Binance Square

Wyann

Demystifying The Web 3 World
1 تتابع
1.0K+ المتابعون
437 إعجاب
40 تمّت مُشاركتها
منشورات
PINNED
·
--
عرض الترجمة
Top 5 Tips untuk Trader Crypto Pemula di 2025Industri cryptocurrency terus berkembang dengan cepat, dan tahun 2025 diprediksi akan menjadi tahun yang penuh peluang sekaligus tantangan bagi trader crypto. Untuk pemula yang ingin terjun ke dunia trading, memahami strategi dan prinsip dasar sangatlah penting agar dapat memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan risiko. Berikut adalah lima tips utama yang bisa membantu trader pemula dalam navigasi pasar crypto di tahun 2025. 1. Manajemen Risiko adalah Kunci Salah satu kesalahan terbesar yang sering dilakukan oleh trader pemula adalah tidak memiliki strategi manajemen risiko yang baik. Dalam crypto trading, volatilitas harga sangat tinggi, sehingga risiko kehilangan modal juga besar jika tidak dikelola dengan baik. Gunakan stop-loss orders untuk membatasi potensi kerugian.Jangan pernah mempertaruhkan lebih dari 1-2% dari total modal dalam satu trade.Hindari menggunakan leverage tinggi, terutama jika belum memahami cara kerjanya.Diversifikasi portofolio untuk mengurangi risiko dari satu aset saja. Dengan menerapkan manajemen risiko yang disiplin, trader dapat bertahan lebih lama di pasar dan menghindari kerugian besar akibat pergerakan harga yang ekstrem. 2. Jangan Terjebak FOMO (Fear of Missing Out) FOMO adalah musuh terbesar bagi trader crypto, terutama bagi pemula yang sering merasa takut ketinggalan peluang profit. Biasanya, trader yang mengalami FOMO membeli aset ketika harganya sudah naik tinggi tanpa melakukan analisis yang matang, yang sering kali berujung pada kerugian ketika harga tiba-tiba turun. Cara menghindari FOMO: Tetap berpegang pada strategi trading yang telah dibuat.Jangan membeli aset hanya karena "hype" atau karena banyak orang membicarakannya.Gunakan technical analysis dan fundamental analysis untuk menentukan titik masuk yang tepat.Ingat bahwa pasar crypto selalu memiliki peluang baru setiap saat, jadi tidak perlu terburu-buru. 3. Gunakan Analisis Teknikal dengan Bijak Technical analysis (TA) adalah alat yang sangat berguna bagi trader untuk mengidentifikasi tren harga, menentukan level support dan resistance, serta memprediksi pergerakan harga di masa depan. Beberapa indikator teknikal yang wajib dipahami oleh trader pemula: Moving Averages (MA): Membantu mengidentifikasi tren jangka pendek dan jangka panjang.Relative Strength Index (RSI): Menunjukkan apakah aset sedang dalam kondisi overbought atau oversold.Bollinger Bands: Mengukur volatilitas harga dan membantu dalam menentukan titik entry dan exit.Volume Trading: Memberikan gambaran tentang kekuatan tren yang sedang terjadi. Menggunakan kombinasi beberapa indikator di atas dapat membantu trader membuat keputusan trading yang lebih objektif dan terhindar dari kesalahan akibat emosi. 4. Diversifikasi Portofolio untuk Mengurangi Risiko Jangan menaruh semua modal hanya dalam satu aset crypto. Pasar crypto sangat fluktuatif, dan meskipun satu aset bisa mengalami kenaikan harga drastis, aset lain bisa mengalami penurunan tajam. Strategi diversifikasi yang baik: Investasikan sebagian modal ke Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) sebagai aset blue-chip dengan fundamental kuat.Alokasikan sebagian modal ke altcoins potensial yang memiliki ekosistem berkembang.Sisihkan sebagian modal untuk stablecoins guna mengamankan keuntungan saat pasar turun.Pertimbangkan alokasi kecil pada proyek DeFi, NFT, atau layer-2 yang memiliki prospek menarik. Dengan diversifikasi yang baik, trader dapat mengurangi risiko kerugian besar akibat pergerakan harga satu aset tertentu. 5. Gunakan Beberapa Exchange untuk Fleksibilitas dan Keamanan Menggunakan lebih dari satu exchange dapat memberikan berbagai keuntungan bagi trader, baik dari segi fleksibilitas maupun keamanan. Beberapa alasan mengapa trader sebaiknya memiliki akun di lebih dari satu platform: Akses ke lebih banyak aset: Tidak semua exchange menawarkan aset yang sama, jadi dengan memiliki beberapa akun, trader bisa lebih fleksibel dalam memilih aset yang ingin diperdagangkan.Perbedaan likuiditas dan spread: Beberapa exchange memiliki likuiditas yang lebih baik dan spread yang lebih kecil, yang dapat membantu mengoptimalkan profit.Keamanan dana: Jika satu exchange mengalami kendala teknis atau peretasan, trader masih memiliki opsi untuk menggunakan platform lain tanpa kehilangan akses ke modal mereka.Akses ke fitur trading yang berbeda: Beberapa exchange menawarkan fitur khusus seperti futures trading, margin trading, atau staking rewards yang bisa dimanfaatkan sesuai dengan strategi trading. Kesimpulan Menjadi trader crypto yang sukses tidak hanya bergantung pada keberuntungan, tetapi juga pada strategi yang baik, disiplin, dan pemahaman yang mendalam tentang pasar. Dengan menerapkan lima tips di atas—manajemen risiko yang disiplin, menghindari FOMO, menggunakan technical analysis, diversifikasi portofolio, dan memanfaatkan beberapa exchange—trader pemula dapat meningkatkan peluang sukses dan mengurangi risiko di pasar crypto yang dinamis. Tahun 2025 akan menjadi tahun yang menarik bagi industri crypto, dengan banyak perkembangan teknologi dan regulasi yang dapat mempengaruhi harga aset digital. Dengan persiapan yang matang, trader dapat menghadapi tantangan dan peluang yang ada dengan lebih percaya diri. #Binance #BinanceAlphaAlert

Top 5 Tips untuk Trader Crypto Pemula di 2025

Industri cryptocurrency terus berkembang dengan cepat, dan tahun 2025 diprediksi akan menjadi tahun yang penuh peluang sekaligus tantangan bagi trader crypto. Untuk pemula yang ingin terjun ke dunia trading, memahami strategi dan prinsip dasar sangatlah penting agar dapat memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan risiko. Berikut adalah lima tips utama yang bisa membantu trader pemula dalam navigasi pasar crypto di tahun 2025.
1. Manajemen Risiko adalah Kunci
Salah satu kesalahan terbesar yang sering dilakukan oleh trader pemula adalah tidak memiliki strategi manajemen risiko yang baik. Dalam crypto trading, volatilitas harga sangat tinggi, sehingga risiko kehilangan modal juga besar jika tidak dikelola dengan baik.
Gunakan stop-loss orders untuk membatasi potensi kerugian.Jangan pernah mempertaruhkan lebih dari 1-2% dari total modal dalam satu trade.Hindari menggunakan leverage tinggi, terutama jika belum memahami cara kerjanya.Diversifikasi portofolio untuk mengurangi risiko dari satu aset saja.
Dengan menerapkan manajemen risiko yang disiplin, trader dapat bertahan lebih lama di pasar dan menghindari kerugian besar akibat pergerakan harga yang ekstrem.

2. Jangan Terjebak FOMO (Fear of Missing Out)
FOMO adalah musuh terbesar bagi trader crypto, terutama bagi pemula yang sering merasa takut ketinggalan peluang profit. Biasanya, trader yang mengalami FOMO membeli aset ketika harganya sudah naik tinggi tanpa melakukan analisis yang matang, yang sering kali berujung pada kerugian ketika harga tiba-tiba turun.
Cara menghindari FOMO:
Tetap berpegang pada strategi trading yang telah dibuat.Jangan membeli aset hanya karena "hype" atau karena banyak orang membicarakannya.Gunakan technical analysis dan fundamental analysis untuk menentukan titik masuk yang tepat.Ingat bahwa pasar crypto selalu memiliki peluang baru setiap saat, jadi tidak perlu terburu-buru.

3. Gunakan Analisis Teknikal dengan Bijak
Technical analysis (TA) adalah alat yang sangat berguna bagi trader untuk mengidentifikasi tren harga, menentukan level support dan resistance, serta memprediksi pergerakan harga di masa depan.
Beberapa indikator teknikal yang wajib dipahami oleh trader pemula:
Moving Averages (MA): Membantu mengidentifikasi tren jangka pendek dan jangka panjang.Relative Strength Index (RSI): Menunjukkan apakah aset sedang dalam kondisi overbought atau oversold.Bollinger Bands: Mengukur volatilitas harga dan membantu dalam menentukan titik entry dan exit.Volume Trading: Memberikan gambaran tentang kekuatan tren yang sedang terjadi.
Menggunakan kombinasi beberapa indikator di atas dapat membantu trader membuat keputusan trading yang lebih objektif dan terhindar dari kesalahan akibat emosi.

4. Diversifikasi Portofolio untuk Mengurangi Risiko
Jangan menaruh semua modal hanya dalam satu aset crypto. Pasar crypto sangat fluktuatif, dan meskipun satu aset bisa mengalami kenaikan harga drastis, aset lain bisa mengalami penurunan tajam.
Strategi diversifikasi yang baik:
Investasikan sebagian modal ke Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) sebagai aset blue-chip dengan fundamental kuat.Alokasikan sebagian modal ke altcoins potensial yang memiliki ekosistem berkembang.Sisihkan sebagian modal untuk stablecoins guna mengamankan keuntungan saat pasar turun.Pertimbangkan alokasi kecil pada proyek DeFi, NFT, atau layer-2 yang memiliki prospek menarik.
Dengan diversifikasi yang baik, trader dapat mengurangi risiko kerugian besar akibat pergerakan harga satu aset tertentu.

5. Gunakan Beberapa Exchange untuk Fleksibilitas dan Keamanan
Menggunakan lebih dari satu exchange dapat memberikan berbagai keuntungan bagi trader, baik dari segi fleksibilitas maupun keamanan. Beberapa alasan mengapa trader sebaiknya memiliki akun di lebih dari satu platform:
Akses ke lebih banyak aset: Tidak semua exchange menawarkan aset yang sama, jadi dengan memiliki beberapa akun, trader bisa lebih fleksibel dalam memilih aset yang ingin diperdagangkan.Perbedaan likuiditas dan spread: Beberapa exchange memiliki likuiditas yang lebih baik dan spread yang lebih kecil, yang dapat membantu mengoptimalkan profit.Keamanan dana: Jika satu exchange mengalami kendala teknis atau peretasan, trader masih memiliki opsi untuk menggunakan platform lain tanpa kehilangan akses ke modal mereka.Akses ke fitur trading yang berbeda: Beberapa exchange menawarkan fitur khusus seperti futures trading, margin trading, atau staking rewards yang bisa dimanfaatkan sesuai dengan strategi trading.
Kesimpulan
Menjadi trader crypto yang sukses tidak hanya bergantung pada keberuntungan, tetapi juga pada strategi yang baik, disiplin, dan pemahaman yang mendalam tentang pasar. Dengan menerapkan lima tips di atas—manajemen risiko yang disiplin, menghindari FOMO, menggunakan technical analysis, diversifikasi portofolio, dan memanfaatkan beberapa exchange—trader pemula dapat meningkatkan peluang sukses dan mengurangi risiko di pasar crypto yang dinamis.
Tahun 2025 akan menjadi tahun yang menarik bagi industri crypto, dengan banyak perkembangan teknologi dan regulasi yang dapat mempengaruhi harga aset digital. Dengan persiapan yang matang, trader dapat menghadapi tantangan dan peluang yang ada dengan lebih percaya diri.

