Dari Ujung Atap ke Kenyamanan Tiga Kali Makan: Saya Menghabiskan Tiga Tahun untuk Menghapus 'Dosa Keinginan' Kontrak Cryptocurrency
Pada musim panas 2020, saya masih bekerja sebagai pengelola gudang di sebuah pabrik elektronik di Suzhou, setiap bulan setelah dipotong asuransi sosial saya menerima 4800 yuan, sewa 1500, mengirim uang 2000 ke rumah, uang yang tersisa bahkan untuk membeli kaos yang layak pun saya tidak berani. Suatu malam setelah shift malam, saya duduk di depan pabrik makan mi goreng seharga 12 yuan, ponsel saya mengeluarkan notifikasi: 'Bitcoin menembus 10.000 dolar, ada yang menghasilkan uang muka dalam setengah tahun'. Saya menatap grafik K-line yang bergerak di layar, jari saya tanpa sadar menggenggam sumpit—itulah pertama kali saya tahu, ternyata uang bisa datang begitu cepat. Pada awalnya, saya hanya berani berinvestasi 500 yuan, yang merupakan uang rokok yang saya kumpulkan selama setengah bulan. Di sebuah 'grup obrolan cryptocurrency', seseorang membagikan tangkapan layar tentang 'leverage 10 kali lipat yang berlipat ganda dalam semalam', teman-teman di grup pun bersorak, mengatakan 'modal kecil harus bertaruh, supaya bisa cepat bangkit'. Saya merasa seolah-olah diracuni, setiap pulang kerja saya bersembunyi di kosan sambil memantau pasar, melihat akun saya yang awalnya 500 berubah menjadi 800, lalu menjadi 1500, detak jantung saya lebih cepat dari motor di jalur produksi. Saat itu saya merasa, saya adalah anak yang terpilih, orang yang mengerti 'tren'.