Binance Square

BeInCrypto ID

image
Kreator Terverifikasi
🌍 Berita terkini & analisis tak memihak dalam 26 bahasa!
0 Mengikuti
1.4K+ Pengikut
1.3K+ Disukai
82 Dibagikan
Posting
·
--
Presiden Binance Prancis Jadi Target Upaya Penculikan BersenjataPria bersenjata mencoba membobol rumah Presiden Binance Prancis, David Prinçay, pada Kamis pagi. Kejadian ini menjadi insiden terbaru dalam gelombang serangan yang terkait aset kripto di seluruh Prancis. Menurut media Prancis RTL, tiga orang bertudung memasuki sebuah gedung hunian di wilayah Val-de-Marne sekitar pukul 07.00 pagi pada 12 Februari. Mereka dikabarkan membawa senjata dan berusaha mencari apartemen milik Prinçay. Namun, para pelaku langsung melarikan diri setelah mengetahui bahwa Prinçay tidak ada di rumah. Komando Bersenjata Kabur lalu Serang Lagi Laporan media lokal menyebut kelompok tersebut awalnya memaksa seorang penghuni lain untuk membantu mereka menemukan apartemen yang tepat. Polisi mengatakan bahwa para pelaku sempat menggeledah rumah eksekutif Binance sebelum akhirnya pergi dengan membawa dua ponsel curian. Tidak lama setelah itu, sekitar pukul 09.15, polisi di Hauts-de-Seine menanggapi insiden lain. Seorang warga di Vaucresson melaporkan bahwa dirinya dipukul di kepala dengan gagang senapan oleh pria-pria bertudung. Pihak berwenang kemudian mengaitkan kedua insiden tersebut. Menurut RTL, rekaman kamera pengawas menunjukkan para pelaku menggunakan kendaraan yang sama seperti yang terlihat sebelumnya di Val-de-Marne. Dua ponsel curian itu juga berhasil dilacak hingga ke lokasi kedua. Saksi mata dikabarkan mendengar para pelaku berkata bahwa alamat yang mereka tuju salah, sebelum akhirnya mereka melarikan diri lagi. Ditangkap di Stasiun Lyon Perrache Penegak hukum Prancis meluncurkan operasi gabungan yang melibatkan Brigade de Répression du Banditisme (BRB) Paris, unit polisi dari Hauts-de-Seine, Val-de-Marne, Yvelines, dan polisi transportasi. Tim penyidik melacak para pelaku melalui transportasi umum. Ketiga pria tersebut menaiki kereta menuju Lyon. Pihak berwenang memberitahu unit BRI Lyon, yang kemudian mencegat dan menangkap mereka di stasiun Lyon Perrache pada hari yang sama. Saat ini, mereka sudah dalam tahanan dan proses penyidikan masih berlanjut. Co-founder Binance, Yi He menanggapi kejadian tersebut di X dan memastikan bahwa eksekutif yang menjadi target beserta keluarganya dalam keadaan aman. Apakah Prancis Sedang Menjadi Surga untuk Kejahatan Aset Kripto? Upaya penyerangan ini terjadi di tengah lonjakan kasus penculikan dan perampokan rumah terkait aset kripto di seluruh Prancis. Pada Mei 2025, polisi Prancis menangkap lebih dari 20 tersangka yang terlibat dalam serangkaian penculikan di wilayah Paris Raya dan sekitarnya, di mana para pelaku menargetkan para investor aset kripto kaya. Sepanjang 2025, aparat penegak hukum Prancis terus membongkar jaringan pelaku pemerasan yang berfokus pada aset kripto.  Penyelidikan mengungkap bahwa para pelaku kerap menggunakan informasi pribadi yang didapat dari kebocoran data di dark web atau hasil pencarian media sosial untuk memprofil calon korban. Modus yang digunakan mulai dari penyusupan yang sudah direncanakan — sering kali dilakukan pada dini hari — hingga penculikan terkoordinasi dan pemindahan paksa korban antar lokasi untuk menghindari deteksi.

Presiden Binance Prancis Jadi Target Upaya Penculikan Bersenjata

Pria bersenjata mencoba membobol rumah Presiden Binance Prancis, David Prinçay, pada Kamis pagi. Kejadian ini menjadi insiden terbaru dalam gelombang serangan yang terkait aset kripto di seluruh Prancis.

Menurut media Prancis RTL, tiga orang bertudung memasuki sebuah gedung hunian di wilayah Val-de-Marne sekitar pukul 07.00 pagi pada 12 Februari. Mereka dikabarkan membawa senjata dan berusaha mencari apartemen milik Prinçay.

Namun, para pelaku langsung melarikan diri setelah mengetahui bahwa Prinçay tidak ada di rumah.

Komando Bersenjata Kabur lalu Serang Lagi

Laporan media lokal menyebut kelompok tersebut awalnya memaksa seorang penghuni lain untuk membantu mereka menemukan apartemen yang tepat. Polisi mengatakan bahwa para pelaku sempat menggeledah rumah eksekutif Binance sebelum akhirnya pergi dengan membawa dua ponsel curian.

Tidak lama setelah itu, sekitar pukul 09.15, polisi di Hauts-de-Seine menanggapi insiden lain. Seorang warga di Vaucresson melaporkan bahwa dirinya dipukul di kepala dengan gagang senapan oleh pria-pria bertudung.

Pihak berwenang kemudian mengaitkan kedua insiden tersebut.

Menurut RTL, rekaman kamera pengawas menunjukkan para pelaku menggunakan kendaraan yang sama seperti yang terlihat sebelumnya di Val-de-Marne. Dua ponsel curian itu juga berhasil dilacak hingga ke lokasi kedua.

Saksi mata dikabarkan mendengar para pelaku berkata bahwa alamat yang mereka tuju salah, sebelum akhirnya mereka melarikan diri lagi.

Ditangkap di Stasiun Lyon Perrache

Penegak hukum Prancis meluncurkan operasi gabungan yang melibatkan Brigade de Répression du Banditisme (BRB) Paris, unit polisi dari Hauts-de-Seine, Val-de-Marne, Yvelines, dan polisi transportasi.

Tim penyidik melacak para pelaku melalui transportasi umum.

Ketiga pria tersebut menaiki kereta menuju Lyon. Pihak berwenang memberitahu unit BRI Lyon, yang kemudian mencegat dan menangkap mereka di stasiun Lyon Perrache pada hari yang sama.

Saat ini, mereka sudah dalam tahanan dan proses penyidikan masih berlanjut.

Co-founder Binance, Yi He menanggapi kejadian tersebut di X dan memastikan bahwa eksekutif yang menjadi target beserta keluarganya dalam keadaan aman.

Apakah Prancis Sedang Menjadi Surga untuk Kejahatan Aset Kripto?

Upaya penyerangan ini terjadi di tengah lonjakan kasus penculikan dan perampokan rumah terkait aset kripto di seluruh Prancis.

Pada Mei 2025, polisi Prancis menangkap lebih dari 20 tersangka yang terlibat dalam serangkaian penculikan di wilayah Paris Raya dan sekitarnya, di mana para pelaku menargetkan para investor aset kripto kaya.

Sepanjang 2025, aparat penegak hukum Prancis terus membongkar jaringan pelaku pemerasan yang berfokus pada aset kripto. 

Penyelidikan mengungkap bahwa para pelaku kerap menggunakan informasi pribadi yang didapat dari kebocoran data di dark web atau hasil pencarian media sosial untuk memprofil calon korban.

Modus yang digunakan mulai dari penyusupan yang sudah direncanakan — sering kali dilakukan pada dini hari — hingga penculikan terkoordinasi dan pemindahan paksa korban antar lokasi untuk menghindari deteksi.
Binance Pecat Investigator saat Arus US$1 Miliar USDT Terkait Iran TerungkapBinance telah memecat setidaknya lima anggota tim investigasi kepatuhan setelah mereka secara internal menandai lebih dari US$1 miliar transaksi yang diduga terkait dengan entitas Iran, menurut Fortune.  Transaksi-transaksi tersebut dikabarkan terjadi antara Maret 2024 hingga Agustus 2025. Seperti yang dilaporkan, transaksi ini dilakukan dengan menggunakan stablecoin USDT milik Tether di blockchain Tron. USDT di Tron: Pola yang Sudah Dikenal untuk Iran? Pemecatan ini diduga dimulai pada akhir 2025. Beberapa staf yang dipecat memiliki latar belakang penegak hukum dan menjabat sebagai penyidik senior. Fortune melaporkan sedikitnya empat lagi staf senior kepatuhan juga telah keluar atau didorong keluar dalam beberapa bulan terakhir. Arus dana senilai US$1 miliar yang dilaporkan itu dinyatakan dalam USDT dan berpindah melalui jaringan Tron. Kombinasi ini secara berulang muncul dalam penegakan sanksi terbaru yang melibatkan aktivitas terkait Iran. Pada awal bulan ini, Office of Foreign Assets Control (OFAC) Departemen Keuangan AS telah memberikan sanksi kepada dua exchange kripto yang terdaftar di Inggris, Zedcex dan Zedxion. OFAC menuduh, exchange tersebut memproses hampir US$1 miliar transaksi yang berhubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Menurut laporan OFAC serta analitik blockchain yang dikutip oleh TRM Labs dan Chainalysis, sebagian besar aktivitas tersebut juga memakai USDT di Tron. Secara terpisah, BeinCrypto sempat memberitakan pada Januari bahwa bank sentral Iran telah mengumpulkan lebih dari US$500 juta dalam bentuk USDT di tengah tekanan terhadap mata uang rial Iran. Firma analisis blockchain Elliptic mengatakan bahwa pembelian ini kemungkinan bertujuan untuk mengamankan likuiditas mata uang asing di luar sistem perbankan tradisional, sehingga secara efektif menciptakan cadangan dolar paralel. Jika melihat seluruh kasus ini, terlihat bahwa stablecoin—khususnya USDT—telah menjadi pusat untuk arus keuangan lintas negara yang terkait Iran. Bagaimana Bank Sentral Iran Menerima USDT Secara Berkala Sepanjang 2025 | Sumber: Elliptic Binance belum secara terbuka mengonfirmasi bahwa transaksi yang diduga terkait Iran tersebut melanggar hukum sanksi, dan belum ada regulator yang mengumumkan tindakan penegakan hukum baru terhadap perusahaan terkait pemberitaan ini. Meski begitu, kasus ini terjadi di tengah pengawasan ketat terhadap infrastruktur stablecoin dan peran exchange dalam rezim sanksi geopolitik.

Binance Pecat Investigator saat Arus US$1 Miliar USDT Terkait Iran Terungkap

Binance telah memecat setidaknya lima anggota tim investigasi kepatuhan setelah mereka secara internal menandai lebih dari US$1 miliar transaksi yang diduga terkait dengan entitas Iran, menurut Fortune. 

Transaksi-transaksi tersebut dikabarkan terjadi antara Maret 2024 hingga Agustus 2025. Seperti yang dilaporkan, transaksi ini dilakukan dengan menggunakan stablecoin USDT milik Tether di blockchain Tron.

USDT di Tron: Pola yang Sudah Dikenal untuk Iran?

Pemecatan ini diduga dimulai pada akhir 2025. Beberapa staf yang dipecat memiliki latar belakang penegak hukum dan menjabat sebagai penyidik senior.

Fortune melaporkan sedikitnya empat lagi staf senior kepatuhan juga telah keluar atau didorong keluar dalam beberapa bulan terakhir.

Arus dana senilai US$1 miliar yang dilaporkan itu dinyatakan dalam USDT dan berpindah melalui jaringan Tron. Kombinasi ini secara berulang muncul dalam penegakan sanksi terbaru yang melibatkan aktivitas terkait Iran.

Pada awal bulan ini, Office of Foreign Assets Control (OFAC) Departemen Keuangan AS telah memberikan sanksi kepada dua exchange kripto yang terdaftar di Inggris, Zedcex dan Zedxion. OFAC menuduh, exchange tersebut memproses hampir US$1 miliar transaksi yang berhubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Menurut laporan OFAC serta analitik blockchain yang dikutip oleh TRM Labs dan Chainalysis, sebagian besar aktivitas tersebut juga memakai USDT di Tron.

Secara terpisah, BeinCrypto sempat memberitakan pada Januari bahwa bank sentral Iran telah mengumpulkan lebih dari US$500 juta dalam bentuk USDT di tengah tekanan terhadap mata uang rial Iran. Firma analisis blockchain Elliptic mengatakan bahwa pembelian ini kemungkinan bertujuan untuk mengamankan likuiditas mata uang asing di luar sistem perbankan tradisional, sehingga secara efektif menciptakan cadangan dolar paralel.

Jika melihat seluruh kasus ini, terlihat bahwa stablecoin—khususnya USDT—telah menjadi pusat untuk arus keuangan lintas negara yang terkait Iran.

Bagaimana Bank Sentral Iran Menerima USDT Secara Berkala Sepanjang 2025 | Sumber: Elliptic

Binance belum secara terbuka mengonfirmasi bahwa transaksi yang diduga terkait Iran tersebut melanggar hukum sanksi, dan belum ada regulator yang mengumumkan tindakan penegakan hukum baru terhadap perusahaan terkait pemberitaan ini.

Meski begitu, kasus ini terjadi di tengah pengawasan ketat terhadap infrastruktur stablecoin dan peran exchange dalam rezim sanksi geopolitik.
Aave Usulkan Model Pendapatan DAO 100%, namun Harga Tetap TertekanAave Labs telah meluncurkan inisiatif tata kelola baru yang bisa mendefinisikan ulang arah masa depan salah satu protokol lending terdepan di sektor aset kripto. Walau di atas kertas perkembangan ini terlihat sebagai langkah yang baik, harga AAVE nampaknya belum mencerminkan hal tersebut karena perilaku investor. AAVE Luncurkan Model Governance Baru Diberi nama “Aave Will Win,” proposal ini mengajak Aave DAO untuk mendukung roadmap menyeluruh yang berfokus pada rencana upgrade V4 mendatang. Jika disetujui, V4 akan menjadi infrastruktur inti untuk fase berikutnya dari protokol, membangun kerangka kerja di mana 100% pendapatan dari produk yang dikembangkan Aave Labs akan langsung dialokasikan ke DAO. Harga AAVE tetap tertekan meski model tata kelola baru sudah diluncurkan. Saat ini, token AAVE berada di wilayah oversold berdasarkan Money Flow Index. Bacaan terkini mengisyaratkan tekanan jual yang dipicu faktor makro sepertinya sudah memuncak setelah beberapa sesi outflow berkelanjutan. Secara historis, harga AAVE sering pulih setelah memasuki kondisi oversold. Sinyal oversold biasanya menandakan saturasi penjualan, yang memungkinkan pembeli perlahan ikut masuk. Namun, pelemahan pasar aset kripto secara luas dan sikap hati-hati investor membuat kondisi kali ini tidak semudah siklus pemulihan sebelumnya. Ingin insight token lain seperti ini? Daftar ke Daily Crypto Newsletter Editor Harsh Notariya di sini. AAVE MFI | Sumber: TradingView Holder AAVE Masih Menjual Data perubahan posisi bersih di exchange menunjukkan tekanan jual masih mendominasi. Arus masuk bersih ke exchange menandakan holder sedang memindahkan AAVE ke platform trading. Pola ini umumnya menandakan niat untuk menjual, bukan mengakumulasi. Outflow yang semakin kuat dan arus masuk ke exchange yang berkelanjutan bisa menunda kemungkinan rebound. Bahkan, perkembangan positif di protokol pun belum mampu memicu momentum kenaikan secara langsung. Pelaku pasar nampaknya kini lebih fokus pada kondisi likuiditas serta selera risiko dibanding upgrade tata kelola. Perubahan Posisi Bersih AAVE di Exchange | Sumber: Glassnode Harga AAVE Masih Bertahan di Atas Support Pada waktu publikasi, harga AAVE diperdagangkan di US$111, bertahan di atas level Fibonacci 23,6% di US$109. Level ini dipandang sebagai support utama di pasar bear. Menjaga support ini sangat penting agar tidak terjadi pelemahan struktural yang lebih dalam. Sinyal teknikal yang beragam mengindikasikan AAVE mungkin akan berkonsolidasi di atas US$109 dalam waktu dekat. Harga bisa tetap bergerak sideways di bawah resistance US$119 selama momentum stabil. Namun, jika harga benar-benar turun di bawah US$109, AAVE bisa terbuka menuju US$100 atau bahkan lebih rendah lagi. Analisis Harga AAVE | Sumber: TradingView Jika tekanan jual mereda dan investor kembali optimistis, AAVE bisa saja reli dari US$109. Pergerakan di atas US$119 akan menjadi sinyal perbaikan sentimen. Jika harga mampu menembus US$128, peluang ke arah US$136 pun terbuka dan sentimen bearish yang dominan bisa dinyatakan tidak berlaku lagi.

Aave Usulkan Model Pendapatan DAO 100%, namun Harga Tetap Tertekan

Aave Labs telah meluncurkan inisiatif tata kelola baru yang bisa mendefinisikan ulang arah masa depan salah satu protokol lending terdepan di sektor aset kripto.

Walau di atas kertas perkembangan ini terlihat sebagai langkah yang baik, harga AAVE nampaknya belum mencerminkan hal tersebut karena perilaku investor.

AAVE Luncurkan Model Governance Baru

Diberi nama “Aave Will Win,” proposal ini mengajak Aave DAO untuk mendukung roadmap menyeluruh yang berfokus pada rencana upgrade V4 mendatang. Jika disetujui, V4 akan menjadi infrastruktur inti untuk fase berikutnya dari protokol, membangun kerangka kerja di mana 100% pendapatan dari produk yang dikembangkan Aave Labs akan langsung dialokasikan ke DAO.

Harga AAVE tetap tertekan meski model tata kelola baru sudah diluncurkan. Saat ini, token AAVE berada di wilayah oversold berdasarkan Money Flow Index. Bacaan terkini mengisyaratkan tekanan jual yang dipicu faktor makro sepertinya sudah memuncak setelah beberapa sesi outflow berkelanjutan.

Secara historis, harga AAVE sering pulih setelah memasuki kondisi oversold. Sinyal oversold biasanya menandakan saturasi penjualan, yang memungkinkan pembeli perlahan ikut masuk. Namun, pelemahan pasar aset kripto secara luas dan sikap hati-hati investor membuat kondisi kali ini tidak semudah siklus pemulihan sebelumnya.

Ingin insight token lain seperti ini? Daftar ke Daily Crypto Newsletter Editor Harsh Notariya di sini.

AAVE MFI | Sumber: TradingView Holder AAVE Masih Menjual

Data perubahan posisi bersih di exchange menunjukkan tekanan jual masih mendominasi. Arus masuk bersih ke exchange menandakan holder sedang memindahkan AAVE ke platform trading. Pola ini umumnya menandakan niat untuk menjual, bukan mengakumulasi.

Outflow yang semakin kuat dan arus masuk ke exchange yang berkelanjutan bisa menunda kemungkinan rebound. Bahkan, perkembangan positif di protokol pun belum mampu memicu momentum kenaikan secara langsung. Pelaku pasar nampaknya kini lebih fokus pada kondisi likuiditas serta selera risiko dibanding upgrade tata kelola.

Perubahan Posisi Bersih AAVE di Exchange | Sumber: Glassnode Harga AAVE Masih Bertahan di Atas Support

Pada waktu publikasi, harga AAVE diperdagangkan di US$111, bertahan di atas level Fibonacci 23,6% di US$109. Level ini dipandang sebagai support utama di pasar bear. Menjaga support ini sangat penting agar tidak terjadi pelemahan struktural yang lebih dalam.

Sinyal teknikal yang beragam mengindikasikan AAVE mungkin akan berkonsolidasi di atas US$109 dalam waktu dekat. Harga bisa tetap bergerak sideways di bawah resistance US$119 selama momentum stabil. Namun, jika harga benar-benar turun di bawah US$109, AAVE bisa terbuka menuju US$100 atau bahkan lebih rendah lagi.

Analisis Harga AAVE | Sumber: TradingView

Jika tekanan jual mereda dan investor kembali optimistis, AAVE bisa saja reli dari US$109. Pergerakan di atas US$119 akan menjadi sinyal perbaikan sentimen. Jika harga mampu menembus US$128, peluang ke arah US$136 pun terbuka dan sentimen bearish yang dominan bisa dinyatakan tidak berlaku lagi.
3 Altcoin yang Perlu Dicermati Akhir Pekan Ini | 14 – 15 FebruariAltcoin memperlihatkan sinyal yang sangat beragam minggu ini, dengan reli besar bertabrakan dengan koreksi yang semakin dalam di pasar. Sementara beberapa token menarik perhatian dengan potensi breakout yang kuat, token lain masih kesulitan bertahan di dekat level terendah terbarunya. Oleh sebab itu, BeInCrypto telah menganalisis tiga altcoin seperti ini yang sebaiknya investor perhatikan selama akhir pekan. Pippin (PIPPIN) PIPPIN menjadi salah satu altcoin top gainer minggu ini, melonjak 203% dalam tujuh hari. Meme coin ini diperdagangkan di harga US$0,492 pada waktu publikasi, masih di bawah resistance US$0,514. Momentum kuat mendorong minat spekulatif karena para trader terus memantau sinyal kelanjutan tren. Secara teknikal, PIPPIN tengah breakout dari pola descending broadening wedge, yang memproyeksikan reli 221%. Breakout akan terkonfirmasi jika harga berhasil mengubah US$0,600 menjadi level support. Meski potensi kenaikan yang diharapkan sangat besar, target realistis tetap pada pencapaian all-time high di US$0,720. Ingin insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini. Analisis Harga PIPPIN | Sumber: TradingView Jika momentum bullish melemah atau kondisi ekonomi makro memburuk, risiko penurunan harga akan meningkat. Penurunan di bawah support US$0,449 bisa membawa PIPPIN turun mendekati US$0,372. Pergerakan seperti ini akan membatalkan proyeksi bullish dan menggugurkan struktur breakout wedge. Aptos (APT) Harga APT turun 12,6% dalam sepekan terakhir, serta membentuk dua all-time low baru selama periode ini. Altcoin ini diperdagangkan di harga US$0,899 pada waktu publikasi dan tetap di bawah level psikologis US$1,00. Kelemahan yang terus berlanjut mencerminkan masih kuatnya tekanan bearish di pasar aset kripto secara lebih luas. Saat ini Money Flow Index berada di bawah ambang 20,0, menempatkan APT di zona oversold. Angka seperti ini biasanya memberi sinyal terjadinya kejenuhan jual dan potensi akumulasi. Jika MFI bisa naik di atas 20,0 dan tekanan beli menguat, penguatan ke atas US$1,029 dapat menjadi konfirmasi awal pemulihan tren. Analisis Harga APT | Sumber: TradingView Jika momentum bearish masih berlanjut, risiko penurunan pun akan semakin tinggi. Tekanan jual yang terus-menerus bisa mendorong APT jatuh di bawah level saat ini. Breakdown lebih dalam dapat membawa APT ke all-time low baru di kisaran US$0,800, memperkuat tren negatif yang sedang berlangsung. Kite (KITE) KITE juga menjadi altcoin yang layak dipantau akhir pekan ini karena menampilkan kontras yang jelas dibanding altcoin lain yang lemah, dengan konsisten mencetak all-time high baru pekan ini. Token ini diperdagangkan di harga US$0,197 pada waktu publikasi, naik 53% dalam tujuh hari. Momentum kenaikan yang berkelanjutan menunjukkan tingginya permintaan investor serta meningkatnya sentimen pasar kripto secara umum. KITE sukses mencapai all-time high baru di US$0,210 hari ini, sehingga makin memperkuat struktur teknikal bullish. Arus modal yang terus masuk nampaknya menjadi penggerak utama dalam reli ini. Jika tekanan beli tetap kuat, harga dapat terus naik menuju US$0,231 didukung oleh volume yang besar dan momentum jangka pendek yang positif. Analisis Harga KITE | Sumber: TradingView namun, kondisi overbought bisa memicu aksi ambil untung. Jika minat beli mulai menurun, KITE mungkin akan terkoreksi ke support di US$0,163. Koreksi ke area tersebut akan membatalkan proyeksi bullish dan menandakan momentum kenaikan yang mulai melemah.

