emirat Arab (UEA).
Perusahaan Rusia menandatangani kontrak dalam denominasi US$, membayar dengan rubel, lalu memakai agen perantara di UEA.
Agen itu mengonversi rubel ke aset kripto dan melakukan transfer lintas negara ke pihak Iran.
Struktur ini membuat transaksi tetap sesuai aturan perpajakan Rusia secara resmi. Pembayaran dilakukan lewat kontrak jasa perantara berbasis di UEA, bukan langsung dalam bentuk aset kripto.
“Kamu menandatangani kontrak, membayar dengan rubel, lalu agen di Emirates mengonversi ke aset kripto dan memproses pembayaran. Semua resmi, pajak juga dibayarkan. Skema ini jalan, meskipun risikonya tinggi. Kamu harus benar-benar kenal baik orang yang terlibat,” urai Mikheev dalam wawancara itu.
Perusahaan Mikheev tidak menggunakan exchange yang terorganisasi. Mereka berhubungan dengan trader aset kripto perorangan.
Beberapa token diterima oleh pedagang mata uang Iran dengan diskon minimal. Blokir transaksi aset kripto juga bisa dihindari dengan menjaga agar volume transfer awal tetap kecil selama kepercayaan masih dibangun.
Uang tunai tetap jadi opsi alternatif untuk transaksi terkecil, meski membawa risiko tersendiri saat melintasi perbatasan.
“Ada orang yang membawa uang tunai, dan itu memang berhasil,” sebut Mikheev.
Hawala: Sistem Kuno, Risiko Modern
Sistem hawala, jaringan transfer nilai informal yang sudah dipakai di Timur Tengah dan Asia Tengah selama ratusan tahun, juga memberikan pilihan ketiga.
Dalam sistem hawala, pengirim memberikan uang tunai ke perantara lokal. Lalu, perantara itu mengirim kode khusus ke rekanannya di Iran.
Penerima mengambil uang senilai yang sama dikurangi komisi, tanpa ada dana yang secara fisik melintasi perbatasan sama sekali.
Daya tariknya sudah jelas. Tapi, batasannya, menurut Mikheev, bersifat struktural.
“Hawala memiliki risiko sistemik: perantara memang jujur jika nominal uangnya kecil. Ketika membawa uang dalam jumlah besar, godaan untuk menghilang meningkat tajam,” terang Sergey Mikheev.
Untuk volume transaksi sedang, hawala berfungsi. Namun, agar bisa diperbesar skalanya, butuh tingkat kepercayaan pribadi yang dibangun selama bertahun-tahun, yang tidak mudah dilakukan dengan rekanan baru.
Sistem Settlement Zero-Transfer
Solusi paling canggih yang pernah dikembangkan oleh perusahaan Mikheev adalah sebuah struktur penyelesaian transaksi di mana uang tidak pernah melintasi perbatasan sama sekali.
Sistem ini menggunakan rekening bank Iran yang dimiliki oleh perusahaan di pihak ekspor dan impor, keduanya di bawah kepemilikan Rusia.
Bagi eksportir, mekanismenya adalah: perusahaan Mikheev membeli barang dari eksportir Rusia dengan harga rubel, lalu langsung menjual barang itu ke pembeli Iran melalui akun Iran miliknya sendiri.
Eksportir Rusia menerima pembayaran dalam rubel di dalam negeri, sehingga benar-benar terhindar dari risiko selisih kurs.
Untuk importir, prosesnya berbalik. Pendapatan rial yang terkumpul di akun Iran dari hasil penjualan ekspor kemudian dipakai untuk membeli barang Iran, yang lalu dijual ke importir Rusia di dalam negeri dengan rubel.
“Jika Anda mengekspor, kami pada dasarnya membeli barang dari Anda dan mengembalikan rubel pada Anda, sementara kami sendiri yang menjual ke pihak Iran. Seluruh risikonya jadi tanggungan kami. Untuk importir, kebalikannya: kami kumpulkan pendapatan dalam rial, pakai untuk beli barang Iran, dan jual ke importir Rusia dengan rubel. Uang tidak pernah melintasi perbatasan,” ujarnya.
Struktur ini juga menghasilkan pengembalian pajak pertambahan nilai di pihak Rusia, sebuah manfaat yang perusahaan Mikheev bagikan pada klien sebagai bagian dari kerja sama bisnis.
Kerugian ekspor, ucapnya, turun dari 40% menjadi hampir nol.
Skema itu sudah siap. Kesepakatan dengan rekanan sudah ditandatangani. Lalu perang pecah.
