Kemarin saya menemukan sekelompok data yang membuat saya terdiam. Rata-rata tingkat pemanfaatan robot industri global kurang dari 60%. Artinya, perangkat yang dibeli dengan harga ratusan ribu, setengah waktu hanya tergeletak tidak terpakai. Bukan karena permintaan tidak cukup, tetapi karena penawaran dan permintaan sama sekali tidak sejalan—merek yang beragam, sistem yang tidak saling kompatibel, pengaturan masih harus bergantung pada orang yang menelepon untuk mengoordinasikan. Lebih rumit lagi, era AI telah tiba. Robot tidak lagi hanya alat yang dapat bekerja, mereka dapat belajar dan mengumpulkan pengalaman. Misalnya, sebuah robot perawat yang telah beroperasi di rumah sakit selama tiga tahun, data penghindaran rintangan yang dimilikinya sangat berharga bagi robot logistik yang baru masuk. Namun saat ini, semua data ini terkunci di dalam dinding merek masing-masing, tidak dapat mengalir sama sekali.
Inilah juga alasan saya baru-baru ini melihat @Fabric Foundation —ia ingin melakukan dua hal: pertama, untuk mencocokkan daya komputasi yang tidak terpakai dengan tugas robot secara otomatis, dan kedua, untuk memungkinkan aset data yang dihasilkan oleh robot dapat beredar dan diperdagangkan antar sistem, tanpa harus melihat wajah merek. $ROBO dalam sistem ini adalah bahasa universal, digunakan untuk penetapan harga, penyelesaian, jaminan, dan pemungutan suara. Ada satu detail yang saya rasa cukup penting: diperkenalkannya komputasi yang dapat diverifikasi. Node yang menyelesaikan tugas harus mengirimkan bukti kriptografi, dan hanya setelah kontrak di blockchain diverifikasi, uang baru akan diberikan. Mekanisme ini memberikan beberapa tingkat kepercayaan pada eksekusi terdesentralisasi.
Tingkat pemanfaatan 60% untuk robot industri itu sendiri adalah peluang besar. Jika teknologi dapat sedikit meningkatkan angka ini, maka ruang nilai seluruh ekosistem akan terbuka dengan sendirinya. Masalah efisiensi pasar seperti ini biasanya berkembang lambat, tetapi begitu berjalan, kepastiannya sangat kuat. Tentu saja ada banyak tantangan nyata: bagaimana memverifikasi kualitas tugas? Siapa yang berani menjamin keandalan data sensor? Apakah produsen terkemuka bersedia membuka antarmuka? Semua ini memerlukan waktu untuk memberikan jawabannya. Namun, saya melihat logika $ROBO lebih mirip membangun infrastruktur—menggambar aturan yang jelas untuk pihak yang membutuhkan, node eksekusi, dan node verifikasi, lalu menggunakan insentif agar semua orang mau bermain di dalamnya. Tempat di mana blockchain benar-benar berharga, bukan karena seberapa cepatnya berjalan, tetapi karena seperangkat aturan kolaborasi cukup jelas dan cukup stabil. Setelah aturan ditetapkan, sistem dapat beroperasi sendiri. Inilah alasan saya masih mau mengawasinya. #ROBO