3 Altcoin yang Perlu Dicermati Akhir Pekan Ini | 14 – 15 Februari

Altcoin memperlihatkan sinyal yang sangat beragam minggu ini, dengan reli besar bertabrakan dengan koreksi yang semakin dalam di pasar. Sementara beberapa token menarik perhatian dengan potensi breakout yang kuat, token lain masih kesulitan bertahan di dekat level terendah terbarunya.

Oleh sebab itu, BeInCrypto telah menganalisis tiga altcoin seperti ini yang sebaiknya investor perhatikan selama akhir pekan.

Pippin (PIPPIN)

PIPPIN menjadi salah satu altcoin top gainer minggu ini, melonjak 203% dalam tujuh hari. Meme coin ini diperdagangkan di harga US$0,492 pada waktu publikasi, masih di bawah resistance US$0,514. Momentum kuat mendorong minat spekulatif karena para trader terus memantau sinyal kelanjutan tren.

Secara teknikal, PIPPIN tengah breakout dari pola descending broadening wedge, yang memproyeksikan reli 221%. Breakout akan terkonfirmasi jika harga berhasil mengubah US$0,600 menjadi level support. Meski potensi kenaikan yang diharapkan sangat besar, target realistis tetap pada pencapaian all-time high di US$0,720.

Ingin insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.

Analisis Harga PIPPIN | Sumber: TradingView

Jika momentum bullish melemah atau kondisi ekonomi makro memburuk, risiko penurunan harga akan meningkat. Penurunan di bawah support US$0,449 bisa membawa PIPPIN turun mendekati US$0,372. Pergerakan seperti ini akan membatalkan proyeksi bullish dan menggugurkan struktur breakout wedge.

Aptos (APT)

Harga APT turun 12,6% dalam sepekan terakhir, serta membentuk dua all-time low baru selama periode ini. Altcoin ini diperdagangkan di harga US$0,899 pada waktu publikasi dan tetap di bawah level psikologis US$1,00. Kelemahan yang terus berlanjut mencerminkan masih kuatnya tekanan bearish di pasar aset kripto secara lebih luas.

Saat ini Money Flow Index berada di bawah ambang 20,0, menempatkan APT di zona oversold. Angka seperti ini biasanya memberi sinyal terjadinya kejenuhan jual dan potensi akumulasi. Jika MFI bisa naik di atas 20,0 dan tekanan beli menguat, penguatan ke atas US$1,029 dapat menjadi konfirmasi awal pemulihan tren.

Analisis Harga APT | Sumber: TradingView

Jika momentum bearish masih berlanjut, risiko penurunan pun akan semakin tinggi. Tekanan jual yang terus-menerus bisa mendorong APT jatuh di bawah level saat ini. Breakdown lebih dalam dapat membawa APT ke all-time low baru di kisaran US$0,800, memperkuat tren negatif yang sedang berlangsung.

Kite (KITE)

KITE juga menjadi altcoin yang layak dipantau akhir pekan ini karena menampilkan kontras yang jelas dibanding altcoin lain yang lemah, dengan konsisten mencetak all-time high baru pekan ini. Token ini diperdagangkan di harga US$0,197 pada waktu publikasi, naik 53% dalam tujuh hari. Momentum kenaikan yang berkelanjutan menunjukkan tingginya permintaan investor serta meningkatnya sentimen pasar kripto secara umum.

KITE sukses mencapai all-time high baru di US$0,210 hari ini, sehingga makin memperkuat struktur teknikal bullish. Arus modal yang terus masuk nampaknya menjadi penggerak utama dalam reli ini. Jika tekanan beli tetap kuat, harga dapat terus naik menuju US$0,231 didukung oleh volume yang besar dan momentum jangka pendek yang positif.

Analisis Harga KITE | Sumber: TradingView

namun, kondisi overbought bisa memicu aksi ambil untung. Jika minat beli mulai menurun, KITE mungkin akan terkoreksi ke support di US$0,163. Koreksi ke area tersebut akan membatalkan proyeksi bullish dan menandakan momentum kenaikan yang mulai melemah.
Raksasa Kredit US$3 Miliar Sedang Uji Coba Bitcoin di Sistem KPR — Ini PenjelasannyaPerusahaan structured-credit yang berbasis di AS mendorong batasan TradFi dengan mengintegrasikan aset kripto ke dalam pinjaman dunia nyata. Newmarket Capital, yang mengelola hampir US$3 miliar aset, menjadi pelopor dalam pinjaman mortgage dan komersial hybrid yang memanfaatkan Bitcoin (BTC) bersama aset properti konvensional sebagai jaminan. Afiliasinya, Battery Finance, memimpin dalam menciptakan struktur keuangan yang memanfaatkan aset digital sebagai penunjang kredit tanpa mengharuskan peminjam untuk melikuidasi aset mereka. Bitcoin Akan Mengubah KPR dan Pinjaman Dunia Nyata Inisiatif ini menargetkan para pemegang aset kripto, termasuk kaum Milenial dan Gen Z yang akrab teknologi. Program ini menawarkan jalur pembiayaan yang menjaga potensi keuntungan investasi sekaligus memungkinkan akses ke pasar kredit tradisional. Dengan menggabungkan properti yang menghasilkan pendapatan dan Bitcoin, perusahaan ini berupaya mengurangi risiko volatilitas sambil menawarkan solusi pinjaman yang inovatif kepada peminjam. Menurut Andrew Hohns, Founder dan CEO Newmarket Capital dan Battery Finance, model ini melibatkan properti penghasil pendapatan, seperti properti komersial, yang dipasangkan dengan sebagian kepemilikan Bitcoin peminjam sebagai jaminan tambahan. Bitcoin dinilai sebagai bagian dari paket pinjaman secara keseluruhan, sehingga pemberi pinjaman mendapat aset yang likuid, dapat dibagi, dan transparan, berbeda dengan aset properti saja. “Kami menciptakan struktur kredit yang menghasilkan pendapatan, tapi dengan mengintegrasikan Bitcoin dalam jumlah terukur, pinjaman ini juga ikut menikmati kenaikan nilainya dari waktu ke waktu, sehingga memberikan manfaat yang tidak bisa diberikan oleh model tradisional,” terang Hohns dalam sesi di Coin Stories Podcast. Transaksi awal telah membuktikan konsep ini, di mana Battery Finance melakukan refinancing properti multifamily senilai US$12,5 juta menggunakan bangunan itu sendiri dan sekitar 20 BTC sebagai bagian dari paket jaminan hybrid. Peminjam bisa mengakses modal tanpa memicu peristiwa pajak akibat menjual aset kripto, sementara pemberi pinjaman mendapatkan perlindungan tambahan dari risiko penurunan nilai. Agunan Bitcoin Kelas Institusi Berbeda dengan pinjaman yang sepenuhnya dijamin Bitcoin—yang saat ini masih terbatas dan sekadar eksperimen—model Newmarket sudah berskala institusi: Proses underwriting sepenuhnya Berfokus pada pendapatan, serta Mematuhi struktur legal sesuai regulasi di AS. Dalam struktur ini, Bitcoin hanya sebagai pelengkap jaminan, bukan alat pembayaran utama. Pembayaran mortgage dan cicilan pinjaman tetap menggunakan dolar AS. “Bitcoin memberi fleksibilitas dan transparansi pada pinjaman tradisional, tapi dasarnya tetap aset yang menghasilkan pendapatan,” ujar Hohns. “Ini jembatan antara kelangkaan digital dan kerangka risiko kredit konvensional.” Pendekatan ini berkembang seiring adanya tren luas integrasi real-world assets (RWA) dengan aset digital. Pada Juni 2025, lembaga federal seperti FHFA memberi sinyal kemungkinan aset kripto dipertimbangkan untuk kualifikasi mortgage. Namun, pemberi pinjaman swasta seperti Newmarket Capital bergerak lebih cepat, mengoperasikan struktur jaminan hybrid sekaligus tetap mematuhi peraturan yang ada. Inovasi Newmarket dan Battery Finance menunjukkan bagaimana Bitcoin dan kripto lainnya bisa bersentuhan dengan TradFi sebagai alat untuk membuka bentuk pinjaman dan kredit baru. Meski begitu, masih ada tantangan. BeInCrypto melaporkan bahwa sekalipun Fannie Mae dan Freddie Mac berencana menerima Bitcoin sebagai jaminan mortgage, ada ketentuan khusus. Bitcoin harus disimpan di exchange yang teregulasi. Bitcoin yang berada dalam self-custody atau wallet pribadi tidak akan diakui. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait kedaulatan finansial dan kontrol terpusat. Kebijakan tersebut membatasi penggunaan Bitcoin dalam kredit mortgage hanya pada platform kustodian yang terlihat oleh negara, sehingga tidak melibatkan penyimpanan terdesentralisasi. “Ini bukan soal adopsi vs penolakan. Ini adopsi dengan syarat. Kamu bisa ikut bermain— …tapi hanya kalau Bitcoinnya tunduk pada aturan mereka. Aturan yang dibuat untuk kontrol…Seiring adopsi semakin luas, tekanan akan makin tinggi supaya lender mau mengakui Bitcoin yang disimpan secara benar—bukan hanya koin di exchange…Akhirnya, bentuk uang yang paling aman akan membuka modal yang paling fleksibel,” komentar seorang pengguna di X. Meski bukan solusi untuk keterjangkauan rumah tinggal, inovasi ini tetap menjadi langkah berarti menuju adopsi kripto secara mainstream dalam keuangan dunia nyata.

Raksasa Kredit US$3 Miliar Sedang Uji Coba Bitcoin di Sistem KPR — Ini Penjelasannya

Perusahaan structured-credit yang berbasis di AS mendorong batasan TradFi dengan mengintegrasikan aset kripto ke dalam pinjaman dunia nyata. Newmarket Capital, yang mengelola hampir US$3 miliar aset, menjadi pelopor dalam pinjaman mortgage dan komersial hybrid yang memanfaatkan Bitcoin (BTC) bersama aset properti konvensional sebagai jaminan.

Afiliasinya, Battery Finance, memimpin dalam menciptakan struktur keuangan yang memanfaatkan aset digital sebagai penunjang kredit tanpa mengharuskan peminjam untuk melikuidasi aset mereka.

Bitcoin Akan Mengubah KPR dan Pinjaman Dunia Nyata

Inisiatif ini menargetkan para pemegang aset kripto, termasuk kaum Milenial dan Gen Z yang akrab teknologi. Program ini menawarkan jalur pembiayaan yang menjaga potensi keuntungan investasi sekaligus memungkinkan akses ke pasar kredit tradisional.

Dengan menggabungkan properti yang menghasilkan pendapatan dan Bitcoin, perusahaan ini berupaya mengurangi risiko volatilitas sambil menawarkan solusi pinjaman yang inovatif kepada peminjam.

Menurut Andrew Hohns, Founder dan CEO Newmarket Capital dan Battery Finance, model ini melibatkan properti penghasil pendapatan, seperti properti komersial, yang dipasangkan dengan sebagian kepemilikan Bitcoin peminjam sebagai jaminan tambahan.

Bitcoin dinilai sebagai bagian dari paket pinjaman secara keseluruhan, sehingga pemberi pinjaman mendapat aset yang likuid, dapat dibagi, dan transparan, berbeda dengan aset properti saja.

“Kami menciptakan struktur kredit yang menghasilkan pendapatan, tapi dengan mengintegrasikan Bitcoin dalam jumlah terukur, pinjaman ini juga ikut menikmati kenaikan nilainya dari waktu ke waktu, sehingga memberikan manfaat yang tidak bisa diberikan oleh model tradisional,” terang Hohns dalam sesi di Coin Stories Podcast.

Transaksi awal telah membuktikan konsep ini, di mana Battery Finance melakukan refinancing properti multifamily senilai US$12,5 juta menggunakan bangunan itu sendiri dan sekitar 20 BTC sebagai bagian dari paket jaminan hybrid.

Peminjam bisa mengakses modal tanpa memicu peristiwa pajak akibat menjual aset kripto, sementara pemberi pinjaman mendapatkan perlindungan tambahan dari risiko penurunan nilai.

Agunan Bitcoin Kelas Institusi

Berbeda dengan pinjaman yang sepenuhnya dijamin Bitcoin—yang saat ini masih terbatas dan sekadar eksperimen—model Newmarket sudah berskala institusi:

Proses underwriting sepenuhnya

Berfokus pada pendapatan, serta

Mematuhi struktur legal sesuai regulasi di AS.

Dalam struktur ini, Bitcoin hanya sebagai pelengkap jaminan, bukan alat pembayaran utama. Pembayaran mortgage dan cicilan pinjaman tetap menggunakan dolar AS.

“Bitcoin memberi fleksibilitas dan transparansi pada pinjaman tradisional, tapi dasarnya tetap aset yang menghasilkan pendapatan,” ujar Hohns. “Ini jembatan antara kelangkaan digital dan kerangka risiko kredit konvensional.”

Pendekatan ini berkembang seiring adanya tren luas integrasi real-world assets (RWA) dengan aset digital. Pada Juni 2025, lembaga federal seperti FHFA memberi sinyal kemungkinan aset kripto dipertimbangkan untuk kualifikasi mortgage.

Namun, pemberi pinjaman swasta seperti Newmarket Capital bergerak lebih cepat, mengoperasikan struktur jaminan hybrid sekaligus tetap mematuhi peraturan yang ada.

Inovasi Newmarket dan Battery Finance menunjukkan bagaimana Bitcoin dan kripto lainnya bisa bersentuhan dengan TradFi sebagai alat untuk membuka bentuk pinjaman dan kredit baru.

Meski begitu, masih ada tantangan. BeInCrypto melaporkan bahwa sekalipun Fannie Mae dan Freddie Mac berencana menerima Bitcoin sebagai jaminan mortgage, ada ketentuan khusus.

Bitcoin harus disimpan di exchange yang teregulasi. Bitcoin yang berada dalam self-custody atau wallet pribadi tidak akan diakui.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait kedaulatan finansial dan kontrol terpusat. Kebijakan tersebut membatasi penggunaan Bitcoin dalam kredit mortgage hanya pada platform kustodian yang terlihat oleh negara, sehingga tidak melibatkan penyimpanan terdesentralisasi.

“Ini bukan soal adopsi vs penolakan. Ini adopsi dengan syarat. Kamu bisa ikut bermain— …tapi hanya kalau Bitcoinnya tunduk pada aturan mereka. Aturan yang dibuat untuk kontrol…Seiring adopsi semakin luas, tekanan akan makin tinggi supaya lender mau mengakui Bitcoin yang disimpan secara benar—bukan hanya koin di exchange…Akhirnya, bentuk uang yang paling aman akan membuka modal yang paling fleksibel,” komentar seorang pengguna di X.

Meski bukan solusi untuk keterjangkauan rumah tinggal, inovasi ini tetap menjadi langkah berarti menuju adopsi kripto secara mainstream dalam keuangan dunia nyata.
CEO Ripple Brad Garlinghouse Gabung Panel CFTC — Bisakah Ini Mengubah Arah XRP?Harga XRP kesulitan untuk pulih dalam beberapa hari terakhir, sehingga muncul kekhawatiran terkait potensi terulangnya bear market 2021-2022. Meski kelemahan masih berlanjut, sebuah perkembangan baru yang melibatkan CEO Ripple, Brad Garlinghouse, bisa mengubah sentimen. XRP Mungkin Tidak Akan Meniru Masa Lalu Brad Garlinghouse kini menjadi anggota Innovation Advisory Committee dari Commodity Futures Trading Commission. Penunjukan ini menjadi tonggak penting bagi Ripple dan ekosistem XRP secara lebih luas. Lingkungan regulasi yang dulu menantang Ripple selama hampir lima tahun, kini justru ingin mendengarkan masukan industri. Bagi para pendukung XRP, langkah ini menandakan semakin besarnya normalisasi regulasi. Keterlibatan dengan CFTC bisa meningkatkan kredibilitas Ripple dalam diskusi kebijakan di AS. Dialog yang konstruktif bisa mengurangi ketidakpastian serta mengurangi beban hukum jangka panjang yang dulu sering membebani harga XRP. Data profit and loss yang direalisasikan baru-baru ini menunjukkan lonjakan penjualan. Beberapa pengamat membandingkan aktivitas ini dengan sinyal awal yang muncul sebelum bear market 2022. tapi, pada 2022 lalu, distribusi berlangsung hampir empat bulan. Penjualan saat ini tidak sepanjang atau sekuat masa itu, sehingga peluang penurunan harga XRP yang berkepanjangan menjadi lebih kecil. Ingin mendapatkan insight token seperti ini? Daftar untuk menerima Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini. Profit/Loss Realisasi XRP | Sumber: Glassnode Penjualan Ada, namun Bukan Masalah Data saldo di exchange menunjukkan tekanan jual masih terukur. Sekitar 100 juta XRP masuk ke exchange selama 10 hari terakhir, dengan nilai sekitar US$130 juta. Meski cukup besar, jumlah ini belum menandakan kepanikan secara massal. Pada November 2025, 130 juta XRP terjual hanya dalam 72 jam. Saat itu, para holder terlihat lebih panik. Jika dibandingkan dengan kejadian tersebut, pergerakan saat ini nampak lebih terkontrol dan tidak terlalu agresif. Saldo XRP di Exchange | Sumber: Glassnode Penjualan yang sedang-sedang saja ditambah perkembangan regulasi yang positif bisa menstabilkan sentimen. Jika distribusi tidak meningkat, XRP dapat menyerap pasokan tanpa penurunan harga yang dalam. Para pelaku pasar memantau konfirmasi lewat metrik on-chain. XRP Masih Punya Ruang Untuk Pulih Heatmap likuidasi menunjukkan hambatan pemulihan yang terbatas. Resistance utama XRP berikutnya berada di kisaran US$1,78 hingga US$1,80. Area ini kemungkinan besar menjadi wilayah pengambilan untung, bukan resistance struktural langsung. Tidak adanya klaster likuidasi yang padat di bawah harga saat ini mengurangi risiko penjualan besar-besaran dalam waktu dekat. Jika momentum membaik, XRP masih punya ruang untuk naik sebelum bertemu pasokan besar berikutnya. Fleksibilitas teknis seperti ini membuat prospek jangka pendek tampak cukup konstruktif dan hati-hati. Heatmap CBD XRP | Sumber: Glassnode Harga XRP Perlu Bounce Back XRP diperdagangkan di US$1,35 dan turun di bawah level support US$1,36. Support penting berikutnya berada di kisaran US$1,27, berdekatan dengan retracement Fibonacci 23,6%. Walau ada pelemahan belakangan ini, faktor makro menunjukkan profil risiko yang seimbang. Penunjukan Garlinghouse di CFTC bisa menambah kepercayaan investor. Jika XRP berhasil kembali ke level US$1,51, reli pemulihan bisa terjadi. Apabila penguatan di atas ambang ini terus terjaga, harga dapat naik menuju zona pasokan di atas US$1,76. Analisis Harga XRP | Sumber: TradingView namun, jika terjadi breakdown di bawah US$1,27, momentum akan berbalik secara tegas. Jika support gagal bertahan, aksi jual panik bisa meningkat. Penurunan menuju US$1,11 akan membatalkan skenario bullish dan memperpanjang fase koreksi saat ini.

CEO Ripple Brad Garlinghouse Gabung Panel CFTC — Bisakah Ini Mengubah Arah XRP?

Harga XRP kesulitan untuk pulih dalam beberapa hari terakhir, sehingga muncul kekhawatiran terkait potensi terulangnya bear market 2021-2022.

Meski kelemahan masih berlanjut, sebuah perkembangan baru yang melibatkan CEO Ripple, Brad Garlinghouse, bisa mengubah sentimen.

XRP Mungkin Tidak Akan Meniru Masa Lalu

Brad Garlinghouse kini menjadi anggota Innovation Advisory Committee dari Commodity Futures Trading Commission. Penunjukan ini menjadi tonggak penting bagi Ripple dan ekosistem XRP secara lebih luas. Lingkungan regulasi yang dulu menantang Ripple selama hampir lima tahun, kini justru ingin mendengarkan masukan industri.

Bagi para pendukung XRP, langkah ini menandakan semakin besarnya normalisasi regulasi. Keterlibatan dengan CFTC bisa meningkatkan kredibilitas Ripple dalam diskusi kebijakan di AS. Dialog yang konstruktif bisa mengurangi ketidakpastian serta mengurangi beban hukum jangka panjang yang dulu sering membebani harga XRP.

Data profit and loss yang direalisasikan baru-baru ini menunjukkan lonjakan penjualan. Beberapa pengamat membandingkan aktivitas ini dengan sinyal awal yang muncul sebelum bear market 2022. tapi, pada 2022 lalu, distribusi berlangsung hampir empat bulan. Penjualan saat ini tidak sepanjang atau sekuat masa itu, sehingga peluang penurunan harga XRP yang berkepanjangan menjadi lebih kecil.

Ingin mendapatkan insight token seperti ini? Daftar untuk menerima Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Profit/Loss Realisasi XRP | Sumber: Glassnode Penjualan Ada, namun Bukan Masalah

Data saldo di exchange menunjukkan tekanan jual masih terukur. Sekitar 100 juta XRP masuk ke exchange selama 10 hari terakhir, dengan nilai sekitar US$130 juta. Meski cukup besar, jumlah ini belum menandakan kepanikan secara massal.

Pada November 2025, 130 juta XRP terjual hanya dalam 72 jam. Saat itu, para holder terlihat lebih panik. Jika dibandingkan dengan kejadian tersebut, pergerakan saat ini nampak lebih terkontrol dan tidak terlalu agresif.

Saldo XRP di Exchange | Sumber: Glassnode

Penjualan yang sedang-sedang saja ditambah perkembangan regulasi yang positif bisa menstabilkan sentimen. Jika distribusi tidak meningkat, XRP dapat menyerap pasokan tanpa penurunan harga yang dalam. Para pelaku pasar memantau konfirmasi lewat metrik on-chain.

XRP Masih Punya Ruang Untuk Pulih

Heatmap likuidasi menunjukkan hambatan pemulihan yang terbatas. Resistance utama XRP berikutnya berada di kisaran US$1,78 hingga US$1,80. Area ini kemungkinan besar menjadi wilayah pengambilan untung, bukan resistance struktural langsung.

Tidak adanya klaster likuidasi yang padat di bawah harga saat ini mengurangi risiko penjualan besar-besaran dalam waktu dekat. Jika momentum membaik, XRP masih punya ruang untuk naik sebelum bertemu pasokan besar berikutnya. Fleksibilitas teknis seperti ini membuat prospek jangka pendek tampak cukup konstruktif dan hati-hati.

Heatmap CBD XRP | Sumber: Glassnode Harga XRP Perlu Bounce Back

XRP diperdagangkan di US$1,35 dan turun di bawah level support US$1,36. Support penting berikutnya berada di kisaran US$1,27, berdekatan dengan retracement Fibonacci 23,6%. Walau ada pelemahan belakangan ini, faktor makro menunjukkan profil risiko yang seimbang.

Penunjukan Garlinghouse di CFTC bisa menambah kepercayaan investor. Jika XRP berhasil kembali ke level US$1,51, reli pemulihan bisa terjadi. Apabila penguatan di atas ambang ini terus terjaga, harga dapat naik menuju zona pasokan di atas US$1,76.