“Kalau saja bukan karena perang yang mulai Juni 2025, skema ini sudah berjalan sepenuhnya. Kami menawarkan mitra cara untuk menghindari kehilangan 40% dari pendapatan valuta asing mereka, dan kami juga berbagi pengembalian pajak PPN itu. Kalau perang selesai, kami akan kembali jalankan skema ini,” papar Mikheev dalam wawancara dengan BeInCrypto.
Nilai Logistik Iran, dan Apa Saja yang Dihancurkan Perang
Arsitektur pembayaran ini berjalan seiring dengan argumen logistik yang sama menariknya. Iran berperan sebagai koridor transit barang yang efisien dan murah untuk hubungan dagang antara Rusia, Cina, dan Afrika Timur.
Peran ini bergantung pada bahan bakar domestik yang murah, sektor truk swasta yang kompetitif, dan akses pelabuhan ke Teluk Persia serta Laut Kaspia.
Angka-angka yang diungkapkan Mikheev sangat jelas menjelaskan hal tersebut.
“Pelaku logistik menawarkan satu kontainer dari Cina ke Moskow seharga US$8.000. Lewat Bandar Abbas dan Enzeli ke Astrakhan biayanya sekitar US$3.000, ditambah sekitar US$2.000 lewat jalur darat ke Moskow,” urai Mikheev.
Selisih harga tersebut terutama berasal dari sistem subsidi bahan bakar di Iran. Pemilik kendaraan mendapat kuota bahan bakar dari pemerintah secara gratis; jika konsumsi melebihi kuota itu, harga yang berlaku hampir nol jika dibandingkan dengan harga internasional.
Truk-truk swasta bergerak di sektor usaha kecil-menengah tanpa banyak campur tangan negara pada kendaraan pulang-pergi, sehingga tarif tetap kompetitif.
Penyewaan kendaraan secara pulang-pergi, baik dari Bandar Abbas ke Enzeli maupun sebaliknya, membuat biaya tertahan serendah mungkin.
Tim Mikheev juga menyelesaikan analisis jalur perdagangan untuk Afrika Timur. Barang dari Ethiopia saat ini dikirim melalui pantai barat Afrika dan Novorossiysk; ini memakan waktu lama dan mahal.
Jalur lewat Tanzania, menyeberang ke Iran, lalu ke utara menuju Astrakhan, menghemat waktu sekitar 1,5 minggu dalam pengiriman dan memangkas ongkos kirim hingga separuhnya.
Peran Uni Emirat Arab sebagai titik relay keuangan dalam skema settlement kripto Mikheev juga terganggu.
Dia menggambarkan Emirat sebagai pusat infrastruktur kripto dunia sebelum konflik. Di yurisdiksi itu, aset kripto bahkan bisa dipakai untuk transaksi ritel sehari-hari, jauh lebih maju dibanding AS atau Inggris dalam adopsi praktiknya.
Serangan ke pusat data, tuturnya, menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur tersebut.
Mikheev kini masih menunggu. Perjanjian sudah ada. Pertanyaannya, seperti yang dia utarakan, adalah siapa saja rekanan yang masih bertahan saat situasi memungkinkan ia kembali berbisnis.
“Seluruh skema—baik untuk transportasi maupun keuangan—sudah tuntas. Kesepakatan dengan para rekanan sudah tercapai. Satu-satunya pertanyaan tinggal berapa banyak dari mereka yang akan selamat dari perang ini. Begitu tembakan berhenti, saya langsung terbang ke sana,” simpul eksekutif BiyskKotloStroy itu.
AS Ajukan Klaim Penyitaan atas US$3,4 Juta Tether yang Terkait Investasi Kripto Bodong
Kantor Kejaksaan Amerika Serikat mengajukan gugatan perampasan sipil untuk memulihkan sekitar US$3,4 juta dalam bentuk Tether (USDT) yang terkait dengan penipuan investasi aset kripto dan pencucian uang.
Kasus ini menargetkan sebuah skema di mana penipu diduga menggunakan pesan teks yang salah arah dan aplikasi terenkripsi seperti WhatsApp dan Telegram guna memancing korban ke dalam peluang investasi Ethereum (ETH) palsu.
Mengapa Ini Penting:
Perampasan sipil memungkinkan pemerintah menyita aset kripto meskipun para pelaku beroperasi di luar negeri dan di luar yurisdiksi pidana.
Kasus ini menyoroti bagaimana stablecoin kini menjadi alat favorit untuk mencuci hasil penipuan lintas negara.
Detailnya:
Para penipu diduga mengklaim peluang investasi ETH tersebut didukung oleh emas fisik, menurut siaran pers.
