🚨ANALISIS : Setiap perang besar di Timur Tengah telah meningkatkan harga minyak.
Tetapi yang ini berbeda.
Berikut alasannya 👇
1) 1973 — Perang Yom Kippur
Embargo minyak Arab mengejutkan pasar global.
Harga minyak melonjak dari $3 → $12 per barel (+300%).
Tetapi satu hal tetap terbuka:
Selat Hormuz.
2) 1979 — Revolusi Iran
Produksi minyak Iran turun sekitar 7%.
Harga minyak melonjak +200%.
Sekali lagi…
Selat Hormuz tetap terbuka.
3) 1990 — Perang Teluk
Irak menginvasi Kuwait.
Harga minyak hampir dua kali lipat menjadi $39 per barel.
Tetapi titik penyumbatan minyak yang paling penting di dunia?
Masih terbuka.
4) 2003 — Perang Irak
Sesuatu yang mengejutkan terjadi.
Harga minyak sebenarnya turun setelah invasi saat pasar menyadari rute pasokan masih berfungsi.
Dan ya…
Selat Hormuz tetap terbuka.
5) Perhatikan pola ini?
Setiap konflik besar di Timur Tengah meningkatkan harga minyak…
Tetapi titik penyumbatan minyak yang paling kritis di dunia selalu tetap berfungsi.
6) Kali ini berbeda.
Selat Hormuz secara efektif tertutup.
Lalu lintas tanker telah runtuh dari aliran berat menjadi hampir nol.
Itu berarti 20% dari pasokan minyak harian dunia terblokir.
7) Reaksi pasar sudah sangat besar.
Minyak mentah Brent melonjak menjadi $119,50, tingkat tertinggi sejak pertengahan 2022.
Itu kira-kira +65% sejak perang dimulai.
8) Iran sekarang memperingatkan harga minyak bisa mencapai $200 per barel jika krisis meningkat.
Dan Washington dilaporkan sedang mempertimbangkan langkah yang belum pernah dicoba oleh presiden AS sebelumnya.
9) Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan mengirim pasukan AS untuk secara fisik merebut Pulau Kharg, terminal ekspor minyak utama Iran.
Jika itu terjadi, konflik akan beralih ke fase yang sama sekali baru.
10) Ini bukan tahun 1990-an.
Titik penyumbatan telah tertutup.
Pasukan darat sedang dibahas.
Dan pasar mungkin belum sepenuhnya memperhitungkan risikonya.
Ini bisa menjadi salah satu momen geopolitik yang paling berpengaruh dalam beberapa tahun.
Amati dengan cermat.
#Oil #Iran #Geopolitics #EnergyCrisis #BreakingNews