Analisis Harga XRP | Sumber: TradingView

namun, jika terjadi breakdown di bawah US$1,27, momentum akan berbalik secara tegas. Jika support gagal bertahan, aksi jual panik bisa meningkat. Penurunan menuju US$1,11 akan membatalkan skenario bullish dan memperpanjang fase koreksi saat ini.
Bisakah Harga Ethereum Mencoba Reli 10% saat Crypto Whale Terbesar Menambah US$2 Miliar?Ethereum mencoba untuk stabil setelah berminggu-minggu mengalami tekanan jual yang berat. Harganya saat ini bertahan di area sekitar US$1.950, naik sekitar 6% dari level terendah baru-baru ini. Pada saat yang sama, crypto whale terbesar Ethereum mulai melakukan akumulasi secara agresif. Tapi penjual jangka pendek dan trader derivatif masih tetap berhati-hati, sehingga terjadi tarik-menarik mengenai arah pergerakan harga selanjutnya. Whale Ethereum Terbesar Terus Akumulasi saat Bullish Divergence Tetap Terjaga Data on-chain menunjukkan bahwa holder Ethereum terbesar sedang bersiap untuk rebound. Sejak 9 Februari, alamat yang memegang antara 1 juta hingga 10 juta ETH menambah kepemilikan mereka dari sekitar 5,17 juta ETH menjadi hampir 6,27 juta ETH. Artinya ada tambahan lebih dari 1,1 juta ETH, dengan nilai sekitar US$2 miliar menurut harga saat ini. Whale Ethereum | Sumber: Santiment Ingin mendapatkan insight token seperti ini? Daftar di Daily Crypto Newsletter Editor Harsh Notariya di sini. Akumulasi ini sejalan dengan sinyal teknikal bullish di grafik 12 jam. Antara 25 Januari hingga 12 Februari, harga Ethereum membentuk level rendah lebih rendah, sedangkan Relative Strength Index atau RSI membentuk level rendah lebih tinggi. RSI mengukur momentum harga dengan membandingkan kenaikan dan penurunan terbaru. Bila harga turun tapi RSI naik, itu biasanya memberi sinyal tekanan jual mulai melemah. Divergensi bullish ini mengindikasikan bahwa momentum penurunan mulai melemah. Divergensi Bullish | Sumber: TradingView Struktur ini tetap valid selama Ethereum tetap di atas US$1.890, sebab sinyal yang sama sempat muncul di tanggal 11 Februari dan nampaknya hingga kini masih bertahan. Jika terjadi breakdown di bawah level ini, maka divergensi tersebut untuk sementara tidak lagi berlaku dan peluang rebound akan semakin lemah. Saat ini, crypto whale nampak bertaruh bahwa support ini akan tetap kuat. Holder Jangka Pendek Sedang Menjual? Ketika investor besar melakukan akumulasi, holder jangka pendek justru bertindak sangat berbeda. Spent Coins Age Band untuk kelompok 7 hingga 30 hari melonjak tajam. Sejak 9 Februari (bersamaan dengan awal akumulasi whale), metrik ini naik dari sekitar 14.000 menjadi hampir 107.000, yaitu lonjakan lebih dari 660%. Indikator ini memantau berapa banyak koin yang baru dibeli lalu dipindahkan kembali. Peningkatan angka biasanya menandakan aksi ambil untung dan distribusi. Koin ETH | Sumber: Santiment Sederhananya, trader jangka pendek sedang keluar dari posisi mereka. Pola seperti ini juga sudah pernah muncul awal Februari lalu. Pada 5 Februari, aktifitas koin jangka pendek melonjak di dekat harga US$2.140. Dalam satu hari, harga Ethereum turun sekitar 13%. Sejarah ini menunjukkan betapa aksi jual agresif dari kelompok ini dapat mengubah arah harga dengan sangat cepat. Selama holder jangka pendek tetap aktif menjual, kenaikan harga masih bakal menghadapi resistance. Data Derivatif Menunjukkan Posisi Bearish yang Cukup Berat Pasar derivatif semakin memperkuat pandangan hati-hati ini. Data likuidasi saat ini menunjukkan hampir US$3,06 miliar posisi short berbanding sekitar US$755 juta posisi long dengan leverage. Hal ini menciptakan ketimpangan bearish besar, di mana hampir 80% pelaku pasar bertaruh di posisi short. Short Mendominasi | Sumber: Coinglass Di satu sisi, kondisi ini bisa memicu short squeeze jika harga naik. Tapi di sisi lain, ini juga menandakan mayoritas trader masih memperkirakan pelemahan lebih lanjut. Situasi ini membuat momentum tetap lemah, namun harapan bounce tetap ada jika pembelian oleh whale berhasil mendorong harga menembus klaster penting tertentu meski hanya sedikit saja. Data on-chain tentang cost basis membantu menjelaskan kenapa Ethereum sulit untuk naik lebih tinggi. Di sekitar level US$1.980, sekitar 1,58% dari suplai yang beredar dibeli di harga tersebut. Lalu di area US$2.020, 1,23% suplai lainnya berada di posisi break even. Zona-zona ini mewakili kelompok besar holder yang masih menunggu untuk keluar tanpa mengalami kerugian. Klaster Cost Basis | Sumber: Glassnode Saat harga mendekati level-level ini, tekanan jual meningkat karena investor ingin mengembalikan modal mereka. Situasi ini sudah beberapa kali menghentikan lonjakan harga belakangan ini. Hanya pergerakan besar yang didorong oleh leverage atau short squeeze kuat saja yang mungkin bisa menembus klaster suplai ini. Sampai saat itu terjadi, zona-zona ini tetap menjadi hambatan utama. Level Harga Ethereum Utama yang Perlu Dipantau Saat Ini Dengan para whale melakukan pembelian dan penjual tetap bertahan, level harga Ethereum kini lebih penting dibandingkan narasi apa pun. Untuk arah atas, resistance utama pertama berada di kisaran US$2.010. Jika harga bisa ditutup bersih dalam 12 jam di atas level ini, kemungkinan akan terjadi likuidasi short yang lebih besar. Level ini juga berdekatan dengan klaster suplai utama. Jika itu terjadi, Ethereum bisa menargetkan US$2.140 sebagai tujuan berikutnya, yaitu zona resistance kuat yang sudah beberapa kali diuji. Angka ini juga sekitar 10% dari level harga saat ini. Untuk arah bawah, US$1.890 tetap menjadi support penting. Jika menembus di bawah level ini, bullish divergence akan batal dan tekanan turun berpotensi berlanjut. Setelah itu, support utama berikutnya ada di kisaran US$1.740. Analisis Harga Ethereum | Sumber: TradingView Selama Ethereum bertahan di atas US$1.890 dan terus menguji US$2.010, pola rebound masih tetap terjaga. Namun, jika breakdown bertahan di bawah level support, upaya pemulihan harga kali ini akan batal.

Bisakah Harga Ethereum Mencoba Reli 10% saat Crypto Whale Terbesar Menambah US$2 Miliar?

Ethereum mencoba untuk stabil setelah berminggu-minggu mengalami tekanan jual yang berat. Harganya saat ini bertahan di area sekitar US$1.950, naik sekitar 6% dari level terendah baru-baru ini. Pada saat yang sama, crypto whale terbesar Ethereum mulai melakukan akumulasi secara agresif.

Tapi penjual jangka pendek dan trader derivatif masih tetap berhati-hati, sehingga terjadi tarik-menarik mengenai arah pergerakan harga selanjutnya.

Whale Ethereum Terbesar Terus Akumulasi saat Bullish Divergence Tetap Terjaga

Data on-chain menunjukkan bahwa holder Ethereum terbesar sedang bersiap untuk rebound. Sejak 9 Februari, alamat yang memegang antara 1 juta hingga 10 juta ETH menambah kepemilikan mereka dari sekitar 5,17 juta ETH menjadi hampir 6,27 juta ETH. Artinya ada tambahan lebih dari 1,1 juta ETH, dengan nilai sekitar US$2 miliar menurut harga saat ini.

Whale Ethereum | Sumber: Santiment

Ingin mendapatkan insight token seperti ini? Daftar di Daily Crypto Newsletter Editor Harsh Notariya di sini.

Akumulasi ini sejalan dengan sinyal teknikal bullish di grafik 12 jam.

Antara 25 Januari hingga 12 Februari, harga Ethereum membentuk level rendah lebih rendah, sedangkan Relative Strength Index atau RSI membentuk level rendah lebih tinggi. RSI mengukur momentum harga dengan membandingkan kenaikan dan penurunan terbaru. Bila harga turun tapi RSI naik, itu biasanya memberi sinyal tekanan jual mulai melemah.

Divergensi bullish ini mengindikasikan bahwa momentum penurunan mulai melemah.

Divergensi Bullish | Sumber: TradingView

Struktur ini tetap valid selama Ethereum tetap di atas US$1.890, sebab sinyal yang sama sempat muncul di tanggal 11 Februari dan nampaknya hingga kini masih bertahan. Jika terjadi breakdown di bawah level ini, maka divergensi tersebut untuk sementara tidak lagi berlaku dan peluang rebound akan semakin lemah.

Saat ini, crypto whale nampak bertaruh bahwa support ini akan tetap kuat.

Holder Jangka Pendek Sedang Menjual?

Ketika investor besar melakukan akumulasi, holder jangka pendek justru bertindak sangat berbeda.

Spent Coins Age Band untuk kelompok 7 hingga 30 hari melonjak tajam. Sejak 9 Februari (bersamaan dengan awal akumulasi whale), metrik ini naik dari sekitar 14.000 menjadi hampir 107.000, yaitu lonjakan lebih dari 660%. Indikator ini memantau berapa banyak koin yang baru dibeli lalu dipindahkan kembali. Peningkatan angka biasanya menandakan aksi ambil untung dan distribusi.

Koin ETH | Sumber: Santiment

Sederhananya, trader jangka pendek sedang keluar dari posisi mereka. Pola seperti ini juga sudah pernah muncul awal Februari lalu. Pada 5 Februari, aktifitas koin jangka pendek melonjak di dekat harga US$2.140. Dalam satu hari, harga Ethereum turun sekitar 13%.

Sejarah ini menunjukkan betapa aksi jual agresif dari kelompok ini dapat mengubah arah harga dengan sangat cepat. Selama holder jangka pendek tetap aktif menjual, kenaikan harga masih bakal menghadapi resistance.

Data Derivatif Menunjukkan Posisi Bearish yang Cukup Berat

Pasar derivatif semakin memperkuat pandangan hati-hati ini. Data likuidasi saat ini menunjukkan hampir US$3,06 miliar posisi short berbanding sekitar US$755 juta posisi long dengan leverage. Hal ini menciptakan ketimpangan bearish besar, di mana hampir 80% pelaku pasar bertaruh di posisi short.

Short Mendominasi | Sumber: Coinglass

Di satu sisi, kondisi ini bisa memicu short squeeze jika harga naik. Tapi di sisi lain, ini juga menandakan mayoritas trader masih memperkirakan pelemahan lebih lanjut. Situasi ini membuat momentum tetap lemah, namun harapan bounce tetap ada jika pembelian oleh whale berhasil mendorong harga menembus klaster penting tertentu meski hanya sedikit saja.

Data on-chain tentang cost basis membantu menjelaskan kenapa Ethereum sulit untuk naik lebih tinggi. Di sekitar level US$1.980, sekitar 1,58% dari suplai yang beredar dibeli di harga tersebut. Lalu di area US$2.020, 1,23% suplai lainnya berada di posisi break even. Zona-zona ini mewakili kelompok besar holder yang masih menunggu untuk keluar tanpa mengalami kerugian.

Klaster Cost Basis | Sumber: Glassnode

Saat harga mendekati level-level ini, tekanan jual meningkat karena investor ingin mengembalikan modal mereka. Situasi ini sudah beberapa kali menghentikan lonjakan harga belakangan ini. Hanya pergerakan besar yang didorong oleh leverage atau short squeeze kuat saja yang mungkin bisa menembus klaster suplai ini.

Sampai saat itu terjadi, zona-zona ini tetap menjadi hambatan utama.

Level Harga Ethereum Utama yang Perlu Dipantau Saat Ini

Dengan para whale melakukan pembelian dan penjual tetap bertahan, level harga Ethereum kini lebih penting dibandingkan narasi apa pun.

Untuk arah atas, resistance utama pertama berada di kisaran US$2.010. Jika harga bisa ditutup bersih dalam 12 jam di atas level ini, kemungkinan akan terjadi likuidasi short yang lebih besar. Level ini juga berdekatan dengan klaster suplai utama.

Jika itu terjadi, Ethereum bisa menargetkan US$2.140 sebagai tujuan berikutnya, yaitu zona resistance kuat yang sudah beberapa kali diuji. Angka ini juga sekitar 10% dari level harga saat ini. Untuk arah bawah, US$1.890 tetap menjadi support penting. Jika menembus di bawah level ini, bullish divergence akan batal dan tekanan turun berpotensi berlanjut. Setelah itu, support utama berikutnya ada di kisaran US$1.740.

Analisis Harga Ethereum | Sumber: TradingView

Selama Ethereum bertahan di atas US$1.890 dan terus menguji US$2.010, pola rebound masih tetap terjaga. Namun, jika breakdown bertahan di bawah level support, upaya pemulihan harga kali ini akan batal.
Jaringan Perdagangan Manusia Diduga Alami Kenaikan 85% pada Pembayaran Aset Kripto di 2025Arus aset kripto ke layanan yang terkait dengan dugaan perdagangan manusia melonjak 85% secara tahunan pada 2025. Temuan ini berasal dari laporan baru dari perusahaan analitik blockchain Chainalysis, yang menyoroti bahwa persimpangan antara aset kripto dan dugaan perdagangan manusia meningkat tajam tahun lalu. Aset Kripto Mana yang Paling Sering Digunakan di Jaringan Perdagangan Manusia yang Diduga? Laporan tersebut merinci empat kategori utama dugaan perdagangan manusia yang difasilitasi kripto. Ini termasuk layanan “international escort” berbasis Telegram, rekrutmen pekerja paksa yang berhubungan dengan kompleks penipuan, jaringan prostitusi, serta penjual materi pelecehan seksual anak (CSAM). “Persimpangan antara aset kripto dan dugaan perdagangan manusia makin intens pada 2025, dengan total volume transaksi mencapai ratusan juta dolar AS di berbagai layanan yang teridentifikasi, naik 85% secara tahunan (YoY). Jumlah uang tersebut sangat meremehkan dampak kemanusiaan dari kejahatan ini, karena biaya sesungguhnya diukur melalui kehidupan yang terdampak, bukan uang yang berpindah tangan,” tulis Chainalysis. Menurut laporan itu, metode pembayaran bervariasi pada tiap kategori. Layanan international escort dan jaringan prostitusi menggunakan stablecoin. “Layanan international escort sangat terintegrasi dengan jaringan pencucian uang berbahasa Mandarin. Jaringan ini dengan cepat memfasilitasi konversi stablecoin USD ke mata uang lokal, sehingga kemungkinan mengurangi kekhawatiran bahwa aset yang tersimpan dalam stablecoin akan dibekukan,” papar Chainalysis. Arus Masuk Layanan Perdagangan Manusia Berdasarkan Jenis Aset | Sumber: Chainalysis Penjual CSAM secara historis lebih sering mengandalkan Bitcoin (BTC). namun, dominasi Bitcoin menurun seiring dengan munculnya jaringan layer-1 alternatif. Pada 2025, meski jaringan tersebut tetap menerima aset kripto utama sebagai pembayaran, mereka mulai lebih banyak memakai Monero (XMR) untuk mencuci hasilnya. Menurut Chainalysis, “Instant exchanger, yang menyediakan pertukaran aset kripto secara cepat dan anonim tanpa persyaratan KYC, memainkan peran penting dalam proses ini.” Peran Ganda Aset Kripto dalam Transaksi Terkait Perdagangan Manusia Chainalysis mengungkapkan bahwa lonjakan arus aset kripto ke layanan yang terkait dugaan perdagangan manusia ini tidak terjadi sendiri. ini juga mencerminkan pertumbuhan pesat kompleks penipuan di Asia Tenggara, platform kasino online dan judi daring, serta jaringan pencucian uang berbahasa Mandarin (CMLN) dan jaringan penjamin yang beroperasi terutama lewat Telegram. Bersama-sama, entitas tersebut membentuk ekosistem kejahatan kawasan yang berkembang sangat cepat dengan jangkauan global. Menurut laporan itu, layanan berbahasa Mandarin yang beroperasi di Cina daratan, Hong Kong, Taiwan, serta sejumlah negara Asia Tenggara menunjukkan kemampuan pemrosesan pembayaran yang canggih dan jaringan lintas batas yang luas. Selain itu, analisis geografis mengungkapkan bahwa meskipun banyak layanan terkait perdagangan manusia berbasis Asia Tenggara, arus masuk aset kripto berasal dari seluruh dunia. Arus transaksi yang signifikan terdeteksi berasal dari negara-negara seperti Amerika Serikat, Brasil, Inggris, Spanyol, dan Australia. “Meski rute dan pola perdagangan manusia tradisional tetap ada, layanan berbasis Asia Tenggara ini menjadi contoh bagaimana teknologi aset kripto memungkinkan operasi perdagangan manusia memfasilitasi pembayaran dan menyamarkan arus uang lintas negara dengan lebih efisien dari sebelumnya. Keragaman negara tujuan menunjukkan jaringan ini telah membangun infrastruktur global yang sangat canggih untuk beroperasi,” terang laporan tersebut. Pada saat yang sama, Chainalysis menekankan bahwa transparansi blockchain memberi penyidik wawasan lebih mendalam terhadap aktivitas keuangan terkait perdagangan manusia. Tidak seperti transaksi tunai yang hampir tidak meninggalkan jejak audit, transfer berbasis blockchain menciptakan catatan permanen yang dapat dilacak. Hal ini membuka peluang baru untuk deteksi dan pencegahan yang tidak mungkin dilakukan melalui sistem pembayaran tradisional.

Jaringan Perdagangan Manusia Diduga Alami Kenaikan 85% pada Pembayaran Aset Kripto di 2025

Arus aset kripto ke layanan yang terkait dengan dugaan perdagangan manusia melonjak 85% secara tahunan pada 2025.

Temuan ini berasal dari laporan baru dari perusahaan analitik blockchain Chainalysis, yang menyoroti bahwa persimpangan antara aset kripto dan dugaan perdagangan manusia meningkat tajam tahun lalu.

Aset Kripto Mana yang Paling Sering Digunakan di Jaringan Perdagangan Manusia yang Diduga?

Laporan tersebut merinci empat kategori utama dugaan perdagangan manusia yang difasilitasi kripto. Ini termasuk layanan “international escort” berbasis Telegram, rekrutmen pekerja paksa yang berhubungan dengan kompleks penipuan, jaringan prostitusi, serta penjual materi pelecehan seksual anak (CSAM).

“Persimpangan antara aset kripto dan dugaan perdagangan manusia makin intens pada 2025, dengan total volume transaksi mencapai ratusan juta dolar AS di berbagai layanan yang teridentifikasi, naik 85% secara tahunan (YoY). Jumlah uang tersebut sangat meremehkan dampak kemanusiaan dari kejahatan ini, karena biaya sesungguhnya diukur melalui kehidupan yang terdampak, bukan uang yang berpindah tangan,” tulis Chainalysis.

Menurut laporan itu, metode pembayaran bervariasi pada tiap kategori. Layanan international escort dan jaringan prostitusi menggunakan stablecoin.

“Layanan international escort sangat terintegrasi dengan jaringan pencucian uang berbahasa Mandarin. Jaringan ini dengan cepat memfasilitasi konversi stablecoin USD ke mata uang lokal, sehingga kemungkinan mengurangi kekhawatiran bahwa aset yang tersimpan dalam stablecoin akan dibekukan,” papar Chainalysis.

Arus Masuk Layanan Perdagangan Manusia Berdasarkan Jenis Aset | Sumber: Chainalysis

Penjual CSAM secara historis lebih sering mengandalkan Bitcoin (BTC). namun, dominasi Bitcoin menurun seiring dengan munculnya jaringan layer-1 alternatif.

Pada 2025, meski jaringan tersebut tetap menerima aset kripto utama sebagai pembayaran, mereka mulai lebih banyak memakai Monero (XMR) untuk mencuci hasilnya. Menurut Chainalysis,

“Instant exchanger, yang menyediakan pertukaran aset kripto secara cepat dan anonim tanpa persyaratan KYC, memainkan peran penting dalam proses ini.”

Peran Ganda Aset Kripto dalam Transaksi Terkait Perdagangan Manusia

Chainalysis mengungkapkan bahwa lonjakan arus aset kripto ke layanan yang terkait dugaan perdagangan manusia ini tidak terjadi sendiri. ini juga mencerminkan pertumbuhan pesat kompleks penipuan di Asia Tenggara, platform kasino online dan judi daring, serta jaringan pencucian uang berbahasa Mandarin (CMLN) dan jaringan penjamin yang beroperasi terutama lewat Telegram.

Bersama-sama, entitas tersebut membentuk ekosistem kejahatan kawasan yang berkembang sangat cepat dengan jangkauan global. Menurut laporan itu, layanan berbahasa Mandarin yang beroperasi di Cina daratan, Hong Kong, Taiwan, serta sejumlah negara Asia Tenggara menunjukkan kemampuan pemrosesan pembayaran yang canggih dan jaringan lintas batas yang luas.

Selain itu, analisis geografis mengungkapkan bahwa meskipun banyak layanan terkait perdagangan manusia berbasis Asia Tenggara, arus masuk aset kripto berasal dari seluruh dunia. Arus transaksi yang signifikan terdeteksi berasal dari negara-negara seperti Amerika Serikat, Brasil, Inggris, Spanyol, dan Australia.

“Meski rute dan pola perdagangan manusia tradisional tetap ada, layanan berbasis Asia Tenggara ini menjadi contoh bagaimana teknologi aset kripto memungkinkan operasi perdagangan manusia memfasilitasi pembayaran dan menyamarkan arus uang lintas negara dengan lebih efisien dari sebelumnya. Keragaman negara tujuan menunjukkan jaringan ini telah membangun infrastruktur global yang sangat canggih untuk beroperasi,” terang laporan tersebut.

Pada saat yang sama, Chainalysis menekankan bahwa transparansi blockchain memberi penyidik wawasan lebih mendalam terhadap aktivitas keuangan terkait perdagangan manusia.

Tidak seperti transaksi tunai yang hampir tidak meninggalkan jejak audit, transfer berbasis blockchain menciptakan catatan permanen yang dapat dilacak. Hal ini membuka peluang baru untuk deteksi dan pencegahan yang tidak mungkin dilakukan melalui sistem pembayaran tradisional.
Di Mana Dana Venture Capital Kripto Berinvestasi pada Awal 2026?Karena arus modal keluar tajam dari pasar aset kripto di awal 2026 dan sentimen investor masih berada di level ketakutan ekstrem, keputusan alokasi modal ventura menjadi sinyal yang berharga. Langkah-langkah ini membantu investor ritel menemukan sektor yang mungkin tetap memiliki potensi di tengah bear market. Laporan terbaru menunjukkan bahwa situasi pasar aset kripto telah berubah. Sektor-sektor yang menarik dana VC pun ikut bergeser. VC Investasi Lebih dari US$2 Miliar di Aset Kripto pada Awal 2026 Data dari CryptoRank menunjukkan bahwa perusahaan modal ventura telah berinvestasi lebih dari US$2 miliar ke dalam proyek aset kripto sejak awal tahun ini. Rata-rata, arus masuk mingguan sudah melampaui US$400 juta. Penggalangan Dana Kripto di Awal 2026 | Sumber: CryptoRank Beberapa transaksi besar menonjol. Rain mengamankan US$250 juta untuk membangun infrastruktur pembayaran stablecoin untuk korporasi. BitGo memperoleh US$212,8 juta melalui IPO mereka, memperkuat peran mereka sebagai kustodian dan penyedia keamanan aset digital bagi klien institusi. BlackOpal juga mengumpulkan US$200 juta untuk produk GemStone, sebuah produk investasi yang didukung oleh piutang kartu kredit Brasil yang telah ditokenisasi. Pendanaan Teratas untuk VC Kripto di Awal 2026 | Sumber: Alex Dulub Selain transaksi tersebut, Ripple menginvestasikan US$150 juta di platform trading LMAX. Langkah ini mendukung integrasi RLUSD sebagai aset jaminan inti dalam infrastruktur trading institusi. Tether juga melakukan investasi strategis sebesar US$150 juta di Gold.com, sehingga memperluas akses global ke emas fisik maupun yang telah ditokenisasi. Analis Milk Road menjelaskan bahwa sekarang modal tidak lagi mengalir ke blockchain layer-1, meme coin, ataupun integrasi AI. Sebaliknya, infrastruktur stablecoin, solusi kustodi, dan tokenisasi real-world asset (RWA) kini menjadi tema utama investasi. Data pasar juga mendukung perubahan ini. Mulai awal tahun, kapitalisasi pasar aset kripto turun kurang lebih sebesar US$1 triliun. Sebagai perbandingan, kapitalisasi pasar stablecoin tetap di atas US$300 miliar. Nilai total dari RWA yang telah ditokenisasi pun mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di angka lebih dari US$24 miliar. Apa Arti Perubahan Selera VC? Ryan Kim, partner pendiri di Hashed, berpendapat bahwa ekspektasi VC kini telah berubah secara mendasar. Pergeseran ini mencerminkan standar investasi baru di industri kripto. Pada 2021, investor fokus pada tokenomics, pertumbuhan komunitas, dan proyek-proyek berbasis narasi. Namun pada 2026, VC lebih memprioritaskan pendapatan nyata, keunggulan regulasi, dan klien institusi. “Lihat apa yang tidak ada? Tidak ada L1. Tidak ada DEX. Tidak ada yang ‘community-driven’. Setiap dolar masuk ke infrastruktur dan kepatuhan,” terang Ryan Kim . Transaksi terbesar di atas melibatkan builder infrastruktur, bukan proyek berbasis token yang tujuannya memicu spekulasi harga. Jadi, pasar kini tidak lagi punya unsur-unsur yang sebelumnya menjadi bahan bakar hype cycle dan FOMO. “Bukan karena spekulasi. Bukan karena putaran hype. Mereka fokus ke pipa, infrastruktur, dan lapisan kepatuhan,” komentar analis Milk Road . namun, analis Lukas (Miya) melihat situasi ini secara lebih pesimistis. Ia berpendapat bahwa modal ventura aset kripto sedang mengalami keruntuhan, dengan mengutip penurunan tajam dan berkelanjutan dari komitmen limited partner. Ia menunjukkan beberapa tanda peringatan. Firma-frima ternama seperti Mechanism dan Tangent telah beralih dari sektor kripto. Banyak perusahaan juga diam-diam melepaskan posisi mereka. Tetapi, mungkin masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa VC kripto benar-benar runtuh, karena lebih dari US$2 miliar tetap mengalir masuk ke sektor ini sejak awal tahun. Setidaknya, perubahan ini mengisyaratkan bahwa kripto kini semakin terintegrasi dengan sistem keuangan tradisional, yang berpotensi menandakan kematangan jangka panjang.