Penipu menargetkan setidaknya empat korban di Massachusetts, Utah, dan South Carolina.
Pemerintah menyita USDT tersebut pada Februari dan Maret 2025.
Ini adalah salah satu dari beberapa gugatan perampasan sipil yang telah diajukan oleh kantor kejaksaan untuk memulihkan aset kripto yang terkait penipuan kepada warga Massachusetts.
DOJ Disebut Selidiki Jaringan Pendanaan Houthi US$1 Miliar Terkait Binance
Departemen Kehakiman AS telah memulai penyelidikan untuk mengetahui apakah Iran memakai Binance, exchange aset kripto terbesar di dunia, guna menghindari sanksi AS dan memindahkan dana yang berhubungan dengan kelompok militan.
Menurut sumber yang mengetahui masalah ini serta dokumen internal perusahaan, WSJ menyampaikan bahwa para penyelidik sedang menelusuri transaksi yang diduga mengalirkan lebih dari US$1 miliar melalui exchange tersebut ke jaringan keuangan yang terhubung dengan organisasi yang didukung Iran.
DOJ Selidiki Jaringan Kripto Iran Senilai US$1 Miliar di Binance yang Terkait dengan Militan Houthi
Beberapa kelompok yang dilaporkan terkait dengan jaringan ini adalah militan yang berafiliasi dengan gerakan Houthi di Yaman, yaitu faksi yang sudah lama mendapat dukungan dari Teheran.
Perché la scommessa di US$150 milioni di Goldman Sachs su XRP si indebolisce in mezzo al calo dell'interesse al dettaglio
Il prezzo di XRP rimane abbastanza stabile nelle ultime sessioni, anche se i rapporti rivelano che Goldman Sachs ha un'esposizione all'ETF XRP superiore a US$150 milioni. Questa rivelazione ha temporaneamente rafforzato la narrazione che l'interesse istituzionale per XRP potrebbe essere in aumento. Tuttavia, se guardiamo più da vicino i flussi dell'ETF, l'attività on-chain e la partecipazione al mercato, la realtà risulta essere più complessa.
Anche se una grande banca accumula una posizione significativa, il gruppo di investitori che spinge la liquidità di XRP sta iniziando a mostrare segni di ridotta fiducia.
Trust Wallet Tambahkan Proteksi Real-Time terhadap Scam Address Poisoning
Sebuah insiden address poisoning pada bulan Januari menyebabkan kerugian sekitar US$12,2 juta setelah seorang pengguna menyalin alamat palsu yang mirip dari riwayat transaksi mereka.
Kasus ini terjadi setelah insiden besar lainnya pada bulan Desember, di mana taktik serupa menyebabkan pencurian sekitar US$50 juta.
Sudah saatnya kita hentikan masalah ini, bukan?
Trust Wallet nampaknya sependapat. Perusahaan merilis fitur baru bernama Address Poisoning Protection, yang dirancang untuk mendeteksi salah satu penipuan social engineering paling umum di aset kripto sebelum transaksi dikirim.
Mari kita bahas lebih lanjut soal fitur ini.
Penipuan yang Tidak Mencuri Kunci Anda
Address poisoning itu serangan yang sederhana, tapi efektif.
Penyerang mengirim transaksi berdana sangat kecil ke sebuah wallet dari alamat yang hampir mirip dengan alamat yang pernah digunakan korban. Alamat palsu itu lalu muncul di riwayat transaksi pengguna.
Kemudian, ketika pengguna ingin mengirim dana lagi dan menyalin alamat tujuan dari riwayat atau clipboard, mereka bisa saja tidak sengaja memilih alamat milik penyerang, bukan alamat yang benar.
Alih-alih memakai malware atau phishing untuk mencuri private key, serangan ini sepenuhnya mengandalkan pada kemiripan visual dan kebiasaan rutin pengguna.
Mendeteksi Alamat Mirip Sebelum Dana Dikirim
Fitur perlindungan baru Trust Wallet menyasar momen saat pengguna memasukkan atau menempelkan alamat tujuan.
Ketika sebuah alamat disalin ke kolom pengiriman, wallet secara real-time memeriksa pola poisoning yang diketahui dan alamat mirip yang mencurigakan. Jika sistem mendeteksi alamat yang sangat mirip dengan yang pernah digunakan pengguna, wallet akan memberi peringatan.
Fitur ini juga akan menampilkan perbandingan berdampingan antara alamat-alamat tersebut, dan menyoroti perbedaan karakter. Dengan begitu, pengguna bisa memastikan sendiri apakah alamat tujuan tersebut benar sebelum menandatangani transaksi.