#Binance #BinanceAlphaAlert
PINNED
·
--
6 طرق للحصول على العملات المشفرة مجانًا في عام 2024!!وفي هذه المقالة سنحاول مناقشة كيفية الحصول عليها التشفير مجانا. هناك عدة طرق يمكننا من خلالها القيام بذلك، خاصة في منصة Binance هذه. 1. كسب بينانس 🚀 Binance Earn عبارة عن منصة ضمن نظام Binance البيئي تجعل ذلك ممكنًا المستخدمين لكسب دخل سلبي من مقتنيات العملة المشفرة هم. تقدم هذه المنصة مجموعة متنوعة من المنتجات والخدمات المالية مصممة لمساعدة المستخدمين على زيادة أصول التشفير الخاصة بهم من خلال التوقيع المساحي، والادخار، وزراعة الغلة، وغيرها.

6 طرق للحصول على العملات المشفرة مجانًا في عام 2024!!

وفي هذه المقالة سنحاول مناقشة كيفية الحصول عليها
التشفير مجانا. هناك عدة طرق يمكننا من خلالها القيام بذلك، خاصة في
منصة Binance هذه.

1. كسب بينانس 🚀

Binance Earn عبارة عن منصة ضمن نظام Binance البيئي تجعل ذلك ممكنًا
المستخدمين لكسب دخل سلبي من مقتنيات العملة المشفرة
هم. تقدم هذه المنصة مجموعة متنوعة من المنتجات والخدمات المالية
مصممة لمساعدة المستخدمين على زيادة أصول التشفير الخاصة بهم من خلال
التوقيع المساحي، والادخار، وزراعة الغلة، وغيرها.
·
--
عرض الترجمة
Apakah Dogecoin Masih Punya Potensi? Update Prospek DOGE di Tengah Perubahan Market CryptoDogecoin (DOGE) sering dianggap sebagai “meme coin OG” yang hidup dari hype dan tweet Elon Musk. Namun memasuki fase market saat ini, muncul pertanyaan yang lebih relevan bagi investor: apakah Dogecoin masih punya potensi, atau sudah kehilangan daya tariknya? Dengan Elon Musk yang sudah lama tidak lagi aktif mempromosikan DOGE secara eksplisit, dan pasar crypto yang kini lebih fokus pada utility, AI, dan on-chain activity, DOGE berada di persimpangan penting. Meski begitu, jika dilihat lebih dalam, Dogecoin belum sepenuhnya kehilangan relevansinya—terutama dari sisi teknikal dan struktur market. $DOGE {spot}(DOGEUSDT) Dogecoin Tanpa Elon Musk: Apakah Masih Relevan? Tidak bisa dipungkiri, lonjakan besar DOGE di masa lalu sangat dipengaruhi oleh Elon Musk. Tweet, meme, hingga integrasi simbolik dengan Twitter/X pernah menjadi katalis utama. Namun di 2024–2025, Musk relatif jarang menyebut DOGE secara langsung, dan narasi tersebut mulai memudar. Ini justru menjadi ujian penting bagi Dogecoin: Apakah DOGE hanya bergantung pada hype? Atau ia sudah berkembang menjadi aset spekulatif yang berdiri sendiri? Fakta menariknya, meski tanpa dorongan besar dari Elon, DOGE masih bertahan di jajaran top market cap crypto, memiliki likuiditas tinggi, dan tetap menjadi salah satu aset favorit trader ritel. Struktur Market DOGE: Masih Ada Daya Tarik? Dari sudut pandang market structure, Dogecoin memiliki satu keunggulan besar: liquidity dan familiarity. DOGE adalah salah satu aset yang: Mudah diperdagangkanSpread relatif kecilBanyak digunakan sebagai “proxy risk-on” saat market altcoin memanas Dalam banyak siklus sebelumnya, DOGE sering menjadi: Leading indicator untuk meme coin seasonKetika DOGE mulai bergerak stabil atau breakout dari fase konsolidasi panjang, biasanya disusul oleh:Meme coins lainLow-cap speculative assetsLonjakan volume ritel Analisis Teknikal: DOGE Masih Menarik Secara Chart Secara teknikal, DOGE saat ini justru terlihat lebih sehat dibanding fase euforia sebelumnya. Beberapa poin penting dari technical perspective: DOGE berada di area long-term support zone terhadap Bitcoin (DOGE/BTC)Harga saat ini masih bertahan di area demand historisRSI berada di area netral, tidak overboughtTidak ada parabolic move ekstrem → volatilitas lebih terkontrol Struktur ini sering kali menjadi ciri fase accumulation, bukan distribusi agresif. Artinya, meski belum ada katalis besar, tekanan jual juga relatif terbatas. Bagi trader teknikal, kondisi seperti ini sering dianggap menarik karena: Risk-to-reward lebih terukurDownside relatif terbatas selama support bertahanUpside bisa terbuka jika market sentiment berubah DOGE vs Meme Coin Baru: Kalah Menarik? Memang benar, dibanding meme coin generasi baru yang lebih agresif secara narrative (AI meme, Solana meme, Base meme), DOGE terlihat “kurang seksi”. Namun justru di situlah keunggulannya: DOGE adalah meme coin yang sudah “battle-tested”Tidak bergantung pada satu chain baruTidak terlalu rentan terhadap rug pullLikuiditas besar membuat exit lebih mudah Bagi sebagian investor, DOGE berfungsi sebagai: “Blue-chip meme coin”Bukan untuk gain ekstrem 100x, tetapi untuk exposure ke meme narrative dengan risiko yang relatif lebih rendah. Apa yang Bisa Menjadi Katalis untuk DOGE? $SHIB {spot}(SHIBUSDT) Meski saat ini terlihat tenang, beberapa potensi katalis tetap perlu diperhatikan: Meme Coin Rotation Saat investor mulai keluar dari meme coin kecil berisiko tinggi, dana sering berputar kembali ke DOGE sebagai aset yang lebih stabil. Bullish Market Sentiment DOGE sangat sensitif terhadap risk-on environment. Jika Bitcoin dan Ethereum kembali kuat, DOGE biasanya ikut terdorong. Integrasi Ekosistem Meski lambat, Dogecoin masih punya peluang integrasi lebih luas sebagai payment token, terutama di komunitas ritel. Narrative Revival Sejarah menunjukkan bahwa meme narrative bisa kembali kapan saja—dan DOGE hampir selalu ikut terbawa. Risiko yang Perlu Dipahami Investor Namun, penting juga untuk bersikap realistis. DOGE memiliki keterbatasan: Tidak ada roadmap teknologi agresifTidak menawarkan yield, DeFi, atau AI narrativeSupply inflasi tetap berjalanSangat bergantung pada market sentiment DOGE bukan aset untuk “fundamental compounding”, melainkan lebih cocok sebagai: Tactical trade atau sentiment playKesimpulan: Apakah DOGE Masih Layak Dipertimbangkan? Dogecoin mungkin sudah tidak lagi menjadi pusat perhatian seperti dulu, tetapi belum bisa dikatakan mati. Tanpa Elon Musk sekalipun, DOGE masih memiliki: Likuiditas kuatBasis komunitas besarStruktur teknikal yang relatif stabilPeran penting dalam meme coin cycle DOGE mungkin tidak menuju $1 dalam waktu dekat, namun bagi trader dan investor yang memahami siklus market, DOGE masih relevan sebagai aset spekulatif dengan risk yang terukur. Dalam market crypto, aset yang “terlalu sepi” sering kali justru menjadi menarik—asal tahu kapan masuk dan kapan keluar. Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif dan bukan merupakan saran investasi. Cryptocurrency memiliki volatilitas tinggi dan risiko besar. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan manajemen risiko yang sesuai sebelum mengambil keputusan trading atau investasi.

Apakah Dogecoin Masih Punya Potensi? Update Prospek DOGE di Tengah Perubahan Market Crypto

Dogecoin (DOGE) sering dianggap sebagai “meme coin OG” yang hidup dari hype dan tweet Elon Musk. Namun memasuki fase market saat ini, muncul pertanyaan yang lebih relevan bagi investor: apakah Dogecoin masih punya potensi, atau sudah kehilangan daya tariknya?

Dengan Elon Musk yang sudah lama tidak lagi aktif mempromosikan DOGE secara eksplisit, dan pasar crypto yang kini lebih fokus pada utility, AI, dan on-chain activity, DOGE berada di persimpangan penting. Meski begitu, jika dilihat lebih dalam, Dogecoin belum sepenuhnya kehilangan relevansinya—terutama dari sisi teknikal dan struktur market.
$DOGE

Dogecoin Tanpa Elon Musk: Apakah Masih Relevan?
Tidak bisa dipungkiri, lonjakan besar DOGE di masa lalu sangat dipengaruhi oleh Elon Musk. Tweet, meme, hingga integrasi simbolik dengan Twitter/X pernah menjadi katalis utama. Namun di 2024–2025, Musk relatif jarang menyebut DOGE secara langsung, dan narasi tersebut mulai memudar.
Ini justru menjadi ujian penting bagi Dogecoin:
Apakah DOGE hanya bergantung pada hype?
Atau ia sudah berkembang menjadi aset spekulatif yang berdiri sendiri?
Fakta menariknya, meski tanpa dorongan besar dari Elon, DOGE masih bertahan di jajaran top market cap crypto, memiliki likuiditas tinggi, dan tetap menjadi salah satu aset favorit trader ritel.

Struktur Market DOGE: Masih Ada Daya Tarik?
Dari sudut pandang market structure, Dogecoin memiliki satu keunggulan besar: liquidity dan familiarity. DOGE adalah salah satu aset yang:
Mudah diperdagangkanSpread relatif kecilBanyak digunakan sebagai “proxy risk-on” saat market altcoin memanas
Dalam banyak siklus sebelumnya, DOGE sering menjadi:
Leading indicator untuk meme coin seasonKetika DOGE mulai bergerak stabil atau breakout dari fase konsolidasi panjang, biasanya disusul oleh:Meme coins lainLow-cap speculative assetsLonjakan volume ritel

Analisis Teknikal: DOGE Masih Menarik Secara Chart
Secara teknikal, DOGE saat ini justru terlihat lebih sehat dibanding fase euforia sebelumnya.
Beberapa poin penting dari technical perspective:
DOGE berada di area long-term support zone terhadap Bitcoin (DOGE/BTC)Harga saat ini masih bertahan di area demand historisRSI berada di area netral, tidak overboughtTidak ada parabolic move ekstrem → volatilitas lebih terkontrol
Struktur ini sering kali menjadi ciri fase accumulation, bukan distribusi agresif. Artinya, meski belum ada katalis besar, tekanan jual juga relatif terbatas.
Bagi trader teknikal, kondisi seperti ini sering dianggap menarik karena:
Risk-to-reward lebih terukurDownside relatif terbatas selama support bertahanUpside bisa terbuka jika market sentiment berubah
DOGE vs Meme Coin Baru: Kalah Menarik?
Memang benar, dibanding meme coin generasi baru yang lebih agresif secara narrative (AI meme, Solana meme, Base meme), DOGE terlihat “kurang seksi”.
Namun justru di situlah keunggulannya:
DOGE adalah meme coin yang sudah “battle-tested”Tidak bergantung pada satu chain baruTidak terlalu rentan terhadap rug pullLikuiditas besar membuat exit lebih mudah
Bagi sebagian investor, DOGE berfungsi sebagai:
“Blue-chip meme coin”Bukan untuk gain ekstrem 100x, tetapi untuk exposure ke meme narrative dengan risiko yang relatif lebih rendah.
Apa yang Bisa Menjadi Katalis untuk DOGE?
$SHIB

Meski saat ini terlihat tenang, beberapa potensi katalis tetap perlu diperhatikan:
Meme Coin Rotation
Saat investor mulai keluar dari meme coin kecil berisiko tinggi, dana sering berputar kembali ke DOGE sebagai aset yang lebih stabil.
Bullish Market Sentiment
DOGE sangat sensitif terhadap risk-on environment. Jika Bitcoin dan Ethereum kembali kuat, DOGE biasanya ikut terdorong.
Integrasi Ekosistem
Meski lambat, Dogecoin masih punya peluang integrasi lebih luas sebagai payment token, terutama di komunitas ritel.
Narrative Revival
Sejarah menunjukkan bahwa meme narrative bisa kembali kapan saja—dan DOGE hampir selalu ikut terbawa.
Risiko yang Perlu Dipahami Investor
Namun, penting juga untuk bersikap realistis. DOGE memiliki keterbatasan:
Tidak ada roadmap teknologi agresifTidak menawarkan yield, DeFi, atau AI narrativeSupply inflasi tetap berjalanSangat bergantung pada market sentiment
DOGE bukan aset untuk “fundamental compounding”, melainkan lebih cocok sebagai:
Tactical trade atau sentiment playKesimpulan: Apakah DOGE Masih Layak Dipertimbangkan?
Dogecoin mungkin sudah tidak lagi menjadi pusat perhatian seperti dulu, tetapi belum bisa dikatakan mati. Tanpa Elon Musk sekalipun, DOGE masih memiliki:
Likuiditas kuatBasis komunitas besarStruktur teknikal yang relatif stabilPeran penting dalam meme coin cycle
DOGE mungkin tidak menuju $1 dalam waktu dekat, namun bagi trader dan investor yang memahami siklus market, DOGE masih relevan sebagai aset spekulatif dengan risk yang terukur.
Dalam market crypto, aset yang “terlalu sepi” sering kali justru menjadi menarik—asal tahu kapan masuk dan kapan keluar.