Di Mana Dana Venture Capital Kripto Berinvestasi pada Awal 2026?

Karena arus modal keluar tajam dari pasar aset kripto di awal 2026 dan sentimen investor masih berada di level ketakutan ekstrem, keputusan alokasi modal ventura menjadi sinyal yang berharga. Langkah-langkah ini membantu investor ritel menemukan sektor yang mungkin tetap memiliki potensi di tengah bear market.

Laporan terbaru menunjukkan bahwa situasi pasar aset kripto telah berubah. Sektor-sektor yang menarik dana VC pun ikut bergeser.

VC Investasi Lebih dari US$2 Miliar di Aset Kripto pada Awal 2026

Data dari CryptoRank menunjukkan bahwa perusahaan modal ventura telah berinvestasi lebih dari US$2 miliar ke dalam proyek aset kripto sejak awal tahun ini. Rata-rata, arus masuk mingguan sudah melampaui US$400 juta.

Penggalangan Dana Kripto di Awal 2026 | Sumber: CryptoRank

Beberapa transaksi besar menonjol. Rain mengamankan US$250 juta untuk membangun infrastruktur pembayaran stablecoin untuk korporasi. BitGo memperoleh US$212,8 juta melalui IPO mereka, memperkuat peran mereka sebagai kustodian dan penyedia keamanan aset digital bagi klien institusi.

BlackOpal juga mengumpulkan US$200 juta untuk produk GemStone, sebuah produk investasi yang didukung oleh piutang kartu kredit Brasil yang telah ditokenisasi.

Pendanaan Teratas untuk VC Kripto di Awal 2026 | Sumber: Alex Dulub

Selain transaksi tersebut, Ripple menginvestasikan US$150 juta di platform trading LMAX. Langkah ini mendukung integrasi RLUSD sebagai aset jaminan inti dalam infrastruktur trading institusi. Tether juga melakukan investasi strategis sebesar US$150 juta di Gold.com, sehingga memperluas akses global ke emas fisik maupun yang telah ditokenisasi.

Analis Milk Road menjelaskan bahwa sekarang modal tidak lagi mengalir ke blockchain layer-1, meme coin, ataupun integrasi AI. Sebaliknya, infrastruktur stablecoin, solusi kustodi, dan tokenisasi real-world asset (RWA) kini menjadi tema utama investasi.

Data pasar juga mendukung perubahan ini. Mulai awal tahun, kapitalisasi pasar aset kripto turun kurang lebih sebesar US$1 triliun. Sebagai perbandingan, kapitalisasi pasar stablecoin tetap di atas US$300 miliar. Nilai total dari RWA yang telah ditokenisasi pun mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di angka lebih dari US$24 miliar.

Apa Arti Perubahan Selera VC?

Ryan Kim, partner pendiri di Hashed, berpendapat bahwa ekspektasi VC kini telah berubah secara mendasar. Pergeseran ini mencerminkan standar investasi baru di industri kripto.

Pada 2021, investor fokus pada tokenomics, pertumbuhan komunitas, dan proyek-proyek berbasis narasi. Namun pada 2026, VC lebih memprioritaskan pendapatan nyata, keunggulan regulasi, dan klien institusi.

“Lihat apa yang tidak ada? Tidak ada L1. Tidak ada DEX. Tidak ada yang ‘community-driven’. Setiap dolar masuk ke infrastruktur dan kepatuhan,” terang Ryan Kim .

Transaksi terbesar di atas melibatkan builder infrastruktur, bukan proyek berbasis token yang tujuannya memicu spekulasi harga. Jadi, pasar kini tidak lagi punya unsur-unsur yang sebelumnya menjadi bahan bakar hype cycle dan FOMO.

“Bukan karena spekulasi. Bukan karena putaran hype. Mereka fokus ke pipa, infrastruktur, dan lapisan kepatuhan,” komentar analis Milk Road .

namun, analis Lukas (Miya) melihat situasi ini secara lebih pesimistis. Ia berpendapat bahwa modal ventura aset kripto sedang mengalami keruntuhan, dengan mengutip penurunan tajam dan berkelanjutan dari komitmen limited partner.

Ia menunjukkan beberapa tanda peringatan. Firma-frima ternama seperti Mechanism dan Tangent telah beralih dari sektor kripto. Banyak perusahaan juga diam-diam melepaskan posisi mereka.

Tetapi, mungkin masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa VC kripto benar-benar runtuh, karena lebih dari US$2 miliar tetap mengalir masuk ke sektor ini sejak awal tahun. Setidaknya, perubahan ini mengisyaratkan bahwa kripto kini semakin terintegrasi dengan sistem keuangan tradisional, yang berpotensi menandakan kematangan jangka panjang.
Pengungkapan Praetorian Group Sangat Mirip dengan Kegagalan Eksekutif FTX dalam Penipuan Aset Kri...Departemen Kehakiman AS (DOJ) berhasil menjatuhkan hukuman penjara 20 tahun kepada pendiri skema investasi aset kripto berskala besar. Menurut jaksa, skema ini telah menipu lebih dari 90.000 investor di seluruh dunia dengan kerugian lebih dari US$200,000,000. DOJ Ungkap dan Bongkar Skema Ponzi Bitcoin US$200 Juta saat Founder Dihukum 20 Tahun Penjara Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Kamis, DOJ menegaskan bahwa Ramil Ventura Palafox, 61 tahun, dijatuhi hukuman setelah mengaku bersalah atas tuduhan penipuan melalui wire dan pencucian uang. Palafox merupakan pendiri, chairman, sekaligus CEO Praetorian Group International (PGI), sebuah perusahaan multi-level marketing yang mengklaim mampu menghasilkan imbal hasil tinggi lewat trading Bitcoin dan strategi terkait aset kripto lainnya. Berdasarkan dokumen pengadilan, PGI beroperasi dari Desember 2019 hingga Oktober 2021 dan berhasil menghimpun dana lebih dari US$201,000,000 dari para investor di berbagai negara. Perusahaan ini menjanjikan imbal hasil harian sebesar 0,5% hingga 3%, yang dipasarkan sebagai keuntungan dari arbitrase Bitcoin dan aktivitas trading yang canggih. Pada kenyataannya, penyelidikan menemukan bahwa PGI tidak melakukan trading dalam skala yang cukup untuk menghasilkan imbal hasil seperti yang dijanjikan. Sebaliknya, PGI beroperasi sebagai skema Ponzi klasik, di mana dana investor baru dipakai untuk membayar peserta sebelumnya. Pihak berwenang menyatakan setidaknya US$30,200,000 berasal dari investasi dalam mata uang fiat, dan 8.198 Bitcoin yang nilainya sekitar US$171,500,000 pada saat investasi dilakukan. Kerugian yang telah dikonfirmasi mencapai setidaknya US$62,700,000, meski jaksa menegaskan bahwa total kerugian finansial kemungkinan jauh lebih besar dari angka tersebut. Gaya Hidup Mewah dan Laba Palsu: Bagaimana Palafox Menyembunyikan Kehancuran di Balik Fasad Kemewahan Untuk mempertahankan ilusi keuntungan, Palafox diduga membuat serta mengendalikan sebuah portal online bagi investor yang menampilkan saldo akun palsu. Sepanjang 2020 hingga 2021, platform tersebut secara konsisten memberikan informasi palsu terkait performa investasi. PGI menampilkan peningkatan dana yang seolah stabil dan memperkuat keyakinan investor, padahal skema tersebut sedang bermasalah di balik layar. Dokumen pengadilan memaparkan bagaimana Palafox mengalihkan dana investor dalam jumlah besar untuk mendanai gaya hidup mewahnya. Menurut jaksa, ia menghabiskan sekitar US$3,000,000 untuk membeli 20 mobil mewah. Selain itu, ia juga membelanjakan sekitar US$329,000 untuk akomodasi penthouse di jaringan hotel mewah, serta membeli empat properti residensial di Las Vegas dan Los Angeles senilai lebih dari US$6,000,000. Pengeluaran lainnya mencakup sekitar US$3,000,000 untuk pakaian desainer, perhiasan, jam tangan, dan perabotan rumah tangga dari berbagai toko mewah. Jaksa juga menuduh Palafox telah mentransfer sedikitnya US$800,000 dalam bentuk fiat dan 100 Bitcoin—yang saat itu bernilai sekitar US$3,300,000—kepada salah satu anggota keluarganya. Skema ini mulai runtuh di pertengahan 2021 setelah situs PGI tidak dapat diakses dan permintaan penarikan dana terus meningkat. Meskipun Palafox mengundurkan diri sebagai CEO pada September 2021, pihak berwenang menyatakan ia masih sempat mempertahankan kendali atas akun perusahaan. Jaksa menggambarkan kasus ini sebagai salah satu skema Ponzi terkait aset kripto yang paling menonjol dalam beberapa tahun terakhir. Putusan ini pun menandai akhir tegas bagi skema yang berkembang lewat janji keuntungan aset kripto yang dilebih-lebihkan serta jaringan perekrutan global. Kesamaan dengan FTX: Bagaimana PGI Mencerminkan Keruntuhan Aset Kripto yang Lebih Besar Walaupun memiliki perbedaan skala dan tingkat kecanggihan, kasus ini punya banyak kesamaan dengan kehancuran FTX dan dampak berantai yang terjadi. Keduanya sama-sama memanfaatkan euforia aset kripto dan menjanjikan imbal hasil yang luar biasa dan tidak masuk akal kepada investor: Palafox dengan janji keuntungan harian Bitcoin 0,5–3%, FTX lewat produk exchange dengan hasil tinggi yang terkait Alameda Research. Dana investor pun disalahgunakan untuk belanja pribadi yang mewah: Palafox membeli mobil mewah, properti, dan barang-barang desainer SBF menggunakan dana untuk taruhan berisiko Alameda, pembelian properti, dan sumbangan politik. Kedua skema juga memakai cara-cara yang menipu demi menjaga kepercayaan investor: PGI dengan portal palsu yang menampilkan profit stabil FTX lewat menyembunyikan utang dan memperbesar valuasi. PGI telah menipu lebih dari 90.000 investor dengan kerugian yang sudah dikonfirmasi mencapai lebih dari US$62,700,000, sementara FTX berdampak pada jutaan orang dan menyebabkan dana yang hilang hingga miliaran dolar. Penuntutan federal pun terjadi, dengan Palafox dijatuhi hukuman 20 tahun pada Februari 2026 dan SBF dipenjara 25 tahun pada tahun 2024. Semua hal ini menyoroti tren pelaku kejahatan di dunia aset kripto sekaligus memperlihatkan langkah tegas DOJ untuk memberantas penipuan terkait aset kripto.

Pengungkapan Praetorian Group Sangat Mirip dengan Kegagalan Eksekutif FTX dalam Penipuan Aset Kri...

Departemen Kehakiman AS (DOJ) berhasil menjatuhkan hukuman penjara 20 tahun kepada pendiri skema investasi aset kripto berskala besar.

Menurut jaksa, skema ini telah menipu lebih dari 90.000 investor di seluruh dunia dengan kerugian lebih dari US$200,000,000.

DOJ Ungkap dan Bongkar Skema Ponzi Bitcoin US$200 Juta saat Founder Dihukum 20 Tahun Penjara

Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Kamis, DOJ menegaskan bahwa Ramil Ventura Palafox, 61 tahun, dijatuhi hukuman setelah mengaku bersalah atas tuduhan penipuan melalui wire dan pencucian uang.

Palafox merupakan pendiri, chairman, sekaligus CEO Praetorian Group International (PGI), sebuah perusahaan multi-level marketing yang mengklaim mampu menghasilkan imbal hasil tinggi lewat trading Bitcoin dan strategi terkait aset kripto lainnya.

Berdasarkan dokumen pengadilan, PGI beroperasi dari Desember 2019 hingga Oktober 2021 dan berhasil menghimpun dana lebih dari US$201,000,000 dari para investor di berbagai negara. Perusahaan ini menjanjikan imbal hasil harian sebesar 0,5% hingga 3%, yang dipasarkan sebagai keuntungan dari arbitrase Bitcoin dan aktivitas trading yang canggih.

Pada kenyataannya, penyelidikan menemukan bahwa PGI tidak melakukan trading dalam skala yang cukup untuk menghasilkan imbal hasil seperti yang dijanjikan. Sebaliknya, PGI beroperasi sebagai skema Ponzi klasik, di mana dana investor baru dipakai untuk membayar peserta sebelumnya.

Pihak berwenang menyatakan setidaknya US$30,200,000 berasal dari investasi dalam mata uang fiat, dan 8.198 Bitcoin yang nilainya sekitar US$171,500,000 pada saat investasi dilakukan.

Kerugian yang telah dikonfirmasi mencapai setidaknya US$62,700,000, meski jaksa menegaskan bahwa total kerugian finansial kemungkinan jauh lebih besar dari angka tersebut.

Gaya Hidup Mewah dan Laba Palsu: Bagaimana Palafox Menyembunyikan Kehancuran di Balik Fasad Kemewahan

Untuk mempertahankan ilusi keuntungan, Palafox diduga membuat serta mengendalikan sebuah portal online bagi investor yang menampilkan saldo akun palsu.

Sepanjang 2020 hingga 2021, platform tersebut secara konsisten memberikan informasi palsu terkait performa investasi. PGI menampilkan peningkatan dana yang seolah stabil dan memperkuat keyakinan investor, padahal skema tersebut sedang bermasalah di balik layar.

Dokumen pengadilan memaparkan bagaimana Palafox mengalihkan dana investor dalam jumlah besar untuk mendanai gaya hidup mewahnya.

Menurut jaksa, ia menghabiskan sekitar US$3,000,000 untuk membeli 20 mobil mewah. Selain itu, ia juga membelanjakan sekitar US$329,000 untuk akomodasi penthouse di jaringan hotel mewah, serta membeli empat properti residensial di Las Vegas dan Los Angeles senilai lebih dari US$6,000,000.

Pengeluaran lainnya mencakup sekitar US$3,000,000 untuk pakaian desainer, perhiasan, jam tangan, dan perabotan rumah tangga dari berbagai toko mewah.

Jaksa juga menuduh Palafox telah mentransfer sedikitnya US$800,000 dalam bentuk fiat dan 100 Bitcoin—yang saat itu bernilai sekitar US$3,300,000—kepada salah satu anggota keluarganya.

Skema ini mulai runtuh di pertengahan 2021 setelah situs PGI tidak dapat diakses dan permintaan penarikan dana terus meningkat. Meskipun Palafox mengundurkan diri sebagai CEO pada September 2021, pihak berwenang menyatakan ia masih sempat mempertahankan kendali atas akun perusahaan.

Jaksa menggambarkan kasus ini sebagai salah satu skema Ponzi terkait aset kripto yang paling menonjol dalam beberapa tahun terakhir. Putusan ini pun menandai akhir tegas bagi skema yang berkembang lewat janji keuntungan aset kripto yang dilebih-lebihkan serta jaringan perekrutan global.

Kesamaan dengan FTX: Bagaimana PGI Mencerminkan Keruntuhan Aset Kripto yang Lebih Besar

Walaupun memiliki perbedaan skala dan tingkat kecanggihan, kasus ini punya banyak kesamaan dengan kehancuran FTX dan dampak berantai yang terjadi. Keduanya sama-sama memanfaatkan euforia aset kripto dan menjanjikan imbal hasil yang luar biasa dan tidak masuk akal kepada investor:

Palafox dengan janji keuntungan harian Bitcoin 0,5–3%,

FTX lewat produk exchange dengan hasil tinggi yang terkait Alameda Research.

Dana investor pun disalahgunakan untuk belanja pribadi yang mewah:

Palafox membeli mobil mewah, properti, dan barang-barang desainer

SBF menggunakan dana untuk taruhan berisiko Alameda, pembelian properti, dan sumbangan politik.

Kedua skema juga memakai cara-cara yang menipu demi menjaga kepercayaan investor:

PGI dengan portal palsu yang menampilkan profit stabil

FTX lewat menyembunyikan utang dan memperbesar valuasi.

PGI telah menipu lebih dari 90.000 investor dengan kerugian yang sudah dikonfirmasi mencapai lebih dari US$62,700,000, sementara FTX berdampak pada jutaan orang dan menyebabkan dana yang hilang hingga miliaran dolar.

Penuntutan federal pun terjadi, dengan Palafox dijatuhi hukuman 20 tahun pada Februari 2026 dan SBF dipenjara 25 tahun pada tahun 2024.

Semua hal ini menyoroti tren pelaku kejahatan di dunia aset kripto sekaligus memperlihatkan langkah tegas DOJ untuk memberantas penipuan terkait aset kripto.
Struktur Harga Polygon (POL) Menyerupai Setup Reli 90% — Namun Ada PerbedaanHarga Polygon menunjukkan tanda-tanda pemulihan baru setelah berminggu-minggu penurunan stabil. Sejak 11 Februari, POL naik hampir 13%, dan dalam 24 jam terakhir, token ini menguat sekitar 5,4%, menahan sebagian besar rebound-nya di dekat US$0,095. Sekilas, strukturnya terlihat mirip dengan pola yang memicu reli 90% Polygon di awal tahun ini. Harga mulai stabil, momentum membaik, dan pembeli aktif di dekat area support. Namun kali ini, ada satu unsur krusial yang kurang. Reli terakhir dimulai setelah para penjual benar-benar tereliminasi. Kali ini, proses tersebut belum terjadi. Harga POL Ulangi Pola Reversal Lama, tapi Tanpa Seller Flush yang Bersih Sebelum reli Januari, Polygon membentuk level dasar yang sangat jelas. Antara Desember hingga awal Januari, harga POL mencetak penurunan signifikan dalam satu pergerakan. Para penjual menyerah. Pemilik lemah keluar dari pasar. Kondisi ini menciptakan pijakan bersih bagi pembeli untuk masuk. Kali ini, struktur polanya berbeda. Antara 31 Januari dan 11 Februari, POL kembali mencetak lower low di sekitar US$0,087, sedangkan Relative Strength Index (RSI) justru membentuk higher low. RSI mengukur kekuatan beli dan jual, dan divergensi bullish seperti ini biasanya menandakan tekanan jual melemah. Tapi alih-alih ada satu candle breakdown yang jelas, POL justru dua kali menguji area support yang sama. Setup Divergensi: TradingView Ingin insight token lain seperti ini? Daftar ke Crypto Newsletter harian Editor Harsh Notariya di sini. Dalam dua candle berbeda, harga menyentuh zona US$0,087. Ini menciptakan “lower-low zone” alih-alih lower low yang bersih. Hal ini penting. Ketika pasar mencetak satu penurunan dalam, biasanya menandakan penjual sudah angkat tangan alias kelelahan. Ketika harga terus kembali ke level yang sama, itu artinya penjual masih aktif. Pasokan belum sepenuhnya terserap. Jadi meskipun pola teknikal terlihat mirip, psikologinya berbeda. Pasar memang sudah stabil, namun belum sepenuhnya “dibersihkan.” Ketidaklengkapan eliminasi penjual inilah yang jadi inti dari perubahan situasi kali ini. Leverage Rendah dan Peningkatan Short Menandakan Tekanan Jual yang Belum Selesai Proses ‘flush’ yang belum tuntas ini terlihat jelas di data derivatif. Saat reli Januari, leverage langsung melonjak di awal reli. Open Interest di Binance melompat dari sekitar US$16,6 juta jadi lebih dari US$40 juta, naik lebih dari 140% hanya dalam beberapa hari. Para trader buru-buru masuk posisi long begitu harga berbalik. Tapi kali ini, hal itu belum terjadi. Sejak 11 Februari, meski POL naik hampir 13%, open interest masih bertahan di kisaran US$18,80 juta. Belum ada akumulasi leverage yang kuat. Ini bisa mengindikasikan keyakinan yang lemah. Open Interest Tetap Stabil: Santiment Yang lebih penting, funding rate sekarang negatif, mendekati -0,012. Funding rate menandakan pihak mana yang menguasai pasar Futures. Nilai negatif berarti trader short membayar long, mengisyaratkan posisi bearish sedang meningkat. Pada Januari lalu, funding rate justru positif. Trader bertaruh keras pada kenaikan harga. Sekarang, posisi short-lah yang terus bertambah. Kondisi ini sangat sesuai dengan struktur harga saat ini. Karena penjual belum tuntas tereliminasi, trader masih nyaman bertaruh melawan reli. Mereka melihat risiko penurunan yang belum selesai. Alih-alih mengejar long, banyak trader sekarang bersiap pada potensi koreksi. Hal ini sangat memengaruhi keyakinan reli yang sedang berlangsung. Funding Rate: Santiment Kondisi ini membuat leverage tetap terjaga dan momentum tetap terkendali. Reli memang terus berjalan, namun selalu berada di bawah tekanan. Akumulasi Whale Mendukung Harga, namun Tidak Memaksa Terjadi Kapitulasi Meski trader masih berhati-hati, para holder besar justru bersikap berbeda. Sejak awal Februari, jumlah aset POL yang dipegang whale naik dari sekitar 7,5 miliar jadi hampir 8,75 miliar, atau naik sekitar 16%. Ini menunjukkan pembeli jangka panjang sedang mengakumulasi perlahan-lahan. Pembelian mereka jadi alasan utama harga terus memantul dari area US$0,087. POL Whale: Santiment Tapi akumulasi whale memberi dampak lain. Aksi ini menyerap pasokan tanpa memicu kepanikan. Alih-alih memaksa penjual lemah keluar, para whale perlahan mengambil koin-koin mereka. Hal tersebut menstabilkan harga, tapi juga memperlambat proses kapitulasi. Perlu dicatat, selama reli awal 2026 lalu, whale Polygon ini nyaris tidak menambah jumlah aset mereka. Jadi, kondisi pasar berada di tengah-tengah: Penjual masih ada (belum keluar dari pasar) Pembeli tetap aktif Tidak ada pihak yang sepenuhnya mengendalikan harga Polygon Inilah alasan kenapa harga naik perlahan, bukan secara eksplosif. Dan situasi ini bisa saja membatasi potensi reli ke depan. Level Harga Kunci Polygon Akan Menentukan apakah Penjual Akhirnya Tergusur Dengan tekanan jual yang belum sepenuhnya selesai dari sistem, level harga sekarang jadi lebih penting daripada pola. Untuk pergerakan naik, level kunci berada di US$0,11. Breakout bersih di atas US$0,118 akan menandakan sisa penjual sudah teratasi. Dari level saat ini, itu berarti kenaikan sekitar 24%. Kemungkinan besar pergerakan tersebut bakal menarik leverage dan melemahkan posisi short, akhirnya menyelesaikan tekanan jual. Setelah itu, target harga bisa mengarah ke US$0,137 dan US$0,186. Analisis Harga Polygon | Sumber: TradingView Untuk pergerakan turun, zona support krusial berada di US$0,083–US$0,087. Jika POL turun menembus level itu, setup lower-low sebelumnya gagal dan pola baru akan mulai terbentuk. Hal itu akan mengonfirmasi bahwa penjual masih memegang kendali dan proses tekanan jual masih berlangsung. Dalam skenario ini, harga berpotensi turun ke US$0,072 dan US$0,061.