Pengecekan ini berjalan otomatis di berbagai chain yang didukung dan langsung terintegrasi ke alur pengiriman normal. Jadi, pengguna tidak perlu mengaktifkan pengaturan keamanan tambahan secara manual.
Melangkah Lebih Jauh dari Daftar Scam yang Statis
Banyak wallet memang sudah mengandalkan daftar hitam alamat berbahaya yang dikenal. Tantangannya adalah serangan poisoning biasanya menggunakan alamat baru yang belum terdeteksi.
Trust Wallet memakai pendekatan dengan menggunakan feed intelijen real-time, bukan hanya mengacu pada database statis. Sistem ini menggabungkan data keamanan dari HashDit dan Binance Security, ditambah alat monitoring internal Trust Wallet sendiri.
Pendekatan ini memungkinkan wallet mendeteksi pola yang mengindikasikan upaya peniruan, bukan sekadar memblokir alamat yang sudah pernah dilaporkan.
Perlindungan ini akan aktif sebelum transaksi ditandatangani, yang sangat penting karena transfer di blockchain tidak bisa dibatalkan setelah dikonfirmasi.
Tambahan Kekuatan untuk Trust Wallet
Address Poisoning Protection memperluas kerangka keamanan yang Trust Wallet bangun selama beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2023, perusahaan ini meluncurkan Security Scanner, fitur yang bertujuan menganalisis transaksi sebelum disetujui. Alat ini memeriksa payload transaksi, mengidentifikasi kontrak phishing, decentralized application jahat, persetujuan token mencurigakan, dan aktivitas berisiko tinggi lainnya.
Sejak diluncurkan, Security Scanner telah membantu mencegah kerugian besar. Trust Wallet menyebutkan bahwa sistem ini sudah mencegah lebih dari US$458 juta masuk ke kontrak berbahaya, membantu memulihkan lebih dari US$2 juta dari dana yang dicuri, dan memblokir transaksi menuju penipuan senilai US$191 juta hanya pada tahun 2025.
Fitur perlindungan address poisoning ini menyasar tahap proses transaksi yang berbeda.
Security Scanner berfokus pada apa yang ditandatangani oleh pengguna dengan menganalisis payload transaksi untuk mendeteksi perilaku berbahaya. Address Poisoning Protection memusatkan perhatian pada siapa tujuan dana, mengidentifikasi peniruan sebelum transaksi dibuat.
Kedua sistem ini bersama-sama membentuk model pertahanan berlapis yang dirancang menangkal eksploitasi teknis maupun penipuan yang menyasar kebiasaan manusia.
Melindungi Pengguna dari Serangan yang Paling Sederhana
Banyak serangan paling sukses kini tidak lagi fokus mengeksploitasi smart contract atau memecahkan kriptografi. Sebaliknya, serangan menyerang kebiasaan pengguna.
Address poisoning masuk dalam kategori ini. Ia memanfaatkan kebiasaan rutin seperti menyalin alamat dari riwayat transaksi atau mengira deretan karakter yang tampak familier sudah pasti benar.
Alat yang mampu mendeteksi pola seperti ini lebih awal berpotensi mencegah semakin banyak kerugian.
Pembaruan terbaru Trust Wallet mencerminkan perubahan prioritas keamanan ini. Kini, perlindungan pengguna juga mencakup deteksi tipuan kecil yang digunakan penyerang untuk mengeksploitasi kebiasaan sehari-hari pengguna wallet.
Pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), secara terbuka membantah peringkat Forbes yang menempatkan kekayaan bersihnya sekitar US$110 miliar, sambil menyebut angka-angka tersebut tidak akurat dan tidak logis dengan kondisi pasar saat ini.
Pernyataan CZ ini muncul setelah dirinya masuk peringkat ke-17 dalam Daftar Miliarder Forbes, menyalip Bill Gates dan mengungguli pendiri ByteDance, Zhang Yiming.
Mengapa Ini Penting:
Metodologi penilaian Forbes terhadap pendiri asli aset kripto tidak memiliki perhitungan pendapatan-ke-kekayaan yang transparan, ujar CZ.
Angka US$110 miliar yang beredar luas bisa menyesatkan persepsi publik maupun regulator terkait skala keuangan Binance.
CZ memperingatkan bahwa klaim kekayaan bersih lebih tinggi justru akan membuat Forbes menurunkannya di peringkat, sehingga menandakan bahwa estimasi tersebut tidak konsisten secara internal.
Detailnya:
CZ menuturkan bahwa ByteDance menghasilkan sekitar US$150 miliar pendapatan tahunan, namun Zhang Yiming dinilai hanya US$69 miliar, sedangkan pendapatan Binance sekitar US$5 miliar menghasilkan valuasi US$110 miliar untuk dirinya.