Disclaimer:

Artikel ini bersifat edukatif dan bukan merupakan saran investasi. Cryptocurrency memiliki volatilitas tinggi dan risiko besar. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan manajemen risiko yang sesuai sebelum mengambil keputusan trading atau investasi.
·
--
ما هي العملات الخاصة ولماذا عادت للارتفاع؟ أفضل العملات الخاصة؟!في ظل تزايد اعتماد العملات المشفرة من قبل المؤسسات والرقابة التنظيمية المتزايدة، يظهر تناقض كبير في عالم العملات الرقمية: كلما كانت البلوكتشين أكثر شفافية، زادت الحاجة إلى الخصوصية. هذه هي الأسباب التي تجعل العملات الخاصة تعود مرة أخرى إلى دائرة الضوء في 2025. بعد أن تم تهميشها بسبب قضايا تنظيمية وإزالة القوائم في بعض البورصات الكبرى، تظهر العملات الخاصة الآن علامات على الانتعاش. زيادة في الحجم، وعودة النقاشات بشكل مكثف، وبدأ المستثمرون ينظرون إليها كوسيلة تحوط ضد عصر التمويل الرقابي.

ما هي العملات الخاصة ولماذا عادت للارتفاع؟ أفضل العملات الخاصة؟!

في ظل تزايد اعتماد العملات المشفرة من قبل المؤسسات والرقابة التنظيمية المتزايدة، يظهر تناقض كبير في عالم العملات الرقمية: كلما كانت البلوكتشين أكثر شفافية، زادت الحاجة إلى الخصوصية. هذه هي الأسباب التي تجعل العملات الخاصة تعود مرة أخرى إلى دائرة الضوء في 2025.
بعد أن تم تهميشها بسبب قضايا تنظيمية وإزالة القوائم في بعض البورصات الكبرى، تظهر العملات الخاصة الآن علامات على الانتعاش. زيادة في الحجم، وعودة النقاشات بشكل مكثف، وبدأ المستثمرون ينظرون إليها كوسيلة تحوط ضد عصر التمويل الرقابي.
·
--
عرض الترجمة
Crypto di 2026: Tren Utama & Narasi Besar yang Bisa Memicu Bull Market BerikutnyaSetiap bull market kripto selalu lahir dari narasi besar. Bitcoin 2017 didorong oleh ICO boom, 2021 oleh DeFi, NFT, dan stimulus global. Lalu pertanyaannya sekarang: Apa yang akan menjadi pemicu bull market berikutnya di 2026? Setelah volatilitas tinggi di 2024–2025, pasar kripto mulai memasuki fase reset narasi. Harga boleh sideways, bahkan terkoreksi, tetapi di balik layar—fondasi teknologi, regulasi, dan adopsi institusional terus bergerak. Artikel ini membahas tren utama dan narasi besar yang berpotensi menjadi bahan bakar bull market kripto di 2026—dan bagaimana investor bisa membaca arah pasar lebih awal. $BTC {spot}(BTCUSDT) 2025 Sebagai Tahun Transisi: Dari Spekulasi ke Struktur Sebelum membahas 2026, penting memahami posisi pasar saat ini. Tahun 2025 cenderung menjadi: Tahun konsolidasi setelah reli besarMasa pengujian regulasiFase akumulasi institusiPembersihan leverage berlebihan Dalam siklus kripto, fase seperti ini sering menjadi fondasi bull market selanjutnya, bukan akhir dari pertumbuhan. $SOL {future}(SOLUSDT) 7 Tren & Narasi Besar Crypto di 2026 1. Institutional-First Crypto Market Jika bull run sebelumnya digerakkan oleh retail, maka 2026 berpotensi menjadi bull market institusional sepenuhnya. Beberapa tanda kuat: Spot ETF Bitcoin & Ethereum menjadi produk standar di portofolioBank, fund manager, dan pension funds mulai menggunakan crypto sebagai hedging assetInfrastruktur custody, compliance, dan settlement makin matang Narasi kripto akan bergeser dari: “high-risk speculative asset” menjadi “alternative macro asset class” Ini menciptakan demand yang lebih stabil dan jangka panjang. 2. Tokenization of Real-World Assets (RWA) Masuk Fase Mass Adoption RWA bukan sekadar buzzword lagi. Di 2026, kita bisa melihat: Tokenized treasuriesOnchain private creditTokenized equity & commoditiesInstitutional yield products onchain Blockchain berubah menjadi financial settlement layer, bukan sekadar DeFi playground. Narasi ini penting karena: Menghubungkan TradFi dan DeFiMembawa likuiditas triliunan dolar ke onchainMengurangi volatilitas sistemik RWA bisa menjadi “DeFi 2.0” yang jauh lebih matang. 3. Bitcoin DeFi & Yield-Bearing BTC Bitcoin tidak lagi hanya disimpan—ia mulai bekerja. Tren menuju 2026: Liquid staking BitcoinRestaked BTCBTC sebagai collateral di lending dan derivativesNative Bitcoin yield tanpa centralized risk Narasi ini mengubah Bitcoin dari: store of value pasif menjadi productive onchain capital Ini membuka triliunan dolar likuiditas dormant. $ASTER {alpha}(560x000ae314e2a2172a039b26378814c252734f556a) 4. AI x Crypto: Dari Eksperimen ke Infrastruktur AI dan crypto mulai menemukan titik temu yang nyata. Di 2026, fokusnya bukan lagi: Meme AIToken tanpa utility Melainkan: Decentralized computeAI agents dengan onchain executionData marketplacesAI-native dApps Crypto menyediakan: Permissionless settlementOwnership layerIncentive alignment AI menyediakan: AutomationProductivityScale Gabungan ini berpotensi menciptakan narasi teknologi terbesar berikutnya. 5. Layer-2, Modular Blockchain & Interoperability Blockchain masa depan bukan satu chain, tetapi jaringan chain. Tren yang menguat: Rollups sebagai default scalingModular stack (execution, DA, settlement terpisah)Cross-chain liquidity tanpa bridge riskIntent-based transactions User experience akan berubah drastis: Gas abstractedCross-chain tanpa sadarWallet sebagai super-app Ketika UX membaik, adopsi massal menjadi mungkin. 6. Regulatory Clarity Sebagai Katalis, Bukan Ancaman Regulasi sering dianggap musuh crypto, padahal justru sebaliknya. Menuju 2026: Stablecoin regulation menjadi jelasETF altcoin mulai bermunculanCompliance-native DeFi Narasi akan bergeser dari: “crypto vs government” menjadi “crypto as regulated financial infrastructure” Ini membuka pintu untuk: BankAsuransiCorporate treasury 7. Capital Rotation: Dari Bitcoin ke Altcoins Berkualitas Sejarah bull market selalu sama: Bitcoin naik duluEthereum menyusulAltcoins berkualitas ikut rallyBaru spekulasi ekstrem muncul Bull market 2026 kemungkinan: Lebih selektifLebih fundamentals-drivenLebih terstruktur Altcoins dengan: RevenueCash flowReal users akan outperform token spekulatif. Disclaimer Artikel ini bersifat edukatif dan bukan saran investasi. Pasar kripto sangat volatil. Selalu lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko Anda sebelum berinvestasi.

Crypto di 2026: Tren Utama & Narasi Besar yang Bisa Memicu Bull Market Berikutnya

Setiap bull market kripto selalu lahir dari narasi besar.

Bitcoin 2017 didorong oleh ICO boom, 2021 oleh DeFi, NFT, dan stimulus global. Lalu pertanyaannya sekarang:
Apa yang akan menjadi pemicu bull market berikutnya di 2026?
Setelah volatilitas tinggi di 2024–2025, pasar kripto mulai memasuki fase reset narasi. Harga boleh sideways, bahkan terkoreksi, tetapi di balik layar—fondasi teknologi, regulasi, dan adopsi institusional terus bergerak.
Artikel ini membahas tren utama dan narasi besar yang berpotensi menjadi bahan bakar bull market kripto di 2026—dan bagaimana investor bisa membaca arah pasar lebih awal.
$BTC

2025 Sebagai Tahun Transisi: Dari Spekulasi ke Struktur
Sebelum membahas 2026, penting memahami posisi pasar saat ini.
Tahun 2025 cenderung menjadi:
Tahun konsolidasi setelah reli besarMasa pengujian regulasiFase akumulasi institusiPembersihan leverage berlebihan

Dalam siklus kripto, fase seperti ini sering menjadi fondasi bull market selanjutnya, bukan akhir dari pertumbuhan.
$SOL

7 Tren & Narasi Besar Crypto di 2026
1. Institutional-First Crypto Market
Jika bull run sebelumnya digerakkan oleh retail, maka 2026 berpotensi menjadi bull market institusional sepenuhnya.
Beberapa tanda kuat:
Spot ETF Bitcoin & Ethereum menjadi produk standar di portofolioBank, fund manager, dan pension funds mulai menggunakan crypto sebagai hedging assetInfrastruktur custody, compliance, dan settlement makin matang

Narasi kripto akan bergeser dari:

“high-risk speculative asset”

menjadi

“alternative macro asset class”
Ini menciptakan demand yang lebih stabil dan jangka panjang.
2. Tokenization of Real-World Assets (RWA) Masuk Fase Mass Adoption
RWA bukan sekadar buzzword lagi.
Di 2026, kita bisa melihat:
Tokenized treasuriesOnchain private creditTokenized equity & commoditiesInstitutional yield products onchain
Blockchain berubah menjadi financial settlement layer, bukan sekadar DeFi playground.
Narasi ini penting karena:
Menghubungkan TradFi dan DeFiMembawa likuiditas triliunan dolar ke onchainMengurangi volatilitas sistemik

RWA bisa menjadi “DeFi 2.0” yang jauh lebih matang.
3. Bitcoin DeFi & Yield-Bearing BTC
Bitcoin tidak lagi hanya disimpan—ia mulai bekerja.
Tren menuju 2026:
Liquid staking BitcoinRestaked BTCBTC sebagai collateral di lending dan derivativesNative Bitcoin yield tanpa centralized risk
Narasi ini mengubah Bitcoin dari:
store of value pasif

menjadi

productive onchain capital
Ini membuka triliunan dolar likuiditas dormant.
$ASTER
{alpha}(560x000ae314e2a2172a039b26378814c252734f556a)