Struktur Harga Polygon (POL) Menyerupai Setup Reli 90% — Namun Ada Perbedaan

Harga Polygon menunjukkan tanda-tanda pemulihan baru setelah berminggu-minggu penurunan stabil. Sejak 11 Februari, POL naik hampir 13%, dan dalam 24 jam terakhir, token ini menguat sekitar 5,4%, menahan sebagian besar rebound-nya di dekat US$0,095.

Sekilas, strukturnya terlihat mirip dengan pola yang memicu reli 90% Polygon di awal tahun ini. Harga mulai stabil, momentum membaik, dan pembeli aktif di dekat area support. Namun kali ini, ada satu unsur krusial yang kurang. Reli terakhir dimulai setelah para penjual benar-benar tereliminasi. Kali ini, proses tersebut belum terjadi.

Harga POL Ulangi Pola Reversal Lama, tapi Tanpa Seller Flush yang Bersih

Sebelum reli Januari, Polygon membentuk level dasar yang sangat jelas. Antara Desember hingga awal Januari, harga POL mencetak penurunan signifikan dalam satu pergerakan. Para penjual menyerah. Pemilik lemah keluar dari pasar. Kondisi ini menciptakan pijakan bersih bagi pembeli untuk masuk.

Kali ini, struktur polanya berbeda.

Antara 31 Januari dan 11 Februari, POL kembali mencetak lower low di sekitar US$0,087, sedangkan Relative Strength Index (RSI) justru membentuk higher low. RSI mengukur kekuatan beli dan jual, dan divergensi bullish seperti ini biasanya menandakan tekanan jual melemah. Tapi alih-alih ada satu candle breakdown yang jelas, POL justru dua kali menguji area support yang sama.

Setup Divergensi: TradingView

Ingin insight token lain seperti ini? Daftar ke Crypto Newsletter harian Editor Harsh Notariya di sini.

Dalam dua candle berbeda, harga menyentuh zona US$0,087. Ini menciptakan “lower-low zone” alih-alih lower low yang bersih.

Hal ini penting. Ketika pasar mencetak satu penurunan dalam, biasanya menandakan penjual sudah angkat tangan alias kelelahan. Ketika harga terus kembali ke level yang sama, itu artinya penjual masih aktif. Pasokan belum sepenuhnya terserap. Jadi meskipun pola teknikal terlihat mirip, psikologinya berbeda.

Pasar memang sudah stabil, namun belum sepenuhnya “dibersihkan.” Ketidaklengkapan eliminasi penjual inilah yang jadi inti dari perubahan situasi kali ini.

Leverage Rendah dan Peningkatan Short Menandakan Tekanan Jual yang Belum Selesai

Proses ‘flush’ yang belum tuntas ini terlihat jelas di data derivatif. Saat reli Januari, leverage langsung melonjak di awal reli.

Open Interest di Binance melompat dari sekitar US$16,6 juta jadi lebih dari US$40 juta, naik lebih dari 140% hanya dalam beberapa hari. Para trader buru-buru masuk posisi long begitu harga berbalik. Tapi kali ini, hal itu belum terjadi. Sejak 11 Februari, meski POL naik hampir 13%, open interest masih bertahan di kisaran US$18,80 juta. Belum ada akumulasi leverage yang kuat. Ini bisa mengindikasikan keyakinan yang lemah.

Open Interest Tetap Stabil: Santiment

Yang lebih penting, funding rate sekarang negatif, mendekati -0,012. Funding rate menandakan pihak mana yang menguasai pasar Futures. Nilai negatif berarti trader short membayar long, mengisyaratkan posisi bearish sedang meningkat.

Pada Januari lalu, funding rate justru positif. Trader bertaruh keras pada kenaikan harga. Sekarang, posisi short-lah yang terus bertambah.

Kondisi ini sangat sesuai dengan struktur harga saat ini. Karena penjual belum tuntas tereliminasi, trader masih nyaman bertaruh melawan reli. Mereka melihat risiko penurunan yang belum selesai. Alih-alih mengejar long, banyak trader sekarang bersiap pada potensi koreksi. Hal ini sangat memengaruhi keyakinan reli yang sedang berlangsung.

Funding Rate: Santiment

Kondisi ini membuat leverage tetap terjaga dan momentum tetap terkendali. Reli memang terus berjalan, namun selalu berada di bawah tekanan.

Akumulasi Whale Mendukung Harga, namun Tidak Memaksa Terjadi Kapitulasi

Meski trader masih berhati-hati, para holder besar justru bersikap berbeda. Sejak awal Februari, jumlah aset POL yang dipegang whale naik dari sekitar 7,5 miliar jadi hampir 8,75 miliar, atau naik sekitar 16%. Ini menunjukkan pembeli jangka panjang sedang mengakumulasi perlahan-lahan.

Pembelian mereka jadi alasan utama harga terus memantul dari area US$0,087.

POL Whale: Santiment

Tapi akumulasi whale memberi dampak lain. Aksi ini menyerap pasokan tanpa memicu kepanikan. Alih-alih memaksa penjual lemah keluar, para whale perlahan mengambil koin-koin mereka. Hal tersebut menstabilkan harga, tapi juga memperlambat proses kapitulasi. Perlu dicatat, selama reli awal 2026 lalu, whale Polygon ini nyaris tidak menambah jumlah aset mereka.

Jadi, kondisi pasar berada di tengah-tengah:

Penjual masih ada (belum keluar dari pasar)

Pembeli tetap aktif

Tidak ada pihak yang sepenuhnya mengendalikan harga Polygon

Inilah alasan kenapa harga naik perlahan, bukan secara eksplosif. Dan situasi ini bisa saja membatasi potensi reli ke depan.

Level Harga Kunci Polygon Akan Menentukan apakah Penjual Akhirnya Tergusur

Dengan tekanan jual yang belum sepenuhnya selesai dari sistem, level harga sekarang jadi lebih penting daripada pola. Untuk pergerakan naik, level kunci berada di US$0,11.

Breakout bersih di atas US$0,118 akan menandakan sisa penjual sudah teratasi. Dari level saat ini, itu berarti kenaikan sekitar 24%. Kemungkinan besar pergerakan tersebut bakal menarik leverage dan melemahkan posisi short, akhirnya menyelesaikan tekanan jual. Setelah itu, target harga bisa mengarah ke US$0,137 dan US$0,186.

Analisis Harga Polygon | Sumber: TradingView

Untuk pergerakan turun, zona support krusial berada di US$0,083–US$0,087. Jika POL turun menembus level itu, setup lower-low sebelumnya gagal dan pola baru akan mulai terbentuk. Hal itu akan mengonfirmasi bahwa penjual masih memegang kendali dan proses tekanan jual masih berlangsung. Dalam skenario ini, harga berpotensi turun ke US$0,072 dan US$0,061.
Volatilitas Emas Gagal Menghambat Kenaikan Tokenized Gold Sebesar US$6 MiliarPangsa pasar emas yang ditokenisasi telah melampaui US$6 miliar, berkembang pesat di tengah volatilitas jangka pendek pada harga emas fisik. Ketika investor mencari eksposur ke aset riil melalui infrastruktur digital, emas yang ditokenisasi telah menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di pasar aset kripto secara luas. Pasar Emas Tokenisasi Tembus US$6 Miliar Berdasarkan data dari Dune, total kapitalisasi pasar emas yang ditokenisasi telah meningkat lebih dari US$2 miliar sejak awal tahun. Pada waktu publikasi, sektor ini bernilai US$6,12 miliar. Lebih dari 1,2 juta ons emas fisik kini disimpan sebagai jaminan untuk mendukung token digital tersebut, menyoroti permintaan yang terus meningkat terhadap representasi emas batangan berbasis blockchain. Pasar Emas yang Ditokenisasi | Sumber: Dune Tether Gold (XAUT) tetap menjadi pemain utama, dengan kapitalisasi pasar sebesar US$3,5 miliar. Angka ini mewakili lebih dari separuh total pasar emas yang ditokenisasi. Berdasarkan data Token Terminal, kapitalisasi pasarnya telah melonjak lebih dari 50% hanya dalam sebulan terakhir. CEO Tether, Paolo Ardoino sebelumnya mengungkapkan bahwa perusahaan berencana meningkatkan eksposur ke emas menjadi 10–15% dari total portofolio investasinya. Perusahaan tersebut telah mempercepat strategi akumulasi emas secara signifikan dan dilaporkan melampaui pembeli emas negara seperti Yunani, Qatar, dan Australia. Pada kuartal terakhir tahun 2025, Tether menambahkan 27 metrik ton emas ke eksposurnya. Selain itu, Tether juga melakukan investasi strategis senilai US$150 juta di platform logam mulia Gold.com. Transaksi ini memberikan Tether sekitar 12% kepemilikan atas perusahaan tersebut. Kemitraan ini juga akan memungkinkan Tether mengintegrasikan XAUT ke dalam platform Gold.com. Kolaborasi ini bertujuan memperluas “akses ke emas melalui saluran distribusi digital dan tradisional.” “Kedua perusahaan juga tengah menjajaki opsi agar pelanggan dapat membeli emas fisik menggunakan mata uang digital seperti USD₮, stablecoin terbesar di dunia, dan USA₮, stablecoin baru yang diluncurkan dan diatur secara federal serta didukung dolar,” tulis Tether . Selain upaya ekspansi, Tether juga meluncurkan Scudo, satuan pengukuran yang merepresentasikan 1/1.000 dari XAUT (Gold Ounce) PAX Gold (PAXG) terbitan Paxos menempati posisi kedua di sektor ini dengan kapitalisasi pasar US$2,3 miliar, setelah meningkat 33,2% dalam sebulan terakhir. Bersama-sama, XAUT dan PAXG berkontribusi pada sebagian besar aktivitas di ekosistem emas yang ditokenisasi. Harga Emas Alami Volatilitas setelah Tembus Rekor Tertinggi Di sisi lain, lonjakan emas yang ditokenisasi terjadi di tengah reli harga emas ke rekor tertinggi, yang mengalami volatilitas signifikan dalam beberapa sesi terakhir. Data pasar menunjukkan bahwa setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di US$5.602 per ons pada 29 Januari, harga emas mengalami koreksi tajam hingga menyentuh US$4.402 pada 2 Februari. Setelah penurunan itu, harga sempat pulih sebagian namun kembali mendapat tekanan jual kemarin. BeInCrypto sebelumnya melaporkan bahwa harga emas spot jatuh lebih dari 3% serta harga perak terkoreksi lebih dari 10%, di tengah tekanan ekonomi yang memuncak. Performa Harga Emas | Sumber: TradingView Pada waktu publikasi, harga emas diperdagangkan di US$4.967 per ons, naik 1,21% dalam 24 jam terakhir.

Volatilitas Emas Gagal Menghambat Kenaikan Tokenized Gold Sebesar US$6 Miliar

Pangsa pasar emas yang ditokenisasi telah melampaui US$6 miliar, berkembang pesat di tengah volatilitas jangka pendek pada harga emas fisik.

Ketika investor mencari eksposur ke aset riil melalui infrastruktur digital, emas yang ditokenisasi telah menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di pasar aset kripto secara luas.

Pasar Emas Tokenisasi Tembus US$6 Miliar

Berdasarkan data dari Dune, total kapitalisasi pasar emas yang ditokenisasi telah meningkat lebih dari US$2 miliar sejak awal tahun. Pada waktu publikasi, sektor ini bernilai US$6,12 miliar.

Lebih dari 1,2 juta ons emas fisik kini disimpan sebagai jaminan untuk mendukung token digital tersebut, menyoroti permintaan yang terus meningkat terhadap representasi emas batangan berbasis blockchain.

Pasar Emas yang Ditokenisasi | Sumber: Dune

Tether Gold (XAUT) tetap menjadi pemain utama, dengan kapitalisasi pasar sebesar US$3,5 miliar. Angka ini mewakili lebih dari separuh total pasar emas yang ditokenisasi.

Berdasarkan data Token Terminal, kapitalisasi pasarnya telah melonjak lebih dari 50% hanya dalam sebulan terakhir. CEO Tether, Paolo Ardoino sebelumnya mengungkapkan bahwa perusahaan berencana meningkatkan eksposur ke emas menjadi 10–15% dari total portofolio investasinya.

Perusahaan tersebut telah mempercepat strategi akumulasi emas secara signifikan dan dilaporkan melampaui pembeli emas negara seperti Yunani, Qatar, dan Australia. Pada kuartal terakhir tahun 2025, Tether menambahkan 27 metrik ton emas ke eksposurnya.

Selain itu, Tether juga melakukan investasi strategis senilai US$150 juta di platform logam mulia Gold.com. Transaksi ini memberikan Tether sekitar 12% kepemilikan atas perusahaan tersebut.

Kemitraan ini juga akan memungkinkan Tether mengintegrasikan XAUT ke dalam platform Gold.com. Kolaborasi ini bertujuan memperluas “akses ke emas melalui saluran distribusi digital dan tradisional.”

“Kedua perusahaan juga tengah menjajaki opsi agar pelanggan dapat membeli emas fisik menggunakan mata uang digital seperti USD₮, stablecoin terbesar di dunia, dan USA₮, stablecoin baru yang diluncurkan dan diatur secara federal serta didukung dolar,” tulis Tether .

Selain upaya ekspansi, Tether juga meluncurkan Scudo, satuan pengukuran yang merepresentasikan 1/1.000 dari XAUT (Gold Ounce)

PAX Gold (PAXG) terbitan Paxos menempati posisi kedua di sektor ini dengan kapitalisasi pasar US$2,3 miliar, setelah meningkat 33,2% dalam sebulan terakhir. Bersama-sama, XAUT dan PAXG berkontribusi pada sebagian besar aktivitas di ekosistem emas yang ditokenisasi.

Harga Emas Alami Volatilitas setelah Tembus Rekor Tertinggi

Di sisi lain, lonjakan emas yang ditokenisasi terjadi di tengah reli harga emas ke rekor tertinggi, yang mengalami volatilitas signifikan dalam beberapa sesi terakhir.

Data pasar menunjukkan bahwa setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di US$5.602 per ons pada 29 Januari, harga emas mengalami koreksi tajam hingga menyentuh US$4.402 pada 2 Februari.

Setelah penurunan itu, harga sempat pulih sebagian namun kembali mendapat tekanan jual kemarin. BeInCrypto sebelumnya melaporkan bahwa harga emas spot jatuh lebih dari 3% serta harga perak terkoreksi lebih dari 10%, di tengah tekanan ekonomi yang memuncak.

Performa Harga Emas | Sumber: TradingView

Pada waktu publikasi, harga emas diperdagangkan di US$4.967 per ons, naik 1,21% dalam 24 jam terakhir.
Prediksi Harga Bitcoin Standard Chartered yang Hati-Hati Masuk Akal — Mengapa US$50.000 Masih CocokHarga Bitcoin masih berada di bawah tekanan, turun sekitar 1,2% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan mendekati US$66.000 pada waktu publikasi. Walaupun rebound jangka pendek masih terjadi, struktur secara keseluruhan masih terlihat lemah. Sekarang, bahkan institusi besar pun mulai bersikap hati-hati terhadap prediksi harga Bitcoin. Sinyal on-chain baru dan aksi holder jangka panjang menunjukkan bahwa risiko penurunan belum berakhir. Peringatan Standard Chartered Sejalan dengan Arus Lemah ETF dan Institusi Standard Chartered baru-baru ini menegaskan kembali bahwa Bitcoin masih bisa turun menuju US$50.000 sebelum pulih secara berkelanjutan. Bank ini menyoroti permintaan ETF yang melemah dan partisipasi institusi yang menurun sebagai risiko utama. Ketika pandangan ini dibandingkan dengan data pasar saat ini, hasilnya sangat sejalan. Pada grafik harga, Bitcoin sudah mengalami breakdown dari struktur bear flag. Bear flag terbentuk ketika harga terkonsolidasi setelah penurunan tajam dan kemudian melanjutkan tren turun. Pola ini menunjukkan tekanan jual masih mendominasi, meskipun terjadi rebound jangka pendek. Di saat yang sama, indikator arus dana institusi juga semakin melemah. Chaikin Money Flow, atau CMF, yang melacak apakah modal besar masuk atau keluar dari pasar, turun tajam. CMF sekarang terlihat lebih lemah dari ketika koreksi Januari–April 2025, saat Bitcoin turun sekitar 31%. Arus Historis BTC | Sumber: TradingView Ingin lebih banyak insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini. Kali ini, penurunan lebih tajam. Bitcoin sudah turun hampir 38% dari puncaknya, dan CMF turun lebih cepat dari awal tahun 2025. Ini menegaskan bahwa pembelian dari institusi belum kembali. Tanpa arus masuk dari investor besar secara konsisten, reli harga akan sulit bertahan. Perlu dicatat bahwa pada fase April-Oktober 2025, ketika harga BTC mencapai puncak, hanya sedikit kejadian CMF turun ke bawah garis nol, dan itu pun tipis sekali. Tapi sekarang, penurunan CMF terlihat jauh lebih mengkhawatirkan. Inilah kenapa sikap hati-hati Standard Chartered masuk akal. Breakdown pada grafik dan arus ETF yang lemah menceritakan hal yang sama. Namun, lemahnya institusi bukan satu-satunya kekhawatiran. Profit On-Chain dan Holder Jangka Panjang Masih Mengarah ke Penurunan Lebih Lanjut Selain ETF, data on-chain juga memperlihatkan kepercayaan investor yang masih rapuh. Salah satu indikator utama adalah Net Unrealized Profit and Loss (NUPL). NUPL mengukur berapa banyak profit atau rugi yang sedang dimiliki holder dengan membandingkan harga saat ini dengan saat koin terakhir berpindah. Pada rebound April 2024, NUPL berada di kisaran 0,42. Itu menunjukkan profit yang belum direalisasi masih minim dan mendukung pemulihan harga. Saat ini, NUPL jauh lebih rendah. NUPL sempat jatuh hingga sekitar 0,11 di awal Februari dan sekarang berada di kisaran 0,17. Ini berarti sebagian besar sisa profit dari siklus bull sudah terhapus. Namun, hal ini belum menjadi konfirmasi ada bottom jika melihat gambaran lebih besar. Bitcoin NUPL | Sumber: Glassnode Sejarah menunjukkan bahwa NUPL masih bisa turun lebih dalam. Pada Maret 2023, NUPL sempat menyentuh 0,02 saat Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$20.000. Itu menandai fase kapitulasi mendalam sebelum reli besar berikutnya terjadi. Dibandingkan periode tersebut, level NUPL saat ini masih relatif tinggi. Hal ini mengindikasikan pasar kemungkinan belum benar-benar bersih dari tekanan jual. Perilaku holder jangka panjang juga memperkuat pandangan ini. Holder BTC jangka panjang adalah wallet yang telah menyimpan Bitcoin lebih dari satu tahun. Para investor ini biasanya akumulasi ketika harga mencapai dasar dan membantu menstabilkan harga. Saat ini, mereka masih jadi penjual bersih. Pada awal Februari 2025, holder jangka panjang mengurangi kepemilikan lebih dari 170.000 BTC. Di puncak aksi jual baru-baru ini, pada Februari 2026, arus keluar hampir mencapai 245.000 BTC. Distribusi ini lebih besar dibandingkan koreksi Januari–April 2025. Aksi Jual Holder | Sumber: Glassnode Saat itu, permintaan dari holder jangka panjang sudah mulai pulih sebelum harga berbalik naik. Sekarang, pemulihan itu belum terlihat. Secara sederhana, institusi bersikap hati-hati, profit menipis, dan holder jangka panjang belum masuk pasar lagi. Kombinasi ini membuat reli kuat dalam waktu dekat menjadi tidak mungkin. Mengapa Zona US$53.000–US$48.000 Masih Penting di Grafik Harga Bitcoin Dengan fundamental dan data on-chain yang sama-sama menunjukkan arah penurunan, level harga Bitcoin sekarang menjadi sangat krusial. Proyeksi bear flag saat ini mengarah ke zona support yang cukup luas antara US$53.200 hingga US$48.300. Rentang ini sesuai dengan level Fibonacci retracement utama. Titik tengah dari zona ini berada di sekitar US$50.000, yang masih menjadi level psikologis penting. Angka bulat seperti ini sering menarik aktivitas beli dan jual yang besar, sehingga menjadi magnet alami saat koreksi terjadi. Karena itu, pandangan Standard Chartered soal US$50.000 sangat cocok dengan struktur teknikalnya. Angka tersebut bukan target yang asal-asalan, melainkan tepat berada di dalam zona support utama. Analisis Harga Bitcoin | Sumber: TradingView Jika tekanan jual berlanjut dan arus masuk ETF tetap lemah, Bitcoin bisa saja menguji area ini dalam beberapa bulan ke depan. Dalam skenario risk-off yang lebih dalam, penurunan bahkan bisa bergerak ke arah US$42.400, yang sesuai dengan proyeksi breakdown jangka panjang dan support historis. Agar prediksi harga bearish Bitcoin ini melambat, BTC harus mampu pulih dan bertahan di atas zona US$72.100 dengan volume besar dan masuknya dana institusional yang baru. Hal ini akan menjadi sinyal bahwa permintaan sudah kembali dan bear flag gagal. Namun, sejauh ini belum ada bukti ke arah itu.

Prediksi Harga Bitcoin Standard Chartered yang Hati-Hati Masuk Akal — Mengapa US$50.000 Masih Cocok

Harga Bitcoin masih berada di bawah tekanan, turun sekitar 1,2% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan mendekati US$66.000 pada waktu publikasi. Walaupun rebound jangka pendek masih terjadi, struktur secara keseluruhan masih terlihat lemah.

Sekarang, bahkan institusi besar pun mulai bersikap hati-hati terhadap prediksi harga Bitcoin. Sinyal on-chain baru dan aksi holder jangka panjang menunjukkan bahwa risiko penurunan belum berakhir.

Peringatan Standard Chartered Sejalan dengan Arus Lemah ETF dan Institusi

Standard Chartered baru-baru ini menegaskan kembali bahwa Bitcoin masih bisa turun menuju US$50.000 sebelum pulih secara berkelanjutan. Bank ini menyoroti permintaan ETF yang melemah dan partisipasi institusi yang menurun sebagai risiko utama. Ketika pandangan ini dibandingkan dengan data pasar saat ini, hasilnya sangat sejalan.

Pada grafik harga, Bitcoin sudah mengalami breakdown dari struktur bear flag. Bear flag terbentuk ketika harga terkonsolidasi setelah penurunan tajam dan kemudian melanjutkan tren turun. Pola ini menunjukkan tekanan jual masih mendominasi, meskipun terjadi rebound jangka pendek.

Di saat yang sama, indikator arus dana institusi juga semakin melemah. Chaikin Money Flow, atau CMF, yang melacak apakah modal besar masuk atau keluar dari pasar, turun tajam. CMF sekarang terlihat lebih lemah dari ketika koreksi Januari–April 2025, saat Bitcoin turun sekitar 31%.

Arus Historis BTC | Sumber: TradingView

Ingin lebih banyak insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Kali ini, penurunan lebih tajam. Bitcoin sudah turun hampir 38% dari puncaknya, dan CMF turun lebih cepat dari awal tahun 2025. Ini menegaskan bahwa pembelian dari institusi belum kembali. Tanpa arus masuk dari investor besar secara konsisten, reli harga akan sulit bertahan.

Perlu dicatat bahwa pada fase April-Oktober 2025, ketika harga BTC mencapai puncak, hanya sedikit kejadian CMF turun ke bawah garis nol, dan itu pun tipis sekali. Tapi sekarang, penurunan CMF terlihat jauh lebih mengkhawatirkan.

Inilah kenapa sikap hati-hati Standard Chartered masuk akal. Breakdown pada grafik dan arus ETF yang lemah menceritakan hal yang sama. Namun, lemahnya institusi bukan satu-satunya kekhawatiran.