Pada unggahan sebelumnya, CZ mengucap bahwa dirinya sudah menemukan kesalahan hanya dari grafik tanpa membaca artikel Forbes tersebut.
CZ menolak saran BlockTempo yang menyebut penyangkalannya berkaitan dengan budaya masyarakat Cina dalam menyembunyikan kekayaan.
Aktivitas Pengembang Kripto Turun 75% — Tapi Cerita Sebenarnya Tidak Sepenuhnya Buruk
Data terbaru menunjukkan aktivitas pengembang aset kripto turun drastis pada 2026, menyentuh level terendah dalam setahun terakhir.
Analis menyebutkan beberapa faktor utama di balik penurunan ini, seperti harga token yang turun, munculnya alat AI baru, dan makin matangnya infrastruktur kripto.
Aktivitas Pengembangan Proyek Kripto Turun Tajam di 2026
Data dari Artemis menunjukkan aktivitas pengembang di sektor kripto mengalami penurunan besar selama setahun terakhir.
Jumlah commit mingguan di seluruh repository open-source turun dari puncaknya sekitar 871.000 menjadi sekitar 218.000, yaitu turun sekitar 75%. Di saat yang sama, jumlah pengembang aktif mingguan turun dari sekitar 8.700 menjadi 4.600, atau mengalami penurunan sekitar 50%.
Aktivitas Pengembang Kripto | Sumber: Artemis
Tren ini makin jelas selama tiga bulan terakhir di semua ekosistem. Penurunan juga terjadi pada stack EVM (Ethereum Virtual Machine), layer-1, layer-2, dan Solana. Aktivitas pengembangan di seluruh ekosistem ini turun rata-rata sekitar 34%–40%.
Aktivitas Pengembangan di Berbagai Ekosistem Kripto | Sumber: Artemis
Investor sering menganggap menurunnya aktivitas pengembangan sebagai tanda proyek semakin jarang diperbarui. Hal itu juga bisa menjadi sinyal kurangnya ide baru atau minimnya dana untuk tim pengembangan. Akibatnya, harga token biasanya ikut jatuh karena ekspektasi investor menurun.
Meski begitu, analis menyoroti beberapa faktor yang saling berkaitan di 2026 ini.
Mengapa Hal Ini Terjadi?
Omar, seorang investor di Dragonfly, menyebutkan tiga alasan utama.
Pertama, minat secara umum terhadap aset kripto turun karena perhatian publik kini beralih ke bidang artificial intelligence. Kedua, harga token yang lebih rendah membuat insentif ekonomi bagi pengembang semakin kecil. Ketiga, makin banyak proyek beralih ke model pengembangan tertutup, jadi tim tidak lagi merilis hasil kerjanya secara publik di GitHub.
Beberapa pendapat lain juga menyoroti dampak AI itu sendiri. Investor Justin Wu menambahkan, alat AI semakin membantu programmer kripto bekerja jauh lebih efisien.
Asisten coding AI bisa cepat menyelesaikan tugas berulang, debugging, bahkan membuat kode kompleks dalam waktu singkat. Akibatnya, jumlah commit publik mungkin menurun, meskipun produktivitas tiap pengembang justru meningkat. Pengembang kini bisa menyelesaikan pekerjaan yang sama dengan jejak publik yang lebih sedikit.
Perubahan ini sebagian menjadi alasan kenapa aktivitas yang tampak menurun, padahal sejumlah proyek masih tetap berkembang dengan baik.
Selain itu, seorang pengguna X bernama Bunny menegaskan ada pergeseran strategi lebih luas dalam industri ini. Dunia kripto kini mulai masuk ke “era aplikasi” dan tidak lagi fokus sepenuhnya pada pengembangan infrastruktur seperti pada tahap awal.
“Setiap proyek kripto betulan belakangan ini setidaknya punya bentuk aplikasi, plus infrastrukturnya, dan aplikasi dari timnya sudah dikembangkan!” ujar Bunny .
Banyak proyek baru kini langsung hadir sebagai aplikasi nyata di atas platform yang sudah ada. Ada juga yang sejak awal menggabungkan infrastruktur sekaligus aplikasinya. Pergeseran ini membantu menjelaskan kenapa repository open-source yang fokusnya hanya ke infrastruktur tampak makin sepi aktivitas.
Berbagai penjelasan tersebut menunjukkan sisi positif dan negatif dari tren ini. Dari sisi negatif, penurunan harga altcoin dapat menurunkan pendapatan dan membuat motivasi pengembang melemah.
