@Vanar tidak dibangun untuk sekadar mengikuti gelombang AI, melainkan untuk menjadi tempat di mana gelombang itu bisa menetap. Di saat banyak jaringan mencoba menambahkan AI sebagai lapisan tambahan, #vanar justru menenunnya ke dalam fondasi. Infrastruktur ini dirancang agar sistem cerdas dapat menyimpan konteks, menjalankan instruksi berulang, dan berinteraksi lintas aplikasi tanpa harus keluar dari ekosistemnya.
Kehadiran produk seperti myNeutron, Kayon, dan Flows memperlihatkan bahwa pendekatan tersebut sudah masuk tahap implementasi. AI tidak hanya menjadi narasi, tetapi bagian dari arsitektur yang bekerja. Dengan dukungan lintas chain, termasuk integrasi ke Base, ruang geraknya semakin luas. Dalam struktur ini, $VANRY berfungsi sebagai elemen yang menjaga kesinambungan aktivitas, mengikuti penggunaan yang benar-benar terjadi di jaringan.
CPI Malam Ini Jadi Penentu Arah BTC? Ini Bedah Data Makronya
Rilis CPI AS Jumat, 13 Februari pukul 20:30 WIB berpotensi jadi momen krusial untuk Bitcoin. Setelah tekanan cukup panjang, banyak trader menanti apakah ini akan menjadi titik pembalikan arah atau justru pemicu volatilitas lanjutan.
Beberapa data terakhir memang bikin pasar “bingung”. NFP dua hari lalu tercatat 130K, di atas ekspektasi 70K. Namun revisi tahunan menunjukkan level tenaga kerja jauh lebih lemah. Wage growth bulanan naik, tapi tahunan turun sinyal yang belum sepenuhnya solid.
Di sisi lain, Core CPI bulan sebelumnya di 2,6%, terendah sejak Maret 2021 kabar positif untuk inflasi. Retail sales cenderung sideways, sementara PMI memang di atas 50, tapi sektor manufaktur kemungkinan terdorong efek musiman, bukan ekspansi kuat. Employment index juga masih di bawah 50.
Jika CPI keluar sedikit di atas konsensus, pasar bisa bereaksi campuran: risiko rate cut tertunda, tapi kekhawatiran resesi mereda. Jika di bawah ekspektasi, peluang risk-on rally makin terbuka. Satu hal yang pasti: volatilitas tinggi hampir tak terhindarkan.
Pantau update makro & strategi trading hanya di Menjadi Trader. #menjaditrader #bitcoin #CPI #FOMC #marketupdate
NFA, DYOR.
Industri blockchain telah memasuki fase yang lebih matang, di mana sekadar menjadi Layer 1 tidak lagi cukup. Setiap jaringan kini dituntut memiliki identitas teknis yang jelas dan alasan kuat untuk digunakan. Di tengah dinamika ini, @fogo hadir dengan pendekatan yang fokus pada performa tinggi dan efisiensi eksekusi.
Menggunakan Solana Virtual Machine sebagai fondasi, Fogo tidak membangun dari nol, melainkan berdiri di atas arsitektur yang sudah dikenal memiliki kecepatan tinggi. Namun yang membedakan adalah bagaimana Fogo mencoba mengoptimalkan jaringan Layer 1 untuk kebutuhan aplikasi yang semakin menuntut, terutama di sektor DeFi dan aktivitas on-chain dengan intensitas tinggi.
Dalam lanskap di mana latensi dan throughput menjadi faktor krusial, Fogo memosisikan dirinya sebagai jaringan yang siap menangani beban transaksi dalam skala besar tanpa kehilangan responsivitas. Ini bukan sekadar soal angka transaksi per detik, tetapi tentang stabilitas, konsistensi, dan kesiapan infrastruktur dalam mendukung pertumbuhan ekosistem.
$FOGO sebagai aset digital menjadi representasi dari visi tersebut. Nilainya tidak hanya ditentukan oleh sentimen pasar, tetapi juga oleh kemampuan jaringan dalam menarik developer, membangun likuiditas, dan menciptakan utilitas nyata. Dalam kompetisi Layer 1 yang semakin ketat, #Fogo berusaha menunjukkan bahwa diferensiasi teknis tetap menjadi faktor penentu keberlanjutan jangka panjang.
Standard Chartered Prediksi Bitcoin Turun ke US$50 Ribu Sebelum Bangkit
Standard Chartered memperkirakan Bitcoin (BTC) masih berpotensi turun hingga US$50 ribu sebelum memulai fase pemulihan. Kepala Riset Aset Digital Geoffrey Kendrick menyebut penurunan ini kemungkinan terjadi dalam beberapa bulan ke depan, terdampak volatilitas pasar kripto yang masih terasa sejak kejatuhan Oktober lalu.
Tekanan tambahan datang dari arus keluar dana dari ETF Bitcoin, di mana banyak investor saat ini berada di zona rugi setelah membeli sekitar US$90 ribu per BTC. Risiko makroekonomi dan ketidakpastian kebijakan moneter dari Ketua The Fed baru, Kevin Warsh, juga turut menekan sentimen pasar.
Meski begitu, Standard Chartered optimistis BTC bisa rebound dan menargetkan area US$100 ribu menjelang akhir tahun, jika kondisi pasar dan permintaan institusional mendukung.
Pantau terus update kripto harian dan analisa terpercaya hanya di Menjadi Trader. #menjaditrader #bitcoin #cryptonews #BTC #ETF
NFA, DYOR.