Profit On-Chain dan Holder Jangka Panjang Masih Mengarah ke Penurunan Lebih Lanjut

Selain ETF, data on-chain juga memperlihatkan kepercayaan investor yang masih rapuh.

Salah satu indikator utama adalah Net Unrealized Profit and Loss (NUPL). NUPL mengukur berapa banyak profit atau rugi yang sedang dimiliki holder dengan membandingkan harga saat ini dengan saat koin terakhir berpindah.

Pada rebound April 2024, NUPL berada di kisaran 0,42. Itu menunjukkan profit yang belum direalisasi masih minim dan mendukung pemulihan harga. Saat ini, NUPL jauh lebih rendah. NUPL sempat jatuh hingga sekitar 0,11 di awal Februari dan sekarang berada di kisaran 0,17. Ini berarti sebagian besar sisa profit dari siklus bull sudah terhapus. Namun, hal ini belum menjadi konfirmasi ada bottom jika melihat gambaran lebih besar.

Bitcoin NUPL | Sumber: Glassnode

Sejarah menunjukkan bahwa NUPL masih bisa turun lebih dalam. Pada Maret 2023, NUPL sempat menyentuh 0,02 saat Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$20.000. Itu menandai fase kapitulasi mendalam sebelum reli besar berikutnya terjadi. Dibandingkan periode tersebut, level NUPL saat ini masih relatif tinggi. Hal ini mengindikasikan pasar kemungkinan belum benar-benar bersih dari tekanan jual.

Perilaku holder jangka panjang juga memperkuat pandangan ini. Holder BTC jangka panjang adalah wallet yang telah menyimpan Bitcoin lebih dari satu tahun. Para investor ini biasanya akumulasi ketika harga mencapai dasar dan membantu menstabilkan harga.

Saat ini, mereka masih jadi penjual bersih. Pada awal Februari 2025, holder jangka panjang mengurangi kepemilikan lebih dari 170.000 BTC. Di puncak aksi jual baru-baru ini, pada Februari 2026, arus keluar hampir mencapai 245.000 BTC. Distribusi ini lebih besar dibandingkan koreksi Januari–April 2025.

Aksi Jual Holder | Sumber: Glassnode

Saat itu, permintaan dari holder jangka panjang sudah mulai pulih sebelum harga berbalik naik. Sekarang, pemulihan itu belum terlihat. Secara sederhana, institusi bersikap hati-hati, profit menipis, dan holder jangka panjang belum masuk pasar lagi. Kombinasi ini membuat reli kuat dalam waktu dekat menjadi tidak mungkin.

Mengapa Zona US$53.000–US$48.000 Masih Penting di Grafik Harga Bitcoin

Dengan fundamental dan data on-chain yang sama-sama menunjukkan arah penurunan, level harga Bitcoin sekarang menjadi sangat krusial.

Proyeksi bear flag saat ini mengarah ke zona support yang cukup luas antara US$53.200 hingga US$48.300. Rentang ini sesuai dengan level Fibonacci retracement utama.

Titik tengah dari zona ini berada di sekitar US$50.000, yang masih menjadi level psikologis penting. Angka bulat seperti ini sering menarik aktivitas beli dan jual yang besar, sehingga menjadi magnet alami saat koreksi terjadi. Karena itu, pandangan Standard Chartered soal US$50.000 sangat cocok dengan struktur teknikalnya. Angka tersebut bukan target yang asal-asalan, melainkan tepat berada di dalam zona support utama.

Analisis Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Jika tekanan jual berlanjut dan arus masuk ETF tetap lemah, Bitcoin bisa saja menguji area ini dalam beberapa bulan ke depan. Dalam skenario risk-off yang lebih dalam, penurunan bahkan bisa bergerak ke arah US$42.400, yang sesuai dengan proyeksi breakdown jangka panjang dan support historis.

Agar prediksi harga bearish Bitcoin ini melambat, BTC harus mampu pulih dan bertahan di atas zona US$72.100 dengan volume besar dan masuknya dana institusional yang baru. Hal ini akan menjadi sinyal bahwa permintaan sudah kembali dan bear flag gagal. Namun, sejauh ini belum ada bukti ke arah itu.
Apa Arti Valuasi US$380 Miliar Anthropic bagi Investor Kripto?Anthropic, pesaing terkuat OpenAI, secara resmi mengumumkan telah mengumpulkan dana US$30 miliar dalam satu putaran pendanaan yang memecahkan rekor. Kesepakatan ini membuat valuasi Anthropic setelah pendanaan mencapai US$380 miliar, menyoroti daya tarik kuat modal ke sektor artificial intelligence. Namun, di balik angka utama itu, ada efek lanjutan rumit yang bisa meningkatkan tekanan ke pasar aset kripto. Mengapa Pendanaan Anthropic Sebesar US$30 Miliar Bisa Jadi Masalah untuk Bitcoin Anthropic mengonfirmasi mereka berhasil mengumpulkan US$30 miliar melalui putaran pendanaan Seri G dengan valuasi perusahaan sebesar US$380 miliar. Putaran ini dipimpin oleh GIC dan Coatue, dengan partisipasi investor besar seperti Founders Fund, Sequoia, BlackRock, Temasek, Microsoft, dan NVIDIA. Perkembangan finansial perusahaan ini sangat menonjol. Tingkat pendapatan tahunan mereka telah mencapai US$14 miliar, tumbuh lebih dari sepuluh kali lipat setiap tahun selama tiga tahun terakhir. Claude Code mendapatkan respons kuat dari perusahaan, dengan delapan dari sepuluh perusahaan Fortune 10 kini menggunakan Claude. Jumlah pelanggan yang menghabiskan lebih dari US$1 juta per tahun melonjak dari 12 menjadi lebih dari 500. Baca Juga: 4 Sinyal Bitcoin Sedang di Tahap Awal Bear Market: Berapa Lama Akan Berlangsung? Pertumbuhan Pendapatan Run-rate Anthropic | Sumber: Anthropic Sekarang, Anthropic memperkirakan pendapatan tahunan hampir meningkat empat kali lipat tahun ini, menjadi sekitar US$18 miliar. Seiring dengan AI yang makin mampu menjalankan tugas kompleks secara otonom, permintaan untuk software tradisional nampaknya akan turun drastis. Alih-alih membayar langganan bulanan banyak produk SaaS, perusahaan-perusahaan mungkin makin banyak mengandalkan satu asisten AI umum untuk mengelola operasional mereka. Bloomberg baru-baru ini melaporkan kemajuan alat otomasi AI dari Anthropic membuat nilai kapitalisasi saham software turun hingga US$285 miliar di minggu pertama Februari. Di sisi lain, Bitcoin terus menunjukkan korelasi kuat dengan saham software. Aliran kredit swasta menjadi pendorong utama hubungan ini. “Saham software kembali tertekan hari ini. US$IGV (iShares Software ETF) pada dasarnya sudah kembali ke level terendah minggu lalu. Jangan lupa ada juga jenis software lain—‘programmable money,’ yaitu kripto. Bitcoin (biru) dengan indeks software (oranye). Mereka adalah hal yang sama,” komentar analis Jim Bianco. Bitcoin vs Saham Software | Sumber: Bianco Research Menurut laporan BeinCrypto, industri kredit swasta senilai US$3 triliun memegang peran sentral dalam dinamika ini. Sektor software menyumbang sekitar 17% dari total investasi berdasarkan jumlah kesepakatan. Tekanan yang mulai terbentuk pada pertengahan 2025 telah memperketat kondisi modal. Perubahan ini meningkatkan risiko penurunan pemberian pinjaman, pelunasan awal, dan penjualan aset secara paksa, serta efek spillover yang menjalar ke pasar aset kripto. Baca Juga: Bitcoin Rontok di Bawah US$67.000, CEO Coinbase Terlempar dari 500 Orang Terkaya Dunia Ketika permintaan untuk alat AI makin naik—bukan hanya dari Anthropic, tapi juga di seluruh sektor—ekspektasi atas perusahaan SaaS bisa melemah. Pergeseran ini dapat meningkatkan risiko kredit macet. UBS sudah memperingatkan tingkat gagal bayar kredit swasta AS bisa mencapai 13%. Tekanan ini bisa berdampak negatif pada Bitcoin dan pasar kripto secara luas melalui saluran korelasi. AI mengancam pendapatan software tradisional dengan menggeser permintaan. Selain itu, AI juga bersaing dengan kripto pada bidang seperti keamanan kuantum. Karena itu, memantau aliran kredit swasta dan perkembangan AI kini makin penting untuk manajemen risiko aset kripto. Anthropic bukan satu-satunya pemicu risiko-risiko ini. Namun, lonjakan pesat Anthropic bisa jadi menandakan gelombang volatilitas yang lebih besar di masa depan. Bagaimana pendapat Anda tentang dampak valuasi Anthropic terhadap pasar Bitcoin dan kripto secara keseluruhan? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Apa Arti Valuasi US$380 Miliar Anthropic bagi Investor Kripto?

Anthropic, pesaing terkuat OpenAI, secara resmi mengumumkan telah mengumpulkan dana US$30 miliar dalam satu putaran pendanaan yang memecahkan rekor. Kesepakatan ini membuat valuasi Anthropic setelah pendanaan mencapai US$380 miliar, menyoroti daya tarik kuat modal ke sektor artificial intelligence.

Namun, di balik angka utama itu, ada efek lanjutan rumit yang bisa meningkatkan tekanan ke pasar aset kripto.

Mengapa Pendanaan Anthropic Sebesar US$30 Miliar Bisa Jadi Masalah untuk Bitcoin

Anthropic mengonfirmasi mereka berhasil mengumpulkan US$30 miliar melalui putaran pendanaan Seri G dengan valuasi perusahaan sebesar US$380 miliar. Putaran ini dipimpin oleh GIC dan Coatue, dengan partisipasi investor besar seperti Founders Fund, Sequoia, BlackRock, Temasek, Microsoft, dan NVIDIA.

Perkembangan finansial perusahaan ini sangat menonjol. Tingkat pendapatan tahunan mereka telah mencapai US$14 miliar, tumbuh lebih dari sepuluh kali lipat setiap tahun selama tiga tahun terakhir.

Claude Code mendapatkan respons kuat dari perusahaan, dengan delapan dari sepuluh perusahaan Fortune 10 kini menggunakan Claude. Jumlah pelanggan yang menghabiskan lebih dari US$1 juta per tahun melonjak dari 12 menjadi lebih dari 500.

Baca Juga: 4 Sinyal Bitcoin Sedang di Tahap Awal Bear Market: Berapa Lama Akan Berlangsung?

Pertumbuhan Pendapatan Run-rate Anthropic | Sumber: Anthropic

Sekarang, Anthropic memperkirakan pendapatan tahunan hampir meningkat empat kali lipat tahun ini, menjadi sekitar US$18 miliar.

Seiring dengan AI yang makin mampu menjalankan tugas kompleks secara otonom, permintaan untuk software tradisional nampaknya akan turun drastis. Alih-alih membayar langganan bulanan banyak produk SaaS, perusahaan-perusahaan mungkin makin banyak mengandalkan satu asisten AI umum untuk mengelola operasional mereka.

Bloomberg baru-baru ini melaporkan kemajuan alat otomasi AI dari Anthropic membuat nilai kapitalisasi saham software turun hingga US$285 miliar di minggu pertama Februari.

Di sisi lain, Bitcoin terus menunjukkan korelasi kuat dengan saham software. Aliran kredit swasta menjadi pendorong utama hubungan ini.

“Saham software kembali tertekan hari ini. US$IGV (iShares Software ETF) pada dasarnya sudah kembali ke level terendah minggu lalu. Jangan lupa ada juga jenis software lain—‘programmable money,’ yaitu kripto. Bitcoin (biru) dengan indeks software (oranye). Mereka adalah hal yang sama,” komentar analis Jim Bianco.

Bitcoin vs Saham Software | Sumber: Bianco Research

Menurut laporan BeinCrypto, industri kredit swasta senilai US$3 triliun memegang peran sentral dalam dinamika ini. Sektor software menyumbang sekitar 17% dari total investasi berdasarkan jumlah kesepakatan.

Tekanan yang mulai terbentuk pada pertengahan 2025 telah memperketat kondisi modal. Perubahan ini meningkatkan risiko penurunan pemberian pinjaman, pelunasan awal, dan penjualan aset secara paksa, serta efek spillover yang menjalar ke pasar aset kripto.

Baca Juga: Bitcoin Rontok di Bawah US$67.000, CEO Coinbase Terlempar dari 500 Orang Terkaya Dunia

Ketika permintaan untuk alat AI makin naik—bukan hanya dari Anthropic, tapi juga di seluruh sektor—ekspektasi atas perusahaan SaaS bisa melemah. Pergeseran ini dapat meningkatkan risiko kredit macet. UBS sudah memperingatkan tingkat gagal bayar kredit swasta AS bisa mencapai 13%.

Tekanan ini bisa berdampak negatif pada Bitcoin dan pasar kripto secara luas melalui saluran korelasi.

AI mengancam pendapatan software tradisional dengan menggeser permintaan. Selain itu, AI juga bersaing dengan kripto pada bidang seperti keamanan kuantum. Karena itu, memantau aliran kredit swasta dan perkembangan AI kini makin penting untuk manajemen risiko aset kripto.

Anthropic bukan satu-satunya pemicu risiko-risiko ini. Namun, lonjakan pesat Anthropic bisa jadi menandakan gelombang volatilitas yang lebih besar di masa depan.

Bagaimana pendapat Anda tentang dampak valuasi Anthropic terhadap pasar Bitcoin dan kripto secara keseluruhan? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Bitcoin Turun 30% Bulan Ini — Aksi Crypto Whale Menimbulkan PertanyaanBitcoin (BTC) kembali memperpanjang tren penurunan. Dalam 24 jam terakhir, aset ini turun 1,39%, sehingga total penurunannya selama bulan ini sudah melebihi 30%. Walau kondisi bear market secara umum tetap jadi faktor utama pelemahan, sinyal on-chain yang muncul menunjukkan bahwa aktivitas crypto whale besar sepertinya juga memperkuat penurunan harga BTC. Aktivitas Whale Picu Kekhawatiran atas Volatilitas Bitcoin Jangka Pendek Dalam sebuah unggahan di X (dulu Twitter), perusahaan analitik blockchain Lookonchain melaporkan bahwa deposit dari whale (3NVeXm) terlihat bertepatan dengan penurunan harga Bitcoin. Data dari Arkham memperlihatkan crypto whale tersebut mulai mengirimkan Bitcoin ke Binance tiga minggu lalu dengan nominal yang relatif kecil. Namun, aktivitas ini semakin intens minggu ini. Pada 11 Februari, whale ini mengirimkan 5.000 BTC ke exchange. Rangkaian transfer berlanjut dengan dompet tersebut mengirim lagi 2.800 koin hari ini. Transfer Bitcoin Whale 3NVeXm | Sumber: Arkham Lookonchain menyarankan bahwa waktu deposit ini mungkin telah memengaruhi pergerakan harga jangka pendek. “Setiap kali dia deposit BTC, harganya turun. Kemarin, saya memberi peringatan saat dia melakukan deposit — dan tak lama setelah itu, BTC turun lebih dari 3%,” bunyi unggahan tersebut. Berdasarkan data terbaru, alamat ini masih menyimpan 166,5 BTC, dengan nilai lebih dari US$11.000.000 berdasarkan harga pasar saat ini. Arus masuk koin dalam jumlah besar ke exchange biasanya dianggap sebagai pertanda akan terjadi penjualan, sebab investor umumnya memindahkan aset mereka ke platform perdagangan untuk likuidasi atau hedging posisi mereka. Walaupun korelasi belum tentu jadi petunjuk pasti, skala dan waktu transfer besar ini mungkin saja meningkatkan tekanan jual dalam struktur pasar yang sudah rapuh. Di periode sensitif seperti ini, hanya persepsi penjualan dari whale saja bisa memperparah penurunan harga saat trader bereaksi terhadap sinyal on-chain dan menyesuaikan posisi mereka. Sinyal Capitulation Tunjukkan Tekanan di Pasar Transfer tersebut terjadi di saat pasar Bitcoin sedang mengalami tekanan yang cukup berat. Seorang analis mengamati bahwa kerugian terealisasi Bitcoin melonjak menjadi US$2.300.000.000. “Ini menempatkan kita di peringkat 3-5 peristiwa kerugian terbesar yang pernah tercatat. Hanya ada beberapa momen dalam sejarah Bitcoin yang menyaksikan tingkat kapitulasi setinggi ini,” terang analisis tersebut. Kerugian Terealisasi Bitcoin | Sumber: CryptoQuant Analis tersebut menambahkan bahwa short-term holder, yaitu yang menyimpan koin kurang dari 155 hari, nampaknya menjadi pendorong utama kapitulasi saat ini. Investor yang mengakumulasi BTC pada harga US$80.000–US$110.000 sekarang tengah merealisasikan kerugian besar, yang mengisyaratkan bahwa peserta ritel yang overleverage dan tangan lemah mulai keluar dari posisinya. Berbeda dengan itu, long-term holder tidak nampak menjadi penyebab utama gelombang penjualan terbaru ini. Secara historis, kelompok ini cenderung tetap memegang koin saat terjadi penurunan harga. “Di masa lalu, lonjakan kerugian ekstrem seperti ini telah memicu rebound. Kita sudah melihatnya sekarang: BTC naik dari US$60.000 ke US$71.000 setelah terjadinya kapitulasi. Tapi, ini masih bisa jadi awal dari penurunan lebih dalam yang perlahan. Reli penguatan sering terjadi bahkan di bear market berkepanjangan,” jelas analis itu. Sementara itu, BeInCrypto sebelumnya menyoroti sejumlah sinyal yang menunjukkan bahwa BTC mungkin masih berada di fase awal dari siklus bear market yang lebih luas, sehingga masih ada potensi risiko pelemahan lebih lanjut. Analis CryptoQuant menunjuk level US$55.000 sebagai harga terealisasi Bitcoin, sebuah area yang secara historis sering menjadi dasar bear market. Pada siklus sebelumnya, BTC pernah diperdagangkan 24% hingga 30% di bawah harga terealisasinya sebelum akhirnya stabil. Untuk saat ini, Bitcoin masih berada di atas level tersebut. Ketika BTC mendekati zona harga terealisasi, secara historis harga biasanya bergerak sideways sebelum kembali pulih. Beberapa analis berpendapat bahwa koreksi lebih dalam menuju wilayah di bawah US$40.000 bisa menjadi sinyal pembentukan dasar harga yang lebih pasti.

Bitcoin Turun 30% Bulan Ini — Aksi Crypto Whale Menimbulkan Pertanyaan

Bitcoin (BTC) kembali memperpanjang tren penurunan. Dalam 24 jam terakhir, aset ini turun 1,39%, sehingga total penurunannya selama bulan ini sudah melebihi 30%.

Walau kondisi bear market secara umum tetap jadi faktor utama pelemahan, sinyal on-chain yang muncul menunjukkan bahwa aktivitas crypto whale besar sepertinya juga memperkuat penurunan harga BTC.

Aktivitas Whale Picu Kekhawatiran atas Volatilitas Bitcoin Jangka Pendek

Dalam sebuah unggahan di X (dulu Twitter), perusahaan analitik blockchain Lookonchain melaporkan bahwa deposit dari whale (3NVeXm) terlihat bertepatan dengan penurunan harga Bitcoin. Data dari Arkham memperlihatkan crypto whale tersebut mulai mengirimkan Bitcoin ke Binance tiga minggu lalu dengan nominal yang relatif kecil.

Namun, aktivitas ini semakin intens minggu ini. Pada 11 Februari, whale ini mengirimkan 5.000 BTC ke exchange. Rangkaian transfer berlanjut dengan dompet tersebut mengirim lagi 2.800 koin hari ini.

Transfer Bitcoin Whale 3NVeXm | Sumber: Arkham

Lookonchain menyarankan bahwa waktu deposit ini mungkin telah memengaruhi pergerakan harga jangka pendek.

“Setiap kali dia deposit BTC, harganya turun. Kemarin, saya memberi peringatan saat dia melakukan deposit — dan tak lama setelah itu, BTC turun lebih dari 3%,” bunyi unggahan tersebut.

Berdasarkan data terbaru, alamat ini masih menyimpan 166,5 BTC, dengan nilai lebih dari US$11.000.000 berdasarkan harga pasar saat ini. Arus masuk koin dalam jumlah besar ke exchange biasanya dianggap sebagai pertanda akan terjadi penjualan, sebab investor umumnya memindahkan aset mereka ke platform perdagangan untuk likuidasi atau hedging posisi mereka.

Walaupun korelasi belum tentu jadi petunjuk pasti, skala dan waktu transfer besar ini mungkin saja meningkatkan tekanan jual dalam struktur pasar yang sudah rapuh. Di periode sensitif seperti ini, hanya persepsi penjualan dari whale saja bisa memperparah penurunan harga saat trader bereaksi terhadap sinyal on-chain dan menyesuaikan posisi mereka.

Sinyal Capitulation Tunjukkan Tekanan di Pasar

Transfer tersebut terjadi di saat pasar Bitcoin sedang mengalami tekanan yang cukup berat. Seorang analis mengamati bahwa kerugian terealisasi Bitcoin melonjak menjadi US$2.300.000.000.

“Ini menempatkan kita di peringkat 3-5 peristiwa kerugian terbesar yang pernah tercatat. Hanya ada beberapa momen dalam sejarah Bitcoin yang menyaksikan tingkat kapitulasi setinggi ini,” terang analisis tersebut.

Kerugian Terealisasi Bitcoin | Sumber: CryptoQuant

Analis tersebut menambahkan bahwa short-term holder, yaitu yang menyimpan koin kurang dari 155 hari, nampaknya menjadi pendorong utama kapitulasi saat ini. Investor yang mengakumulasi BTC pada harga US$80.000–US$110.000 sekarang tengah merealisasikan kerugian besar, yang mengisyaratkan bahwa peserta ritel yang overleverage dan tangan lemah mulai keluar dari posisinya.

Berbeda dengan itu, long-term holder tidak nampak menjadi penyebab utama gelombang penjualan terbaru ini. Secara historis, kelompok ini cenderung tetap memegang koin saat terjadi penurunan harga.

“Di masa lalu, lonjakan kerugian ekstrem seperti ini telah memicu rebound. Kita sudah melihatnya sekarang: BTC naik dari US$60.000 ke US$71.000 setelah terjadinya kapitulasi. Tapi, ini masih bisa jadi awal dari penurunan lebih dalam yang perlahan. Reli penguatan sering terjadi bahkan di bear market berkepanjangan,” jelas analis itu.

Sementara itu, BeInCrypto sebelumnya menyoroti sejumlah sinyal yang menunjukkan bahwa BTC mungkin masih berada di fase awal dari siklus bear market yang lebih luas, sehingga masih ada potensi risiko pelemahan lebih lanjut. Analis CryptoQuant menunjuk level US$55.000 sebagai harga terealisasi Bitcoin, sebuah area yang secara historis sering menjadi dasar bear market.

Pada siklus sebelumnya, BTC pernah diperdagangkan 24% hingga 30% di bawah harga terealisasinya sebelum akhirnya stabil. Untuk saat ini, Bitcoin masih berada di atas level tersebut.