Dari sisi positif, lapisan infrastruktur yang makin matang dan kemajuan AI bisa mendorong aplikasi kripto untuk lebih banyak digunakan dalam kehidupan nyata. Pergeseran inilah yang bisa menarik modal kembali masuk ke pasar dan pada akhirnya mendukung pemulihan harga token.
Upbit Korea Spinge il Rincaro del Prezzo ICP, Internet Computer Sale del 20% Grazie a Nuova Quotazione
Upbit Korea ha effettuato la quotazione di Internet Computer (ICP) con coppie in won coreano (KRW), Bitcoin (BTC) e Tether (USDT) l'11 marzo, portando il token a salire di oltre il 20%.
Questa quotazione apre l'accesso all'ICP alla base di liquidità al dettaglio della Corea del Sud per la prima volta tramite accesso fiat diretto, ovvero una via di mercato che di solito spinge i movimenti di prezzo repentini nel breve periodo su nuovi token quotati.
Perché Questo È Importante:
I trader al dettaglio coreani possono ora acquistare ICP direttamente con KRW, quindi non devono convertire in stablecoin e il processo di acquisto diventa più facile per i nuovi acquirenti.
Il CIO di Bitwise fa un argomento audace di 1 milione di dollari per Bitcoin: ecco i suoi calcoli
Bitcoin (BTC) rimane relativamente stabile in mezzo alle tensioni geopolitiche. Tuttavia, il calo del prezzo di questo asset crittografico più grande lo ha portato a non raggiungere diverse previsioni di prezzo da parte degli esperti, e molti di loro hanno anche abbassato gli obiettivi a lungo termine a causa dell'incertezza che ha colpito il mercato lo scorso anno.
Tuttavia, il CIO di Bitwise Matt Hougan ritiene che Bitcoin possa raggiungere 1.000.000 USD per moneta. Sottolinea un' "assunzione conservativa" che potrebbe spingere il valore di questo asset a sette cifre.
L'Europa Ha 29 Stablecoin Regolamentate Sotto il MiCA, Quindi Perché Non Ce N'è Nessuna Che Ha...
Il mercato delle stablecoin regolamentate in Europa continua a crescere sotto la regolamentazione Markets in Crypto-Assets (MiCA), ma una categoria è ancora completamente vuota. Quasi due anni dopo l'entrata in vigore completa del MiCA, non c'è ancora nessun token referenziato da asset che abbia ottenuto l'autorizzazione nell'Unione Europea.
I dati dell'European Securities and Markets Authority (ESMA) mostrano che ci sono 19 emittenti autorizzati e 29 stablecoin regolamentate, mentre il percorso per i token supportati da merci e cestini di asset è ancora zero.
Anggota Parlemen Demokrat Ingin Melarang Kontrak Prediksi Perang dan Pembunuhan
Anggota DPR dari Partai Demokrat, Mike Levin, dan Senator Adam Schiff telah memperkenalkan DEATH BETS Act. Ini adalah undang-undang dua kamar untuk melarang kontrak prediction market yang terkait dengan perang, pembunuhan, terorisme, atau kematian seseorang.
Levin menerangkan bahwa lebih dari US$500 juta telah dipertaruhkan pada prediksi waktu serangan militer AS ke Iran, menyoroti besarnya aktivitas perdagangan pada kontrak prediction market yang berhubungan dengan perang.
Mengapa Ini Penting:
Prediction market telah mengalami pertumbuhan pesat, dengan platform-platform mencatatkan aktivitas rekor saat para trader bertaruh pada berbagai hasil.
Namun, di tengah pertumbuhan tersebut, kekhawatiran terkait insider trading di prediction market juga semakin meningkat.
Senator Schiff berpendapat bahwa membiarkan taruhan atas konflik dan korban jiwa, di mana orang dalam bisa memanfaatkan intelijen rahasia untuk keuntungan pribadi, dapat membahayakan keamanan nasional serta mendorong terjadinya kekerasan.
Rincian:
RUU ini akan mengubah Commodity Exchange Act (CEA) untuk secara eksplisit melarangnya sepenuhnya.
Perwakilan Levin sebelumnya telah mengangkat kekhawatiran tentang “death contract” luar negeri yang ditawarkan. Ini termasuk kontrak terkait pencopotan Nicolás Maduro dari Venezuela dan penangkapan Myrnohad.
Ketua CFTC, Selig, telah memberi sinyal akan melakukan penulisan ulang aturan prediction market sebelum RUU ini muncul.
Meta Akuisisi Platform AI Agent Moltbook — Token MOLT Reli 258%
Meta dikabarkan telah mengakuisisi Moltbook, sebuah platform media sosial yang didesain khusus untuk agen kecerdasan buatan (AI).