4. AI x Crypto: Dari Eksperimen ke Infrastruktur

AI dan crypto mulai menemukan titik temu yang nyata.
Di 2026, fokusnya bukan lagi:
Meme AIToken tanpa utility
Melainkan:
Decentralized computeAI agents dengan onchain executionData marketplacesAI-native dApps

Crypto menyediakan:
Permissionless settlementOwnership layerIncentive alignment

AI menyediakan:
AutomationProductivityScale

Gabungan ini berpotensi menciptakan narasi teknologi terbesar berikutnya.
5. Layer-2, Modular Blockchain & Interoperability
Blockchain masa depan bukan satu chain, tetapi jaringan chain.
Tren yang menguat:
Rollups sebagai default scalingModular stack (execution, DA, settlement terpisah)Cross-chain liquidity tanpa bridge riskIntent-based transactions

User experience akan berubah drastis:
Gas abstractedCross-chain tanpa sadarWallet sebagai super-app
Ketika UX membaik, adopsi massal menjadi mungkin.
6. Regulatory Clarity Sebagai Katalis, Bukan Ancaman

Regulasi sering dianggap musuh crypto, padahal justru sebaliknya.
Menuju 2026:
Stablecoin regulation menjadi jelasETF altcoin mulai bermunculanCompliance-native DeFi

Narasi akan bergeser dari:

“crypto vs government”

menjadi

“crypto as regulated financial infrastructure”
Ini membuka pintu untuk:
BankAsuransiCorporate treasury
7. Capital Rotation: Dari Bitcoin ke Altcoins Berkualitas
Sejarah bull market selalu sama:
Bitcoin naik duluEthereum menyusulAltcoins berkualitas ikut rallyBaru spekulasi ekstrem muncul
Bull market 2026 kemungkinan:
Lebih selektifLebih fundamentals-drivenLebih terstruktur

Altcoins dengan:
RevenueCash flowReal users akan outperform token spekulatif.

Disclaimer
Artikel ini bersifat edukatif dan bukan saran investasi. Pasar kripto sangat volatil. Selalu lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko Anda sebelum berinvestasi.
·
--
هل سيتخطى البيتكوين 100000 دولار قبل 2026؟ ماذا تشير إليه أسواق التنبؤ والاتجاهات الكليةبعد تجاوز فترة الاضطراب في منتصف عام 2025 - بدءًا من التصحيح الحاد لـ BTC إلى منطقة 101000 دولار، والتصفية الرافعة، وصولًا إلى القلق الجيوسياسي - تبرز الآن سؤال كبير بين المستثمرين العالميين: هل يمكن أن يعود البيتكوين لاختراق 100000 دولار قبل دخول عام 2026؟ وما هي الإشارات من أسواق التنبؤ، والسيولة العالمية، والمؤشرات الكلية التي تدعم هذا الارتفاع؟ على الرغم من أن سعر البيتكوين قد تحرك جانبياً في منطقة 105000 - 110000 دولار، إلا أن العديد من المؤشرات تشير إلى أن BTC لا يزال في مرحلة التوحيد المتوسطة، وليس نهاية الارتفاع. حتى أن أسواق التنبؤ مثل Polymarket تظهر احتمالية متزايدة للتعافي.

هل سيتخطى البيتكوين 100000 دولار قبل 2026؟ ماذا تشير إليه أسواق التنبؤ والاتجاهات الكلية

بعد تجاوز فترة الاضطراب في منتصف عام 2025 - بدءًا من التصحيح الحاد لـ BTC إلى منطقة 101000 دولار، والتصفية الرافعة، وصولًا إلى القلق الجيوسياسي - تبرز الآن سؤال كبير بين المستثمرين العالميين:
هل يمكن أن يعود البيتكوين لاختراق 100000 دولار قبل دخول عام 2026؟

وما هي الإشارات من أسواق التنبؤ، والسيولة العالمية، والمؤشرات الكلية التي تدعم هذا الارتفاع؟
على الرغم من أن سعر البيتكوين قد تحرك جانبياً في منطقة 105000 - 110000 دولار، إلا أن العديد من المؤشرات تشير إلى أن BTC لا يزال في مرحلة التوحيد المتوسطة، وليس نهاية الارتفاع. حتى أن أسواق التنبؤ مثل Polymarket تظهر احتمالية متزايدة للتعافي.
·
--
عرض الترجمة
Will Bitcoin Recover Before the End of 2025? Akankah BTC Mencapai $130.000 di Akhir Tahun?Setelah mencapai all-time high $125.000 pada kuartal kedua 2025, Bitcoin menghadapi koreksi tajam hingga menyentuh area $101.000, sebelum kembali stabil di kisaran $107.000–$110.000. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar yang kini menjadi fokus para investor global: Bisakah Bitcoin pulih sebelum akhir 2025? Dan apakah BTC masih memiliki peluang untuk menembus $130.000 sebelum tahun berakhir? Dengan kondisi makro yang mulai membaik, perkiraan kebijakan The Fed yang semakin dovish, serta potensi berakhirnya pemerintah AS shutdown, peluang pemulihan Bitcoin justru semakin terbuka lebar. Berikut analisis lengkapnya—mengapa Bitcoin masih memiliki jalan menuju pemulihan, dan apa faktor yang dapat membawa harga menuju $130.000 sebelum penutupan tahun. $BTC {spot}(BTCUSDT) Mengapa Bitcoin Terkoreksi? Ringkasan Market 2025 Sebelum bicara peluang pemulihan, kita perlu memahami alasan Bitcoin sempat jatuh dari ATH: 1. Likuiditas Global Menyempit Tegangan politik AS–China (Trump vs Xi) meningkatkan ketidakpastian makro, mendorong investor institusional menarik likuiditas dari aset berisiko. 2. Likuidasi Leverage di Level Bawah Open interest mencapai rekor tertinggi pada $120k+, dan ketika BTC mulai melemah, likuidasi berantai menciptakan cascade selling hingga ke area $105k–$101k. 3. Kekhawatiran soal Government Shutdown di AS Shutdown yang berkepanjangan menahan sentimen pasar karena dianggap menghambat kegiatan ekonomi, data makro, dan proses regulasi. Namun, semua ini bukanlah tanda akhir bull run — melainkan mid-cycle correction yang sehat. $ETH {spot}(ETHUSDT) Apakah Bitcoin Bisa Pulih? Beberapa Sinyal Kunci Menunjukkan “Ya” 1. FOMC Kini Lebih Dovish — Peluang Rate Cut Meningkat Odds pasar menunjukkan bahwa The Fed semakin condong ke arah: 1x–2x rate cut sebelum akhir tahun, menurunkan tekanan yield, dan meningkatkan likuiditas makro global. Setiap kali The Fed memberi sinyal pelonggaran kebijakan, aset kripto—terutama Bitcoin—historis mengalami kenaikan kuat. 2. Government Shutdown Diperkirakan Akan Berakhir Jika kesepakatan anggaran akhirnya tercapai di Q4, pasar akan: mendapatkan kembali kejelasan kebijakan fiskal, melihat peningkatan aktivitas bisnis, dan menerima data ekonomi yang lebih stabil. Semua ini meningkatkan risk appetite investor, termasuk pada kripto. 3. ETF Masih Mencatat Inflow Positif Meskipun harga turun, ETF Bitcoin masih menerima: pembelian konsisten dari institusi, kontribusi dari dana pensiun, dan alokasi baru dari wealth managers. ETF kini menjadi “demand engine” yang tidak pernah dimiliki Bitcoin di siklus sebelumnya. 4. Supply on Exchanges Menurun Data on-chain menunjukkan BTC di exchange berada di titik terendah sejak 2018. Artinya tekanan jual rendah, dan pemegang BTC semakin kuat (long-term holders domination >70%). 5. Miner Tidak Dalam Fase Kapitulasi Hashrate tetap dekat ATH. Ini menunjukkan para penambang tidak menjual dalam jumlah besar — ciri khas bahwa risiko penurunan besar sudah lewat. Target $130K: Realistis atau Terlalu Optimis? Untuk menentukan apakah $130K mungkin tercapai, kita harus melihat beberapa indikator besar: 1. On-Chain Momentum — Masih di Zona Bullish Beberapa data menunjukkan Bitcoin masih dalam struktur bullish: MVRV masih dalam rentang sehatRHODL ratio belum memasuki ekstrem euforiaShort-term holder SOPR mendekati break-even, tanda pemulihan sentimen Semua ini menunjukkan bull run belum berakhir. 2. Whale Accumulation Kembali Meningkat Pasca-koreksi, dompet whale (100–1.000 BTC) menambah posisi secara agresif. Mereka biasanya membeli dip sebelum reli besar berikutnya. Whales jarang salah membaca trend makro jangka panjang. 3. Penguatan Narasi Bitcoin: “Digital Gold + Yield” Narasi BTC di 2025 lebih kuat dibanding siklus 2021: Bitcoin dianggap aset lindung inflasi,ETF menciptakan arus permintaan stabil,munculnya BTC yield seperti LBTC menarik investor baru, Semua ini memperluas basis investor yang tidak lagi sekadar spekulatif. 4. Musim Q4 Biasanya Bullish untuk Bitcoin Jika melihat historis: Q4 2017 → BTC +230%Q4 2020 → BTC +168%Q4 2023 → BTC +57% Musim Q4 sering menjadi fase percepatan bull run. Skenario Harga Bitcoin di Akhir 2025 🟢 Skenario Bullish (Probabilitas 55–60%) Fed melakukan rate cut minimal 1 kaliGovernment shutdown selesaiETF inflow stabilLikuiditas global meningkat Target BTC → $125K – $138K Dengan spike kemungkinan mencapai $140K jika sentimen memanas. 🟡 Skenario Netral (Probabilitas 30%) Shutdown berlarut-larutFed menunda rate cutMarket sideways menunggu likuiditas baru Target BTC → $108K – $122K 🔴 Skenario Bearish (Probabilitas 10–15%) Konflik geopolitik meningkatTidak ada rate cutETF mengalami outflow Target BTC → $88K – $95K Namun, skenario bearish ekstrem ini kurang didukung data saat ini. Kesimpulan: Peluang Pemulihan Masih Besar — Target $130K Masih Terjangkau Meskipun pasar sedang berada dalam fase koreksi yang tajam, mayoritas indikator makro dan on-chain menunjukkan: bull cycle belum berakhir,struktur besar masih bullish,dan Bitcoin memiliki ruang untuk pulih. Dengan kombinasi peluang rate cut, berakhirnya government shutdown, dan kekuatan ETF, Bitcoin masih bisa mencapai $125K kembali, dan bahkan menyentuh $130K sebelum akhir 2025. Bull run tidak mati — ia hanya memasuki fase konsolidasi yang alami sebelum potensi reli berikutnya. Disclaimer Artikel ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan saran finansial. Perdagangan kripto melibatkan risiko tinggi. Lakukan riset Anda sendiri (DYOR) dan investasikan hanya sesuai kemampuan Anda.

Will Bitcoin Recover Before the End of 2025? Akankah BTC Mencapai $130.000 di Akhir Tahun?

Setelah mencapai all-time high $125.000 pada kuartal kedua 2025, Bitcoin menghadapi koreksi tajam hingga menyentuh area $101.000, sebelum kembali stabil di kisaran $107.000–$110.000. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar yang kini menjadi fokus para investor global:
Bisakah Bitcoin pulih sebelum akhir 2025?