Ketika BTC mendekati zona harga terealisasi, secara historis harga biasanya bergerak sideways sebelum kembali pulih. Beberapa analis berpendapat bahwa koreksi lebih dalam menuju wilayah di bawah US$40.000 bisa menjadi sinyal pembentukan dasar harga yang lebih pasti.
HBAR Siap Alami Short Squeeze US$4 Juta, Namun Bitcoin Mungkin MenghambatnyaHarga Hedera turun dalam beberapa sesi terakhir, membentuk pola descending broadening wedge yang biasanya menandakan potensi breakout bullish. HBAR diperdagangkan di US$0,0923 pada waktu publikasi dan masih berada di bawah level resistance US$0,0938. Walau struktur teknikal menunjukkan potensi kenaikan, arah pergerakan Bitcoin bisa menentukan apakah breakout tersebut benar-benar terjadi. Holder HBAR Mulai Menahan Diri untuk Menjual Money Flow Index (MFI) sedang membentuk bullish divergence terhadap aksi harga HBAR. Saat HBAR baru-baru ini mencetak lower low, MFI justru menunjukkan angka yang lebih tinggi. Divergensi ini menandakan tekanan jual yang mulai melemah di bawah permukaan. Bullish divergence sering kali menjadi pertanda pembalikan arah di pasar aset kripto. Ketika indikator momentum membaik saat harga turun, hal ini menggambarkan keyakinan penjual yang mulai berkurang. Para investor kelihatannya mulai memperlambat distribusi, sehingga memberikan peluang bagi HBAR untuk stabil dan mencoba melakukan rebound. MFI HBAR | Sumber: TradingView Breakout yang terkonfirmasi dari descending broadening wedge bisa memicu likuidasi paksa untuk posisi short. Data likuidasi menunjukkan banyak posisi short terkonsentrasi di dekat level US$0,1012. Pergerakan di atas level tersebut kemungkinan besar akan menekan para trader bearish. Peta likuidasi memperlihatkan sebagian besar likuidasi short berada sampai US$0,1012. Reli yang menembus zona tersebut dapat memicu likuidasi sekitar US$4,34 juta. Pembelian paksa dari likuidasi short sering kali mempercepat momentum bullish dan memperkuat struktur breakout pada altcoin yang volatil. Peta Likuidasi HBAR | Sumber: Coinglass Bitcoin Masih Menjadi Masalah Meskipun sinyal teknikal yang semakin membaik, Bitcoin tetap menjadi pengaruh utama. Hedera menunjukkan korelasi yang meningkat dengan BTC dalam beberapa bulan terakhir. Saat Bitcoin turun, HBAR sering kali mengikuti pelemahan tersebut, tidak peduli kondisi internalnya. Pernah terjadi sedikit perbedaan arah antara Juni dan Juli 2025, ketika Bitcoin naik namun HBAR bergerak sideways. Di luar periode itu, pergerakan harga umumnya sejalan. Karena korelasi kini makin kuat, HBAR bisa kesulitan naik bila Bitcoin gagal memperoleh momentum naik. Korelasi HBAR Terhadap Bitcoin | Sumber: TradingView Breakout Harga HBAR di Depan Mata Harga HBAR saat ini berada di US$0,0923 dengan pergerakan di dalam descending broadening wedge. Resistance langsung di US$0,0938 masih menahan upaya kenaikan. Breakout yang terkonfirmasi perlu menjadikan US$0,1005 sebagai support dan menembus US$0,1071 dengan tegas. Jika harga berhasil melewati level tersebut, prospek bullish akan semakin kuat dan membuka jalan menuju US$0,1300 yang berarti pemulihan dari penurunan baru-baru ini. Namun, US$0,1071 tetap menjadi target utama jangka pendek sebelum reli lebih lanjut bisa berkelanjutan. Analisis Harga HBAR | Sumber: TradingView Di sisi lain, jika Bitcoin kembali melemah, maka analisis bullish bisa menjadi tidak berlaku. Gagal menembus US$0,0938 atau kehilangan support di US$0,0855 akan meningkatkan risiko penurunan. Jika turun ke US$0,0780, maka ini mengonfirmasi fase konsolidasi berlanjut dan bisa menunda skenario breakout.

HBAR Siap Alami Short Squeeze US$4 Juta, Namun Bitcoin Mungkin Menghambatnya

Harga Hedera turun dalam beberapa sesi terakhir, membentuk pola descending broadening wedge yang biasanya menandakan potensi breakout bullish. HBAR diperdagangkan di US$0,0923 pada waktu publikasi dan masih berada di bawah level resistance US$0,0938.

Walau struktur teknikal menunjukkan potensi kenaikan, arah pergerakan Bitcoin bisa menentukan apakah breakout tersebut benar-benar terjadi.

Holder HBAR Mulai Menahan Diri untuk Menjual

Money Flow Index (MFI) sedang membentuk bullish divergence terhadap aksi harga HBAR. Saat HBAR baru-baru ini mencetak lower low, MFI justru menunjukkan angka yang lebih tinggi. Divergensi ini menandakan tekanan jual yang mulai melemah di bawah permukaan.

Bullish divergence sering kali menjadi pertanda pembalikan arah di pasar aset kripto. Ketika indikator momentum membaik saat harga turun, hal ini menggambarkan keyakinan penjual yang mulai berkurang. Para investor kelihatannya mulai memperlambat distribusi, sehingga memberikan peluang bagi HBAR untuk stabil dan mencoba melakukan rebound.

MFI HBAR | Sumber: TradingView

Breakout yang terkonfirmasi dari descending broadening wedge bisa memicu likuidasi paksa untuk posisi short. Data likuidasi menunjukkan banyak posisi short terkonsentrasi di dekat level US$0,1012. Pergerakan di atas level tersebut kemungkinan besar akan menekan para trader bearish.

Peta likuidasi memperlihatkan sebagian besar likuidasi short berada sampai US$0,1012. Reli yang menembus zona tersebut dapat memicu likuidasi sekitar US$4,34 juta. Pembelian paksa dari likuidasi short sering kali mempercepat momentum bullish dan memperkuat struktur breakout pada altcoin yang volatil.

Peta Likuidasi HBAR | Sumber: Coinglass Bitcoin Masih Menjadi Masalah

Meskipun sinyal teknikal yang semakin membaik, Bitcoin tetap menjadi pengaruh utama. Hedera menunjukkan korelasi yang meningkat dengan BTC dalam beberapa bulan terakhir. Saat Bitcoin turun, HBAR sering kali mengikuti pelemahan tersebut, tidak peduli kondisi internalnya.

Pernah terjadi sedikit perbedaan arah antara Juni dan Juli 2025, ketika Bitcoin naik namun HBAR bergerak sideways. Di luar periode itu, pergerakan harga umumnya sejalan. Karena korelasi kini makin kuat, HBAR bisa kesulitan naik bila Bitcoin gagal memperoleh momentum naik.

Korelasi HBAR Terhadap Bitcoin | Sumber: TradingView Breakout Harga HBAR di Depan Mata

Harga HBAR saat ini berada di US$0,0923 dengan pergerakan di dalam descending broadening wedge. Resistance langsung di US$0,0938 masih menahan upaya kenaikan. Breakout yang terkonfirmasi perlu menjadikan US$0,1005 sebagai support dan menembus US$0,1071 dengan tegas.

Jika harga berhasil melewati level tersebut, prospek bullish akan semakin kuat dan membuka jalan menuju US$0,1300 yang berarti pemulihan dari penurunan baru-baru ini. Namun, US$0,1071 tetap menjadi target utama jangka pendek sebelum reli lebih lanjut bisa berkelanjutan.

Analisis Harga HBAR | Sumber: TradingView

Di sisi lain, jika Bitcoin kembali melemah, maka analisis bullish bisa menjadi tidak berlaku. Gagal menembus US$0,0938 atau kehilangan support di US$0,0855 akan meningkatkan risiko penurunan. Jika turun ke US$0,0780, maka ini mengonfirmasi fase konsolidasi berlanjut dan bisa menunda skenario breakout.
Laporan Keuangan Coinbase Mengejutkan Pasar dengan Kerugian US$667 Juta meski Dorong PertumbuhanHasil kuartal terbaru Coinbase mengejutkan para investor dan memicu perdebatan hangat di industri aset kripto setelah exchange tersebut melaporkan kerugian tak terduga dan gagal memenuhi ekspektasi Wall Street. Meski begitu, para eksekutif menyoroti metrik pertumbuhan jangka panjang yang kuat dan perkembangan dalam upaya diversifikasi. Laporan Keuangan Q4 2025 Coinbase: Semua yang Perlu Anda Tahu Perusahaan merilis laporan pendapatan kuartal keempat 2025 pada 12 Februari, mencatat pendapatan sekitar US$1,78 miliar dan kerugian bersih GAAP sekitar US$667 juta, dengan laba per saham –US$2,49. Banyak analis pada awalnya memperkirakan Coinbase tetap mencatat keuntungan, sehingga kegagalan ini terasa sangat mengejutkan. Hasil mengecewakan ini sangat bertolak belakang dengan proyeksi optimistis yang beredar di awal kuartal, mencerminkan betapa sulitnya memprediksi kinerja di pasar aset kripto yang sangat siklikal. Penurunan Trading dan Kerugian Akuntansi Membebani Hasil Pendorong utama lemahnya kinerja kuartal ini adalah penurunan aktivitas trading yang bahkan membuat Hyperliquid menyalip Coinbase. Pendapatan dari transaksi, yang secara historis merupakan inti bisnis Coinbase, turun signifikan secara tahunan karena harga aset kripto yang melemah dan partisipasi ritel yang menurun, sehingga volume di pasar aset digital pun ikut turun. Lingkungan pasar secara umum juga turut berperan. Bitcoin dan beberapa token utama lain telah mengalami penurunan tajam pada kuartal keempat. Hal ini memaksa exchange dan platform trading untuk menyesuaikan diri dengan aktivitas yang lebih rendah dan pendapatan biaya yang berkurang. Tapi, tidak semua kerugian tersebut mencerminkan kelemahan operasional. Sebagian besar dari kerugian yang dilaporkan berasal dari rugi belum terealisasi pada portofolio investasi aset kripto Coinbase dan kepemilikan strategis, yang nilainya turun karena penurunan harga aset. “Apa yang menjadi pemicu besarnya kerugian GAAP? Kerugian bersih –US$667 juta sangat dipengaruhi oleh dampak akuntansi non-tunai: rugi belum terealisasi sebesar US$718 juta dari portofolio investasi aset kripto milik Coinbase (karena harga Bitcoin dan token lainnya turun tajam di kuartal keempat). Selain itu, kerugian juga berasal dari investasi strategis (misalnya, kepemilikan di Circle yang turun sekitar 40% secara kuartalan),” papar analis ekonomi makro Marty Party . Beban non-tunai ini memang memperparah kerugian utama, tapi sebenarnya tidak mencerminkan arus kas keluar atau penurunan signifikan pada operasi inti. Jika tanpa penyesuaian akuntansi tersebut, metrik profitabilitas dasar Coinbase tidak separah yang terlihat, meski masih di bawah ekspektasi. Manajemen Tekankan Transformasi Jangka Panjang Meskipun headline laporan keuangan negatif, CEO Brian Armstrong tetap menyampaikan nada yang optimistis dan menyatakan bahwa perusahaan telah membuat kemajuan struktural yang signifikan. “2025 adalah tahun yang kuat bagi Coinbase dan kami telah membangun fondasi yang solid untuk pertumbuhan berkelanjutan di tahun 2026. Sebenarnya tesis kami sangat sederhana: aset kripto sedang memperbarui seluruh layanan keuangan, dan kami adalah perusahaan dengan posisi terbaik untuk memanfaatkan transformasi ini,” ujar Armstrong , seraya menyoroti berbagai pencapaian operasional. Menurut perusahaan, total volume trading melonjak tajam secara tahunan, pangsa pasar bertambah, dan beberapa produk kini menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari US$100 juta. Aset yang dititipkan di platform juga meningkat secara signifikan dalam tiga tahun terakhir. Berbagai metrik ini menunjukkan strategi Coinbase untuk memperluas bisnis di luar trading spot, dengan masuk ke layanan kustodian, derivatif, langganan, dan infrastruktur. Strategi Diversifikasi Menunjukkan Sinyal Campuran Salah satu segmen yang paling mendapat perhatian, yaitu pendapatan dari langganan dan layanan, terbukti lebih tahan banting dibandingkan biaya trading. Aliran pendapatan berulang yang terkait dengan stablecoin, kustodi, dan layanan premium telah menjadi porsi yang semakin besar dalam bisnis Coinbase secara keseluruhan. Perubahan ini sangat penting untuk mengurangi ketergantungan pada siklus trading ritel yang sangat fluktuatif, yang selama ini dianggap sebagai salah satu titik lemah terbesar Coinbase. Nampaknya, para pengkritik tetap skeptis, seraya menyoroti penurunan pendapatan transaksi konsumen serta prospek jangka pendek volume trading yang lemah, sebagai indikasi bahwa perusahaan masih menghadapi risiko siklus pasar yang signifikan. Tantangan Industri dan Reaksi Investor Hasil Coinbase hadir di tengah tekanan luas yang melanda sektor aset kripto. Sejumlah exchange dan platform trading melaporkan penurunan pendapatan, PHK, atau pergantian eksekutif dalam beberapa pekan terakhir akibat aktivitas pasar yang lebih rendah. Sentimen investor pun beragam. Beberapa analis melihat kegagalan memenuhi target pendapatan dan kerugian tajam ini sebagai bukti bahwa saham-saham yang terkait kripto masih sangat sensitif terhadap penurunan pasar. Ada juga yang berpendapat bahwa performa kuartal ini hanya mencerminkan kondisi pasar dan ekonomi makro sementara, bukan penurunan mendasar pada model bisnis Coinbase. Keadaan menjadi makin sulit karena sebagian pengguna mengalami gangguan trading sesaat sebelum laporan keuangan dipublikasikan, yang mengundang kritik dan menambah rasa tak nyaman di pasar. Performa Saham Coinbase (COIN) | Sumber: TradingView Pada waktu publikasi, saham COIN diperdagangkan di harga US$140,97, turun lebih dari 45% sejak awal tahun.

Laporan Keuangan Coinbase Mengejutkan Pasar dengan Kerugian US$667 Juta meski Dorong Pertumbuhan

Hasil kuartal terbaru Coinbase mengejutkan para investor dan memicu perdebatan hangat di industri aset kripto setelah exchange tersebut melaporkan kerugian tak terduga dan gagal memenuhi ekspektasi Wall Street.

Meski begitu, para eksekutif menyoroti metrik pertumbuhan jangka panjang yang kuat dan perkembangan dalam upaya diversifikasi.

Laporan Keuangan Q4 2025 Coinbase: Semua yang Perlu Anda Tahu

Perusahaan merilis laporan pendapatan kuartal keempat 2025 pada 12 Februari, mencatat pendapatan sekitar US$1,78 miliar dan kerugian bersih GAAP sekitar US$667 juta, dengan laba per saham –US$2,49.

Banyak analis pada awalnya memperkirakan Coinbase tetap mencatat keuntungan, sehingga kegagalan ini terasa sangat mengejutkan.

Hasil mengecewakan ini sangat bertolak belakang dengan proyeksi optimistis yang beredar di awal kuartal, mencerminkan betapa sulitnya memprediksi kinerja di pasar aset kripto yang sangat siklikal.

Penurunan Trading dan Kerugian Akuntansi Membebani Hasil

Pendorong utama lemahnya kinerja kuartal ini adalah penurunan aktivitas trading yang bahkan membuat Hyperliquid menyalip Coinbase.

Pendapatan dari transaksi, yang secara historis merupakan inti bisnis Coinbase, turun signifikan secara tahunan karena harga aset kripto yang melemah dan partisipasi ritel yang menurun, sehingga volume di pasar aset digital pun ikut turun.

Lingkungan pasar secara umum juga turut berperan. Bitcoin dan beberapa token utama lain telah mengalami penurunan tajam pada kuartal keempat. Hal ini memaksa exchange dan platform trading untuk menyesuaikan diri dengan aktivitas yang lebih rendah dan pendapatan biaya yang berkurang.

Tapi, tidak semua kerugian tersebut mencerminkan kelemahan operasional. Sebagian besar dari kerugian yang dilaporkan berasal dari rugi belum terealisasi pada portofolio investasi aset kripto Coinbase dan kepemilikan strategis, yang nilainya turun karena penurunan harga aset.

“Apa yang menjadi pemicu besarnya kerugian GAAP? Kerugian bersih –US$667 juta sangat dipengaruhi oleh dampak akuntansi non-tunai: rugi belum terealisasi sebesar US$718 juta dari portofolio investasi aset kripto milik Coinbase (karena harga Bitcoin dan token lainnya turun tajam di kuartal keempat). Selain itu, kerugian juga berasal dari investasi strategis (misalnya, kepemilikan di Circle yang turun sekitar 40% secara kuartalan),” papar analis ekonomi makro Marty Party .

Beban non-tunai ini memang memperparah kerugian utama, tapi sebenarnya tidak mencerminkan arus kas keluar atau penurunan signifikan pada operasi inti.

Jika tanpa penyesuaian akuntansi tersebut, metrik profitabilitas dasar Coinbase tidak separah yang terlihat, meski masih di bawah ekspektasi.

Manajemen Tekankan Transformasi Jangka Panjang

Meskipun headline laporan keuangan negatif, CEO Brian Armstrong tetap menyampaikan nada yang optimistis dan menyatakan bahwa perusahaan telah membuat kemajuan struktural yang signifikan.

“2025 adalah tahun yang kuat bagi Coinbase dan kami telah membangun fondasi yang solid untuk pertumbuhan berkelanjutan di tahun 2026. Sebenarnya tesis kami sangat sederhana: aset kripto sedang memperbarui seluruh layanan keuangan, dan kami adalah perusahaan dengan posisi terbaik untuk memanfaatkan transformasi ini,” ujar Armstrong , seraya menyoroti berbagai pencapaian operasional.

Menurut perusahaan, total volume trading melonjak tajam secara tahunan, pangsa pasar bertambah, dan beberapa produk kini menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari US$100 juta.

Aset yang dititipkan di platform juga meningkat secara signifikan dalam tiga tahun terakhir.

Berbagai metrik ini menunjukkan strategi Coinbase untuk memperluas bisnis di luar trading spot, dengan masuk ke layanan kustodian, derivatif, langganan, dan infrastruktur.

Strategi Diversifikasi Menunjukkan Sinyal Campuran

Salah satu segmen yang paling mendapat perhatian, yaitu pendapatan dari langganan dan layanan, terbukti lebih tahan banting dibandingkan biaya trading.

Aliran pendapatan berulang yang terkait dengan stablecoin, kustodi, dan layanan premium telah menjadi porsi yang semakin besar dalam bisnis Coinbase secara keseluruhan.

Perubahan ini sangat penting untuk mengurangi ketergantungan pada siklus trading ritel yang sangat fluktuatif, yang selama ini dianggap sebagai salah satu titik lemah terbesar Coinbase.

Nampaknya, para pengkritik tetap skeptis, seraya menyoroti penurunan pendapatan transaksi konsumen serta prospek jangka pendek volume trading yang lemah, sebagai indikasi bahwa perusahaan masih menghadapi risiko siklus pasar yang signifikan.

Tantangan Industri dan Reaksi Investor

Hasil Coinbase hadir di tengah tekanan luas yang melanda sektor aset kripto. Sejumlah exchange dan platform trading melaporkan penurunan pendapatan, PHK, atau pergantian eksekutif dalam beberapa pekan terakhir akibat aktivitas pasar yang lebih rendah.

Sentimen investor pun beragam. Beberapa analis melihat kegagalan memenuhi target pendapatan dan kerugian tajam ini sebagai bukti bahwa saham-saham yang terkait kripto masih sangat sensitif terhadap penurunan pasar.

Ada juga yang berpendapat bahwa performa kuartal ini hanya mencerminkan kondisi pasar dan ekonomi makro sementara, bukan penurunan mendasar pada model bisnis Coinbase.

Keadaan menjadi makin sulit karena sebagian pengguna mengalami gangguan trading sesaat sebelum laporan keuangan dipublikasikan, yang mengundang kritik dan menambah rasa tak nyaman di pasar.

Performa Saham Coinbase (COIN) | Sumber: TradingView

Pada waktu publikasi, saham COIN diperdagangkan di harga US$140,97, turun lebih dari 45% sejak awal tahun.
Upgrade XRP Ledger Perluas Token Escrow: Akankah Harga XRP Diuntungkan?XRP Ledger (XRPL) telah mengaktifkan amendemen XLS-85 pada 12 Februari 2026, sehingga menghadirkan fitur escrow native untuk semua token berbasis Trustline (IOU) dan Multi-Purpose Token (MPT). Upgrade ini membuka berbagai use case baru untuk settlement aset yang aman serta dapat diprogram. Selain itu, langkah ini memperluas utilitas XRPL, dan para pengamat pasar menilai upgrade ini bisa membuka jalan masuknya modal institusi. Tapi, apakah ini akan berdampak pada harga XRP? Pertanyaan ini masih belum terjawab. Amandemen XLS-85 Perluas Fitur Escrow di Luar XRP XLS-0085 memperluas cara escrow bekerja di jaringan. Hingga saat ini, fitur escrow native XRPL hanya terbatas untuk XRP saja. Dengan XLS-85, pembatasan itu kini dihapus. “Mulai dari stablecoin seperti RLUSD hingga Real World Assets, XRPL kini mendukung settlement on-chain yang aman dan bersyarat untuk semua aset,” ujar RippleX. XLS-85 meng-upgrade jenis transaksi EscrowCreate, EscrowFinish, dan EscrowCancel yang sudah ada. Yang paling penting, penerbit token tetap mempertahankan kontrol. Token harus secara eksplisit mengizinkan fitur escrow melalui flag di tingkat penerbit. Hal ini menjaga kontrol kepatuhan dan struktur tata kelola token yang sudah diberlakukan. Ini bukan sekadar perubahan kecil. Inovasi ini mengubah XRPL dari jaringan yang awalnya hanya memungkinkan XRP di-escrow menjadi jaringan di mana semua aset kini bisa menikmati fitur time-lock dan pelepasan bersyarat secara native. Hal ini membuka peluang untuk: Jadwal vesting token Alur kerja settlement institusi Manajemen kas untuk aset yang diterbitkan Pembayaran stablecoin bersyarat Produk keuangan terstruktur yang dibangun langsung di XRPL “Token Escrow (XLS-85) adalah upgrade untuk #XRP Ledger, yang terintegrasi langsung dan membuat DEX siap sambut institusi. Institusi akan mulai menggelontorkan MODAL di #XRPL mulai 12 Februari,” tulis seorang analis . Update terbaru ini hadir tak lama setelah XRPL mengaktifkan Permissioned Domains di awal bulan ini untuk memperluas use case institusi. Upgrade Escrow Token XRPL Menimbulkan Pertanyaan tentang Dampak Harga Jangka Panjang XRP Penting untuk dicatat bahwa meskipun aktivasi XLS-0085 tidak langsung meningkatkan permintaan XRP, fitur ini berpotensi mempengaruhi pergerakan harga jangka panjang berkat efek jaringan yang lebih luas. Amendemen ini memperluas fitur escrow native ke token berbasis Trustline dan Multi-Purpose Token, bukan memperluas penggunaan escrow untuk XRP secara langsung. Ini berarti upgrade tersebut tidak otomatis menciptakan tambahan XRP yang terkunci atau mengurangi pasokan secara instan. Namun, dampak strukturalnya lebih kompleks. Bila penerbit token, termasuk penyedia stablecoin, platform RWA, atau institusi, mengadopsi XRPL karena kini mendukung escrow token secara native: Penerbitan token di XRPL bisa meningkat Volume transaksi mungkin naik Jumlah akun aktif bisa bertambah Permintaan XRP dapat meningkat karena kebutuhan biaya dan reserve Hal ini meningkatkan penggunaan jaringan, sedangkan XRP masih menjadi aset gas dan reserve di ledger ini. Utilitas yang lebih tinggi → potensi permintaan XRP yang makin besar → kemungkinan kenaikan harga. Tapi, semuanya bergantung sepenuhnya pada adopsinya di dunia nyata. Upgrade seperti XLS-0085 menandakan XRPL sedang memosisikan diri sebagai infrastruktur finance yang sudah tokenisasi. Jika pasar melihat XRPL mulai bersaing lebih ketat dengan Ethereum atau platform token lainnya, sentimen saja bisa mempengaruhi harga. Pasar kripto seringkali menilai narasi dan positioning, bukan hanya penggunaan. Dalam jangka pendek, dampak harga mungkin lebih dipengaruhi sentimen pasar dibandingkan dengan metrik penggunaan secara langsung. Sedangkan dalam jangka panjang, pertumbuhan ekosistem berkelanjutan yang digerakkan oleh escrow token bisa memperkuat fundamental jaringan, yang secara historis berperan dalam valuasi aset digital. Performa Harga XRP | Sumber: BeInCrypto Markets Untuk saat ini, XRP masih menghadapi tantangan bersama dengan pasar yang lebih luas. Pada waktu publikasi, harganya diperdagangkan di US$1,36, turun 1,35% dalam 24 jam terakhir.

Upgrade XRP Ledger Perluas Token Escrow: Akankah Harga XRP Diuntungkan?