Berita ini membuat token Moltbook (MOLT) naik lebih dari 258%, dan koin bertema Moltbook serta Openclaw lainnya juga ikut meningkat selama 24 jam terakhir.
Raksasa Teknologi Bersaing untuk Dominasi AI Agent saat Meta Akuisisi Moltbook
Menurut Axios, akuisisi ini membawa co-founder Moltbook, Matt Schlicht dan Ben Parr, bergabung ke Meta’s Superintelligence Labs (MSL). Meta belum mengungkapkan rincian dari kesepakatan ini. Proses akuisisi ini diperkirakan selesai pada pertengahan Maret, dengan Schlicht dan Parr akan mulai berperan di MSL mulai 16 Maret.
“Tim Moltbook yang bergabung ke MSL membuka kesempatan baru bagi agen AI untuk membantu individu dan bisnis. Pendekatan mereka dalam menghubungkan agen lewat direktori yang aktif 24 jam adalah langkah inovatif di bidang yang terus berkembang pesat,” ujar juru bicara Meta dalam pernyataan ke CNBC.
Moltbook yang diluncurkan akhir Januari 2026 ini berjalan seperti platform Reddit. OpenClaw (sebelumnya dikenal sebagai Clawdbot atau Moltbot) menjadi framework open-source yang paling sering dipakai untuk membangun agen-agen di Moltbook.
Di sisi lain, ketertarikan Meta terhadap Moltbook sejalan dengan dorongan industri yang lebih luas menuju pengembangan agen AI otonom. Founder OpenClaw, Peter Steinberger, mengumumkan pada Februari bahwa dirinya akan bergabung ke OpenAI. Ia menambahkan bahwa OpenClaw akan “berpindah ke foundation dan tetap open serta independen.”
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Selain itu, Nvidia juga berencana meluncurkan NemoClaw, platform open-source yang dibuat khusus untuk agen AI, yang menandakan komitmen institusi yang makin besar pada sektor ini.
Token MOLT Melejit meski Tidak Punya Hubungan Resmi dengan Platform
Setelah perkembangan ini, token MOLT mengalami reli harga yang signifikan. Data BeInCrypto Markets menunjukkan bahwa meme coin tersebut naik lebih dari 258% dalam satu hari terakhir.
Harga Token Moltbook (MOLT) pada 11 Maret | Sumber: BeInCrypto Markets
Pada saat publikasi, token ini diperdagangkan di harga US$0,000080. Volume perdagangan harian juga melonjak 1.495,90%. LunarCrush melaporkan bahwa aktivitas sosial meningkat seiring lonjakan harga.
“Mention naik menjadi 1.416, atau 428% di atas rata-rata. Engagement: 857K, hampir 12 kali dari rata-rata harian. AltRank melesat ke posisi #2 di seluruh kripto. Galaxy Score capai rekor tertinggi 87,5,” tulis postingan itu.
Meski harga melesat, perlu dicatat bahwa MOLT bukanlah token resmi yang berhubungan dengan Moltbook. Token MOLT baru hadir di Base network setelah proyeknya diluncurkan.
Token ini sempat mengalami reli tajam hingga kapitalisasi pasar meme coin tersebut tembus US$120 juta. namun, koreksi berikutnya menekan nilai pasar token ini hingga di bawah US$2 juta pada akhir Februari, menurut data GeckoTerminal yang tercatat. Moltbook menegaskan bahwa mereka “tidak membuatnya, tapi kami memperhatikannya dengan rasa ingin tahu.”
“Moltbook sendiri hanyalah jejaring sosial untuk agen – tidak ada token resmi dari kami,” tutur tim Moltbook lewat keterangan mereka.
Postingan lain menyarankan bahwa proyek ini mengklaim biaya dari transaksi MOLT.
Reli harga terjadi tidak hanya pada MOLT saja. Akuisisi ini memicu naiknya minat pada Moltbook dan aset kripto bertema OpenClaw-lainnya. Total kapitalisasi pasar grup ini menembus US$30 juta, naik 24% dalam 24 jam terakhir menurut data CoinGecko berikut.
Dati CPI USA Si Prevede Mostrino Inflazione Stabile a Febbraio
L'Ufficio Statistiche del Lavoro degli Stati Uniti (BLS) pubblicherà i dati dell'Indice dei Prezzi al Consumo (CPI) per febbraio mercoledì. Questo rapporto si prevede mostrerà un'inflazione stabile, ma ancora sopra l'obiettivo del 2% della Fed (Federal Reserve).
