Di barat liar cryptocurrency, kita terbiasa membicarakan desentralisasi, ketahanan terhadap sensor, dan anonimitas. Namun, ketika kita mengalihkan perhatian pada raksasa bisnis tradisional seperti Nike, Disney, dan Starbucks, kita akan menemukan bahwa tuntutan mereka sangat berbeda. Mereka tidak membutuhkan 'dark web' yang dipenuhi dengan serangan hacker dan risiko regulasi, mereka membutuhkan 'real estat bisnis digital' yang aman, sesuai aturan, dan memenuhi standar etika.
Keunggulan bisnis inti Vanar Chain terletak pada kemampuannya untuk dengan cermat menangkap kekosongan besar di pasar B-end ini. Mereka tidak mencoba menjadi 'blockchain untuk semua orang', melainkan secara tepat memposisikan diri sebagai **'infrastruktur Web3 untuk merek-merek terkemuka global'**.