Dan apakah BTC masih memiliki peluang untuk menembus $130.000 sebelum tahun berakhir?
Dengan kondisi makro yang mulai membaik, perkiraan kebijakan The Fed yang semakin dovish, serta potensi berakhirnya pemerintah AS shutdown, peluang pemulihan Bitcoin justru semakin terbuka lebar.
Berikut analisis lengkapnya—mengapa Bitcoin masih memiliki jalan menuju pemulihan, dan apa faktor yang dapat membawa harga menuju $130.000 sebelum penutupan tahun.
$BTC

Mengapa Bitcoin Terkoreksi? Ringkasan Market 2025
Sebelum bicara peluang pemulihan, kita perlu memahami alasan Bitcoin sempat jatuh dari ATH:
1. Likuiditas Global Menyempit
Tegangan politik AS–China (Trump vs Xi) meningkatkan ketidakpastian makro, mendorong investor institusional menarik likuiditas dari aset berisiko.
2. Likuidasi Leverage di Level Bawah
Open interest mencapai rekor tertinggi pada $120k+, dan ketika BTC mulai melemah, likuidasi berantai menciptakan cascade selling hingga ke area $105k–$101k.
3. Kekhawatiran soal Government Shutdown di AS
Shutdown yang berkepanjangan menahan sentimen pasar karena dianggap menghambat kegiatan ekonomi, data makro, dan proses regulasi.
Namun, semua ini bukanlah tanda akhir bull run — melainkan mid-cycle correction yang sehat.
$ETH

Apakah Bitcoin Bisa Pulih? Beberapa Sinyal Kunci Menunjukkan “Ya”
1. FOMC Kini Lebih Dovish — Peluang Rate Cut Meningkat
Odds pasar menunjukkan bahwa The Fed semakin condong ke arah:
1x–2x rate cut sebelum akhir tahun,
menurunkan tekanan yield,
dan meningkatkan likuiditas makro global.
Setiap kali The Fed memberi sinyal pelonggaran kebijakan, aset kripto—terutama Bitcoin—historis mengalami kenaikan kuat.
2. Government Shutdown Diperkirakan Akan Berakhir
Jika kesepakatan anggaran akhirnya tercapai di Q4, pasar akan:
mendapatkan kembali kejelasan kebijakan fiskal,
melihat peningkatan aktivitas bisnis,
dan menerima data ekonomi yang lebih stabil.
Semua ini meningkatkan risk appetite investor, termasuk pada kripto.
3. ETF Masih Mencatat Inflow Positif
Meskipun harga turun, ETF Bitcoin masih menerima:
pembelian konsisten dari institusi,
kontribusi dari dana pensiun,
dan alokasi baru dari wealth managers.
ETF kini menjadi “demand engine” yang tidak pernah dimiliki Bitcoin di siklus sebelumnya.
4. Supply on Exchanges Menurun
Data on-chain menunjukkan BTC di exchange berada di titik terendah sejak 2018.
Artinya tekanan jual rendah, dan pemegang BTC semakin kuat (long-term holders domination >70%).
5. Miner Tidak Dalam Fase Kapitulasi
Hashrate tetap dekat ATH.
Ini menunjukkan para penambang tidak menjual dalam jumlah besar — ciri khas bahwa risiko penurunan besar sudah lewat.

Target $130K: Realistis atau Terlalu Optimis?
Untuk menentukan apakah $130K mungkin tercapai, kita harus melihat beberapa indikator besar:
1. On-Chain Momentum — Masih di Zona Bullish
Beberapa data menunjukkan Bitcoin masih dalam struktur bullish:
MVRV masih dalam rentang sehatRHODL ratio belum memasuki ekstrem euforiaShort-term holder SOPR mendekati break-even, tanda pemulihan sentimen
Semua ini menunjukkan bull run belum berakhir.
2. Whale Accumulation Kembali Meningkat
Pasca-koreksi, dompet whale (100–1.000 BTC) menambah posisi secara agresif.

Mereka biasanya membeli dip sebelum reli besar berikutnya.

Whales jarang salah membaca trend makro jangka panjang.
3. Penguatan Narasi Bitcoin: “Digital Gold + Yield”
Narasi BTC di 2025 lebih kuat dibanding siklus 2021:
Bitcoin dianggap aset lindung inflasi,ETF menciptakan arus permintaan stabil,munculnya BTC yield seperti LBTC menarik investor baru,
Semua ini memperluas basis investor yang tidak lagi sekadar spekulatif.
4. Musim Q4 Biasanya Bullish untuk Bitcoin
Jika melihat historis:
Q4 2017 → BTC +230%Q4 2020 → BTC +168%Q4 2023 → BTC +57%
Musim Q4 sering menjadi fase percepatan bull run.
Skenario Harga Bitcoin di Akhir 2025
🟢 Skenario Bullish (Probabilitas 55–60%)
Fed melakukan rate cut minimal 1 kaliGovernment shutdown selesaiETF inflow stabilLikuiditas global meningkat

Target BTC → $125K – $138K

Dengan spike kemungkinan mencapai $140K jika sentimen memanas.
🟡 Skenario Netral (Probabilitas 30%)
Shutdown berlarut-larutFed menunda rate cutMarket sideways menunggu likuiditas baru
Target BTC → $108K – $122K
🔴 Skenario Bearish (Probabilitas 10–15%)
Konflik geopolitik meningkatTidak ada rate cutETF mengalami outflow
Target BTC → $88K – $95K
Namun, skenario bearish ekstrem ini kurang didukung data saat ini.

Kesimpulan: Peluang Pemulihan Masih Besar — Target $130K Masih Terjangkau
Meskipun pasar sedang berada dalam fase koreksi yang tajam, mayoritas indikator makro dan on-chain menunjukkan:
bull cycle belum berakhir,struktur besar masih bullish,dan Bitcoin memiliki ruang untuk pulih.
Dengan kombinasi peluang rate cut, berakhirnya government shutdown, dan kekuatan ETF, Bitcoin masih bisa mencapai $125K kembali, dan bahkan menyentuh $130K sebelum akhir 2025.

Bull run tidak mati — ia hanya memasuki fase konsolidasi yang alami sebelum potensi reli berikutnya.

Disclaimer
Artikel ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan saran finansial. Perdagangan kripto melibatkan risiko tinggi. Lakukan riset Anda sendiri (DYOR) dan investasikan hanya sesuai kemampuan Anda.
·
--
هل انتهى ارتفاع سوق العملات المشفرة؟ هل يمكن أن يطيل تبني المؤسسات ارتفاع 2025؟سوق العملات المشفرة يعود إلى نقطة حرجة. بعد ارتفاع كبير على مدى النصف الأول من 2025 دفع البيتكوين إلى أعلى مستوى له على الإطلاق 125.000 دولار وارتفاع العُملات البديلة بمئات النسب، يعاني السوق الآن من ضغط قوي. انخفضت BTC مرة أخرى إلى منطقة 107.000 دولار وحتى أنها اختبرت 80,000 دولار، مما أثار القلق: هل انتهى ارتفاع 2025 بالفعل؟ ومع ذلك، فإن سياق 2025 ليس هو نفسه مع الدورات السابقة. للمرة الأولى في تاريخ العملات المشفرة، فإن تبني المؤسسات والبنية التحتية التنظيمية العالمية في مرحلة ناضجة - مما يخلق فرصة أن هذا الارتفاع لا يجب أن يتبع نمط القمة الكلاسيكية ثم هبوط طويل، بل يمكن أن يستمر بشكل أكثر هيكلية.

هل انتهى ارتفاع سوق العملات المشفرة؟ هل يمكن أن يطيل تبني المؤسسات ارتفاع 2025؟

سوق العملات المشفرة يعود إلى نقطة حرجة. بعد ارتفاع كبير على مدى النصف الأول من 2025 دفع البيتكوين إلى أعلى مستوى له على الإطلاق 125.000 دولار وارتفاع العُملات البديلة بمئات النسب، يعاني السوق الآن من ضغط قوي. انخفضت BTC مرة أخرى إلى منطقة 107.000 دولار وحتى أنها اختبرت 80,000 دولار، مما أثار القلق: هل انتهى ارتفاع 2025 بالفعل؟
ومع ذلك، فإن سياق 2025 ليس هو نفسه مع الدورات السابقة. للمرة الأولى في تاريخ العملات المشفرة، فإن تبني المؤسسات والبنية التحتية التنظيمية العالمية في مرحلة ناضجة - مما يخلق فرصة أن هذا الارتفاع لا يجب أن يتبع نمط القمة الكلاسيكية ثم هبوط طويل، بل يمكن أن يستمر بشكل أكثر هيكلية.
·
--
عرض الترجمة
selling pressure coming from Coinbase and US Side. No buying pressure. $BTC {spot}(BTCUSDT)
selling pressure coming from Coinbase and US Side.

No buying pressure. $BTC
·
--
عرض الترجمة
Top Altcoins di Jaringan Solana yang Layak Dibeli November 2025Memasuki November 2025, ekosistem Solana (SOL) kembali mencuri perhatian investor global — termasuk dari Indonesia. Setelah melalui periode konsolidasi yang cukup lama di kisaran $145–$160, Solana kini menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang solid. Aktivitas on-chain melonjak, volume DEX (decentralized exchange) harian mencapai rekor tertinggi sejak Maret, dan altcoin yang dibangun di atas jaringan Solana mulai menampilkan potensi kenaikan harga signifikan menjelang akhir tahun. Namun, bagi investor Indonesia, memilih altcoin Solana yang “benar-benar punya potensi” bukan sekadar mengikuti hype. Dibutuhkan pemahaman mendalam tentang fundamental proyek, tokenomics, utilitas, dan posisi mereka dalam ekosistem Solana yang kini menjadi salah satu ekosistem Layer-1 paling aktif di dunia. Artikel ini membahas beberapa altcoin teratas di jaringan Solana yang layak diperhatikan — mulai dari proyek DeFi dan gaming hingga narrative AI dan meme — beserta tips investasi yang relevan untuk kondisi pasar November 2025. https://www.bmwweb.biz/join?ref=K7RNV5MZ Mengapa Solana Kembali Dilirik Investor di 2025 Sebelum membahas altcoin-nya, penting untuk memahami mengapa Solana kembali naik daun. Sejak peluncuran Firedancer, klien validator baru yang dikembangkan oleh Jump Crypto, Solana berhasil meningkatkan throughput menjadi lebih dari 1 juta TPS (transactions per second) dengan biaya transaksi rata-rata di bawah $0.001. Selain itu, integrasi dengan Circle’s RLUSD stablecoin dan adopsi Solana Pay oleh merchant besar seperti Shopify dan Grab di Asia Tenggara memperkuat posisinya sebagai blockchain tercepat dengan utilitas nyata di dunia pembayaran dan keuangan digital. Likuiditas baru dari investor institusional, termasuk ETF berbasis Layer-1 yang diajukan di AS, juga menambah momentum. Maka tidak heran jika altcoin di jaringan Solana kini menjadi target utama bagi mereka yang mencari peluang di sektor DeFi, AI, dan SocialFi. 1. Jupiter (JUP) — Raja DEX Aggregator di Solana Tidak mungkin membicarakan Solana tanpa menyebut Jupiter, yang menjadi jantung dari ekosistem DeFi-nya. Sebagai DEX aggregator terbesar di Solana, Jupiter menghubungkan likuiditas dari berbagai protokol seperti Orca, Raydium, dan Phoenix. $JUP {spot}(JUPUSDT) Volume perdagangan harian Jupiter sering melebihi $1 miliar, dan setelah airdrop besar pada awal 2025, proyek ini kini memasuki fase ekspansi dengan meluncurkan Jupiter Perpetuals dan fitur cross-chain swap yang mendukung token dari Ethereum dan Base. Investor menyukai JUP karena utilitas token-nya jelas: governance, fee sharing, dan insentif likuiditas. Dengan roadmap 2026 yang mencakup peluncuran layer baru untuk on-chain derivatives, JUP bisa menjadi salah satu aset DeFi dengan potensi pertumbuhan paling kuat di Solana. 2. Tensor (TNSR) — Pionir NFT Marketplace On-Chain $TNSR {spot}(TNSRUSDT) Jika Anda masih berpikir NFT sudah mati, Tensor membuktikan sebaliknya. Sebagai NFT marketplace utama di Solana, Tensor telah menggeser Magic Eden sebagai platform dominan berkat biaya rendah dan integrasi DeFi yang unik. Tensor baru-baru ini memperkenalkan NFT liquidity pools, memungkinkan pengguna menjual NFT mereka secara instan tanpa menunggu pembeli — sebuah inovasi yang menarik perhatian para trader profesional. Token $TNSR berfungsi sebagai governance dan fee token, dengan staking yang memberi hak istimewa seperti revenue share dari semua transaksi di platform. Dalam konteks “NFT 2.0”, di mana NFT menjadi instrumen keuangan (bukan sekadar koleksi digital), Tensor berada di posisi ideal untuk memimpin gelombang berikutnya. 3. Parcl (PRCL) — Tokenisasi Real Estate di Solana Parcl adalah proyek DeFi unik yang membawa real-world assets (RWA) ke dalam ekosistem Solana. Dengan Parcl, pengguna bisa berinvestasi dalam indeks harga properti kota besar seperti Tokyo, Jakarta, atau New York tanpa benar-benar membeli real estate fisik. Parcl memanfaatkan data real-time dari penyedia properti dan memungkinkan pengguna melakukan long atau short terhadap harga properti global — mirip dengan trading di pasar saham. Sejak peluncurannya, TVL Parcl sudah menembus $200 juta, dan kemitraannya dengan Circle dan Pyth Network meningkatkan kredibilitasnya. $PRCL berfungsi untuk governance, fee payment, dan insentif bagi liquidity providers. Dengan meningkatnya minat terhadap tokenisasi aset nyata, Parcl adalah contoh bagaimana Solana bisa menjadi pusat inovasi RWA. Tips untuk Investor Kripto Indonesia Gunakan Platform Resmi dan Aman Selalu beli altcoin melalui platform terpercaya seperti Binance, atau Tokocrypto yang memiliki izin Bappebti. Hindari DEX yang tidak memiliki audit keamanan yang jelas.Perhatikan Likuiditas dan Volume Perdagangan Pastikan token yang Anda beli memiliki volume harian yang memadai agar mudah dijual kembali.Diversifikasi Portofolio Solana Anda Gabungkan aset DeFi (JUP, MRGN) dengan proyek inovatif seperti RWA (PRCL) dan MemeFi (HYPE) untuk mengurangi risiko volatilitas.Pantau Aktivitas On-Chain dan Narrative Baru Narrative seperti RWA, AI, dan MemeFi sering menjadi pendorong utama harga altcoin. Gunakan alat seperti Solscan atau Step Finance untuk memantau arus dana dan tren token baru. Kesimpulan Solana telah membuktikan dirinya bukan sekadar pesaing Ethereum, tetapi sebagai ekosistem yang mandiri dan inovatif dengan komunitas yang berkembang pesat. Dengan kecepatan, biaya rendah, dan fokus pada utilitas nyata, altcoin di jaringan Solana menawarkan peluang besar menjelang akhir 2025. Bagi investor Indonesia, November 2025 bisa menjadi momen ideal untuk meninjau ulang portofolio dan menambah eksposur ke ekosistem Solana — tentunya dengan riset mendalam dan manajemen risiko yang matang. Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan nasihat investasi. Perdagangan aset kripto mengandung risiko tinggi, termasuk potensi kehilangan seluruh modal. Pastikan Anda melakukan riset sendiri (DYOR) dan berinvestasi sesuai dengan profil risiko pribadi Anda.