CPI mensile si prevede aumenti del 0,3%, dopo che precedentemente era stato registrato un aumento dello 0,2% a gennaio. Nel frattempo, i dati annuali sono previsti rimanere stabili al 2,4%. Il numero Core CPI, che esclude i prezzi di cibo ed energia volatili, si prevede sia al 0,2% su base mensile e al 2,5% su base annuale.
Come il Sistema di Sicurezza di Aave ha Inavvertitamente Cancellato US$26 Milioni dalle Posizioni degli Utenti
Un piccolo errore nella configurazione del sistema di prezzi di Aave ha fatto sì che un token popolare apparisse più economico del suo valore reale, e questo è stato sufficiente per eliminare posizioni degli utenti per un valore di US$26 milioni.
Il token colpito è Wrapped stETH (wstETH), un asset generatore di rendimento spesso utilizzato come garanzia sulla piattaforma di prestito Aave.
Come le Fluttuazioni dei Prezzi Hanno Scatenato Vendite Forzate per Milioni di US$
Aave, come la maggior parte dei protocolli di prestito, si basa sui price feed per determinare se le garanzie del prestatore siano sufficienti a coprire i loro prestiti.
Il Bitcoin Sta Forse Formando una Base Sotto US$60.000? Segnali Chiave da Monitorare
Il prezzo del Bitcoin sta oscillando bruscamente tra circa US$70.000 e US$60.000 nelle ultime settimane, lasciando i trader confusi su quale direzione prenderà il prossimo grande movimento.
Le opinioni del Consiglio di Esperti di BeInCrypto, che include nomi legati a Standard Chartered e Kraken, suggeriscono che il mercato potrebbe essere in una fase di stabilizzazione piuttosto che affrontare un altro crollo. Anche se il livello più basso del ciclo recente è attorno a US$60.000, i dati on-chain e la struttura di mercato indicano il potenziale per la formazione di una base in questa area, ma una correzione più profonda potrebbe ancora verificarsi se alcuni segnali chiave non mostrano miglioramenti.
Come Ripple e gli investitori al dettaglio di XRP stanno costruendo slancio su percorsi paralleli
Ripple sta facendo domanda per la Licenza dei Servizi Finanziari Australiani (AFSL) attraverso il piano di acquisizione di BC Payments Australia Pty Ltd, ampliando così la sua portata nel mercato chiave dell'Asia-Pacifico.
Mentre Ripple espande la sua impronta istituzionale, XRP (XRP) continua ad attrarre una forte domanda al dettaglio, come evidenziato dai dati sui fondi negoziati in borsa (ETF) e sull'accumulo on-chain.
Licenza australiana segna l'espansione strategica di Ripple nell'APAC
Secondo l'annuncio dell'azienda, il piano di acquisizione è ancora in attesa del processo di completamento standard. La domanda di Ripple per l'AFSL consentirà all'azienda di offrire servizi di pagamento regolamentati a banche, aziende fintech e corporazioni in Australia.
La Corea del Sud sta diventando sempre più anti-cripto? Tre passi, una settimana
Tre sviluppi politici dalla Corea del Sud in una settimana hanno suscitato una sensazione sempre più forte tra gli operatori del settore che i regolatori stanno iniziando a allentare — anche se la Legge Fondamentale sugli Asset Digitali, che è un punto di riferimento in questo paese, si avvicina lentamente all'approvazione.
Non c'è nessuno dei tre passaggi che sia direttamente un divieto. Ma se guardati insieme, il mercato legge entrambi come un modello.
Il Procuratore ha liquidato Bitcoin che è stato sequestrato piuttosto che conservarlo
L'Ufficio del Procuratore Distrettuale di Gwangju ha annunciato il 10 marzo che hanno venduto 320,88 Bitcoin — per un valore di circa 31,59 miliardi di won coreani (US$21,6 milioni) — che sono riusciti a recuperare dopo un incidente di phishing, e poi hanno versato il ricavato nelle casse dello stato.
CZ Entra nel Club dei Centibillionaire a 110 Miliardi di Dollari, Superando Bill Gates
Changpeng Zhao ora è più ricco di Bill Gates. La ricchezza del fondatore di Binance ha raggiunto i 110 miliardi di dollari nella Lista dei Milliardari di Forbes 2026, posizionandosi al 17° posto a livello globale—solo 17 mesi dopo essere uscito dal carcere federale in California.
L'aumento della ricchezza di CZ riflette un grande cambiamento: la ricchezza derivante dagli asset crittografici ora non è più ai margini del mondo finanziario globale. Questa condizione inizia a cambiare chi detiene il potere—e chi ottiene il perdono.