XRP Ledger (XRPL) telah mengaktifkan amendemen XLS-85 pada 12 Februari 2026, sehingga menghadirkan fitur escrow native untuk semua token berbasis Trustline (IOU) dan Multi-Purpose Token (MPT). Upgrade ini membuka berbagai use case baru untuk settlement aset yang aman serta dapat diprogram.

Selain itu, langkah ini memperluas utilitas XRPL, dan para pengamat pasar menilai upgrade ini bisa membuka jalan masuknya modal institusi. Tapi, apakah ini akan berdampak pada harga XRP? Pertanyaan ini masih belum terjawab.

Amandemen XLS-85 Perluas Fitur Escrow di Luar XRP

XLS-0085 memperluas cara escrow bekerja di jaringan. Hingga saat ini, fitur escrow native XRPL hanya terbatas untuk XRP saja. Dengan XLS-85, pembatasan itu kini dihapus.

“Mulai dari stablecoin seperti RLUSD hingga Real World Assets, XRPL kini mendukung settlement on-chain yang aman dan bersyarat untuk semua aset,” ujar RippleX.

XLS-85 meng-upgrade jenis transaksi EscrowCreate, EscrowFinish, dan EscrowCancel yang sudah ada. Yang paling penting, penerbit token tetap mempertahankan kontrol. Token harus secara eksplisit mengizinkan fitur escrow melalui flag di tingkat penerbit. Hal ini menjaga kontrol kepatuhan dan struktur tata kelola token yang sudah diberlakukan.

Ini bukan sekadar perubahan kecil. Inovasi ini mengubah XRPL dari jaringan yang awalnya hanya memungkinkan XRP di-escrow menjadi jaringan di mana semua aset kini bisa menikmati fitur time-lock dan pelepasan bersyarat secara native.

Hal ini membuka peluang untuk:

Jadwal vesting token

Alur kerja settlement institusi

Manajemen kas untuk aset yang diterbitkan

Pembayaran stablecoin bersyarat

Produk keuangan terstruktur yang dibangun langsung di XRPL

“Token Escrow (XLS-85) adalah upgrade untuk #XRP Ledger, yang terintegrasi langsung dan membuat DEX siap sambut institusi. Institusi akan mulai menggelontorkan MODAL di #XRPL mulai 12 Februari,” tulis seorang analis .

Update terbaru ini hadir tak lama setelah XRPL mengaktifkan Permissioned Domains di awal bulan ini untuk memperluas use case institusi.

Upgrade Escrow Token XRPL Menimbulkan Pertanyaan tentang Dampak Harga Jangka Panjang XRP

Penting untuk dicatat bahwa meskipun aktivasi XLS-0085 tidak langsung meningkatkan permintaan XRP, fitur ini berpotensi mempengaruhi pergerakan harga jangka panjang berkat efek jaringan yang lebih luas.

Amendemen ini memperluas fitur escrow native ke token berbasis Trustline dan Multi-Purpose Token, bukan memperluas penggunaan escrow untuk XRP secara langsung. Ini berarti upgrade tersebut tidak otomatis menciptakan tambahan XRP yang terkunci atau mengurangi pasokan secara instan.

Namun, dampak strukturalnya lebih kompleks. Bila penerbit token, termasuk penyedia stablecoin, platform RWA, atau institusi, mengadopsi XRPL karena kini mendukung escrow token secara native:

Penerbitan token di XRPL bisa meningkat

Volume transaksi mungkin naik

Jumlah akun aktif bisa bertambah

Permintaan XRP dapat meningkat karena kebutuhan biaya dan reserve

Hal ini meningkatkan penggunaan jaringan, sedangkan XRP masih menjadi aset gas dan reserve di ledger ini. Utilitas yang lebih tinggi → potensi permintaan XRP yang makin besar → kemungkinan kenaikan harga. Tapi, semuanya bergantung sepenuhnya pada adopsinya di dunia nyata.

Upgrade seperti XLS-0085 menandakan XRPL sedang memosisikan diri sebagai infrastruktur finance yang sudah tokenisasi. Jika pasar melihat XRPL mulai bersaing lebih ketat dengan Ethereum atau platform token lainnya, sentimen saja bisa mempengaruhi harga. Pasar kripto seringkali menilai narasi dan positioning, bukan hanya penggunaan.

Dalam jangka pendek, dampak harga mungkin lebih dipengaruhi sentimen pasar dibandingkan dengan metrik penggunaan secara langsung. Sedangkan dalam jangka panjang, pertumbuhan ekosistem berkelanjutan yang digerakkan oleh escrow token bisa memperkuat fundamental jaringan, yang secara historis berperan dalam valuasi aset digital.

Performa Harga XRP | Sumber: BeInCrypto Markets

Untuk saat ini, XRP masih menghadapi tantangan bersama dengan pasar yang lebih luas. Pada waktu publikasi, harganya diperdagangkan di US$1,36, turun 1,35% dalam 24 jam terakhir.
US$3 Miliar Opsi Akan Kedaluwarsa Menghantui Bitcoin dan Ethereum — Tenang sebelum Guncangan Beri...Hampir US$3 miliar dalam opsi Bitcoin dan Ethereum akan kadaluwarsa hari ini pada pukul 08:00 UTC di Deribit, sehingga pasar derivatif mendapat sorotan ketat. Menjelang kadaluwarsa opsi hari ini, perhatian tertuju pada apakah stabilisasi harga belakangan ini hanya jeda sementara atau awal dari pergerakan arah baru. US$3 Miliar Expiry Opsi Bitcoin dan Ethereum Uji Ketahanan Pasar setelah Guncangan Likuidasi Pada waktu publikasi, Bitcoin diperdagangkan di US$66.372, dengan level max pain di sekitar US$74.000 dan total open interest nominal melampaui US$2,53 miliar. Opsi Bitcoin yang Akan Kadaluwarsa | Sumber: Deribit Sementara itu, Ethereum diperdagangkan di kisaran US$1.950, dengan sekitar US$425 juta dalam total open interest nominal dan level max pain di kisaran US$2.100. Opsi Ethereum yang Akan Kadaluwarsa | Sumber: Deribit Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar posisi terbuka akan diuntungkan jika harga bergerak naik ke level max pain, namun sentimen di pasar opsi tetap hati-hati. Meski harga sempat pulih setelah aksi jual tajam pekan lalu, metrik opsi menandakan para trader masih melakukan lindung nilai terhadap risiko penurunan harga. Analis di Laevitas menginformasikan bahwa risk reversal Bitcoin masih sangat condong ke arah put. “BTC 1-week dan 1-month 25-delta RR telah pulih dari titik terendah ekstrem, namun tetap negatif di sekitar −13 dan −11 vols. Hal ini menunjukkan permintaan berkelanjutan untuk perlindungan penurunan harga,” terang analis derivatif tersebut. Bitcoin Delta RRS | Sumber: Laevitas di X Risk reversal banyak digunakan untuk mengukur sentimen di pasar derivatif. Sementara itu, nilai negatif yang bertahan biasanya menandakan trader membayar premi ekstra untuk put sebagai proteksi, yang kerap merefleksikan kekhawatiran penurunan harga lebih lanjut. Likuidasi, Put Skew Shock, dan Pergeseran Rawan ke Calls Menjelang Expiry Suasana hati-hati saat ini muncul setelah peristiwa signifikan di mana Bitcoin sempat turun di bawah US$70.000, memicu likuidasi massal dan ketidakseimbangan ekstrem di pasar derivatif. Analis di Deribit menuturkan bahwa pergerakan tersebut menyebabkan salah satu lonjakan permintaan put terbesar dalam beberapa tahun terakhir. “BTC breakdown US$70K pekan lalu, memicu likuidasi berantai dan menjadi salah satu pergerakan skew put paling ekstrem dalam beberapa tahun sebelum harga memantul kembali ke kisaran 67K,” papar analis Deribit itu. Kejadian seperti ini sering meninggalkan dampak psikologis yang bertahan lama di pasar, sehingga para trader masih cenderung defensif meskipun harga telah stabil. Meski demikian, belakangan ini posisi derivatif mulai bergeser, karena beberapa trader kembali masuk ke opsi call (beli) seiring volatilitas turun dari level panik. Analis Deribit menyebutkan pasar kini sedang berada di titik krusial. Kadaluwarsa opsi sebesar ini terkadang bisa memberikan efek gravitasi jangka pendek pada harga, terutama jika ada konsentrasi open interest dalam jumlah besar di dekat level strike tertentu. Walaupun posisi jangka pendek sudah membaik, beberapa indikator menunjukkan para trader institusi masih ragu tentang prospek jangka menengah. Analis di Greeks.live menginformasikan bahwa opsi put masih mendominasi aktivitas di pasar derivatif Bitcoin. “Opsi put masih mendominasi pasar, dengan lebih dari US$1 miliar di opsi put BTC yang diperdagangkan hari ini, setara dengan 37% dari total volume. Mayoritas opsi itu berada di luar harga (out-of-the-money), dipatok di kisaran US$60.000 hingga US$65.000,” ucapan para analis tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa institusi masih memiliki pandangan negatif terhadap pergerakan pasar dalam jangka menengah hingga panjang. Menurut para analis, ada ekspektasi kuat terhadap tren bearish dalam satu sampai dua bulan ke depan. Settlement dari kadaluwarsa opsi hari ini dapat meredakan tekanan serta menstabilkan pasar. Namun, kadaluwarsa ini juga bisa menjadi katalisator munculnya volatilitas baru jelang akhir pekan.

US$3 Miliar Opsi Akan Kedaluwarsa Menghantui Bitcoin dan Ethereum — Tenang sebelum Guncangan Beri...

Hampir US$3 miliar dalam opsi Bitcoin dan Ethereum akan kadaluwarsa hari ini pada pukul 08:00 UTC di Deribit, sehingga pasar derivatif mendapat sorotan ketat.

Menjelang kadaluwarsa opsi hari ini, perhatian tertuju pada apakah stabilisasi harga belakangan ini hanya jeda sementara atau awal dari pergerakan arah baru.

US$3 Miliar Expiry Opsi Bitcoin dan Ethereum Uji Ketahanan Pasar setelah Guncangan Likuidasi

Pada waktu publikasi, Bitcoin diperdagangkan di US$66.372, dengan level max pain di sekitar US$74.000 dan total open interest nominal melampaui US$2,53 miliar.

Opsi Bitcoin yang Akan Kadaluwarsa | Sumber: Deribit

Sementara itu, Ethereum diperdagangkan di kisaran US$1.950, dengan sekitar US$425 juta dalam total open interest nominal dan level max pain di kisaran US$2.100.

Opsi Ethereum yang Akan Kadaluwarsa | Sumber: Deribit

Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar posisi terbuka akan diuntungkan jika harga bergerak naik ke level max pain, namun sentimen di pasar opsi tetap hati-hati.

Meski harga sempat pulih setelah aksi jual tajam pekan lalu, metrik opsi menandakan para trader masih melakukan lindung nilai terhadap risiko penurunan harga.

Analis di Laevitas menginformasikan bahwa risk reversal Bitcoin masih sangat condong ke arah put.

“BTC 1-week dan 1-month 25-delta RR telah pulih dari titik terendah ekstrem, namun tetap negatif di sekitar −13 dan −11 vols. Hal ini menunjukkan permintaan berkelanjutan untuk perlindungan penurunan harga,” terang analis derivatif tersebut.

Bitcoin Delta RRS | Sumber: Laevitas di X

Risk reversal banyak digunakan untuk mengukur sentimen di pasar derivatif. Sementara itu, nilai negatif yang bertahan biasanya menandakan trader membayar premi ekstra untuk put sebagai proteksi, yang kerap merefleksikan kekhawatiran penurunan harga lebih lanjut.

Likuidasi, Put Skew Shock, dan Pergeseran Rawan ke Calls Menjelang Expiry

Suasana hati-hati saat ini muncul setelah peristiwa signifikan di mana Bitcoin sempat turun di bawah US$70.000, memicu likuidasi massal dan ketidakseimbangan ekstrem di pasar derivatif.

Analis di Deribit menuturkan bahwa pergerakan tersebut menyebabkan salah satu lonjakan permintaan put terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

“BTC breakdown US$70K pekan lalu, memicu likuidasi berantai dan menjadi salah satu pergerakan skew put paling ekstrem dalam beberapa tahun sebelum harga memantul kembali ke kisaran 67K,” papar analis Deribit itu.

Kejadian seperti ini sering meninggalkan dampak psikologis yang bertahan lama di pasar, sehingga para trader masih cenderung defensif meskipun harga telah stabil.

Meski demikian, belakangan ini posisi derivatif mulai bergeser, karena beberapa trader kembali masuk ke opsi call (beli) seiring volatilitas turun dari level panik. Analis Deribit menyebutkan pasar kini sedang berada di titik krusial.

Kadaluwarsa opsi sebesar ini terkadang bisa memberikan efek gravitasi jangka pendek pada harga, terutama jika ada konsentrasi open interest dalam jumlah besar di dekat level strike tertentu.

Walaupun posisi jangka pendek sudah membaik, beberapa indikator menunjukkan para trader institusi masih ragu tentang prospek jangka menengah.

Analis di Greeks.live menginformasikan bahwa opsi put masih mendominasi aktivitas di pasar derivatif Bitcoin.

“Opsi put masih mendominasi pasar, dengan lebih dari US$1 miliar di opsi put BTC yang diperdagangkan hari ini, setara dengan 37% dari total volume. Mayoritas opsi itu berada di luar harga (out-of-the-money), dipatok di kisaran US$60.000 hingga US$65.000,” ucapan para analis tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa institusi masih memiliki pandangan negatif terhadap pergerakan pasar dalam jangka menengah hingga panjang. Menurut para analis, ada ekspektasi kuat terhadap tren bearish dalam satu sampai dua bulan ke depan.

Settlement dari kadaluwarsa opsi hari ini dapat meredakan tekanan serta menstabilkan pasar. Namun, kadaluwarsa ini juga bisa menjadi katalisator munculnya volatilitas baru jelang akhir pekan.
Keyakinan El Salvador pada Bitcoin Kini Berharga US$300 JutaBear market Bitcoin (BTC) memberi tekanan besar bagi investor di semua kalangan. Dari treasury perusahaan, crypto whale besar, hingga negara pemegang aset kripto pun ikut merasakan tekanannya. Penurunan harga Bitcoin telah memotong nilai kepemilikan El Salvador di saat credit default swaps naik ke level tertinggi dalam lima bulan, sehingga memunculkan kekhawatiran atas program IMF negara tersebut dan prospek utangnya. Taruhan Bitcoin El Salvador Ditekan saat Portofolio Turun Berdasarkan data terbaru dari Bitcoin Office El Salvador, cadangan Bitcoin negara itu sebanyak 7.560 BTC, senilai sekitar US$503,8 juta. Bloomberg melaporkan bahwa nilai portofolio ini telah turun dari sekitar US$800 juta saat harga Bitcoin pada puncaknya di Oktober 2025. Ini berarti ada penurunan hampir US$300 juta hanya dalam empat bulan saja. Kepemilikan Bitcoin El Salvador | Sumber: El Salvador Bitcoin Office Bukele, pendukung Bitcoin yang sangat vokal, masih terus membeli satu Bitcoin setiap hari. Tapi, strategi ini semakin memperbesar eksposur negara terhadap volatilitas pasar. Di sisi lain, Bhutan baru-baru ini menjual Bitcoin senilai US$22,4 juta. Strategi El Salvador dan Bhutan yang berbeda ini menunjukkan filosofi risiko yang sangat bertolak belakang. Operasi Bitcoin miner Bhutan telah menghasilkan keuntungan lebih dari US$765 juta sejak 2019. Tapi, halving Bitcoin 2024 secara signifikan meningkatkan biaya mining, sehingga margin makin tipis dan imbal hasil ikut turun. Sekarang Bhutan nampaknya mulai menjual sebagian kepemilikannya, sementara El Salvador tetap fokus pada akumulasi jangka panjang. Meski begitu, negara tersebut juga telah melakukan diversifikasi portofolio. Bulan lalu, El Salvador mengucurkan US$50 juta untuk membeli emas, seiring meningkatnya permintaan atas logam safe-haven di tengah ketegangan ekonomi makro. Negosiasi Pinjaman IMF Mengalami Tekanan karena Kebijakan Bitcoin El Salvador Keterlibatan lebih dalam El Salvador dengan aset kripto sudah berdampak terhadap hubungan dengan International Monetary Fund. Pembelian Bitcoin yang terus-menerus oleh pemerintah, ditambah penundaan dalam pelaksanaan reformasi pensiun, turut memperumit kesepakatan dengan IMF. Lembaga tersebut mengungkapkan kekhawatiran atas potensi dampak Bitcoin terhadap stabilitas fiskal. Jika program IMF terganggu, salah satu penopang utama pemulihan utang El Salvador akan melemah. Dalam tiga tahun terakhir, obligasi negara ini mencatatkan return lebih dari 130%, sehingga menjadi salah satu kisah pemulihan yang paling menonjol di pasar negara berkembang. “IMF mungkin mempermasalahkan jika dana pencairan digunakan untuk menambah Bitcoin. Harga Bitcoin yang sedang turun juga tidak membantu mengurangi kekhawatiran investor,” papar Christopher Mejia, analis sovereign dari emerging market di T Rowe Price, kepada Bloomberg. IMF menyetujui Extended Fund Facility selama 40 bulan pada 26 Februari 2025, yang membuka akses sekitar US$1,4 miliar, menurut dokumen resmi IMF. Review pertama selesai pada Juni 2025, dengan pencairan sebesar US$231 juta. Namun, review kedua masih tertahan sejak September, akibat pemerintah menunda publikasi analisis sistem pensiun. Dalam masa itu, El Salvador terus menambah cadangan Bitcoinnya meski berulang kali diperingatkan oleh IMF. Review ketiga dijadwalkan pada bulan Maret, dan setiap review terkait dengan pencairan pinjaman tambahan berikutnya. “Pembelian Bitcoin yang dilakukan secara terus-menerus, menurut kami, memang berpotensi menimbulkan tantangan bagi review IMF. Pasar bisa merespons cukup negatif jika penopang dari IMF itu tidak ada lagi.” ujar Jared Lou, pengelola William Blair Emerging Markets Debt Fund. Sementara itu, pasar obligasi mulai menunjukkan kekhawatiran terhadap prospek fiskal El Salvador. Credit default swaps telah naik ke level tertinggi lima bulan, mencerminkan kegelisahan investor tentang kemampuan negara tersebut dalam memenuhi kewajiban pembayaran utangnya. Menurut data dari Bloomberg, tahun ini El Salvador harus membayar obligasi senilai US$450 juta, lalu naik menjadi hampir US$700 juta pada tahun depan. Kebijakan Bitcoin El Salvador kini menjadi isu utama di tengah negosiasi fiskal dan IMF. Hasil review IMF berikut dan jadwal pembayaran obligasi negara bakal sangat berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan investor serta keberlanjutan utang El Salvador ke depan.

Keyakinan El Salvador pada Bitcoin Kini Berharga US$300 Juta

Bear market Bitcoin (BTC) memberi tekanan besar bagi investor di semua kalangan. Dari treasury perusahaan, crypto whale besar, hingga negara pemegang aset kripto pun ikut merasakan tekanannya.

Penurunan harga Bitcoin telah memotong nilai kepemilikan El Salvador di saat credit default swaps naik ke level tertinggi dalam lima bulan, sehingga memunculkan kekhawatiran atas program IMF negara tersebut dan prospek utangnya.

Taruhan Bitcoin El Salvador Ditekan saat Portofolio Turun

Berdasarkan data terbaru dari Bitcoin Office El Salvador, cadangan Bitcoin negara itu sebanyak 7.560 BTC, senilai sekitar US$503,8 juta. Bloomberg melaporkan bahwa nilai portofolio ini telah turun dari sekitar US$800 juta saat harga Bitcoin pada puncaknya di Oktober 2025. Ini berarti ada penurunan hampir US$300 juta hanya dalam empat bulan saja.

Kepemilikan Bitcoin El Salvador | Sumber: El Salvador Bitcoin Office

Bukele, pendukung Bitcoin yang sangat vokal, masih terus membeli satu Bitcoin setiap hari. Tapi, strategi ini semakin memperbesar eksposur negara terhadap volatilitas pasar.

Di sisi lain, Bhutan baru-baru ini menjual Bitcoin senilai US$22,4 juta. Strategi El Salvador dan Bhutan yang berbeda ini menunjukkan filosofi risiko yang sangat bertolak belakang.

Operasi Bitcoin miner Bhutan telah menghasilkan keuntungan lebih dari US$765 juta sejak 2019. Tapi, halving Bitcoin 2024 secara signifikan meningkatkan biaya mining, sehingga margin makin tipis dan imbal hasil ikut turun. Sekarang Bhutan nampaknya mulai menjual sebagian kepemilikannya, sementara El Salvador tetap fokus pada akumulasi jangka panjang.

Meski begitu, negara tersebut juga telah melakukan diversifikasi portofolio. Bulan lalu, El Salvador mengucurkan US$50 juta untuk membeli emas, seiring meningkatnya permintaan atas logam safe-haven di tengah ketegangan ekonomi makro.

Negosiasi Pinjaman IMF Mengalami Tekanan karena Kebijakan Bitcoin El Salvador

Keterlibatan lebih dalam El Salvador dengan aset kripto sudah berdampak terhadap hubungan dengan International Monetary Fund. Pembelian Bitcoin yang terus-menerus oleh pemerintah, ditambah penundaan dalam pelaksanaan reformasi pensiun, turut memperumit kesepakatan dengan IMF.

Lembaga tersebut mengungkapkan kekhawatiran atas potensi dampak Bitcoin terhadap stabilitas fiskal. Jika program IMF terganggu, salah satu penopang utama pemulihan utang El Salvador akan melemah. Dalam tiga tahun terakhir, obligasi negara ini mencatatkan return lebih dari 130%, sehingga menjadi salah satu kisah pemulihan yang paling menonjol di pasar negara berkembang.

“IMF mungkin mempermasalahkan jika dana pencairan digunakan untuk menambah Bitcoin. Harga Bitcoin yang sedang turun juga tidak membantu mengurangi kekhawatiran investor,” papar Christopher Mejia, analis sovereign dari emerging market di T Rowe Price, kepada Bloomberg.

IMF menyetujui Extended Fund Facility selama 40 bulan pada 26 Februari 2025, yang membuka akses sekitar US$1,4 miliar, menurut dokumen resmi IMF. Review pertama selesai pada Juni 2025, dengan pencairan sebesar US$231 juta.

Namun, review kedua masih tertahan sejak September, akibat pemerintah menunda publikasi analisis sistem pensiun. Dalam masa itu, El Salvador terus menambah cadangan Bitcoinnya meski berulang kali diperingatkan oleh IMF.

Review ketiga dijadwalkan pada bulan Maret, dan setiap review terkait dengan pencairan pinjaman tambahan berikutnya.

“Pembelian Bitcoin yang dilakukan secara terus-menerus, menurut kami, memang berpotensi menimbulkan tantangan bagi review IMF. Pasar bisa merespons cukup negatif jika penopang dari IMF itu tidak ada lagi.” ujar Jared Lou, pengelola William Blair Emerging Markets Debt Fund.

Sementara itu, pasar obligasi mulai menunjukkan kekhawatiran terhadap prospek fiskal El Salvador. Credit default swaps telah naik ke level tertinggi lima bulan, mencerminkan kegelisahan investor tentang kemampuan negara tersebut dalam memenuhi kewajiban pembayaran utangnya.

Menurut data dari Bloomberg, tahun ini El Salvador harus membayar obligasi senilai US$450 juta, lalu naik menjadi hampir US$700 juta pada tahun depan.

Kebijakan Bitcoin El Salvador kini menjadi isu utama di tengah negosiasi fiskal dan IMF. Hasil review IMF berikut dan jadwal pembayaran obligasi negara bakal sangat berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan investor serta keberlanjutan utang El Salvador ke depan.
Masuk untuk menjelajahi konten lainnya
Jelajahi berita kripto terbaru
⚡️ Ikuti diskusi terbaru di kripto
💬 Berinteraksilah dengan kreator favorit Anda
👍 Nikmati konten yang menarik minat Anda
Email/Nomor Ponsel
Sitemap
Preferensi Cookie
S&K Platform