Top Altcoins di Jaringan Solana yang Layak Dibeli November 2025

Memasuki November 2025, ekosistem Solana (SOL) kembali mencuri perhatian investor global — termasuk dari Indonesia. Setelah melalui periode konsolidasi yang cukup lama di kisaran $145–$160, Solana kini menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang solid. Aktivitas on-chain melonjak, volume DEX (decentralized exchange) harian mencapai rekor tertinggi sejak Maret, dan altcoin yang dibangun di atas jaringan Solana mulai menampilkan potensi kenaikan harga signifikan menjelang akhir tahun.

Namun, bagi investor Indonesia, memilih altcoin Solana yang “benar-benar punya potensi” bukan sekadar mengikuti hype. Dibutuhkan pemahaman mendalam tentang fundamental proyek, tokenomics, utilitas, dan posisi mereka dalam ekosistem Solana yang kini menjadi salah satu ekosistem Layer-1 paling aktif di dunia.
Artikel ini membahas beberapa altcoin teratas di jaringan Solana yang layak diperhatikan — mulai dari proyek DeFi dan gaming hingga narrative AI dan meme — beserta tips investasi yang relevan untuk kondisi pasar November 2025.
https://www.bmwweb.biz/join?ref=K7RNV5MZ
Mengapa Solana Kembali Dilirik Investor di 2025


Sebelum membahas altcoin-nya, penting untuk memahami mengapa Solana kembali naik daun. Sejak peluncuran Firedancer, klien validator baru yang dikembangkan oleh Jump Crypto, Solana berhasil meningkatkan throughput menjadi lebih dari 1 juta TPS (transactions per second) dengan biaya transaksi rata-rata di bawah $0.001.


Selain itu, integrasi dengan Circle’s RLUSD stablecoin dan adopsi Solana Pay oleh merchant besar seperti Shopify dan Grab di Asia Tenggara memperkuat posisinya sebagai blockchain tercepat dengan utilitas nyata di dunia pembayaran dan keuangan digital.


Likuiditas baru dari investor institusional, termasuk ETF berbasis Layer-1 yang diajukan di AS, juga menambah momentum. Maka tidak heran jika altcoin di jaringan Solana kini menjadi target utama bagi mereka yang mencari peluang di sektor DeFi, AI, dan SocialFi.
1. Jupiter (JUP) — Raja DEX Aggregator di Solana
Tidak mungkin membicarakan Solana tanpa menyebut Jupiter, yang menjadi jantung dari ekosistem DeFi-nya. Sebagai DEX aggregator terbesar di Solana, Jupiter menghubungkan likuiditas dari berbagai protokol seperti Orca, Raydium, dan Phoenix.
$JUP

Volume perdagangan harian Jupiter sering melebihi $1 miliar, dan setelah airdrop besar pada awal 2025, proyek ini kini memasuki fase ekspansi dengan meluncurkan Jupiter Perpetuals dan fitur cross-chain swap yang mendukung token dari Ethereum dan Base.
Investor menyukai JUP karena utilitas token-nya jelas: governance, fee sharing, dan insentif likuiditas. Dengan roadmap 2026 yang mencakup peluncuran layer baru untuk on-chain derivatives, JUP bisa menjadi salah satu aset DeFi dengan potensi pertumbuhan paling kuat di Solana.



2. Tensor (TNSR) — Pionir NFT Marketplace On-Chain
$TNSR

Jika Anda masih berpikir NFT sudah mati, Tensor membuktikan sebaliknya. Sebagai NFT marketplace utama di Solana, Tensor telah menggeser Magic Eden sebagai platform dominan berkat biaya rendah dan integrasi DeFi yang unik.



Tensor baru-baru ini memperkenalkan NFT liquidity pools, memungkinkan pengguna menjual NFT mereka secara instan tanpa menunggu pembeli — sebuah inovasi yang menarik perhatian para trader profesional.
Token $TNSR berfungsi sebagai governance dan fee token, dengan staking yang memberi hak istimewa seperti revenue share dari semua transaksi di platform. Dalam konteks “NFT 2.0”, di mana NFT menjadi instrumen keuangan (bukan sekadar koleksi digital), Tensor berada di posisi ideal untuk memimpin gelombang berikutnya.

3. Parcl (PRCL) — Tokenisasi Real Estate di Solana
Parcl adalah proyek DeFi unik yang membawa real-world assets (RWA) ke dalam ekosistem Solana. Dengan Parcl, pengguna bisa berinvestasi dalam indeks harga properti kota besar seperti Tokyo, Jakarta, atau New York tanpa benar-benar membeli real estate fisik.
Parcl memanfaatkan data real-time dari penyedia properti dan memungkinkan pengguna melakukan long atau short terhadap harga properti global — mirip dengan trading di pasar saham.
Sejak peluncurannya, TVL Parcl sudah menembus $200 juta, dan kemitraannya dengan Circle dan Pyth Network meningkatkan kredibilitasnya. $PRCL berfungsi untuk governance, fee payment, dan insentif bagi liquidity providers.
Dengan meningkatnya minat terhadap tokenisasi aset nyata, Parcl adalah contoh bagaimana Solana bisa menjadi pusat inovasi RWA.
Tips untuk Investor Kripto Indonesia


Gunakan Platform Resmi dan Aman

Selalu beli altcoin melalui platform terpercaya seperti Binance, atau Tokocrypto yang memiliki izin Bappebti. Hindari DEX yang tidak memiliki audit keamanan yang jelas.Perhatikan Likuiditas dan Volume Perdagangan

Pastikan token yang Anda beli memiliki volume harian yang memadai agar mudah dijual kembali.Diversifikasi Portofolio Solana Anda

Gabungkan aset DeFi (JUP, MRGN) dengan proyek inovatif seperti RWA (PRCL) dan MemeFi (HYPE) untuk mengurangi risiko volatilitas.Pantau Aktivitas On-Chain dan Narrative Baru

Narrative seperti RWA, AI, dan MemeFi sering menjadi pendorong utama harga altcoin. Gunakan alat seperti Solscan atau Step Finance untuk memantau arus dana dan tren token baru.

Kesimpulan

Solana telah membuktikan dirinya bukan sekadar pesaing Ethereum, tetapi sebagai ekosistem yang mandiri dan inovatif dengan komunitas yang berkembang pesat. Dengan kecepatan, biaya rendah, dan fokus pada utilitas nyata, altcoin di jaringan Solana menawarkan peluang besar menjelang akhir 2025.

Bagi investor Indonesia, November 2025 bisa menjadi momen ideal untuk meninjau ulang portofolio dan menambah eksposur ke ekosistem Solana — tentunya dengan riset mendalam dan manajemen risiko yang matang.

Disclaimer:

Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan nasihat investasi. Perdagangan aset kripto mengandung risiko tinggi, termasuk potensi kehilangan seluruh modal. Pastikan Anda melakukan riset sendiri (DYOR) dan berinvestasi sesuai dengan profil risiko pribadi Anda.
·
--
عرض الترجمة
Persetujuan XRP ETF: Apa Artinya bagi Investor Kripto di 2025Pasar kripto global sedang memasuki fase baru menjelang akhir tahun 2025. Setelah Bitcoin dan Ethereum mendapatkan lampu hijau untuk ETF spot, kini sorotan beralih ke XRP, salah satu aset digital tertua dan paling kontroversial di industri kripto. Desas-desus tentang potensi persetujuan ETF XRP pada November 2025 mulai mengguncang pasar, terutama setelah sejumlah manajer aset besar di Amerika Serikat—termasuk Grayscale dan VanEck—dilaporkan mengajukan proposal ETF berbasis XRP ke U.S. Securities and Exchange Commission (SEC). Namun, di balik optimisme ini, ada satu risiko besar yang menghantui: potensi penutupan pemerintahan Amerika Serikat (U.S. government shutdown) pada kuartal keempat, yang bisa menunda proses persetujuan ETF dan mengguncang kepercayaan investor global. Bagi investor kripto di Indonesia, isu ini lebih dari sekadar berita global. Persetujuan XRP ETF dapat membuka babak baru dalam adopsi aset digital lintas negara, memperluas akses investor institusional, dan berpotensi mengubah dinamika pasar altcoin di Asia Tenggara. Mari kita bahas lebih dalam. XRP dan Ripple: Dari Inovasi Pembayaran hingga Kandidat ETF Untuk memahami dampak XRP ETF, kita perlu kembali ke akar proyek ini. XRP adalah token asli dari jaringan RippleNet, yang dikembangkan oleh Ripple Labs pada tahun 2012. Misi utamanya sederhana namun ambisius: mengubah cara uang bergerak di seluruh dunia — dari sistem perbankan yang lambat dan mahal menjadi transfer lintas negara yang hampir instan dengan biaya sangat rendah. RippleNet kini telah bermitra dengan lebih dari 300 lembaga keuangan global, termasuk Bank of America, Santander, dan SBI Holdings di Jepang. Teknologi mereka memungkinkan transaksi lintas mata uang secara real-time, tanpa perlu sistem perantara seperti SWIFT. Dengan kecepatan transaksi 3–5 detik dan biaya per transfer yang sangat rendah (kurang dari $0.01), XRP telah lama dianggap sebagai solusi nyata untuk digitalisasi sistem pembayaran global. Namun perjalanan XRP tidak selalu mulus. Sejak 2020, Ripple harus menghadapi gugatan hukum besar dari SEC, yang menuduh bahwa penjualan XRP merupakan penawaran sekuritas ilegal. Kasus ini menahan harga XRP selama lebih dari dua tahun. Hingga akhirnya, pada pertengahan 2023, pengadilan memutuskan bahwa XRP bukanlah sekuritas, memberi Ripple kemenangan hukum bersejarah dan membuka kembali peluang bagi perusahaan untuk memperluas operasinya secara global. $XRP {spot}(XRPUSDT) Mengapa ETF XRP Bisa Jadi “Game Changer”? ETF atau Exchange-Traded Fund memungkinkan investor membeli aset digital seperti XRP tanpa harus menyimpannya secara langsung. Dengan ETF, investor bisa mendapatkan eksposur terhadap harga XRP melalui produk yang diatur dan diperdagangkan di bursa saham. Persetujuan ETF XRP akan menjadi langkah besar dalam legitimasi institusional terhadap aset ini, sejalan dengan ETF Bitcoin dan Ethereum yang telah disetujui lebih dulu. Dampaknya antara lain: $XLM {spot}(XLMUSDT) Masuknya modal institusional Investor besar seperti dana pensiun dan perusahaan manajemen aset akan memiliki akses mudah untuk berinvestasi dalam XRP tanpa risiko operasional dari kepemilikan langsung aset kripto. Likuiditas meningkat Dengan volume perdagangan yang meningkat, pergerakan harga XRP akan menjadi lebih stabil, mengurangi volatilitas ekstrem yang selama ini menjadi tantangan di pasar altcoin. Adopsi lintas negara Ripple sudah memiliki jejak kuat di Asia, terutama Jepang dan Singapura. ETF akan mempercepat ekspansi tersebut dan bisa menarik perhatian regulator di Asia Tenggara, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia, untuk lebih serius mengkaji potensi integrasi aset digital ke dalam sistem keuangan. Ancaman Penundaan: U.S. Shutdown dan Ketidakpastian Regulator Meski ekspektasi tinggi terhadap persetujuan ETF XRP pada November 2025, ada satu hambatan besar: ancaman penutupan pemerintahan AS (U.S. government shutdown). Apabila Kongres gagal menyetujui anggaran federal tepat waktu, aktivitas pemerintahan non-esensial, termasuk lembaga seperti SEC, dapat dihentikan sementara. Ini berarti proses peninjauan dan persetujuan ETF akan tertunda — bukan hanya untuk XRP, tetapi juga untuk produk aset digital lainnya. Selain itu, SEC masih berhati-hati terhadap aset non-Bitcoin, terutama yang memiliki hubungan langsung dengan perusahaan penerbit seperti Ripple. Meskipun Ripple telah memenangkan sebagian besar kasus hukumnya, SEC tetap dapat memperlambat proses persetujuan ETF dengan alasan perlindungan investor. Beberapa analis memperkirakan bahwa jika ETF tidak disetujui pada November, kemungkinan besar akan bergeser ke Q1 2026, tergantung stabilitas politik AS dan hasil negosiasi anggaran pemerintah. Daftar Binance: https://www.bmwweb.biz/join?ref=K7RNV5MZ Bagaimana Dampaknya terhadap Investor Kripto Indonesia Bagi investor di Indonesia, potensi persetujuan ETF XRP membuka peluang sekaligus risiko baru. Peluang Diversifikasi Portofolio XRP ETF dapat menjadi sarana bagi investor Indonesia yang ingin mendapatkan eksposur terhadap aset kripto berkapitalisasi besar tanpa terpapar risiko penyimpanan langsung. Produk serupa di masa depan bisa diadopsi oleh platform lokal seperti Reku, Indodax, atau Tokocrypto jika regulasi mengizinkan.Potensi Kenaikan Harga XRP Sejarah menunjukkan bahwa ETF approval sering memicu lonjakan harga aset dasar. Saat Bitcoin ETF disetujui, BTC naik lebih dari 40% dalam sebulan. Jika pola ini terulang, XRP bisa menembus level $2 hingga $2.5, terutama jika inflow institusional mengalir deras.Risiko Volatilitas dan Spekulasi Namun, investor harus waspada terhadap “buy the rumor, sell the news” effect. Harga XRP sudah naik sekitar 35% sejak rumor ETF muncul, dan koreksi jangka pendek bisa terjadi jika persetujuan tertunda atau hype mulai mereda.Perkembangan Regulasi Lokal Pemerintah Indonesia melalui Bappebti dan OJK sedang memperkuat pengawasan aset kripto menjelang implementasi undang-undang aset digital 2026. ETF kripto seperti XRP dapat menjadi bahan pertimbangan untuk peluncuran produk investasi serupa di masa depan. Outlook: Jalan Panjang Menuju ETF XRP Terlepas dari ketidakpastian jangka pendek, tren jangka panjang XRP tetap menarik. Ripple kini fokus memperluas layanan Ripple Payments dan CBDC partnerships dengan sejumlah bank sentral di Asia dan Timur Tengah. Jika ETF XRP benar-benar disetujui pada November atau awal 2026, hal ini bisa menjadi tonggak penting dalam adopsi institusional altcoin di luar Bitcoin dan Ethereum. Namun, investor harus tetap realistis: pasar saat ini berada dalam fase konsolidasi, dan setiap pergerakan harga akan sangat dipengaruhi oleh faktor makro — mulai dari kebijakan suku bunga AS, tensi geopolitik, hingga likuiditas global. Kesimpulan Persetujuan ETF XRP mungkin menjadi momen paling penting kedua dalam sejarah Ripple setelah kemenangan hukumnya pada 2023. Untuk investor Indonesia, ini bukan hanya tentang potensi keuntungan harga, tapi juga tentang validasi bahwa aset digital seperti XRP sedang bergerak menuju pengakuan penuh di sistem keuangan global. Namun seperti biasa di dunia kripto — harapan dan risiko berjalan beriringan. Dengan potensi U.S. shutdown, pergerakan harga yang cepat, dan ketidakpastian global, investor bijak sebaiknya mengelola eksposur dengan hati-hati dan tetap melakukan riset mendalam (DYOR) sebelum mengambil keputusan. Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Perdagangan aset digital melibatkan risiko tinggi, termasuk potensi kehilangan seluruh modal. Investor disarankan untuk melakukan riset sendiri dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum berinvestasi dalam aset kripto.

Persetujuan XRP ETF: Apa Artinya bagi Investor Kripto di 2025

Pasar kripto global sedang memasuki fase baru menjelang akhir tahun 2025. Setelah Bitcoin dan Ethereum mendapatkan lampu hijau untuk ETF spot, kini sorotan beralih ke XRP, salah satu aset digital tertua dan paling kontroversial di industri kripto. Desas-desus tentang potensi persetujuan ETF XRP pada November 2025 mulai mengguncang pasar, terutama setelah sejumlah manajer aset besar di Amerika Serikat—termasuk Grayscale dan VanEck—dilaporkan mengajukan proposal ETF berbasis XRP ke U.S. Securities and Exchange Commission (SEC).
Namun, di balik optimisme ini, ada satu risiko besar yang menghantui: potensi penutupan pemerintahan Amerika Serikat (U.S. government shutdown) pada kuartal keempat, yang bisa menunda proses persetujuan ETF dan mengguncang kepercayaan investor global.
Bagi investor kripto di Indonesia, isu ini lebih dari sekadar berita global. Persetujuan XRP ETF dapat membuka babak baru dalam adopsi aset digital lintas negara, memperluas akses investor institusional, dan berpotensi mengubah dinamika pasar altcoin di Asia Tenggara. Mari kita bahas lebih dalam.
XRP dan Ripple: Dari Inovasi Pembayaran hingga Kandidat ETF
Untuk memahami dampak XRP ETF, kita perlu kembali ke akar proyek ini. XRP adalah token asli dari jaringan RippleNet, yang dikembangkan oleh Ripple Labs pada tahun 2012. Misi utamanya sederhana namun ambisius: mengubah cara uang bergerak di seluruh dunia — dari sistem perbankan yang lambat dan mahal menjadi transfer lintas negara yang hampir instan dengan biaya sangat rendah.
RippleNet kini telah bermitra dengan lebih dari 300 lembaga keuangan global, termasuk Bank of America, Santander, dan SBI Holdings di Jepang. Teknologi mereka memungkinkan transaksi lintas mata uang secara real-time, tanpa perlu sistem perantara seperti SWIFT.
Dengan kecepatan transaksi 3–5 detik dan biaya per transfer yang sangat rendah (kurang dari $0.01), XRP telah lama dianggap sebagai solusi nyata untuk digitalisasi sistem pembayaran global.
Namun perjalanan XRP tidak selalu mulus. Sejak 2020, Ripple harus menghadapi gugatan hukum besar dari SEC, yang menuduh bahwa penjualan XRP merupakan penawaran sekuritas ilegal. Kasus ini menahan harga XRP selama lebih dari dua tahun. Hingga akhirnya, pada pertengahan 2023, pengadilan memutuskan bahwa XRP bukanlah sekuritas, memberi Ripple kemenangan hukum bersejarah dan membuka kembali peluang bagi perusahaan untuk memperluas operasinya secara global.
$XRP

Mengapa ETF XRP Bisa Jadi “Game Changer”?
ETF atau Exchange-Traded Fund memungkinkan investor membeli aset digital seperti XRP tanpa harus menyimpannya secara langsung. Dengan ETF, investor bisa mendapatkan eksposur terhadap harga XRP melalui produk yang diatur dan diperdagangkan di bursa saham.
Persetujuan ETF XRP akan menjadi langkah besar dalam legitimasi institusional terhadap aset ini, sejalan dengan ETF Bitcoin dan Ethereum yang telah disetujui lebih dulu. Dampaknya antara lain:
$XLM



Masuknya modal institusional

Investor besar seperti dana pensiun dan perusahaan manajemen aset akan memiliki akses mudah untuk berinvestasi dalam XRP tanpa risiko operasional dari kepemilikan langsung aset kripto.
Likuiditas meningkat

Dengan volume perdagangan yang meningkat, pergerakan harga XRP akan menjadi lebih stabil, mengurangi volatilitas ekstrem yang selama ini menjadi tantangan di pasar altcoin.
Adopsi lintas negara

Ripple sudah memiliki jejak kuat di Asia, terutama Jepang dan Singapura. ETF akan mempercepat ekspansi tersebut dan bisa menarik perhatian regulator di Asia Tenggara, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia, untuk lebih serius mengkaji potensi integrasi aset digital ke dalam sistem keuangan.
Ancaman Penundaan: U.S. Shutdown dan Ketidakpastian Regulator


Meski ekspektasi tinggi terhadap persetujuan ETF XRP pada November 2025, ada satu hambatan besar: ancaman penutupan pemerintahan AS (U.S. government shutdown).
Apabila Kongres gagal menyetujui anggaran federal tepat waktu, aktivitas pemerintahan non-esensial, termasuk lembaga seperti SEC, dapat dihentikan sementara. Ini berarti proses peninjauan dan persetujuan ETF akan tertunda — bukan hanya untuk XRP, tetapi juga untuk produk aset digital lainnya.
Selain itu, SEC masih berhati-hati terhadap aset non-Bitcoin, terutama yang memiliki hubungan langsung dengan perusahaan penerbit seperti Ripple. Meskipun Ripple telah memenangkan sebagian besar kasus hukumnya, SEC tetap dapat memperlambat proses persetujuan ETF dengan alasan perlindungan investor.
Beberapa analis memperkirakan bahwa jika ETF tidak disetujui pada November, kemungkinan besar akan bergeser ke Q1 2026, tergantung stabilitas politik AS dan hasil negosiasi anggaran pemerintah.
Daftar Binance: https://www.bmwweb.biz/join?ref=K7RNV5MZ
Bagaimana Dampaknya terhadap Investor Kripto Indonesia
Bagi investor di Indonesia, potensi persetujuan ETF XRP membuka peluang sekaligus risiko baru.
Peluang Diversifikasi Portofolio

XRP ETF dapat menjadi sarana bagi investor Indonesia yang ingin mendapatkan eksposur terhadap aset kripto berkapitalisasi besar tanpa terpapar risiko penyimpanan langsung. Produk serupa di masa depan bisa diadopsi oleh platform lokal seperti Reku, Indodax, atau Tokocrypto jika regulasi mengizinkan.Potensi Kenaikan Harga XRP

Sejarah menunjukkan bahwa ETF approval sering memicu lonjakan harga aset dasar. Saat Bitcoin ETF disetujui, BTC naik lebih dari 40% dalam sebulan. Jika pola ini terulang, XRP bisa menembus level $2 hingga $2.5, terutama jika inflow institusional mengalir deras.Risiko Volatilitas dan Spekulasi

Namun, investor harus waspada terhadap “buy the rumor, sell the news” effect. Harga XRP sudah naik sekitar 35% sejak rumor ETF muncul, dan koreksi jangka pendek bisa terjadi jika persetujuan tertunda atau hype mulai mereda.Perkembangan Regulasi Lokal

Pemerintah Indonesia melalui Bappebti dan OJK sedang memperkuat pengawasan aset kripto menjelang implementasi undang-undang aset digital 2026. ETF kripto seperti XRP dapat menjadi bahan pertimbangan untuk peluncuran produk investasi serupa di masa depan.
Outlook: Jalan Panjang Menuju ETF XRP
Terlepas dari ketidakpastian jangka pendek, tren jangka panjang XRP tetap menarik. Ripple kini fokus memperluas layanan Ripple Payments dan CBDC partnerships dengan sejumlah bank sentral di Asia dan Timur Tengah.
Jika ETF XRP benar-benar disetujui pada November atau awal 2026, hal ini bisa menjadi tonggak penting dalam adopsi institusional altcoin di luar Bitcoin dan Ethereum. Namun, investor harus tetap realistis: pasar saat ini berada dalam fase konsolidasi, dan setiap pergerakan harga akan sangat dipengaruhi oleh faktor makro — mulai dari kebijakan suku bunga AS, tensi geopolitik, hingga likuiditas global.


Kesimpulan
Persetujuan ETF XRP mungkin menjadi momen paling penting kedua dalam sejarah Ripple setelah kemenangan hukumnya pada 2023. Untuk investor Indonesia, ini bukan hanya tentang potensi keuntungan harga, tapi juga tentang validasi bahwa aset digital seperti XRP sedang bergerak menuju pengakuan penuh di sistem keuangan global.
Namun seperti biasa di dunia kripto — harapan dan risiko berjalan beriringan. Dengan potensi U.S. shutdown, pergerakan harga yang cepat, dan ketidakpastian global, investor bijak sebaiknya mengelola eksposur dengan hati-hati dan tetap melakukan riset mendalam (DYOR) sebelum mengambil keputusan.
Disclaimer:

Artikel ini bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Perdagangan aset digital melibatkan risiko tinggi, termasuk potensi kehilangan seluruh modal. Investor disarankan untuk melakukan riset sendiri dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum berinvestasi dalam aset kripto.
·
--
عرض الترجمة
10 Cryptocurrency Terbaik untuk Dibeli di Oktober 2025: Panduan Lengkap bagi Investor CryptoMemasuki Oktober 2025, pasar crypto kembali menunjukkan tanda-tanda rotasi besar setelah koreksi tajam di September. Bitcoin yang sempat terkoreksi dari level tertinggi $125.000 kini stabil di kisaran $107.000–$110.000, sementara sejumlah altcoin menunjukkan performa relatif lebih kuat berkat adopsi baru, upgrade teknologi, dan peningkatan ekosistem. Bagi investor, bulan Oktober bisa menjadi momen akumulasi strategis menjelang potensi reli akhir tahun. Artikel ini membahas 10 cryptocurrency terbaik untuk dibeli di Oktober 2025, lengkap dengan alasan fundamental, tren pasar, dan potensi jangka menengah yang perlu kamu perhatikan. 1. Bitcoin (BTC): Pemimpin Pasar yang Masih Jadi Aset Utama Meski sempat terkoreksi setelah mencapai rekor tertinggi $125.000, Bitcoin (BTC) tetap menjadi aset utama dalam setiap portofolio crypto. Arus masuk ke Bitcoin Spot ETF masih stabil, menunjukkan kepercayaan institusional tetap kuat. Selain itu, data on-chain memperlihatkan bahwa jumlah BTC di exchange mencapai titik terendah dalam 4 tahun, menandakan akumulasi oleh long-term holders masih berlangsung. Dengan tensi geopolitik AS–China yang memicu pencarian aset lindung nilai, BTC kemungkinan akan tetap menjadi “digital gold” pilihan investor global. $BTC {spot}(BTCUSDT) 2. Ethereum (ETH): Jantung Ekosistem DeFi dan Stablecoin Ethereum (ETH) terus memperkuat posisinya sebagai fondasi ekosistem Web3 dan DeFi. Setelah Dencun Upgrade, biaya transaksi di Layer-2 (seperti Arbitrum, Base, dan Optimism) turun signifikan, mendorong aktivitas on-chain meningkat lebih dari 40% kuartal ini. Kabar baik datang dari sektor stablecoin: regulasi GENIUS Act di AS telah memberikan kejelasan hukum bagi stablecoin berbasis Ethereum seperti USDC dan USDT. Ini berpotensi meningkatkan adopsi DeFi institusional dan memperkuat narasi bahwa Ethereum akan menjadi “infrastruktur keuangan global” berbasis blockchain. 3. Solana (SOL): Pemimpin Ekosistem High-Performance Layer-1 Solana (SOL) terus membuktikan dirinya sebagai “Ethereum alternatif” yang efisien dan cepat. Dengan lebih dari 65 juta akun aktif dan pertumbuhan eksplosif dalam sektor DeFi serta GameFi, Solana berhasil menarik minat developer baru. Faktor kunci bullish lain adalah lonjakan volume DEX Solana, terutama dari proyek seperti Jupiter dan Raydium, yang mencatat volume harian setara Uniswap. Selain itu, memecoin seperti BONK dan DOGWIFHAT ikut menjaga momentum sosial dan memperluas awareness Solana di kalangan ritel. Download Binance: https://www.bmwweb.biz/join?ref=K7RNV5MZ 4. Tron (TRX): Dominasi Stablecoin dan Ekspansi Global Tron (TRX) mungkin bukan nama paling “seksi” di dunia crypto, tapi kinerjanya tetap solid. Saat ini, lebih dari 50% transaksi USDT global diproses melalui jaringan Tron — menjadikannya salah satu blockchain paling aktif di dunia. Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah Asia Tenggara, termasuk Kamboja dan Myanmar, dalam pengembangan stablecoin nasional berbasis Tron menunjukkan potensi adopsi dunia nyata (real-world adoption). Untuk investor yang mencari stabilitas dan utilitas, TRX tetap menjadi aset menarik di tengah volatilitas pasar. 5. Hype (HYPE): Bintang Baru di Sektor SocialFi HYPE menjadi salah satu token yang paling banyak dibicarakan di 2025, terutama setelah Hyperliquid meluncurkan platform Hype Strategies Inc. dan mengajukan S-1 ke SEC untuk IPO senilai $1 miliar. Token HYPE menjadi tulang punggung ekosistem Social + DeFi Trading. Dengan volume harian yang stabil di atas $500 juta dan komunitas aktif di X (Twitter), token ini menarik perhatian investor yang mencari eksposur pada perpaduan media sosial dan keuangan terdesentralisasi (SocialFi). 6. Aster (ASTER): Pemain Baru di Bidang DEX Infrastruktur Aster (ASTER) adalah proyek baru yang muncul sebagai Alpha Token dari Binance, dan sedang membangun AsterDEX — platform DEX berbasis modular dengan likuiditas lintas rantai (cross-chain). Keunggulan ASTER terletak pada arsitektur ZK-powered matching engine yang memastikan efisiensi tinggi dan biaya rendah, sekaligus menjaga keamanan transaksi. Volume perdagangan yang meningkat lebih dari 120% sejak listing di Binance menunjukkan minat awal yang kuat. Jika likuiditas institusional mulai masuk, ASTER berpotensi menjadi salah satu DEX dominan tahun depan. $ASTER {spot}(ASTERUSDT) 7. Aave (AAVE): Raja DeFi Lending yang Kembali Bangkit Sebagai salah satu protokol lending tertua di ekosistem Ethereum, Aave (AAVE) kini memasuki fase pertumbuhan baru. Peluncuran Aave V4 dengan dukungan restaking, cross-chain borrowing, dan stablecoin GHO membuat Aave semakin kompetitif di dunia DeFi 2.0. Selain itu, data menunjukkan total value locked (TVL) Aave naik lebih dari 30% dalam dua bulan terakhir — pertanda bahwa investor mulai kembali meminjam dan meminjamkan aset kripto dalam jumlah besar setelah periode stagnasi di 2024. 8. Binance Coin (BNB): Momentum Bullish dan Ekosistem yang Meluas BNB menjadi salah satu token paling kuat tahun ini, mencatat kenaikan lebih dari 70% sejak awal 2025. Katalis utamanya datang dari kebijakan Binance Alpha, Megadrop campaigns, dan sejumlah listing proyek baru seperti Haedal Protocol, Plume Network, dan Caldera (ERA) yang semuanya berbasis BNB Chain. Selain itu, memecoin di BNB Smart Chain (seperti Fartcoin dan Catwifhat) meningkatkan aktivitas jaringan dan mendorong permintaan gas fee BNB. Kombinasi ekosistem kuat dan momentum retail menjadikan BNB salah satu aset paling tahan banting di 2025. 9. Polygon (POL): Rebranding ke POL dan Fokus pada Interoperabilitas Polygon (MATIC) telah menyelesaikan rebranding besar ke POL, memperkenalkan AggLayer sebagai lapisan penyatu untuk semua chain berbasis ZK dan EVM. Langkah ini menjadikan Polygon bukan sekadar Layer-2, tapi fondasi interoperabilitas bagi seluruh Web3. Dengan dukungan kuat dari perusahaan besar seperti Adobe, Starbucks, dan Nike dalam integrasi blockchain, Polygon terus menjadi pilihan utama untuk proyek enterprise. Untuk investor jangka menengah, POL menawarkan kombinasi fundamental solid dan potensi undervaluation pasca koreksi. 10. Chainlink (LINK): Infrastruktur Data yang Tak Tergantikan Sebagai penyedia orakel terbesar di dunia crypto, Chainlink (LINK) kini menjadi infrastruktur wajib untuk hampir semua protokol DeFi dan RWA. Integrasi terbaru dengan SWIFT dan ekspansi ke sektor tokenisasi aset nyata (RWA) membuat LINK kembali relevan. Fitur CCIP (Cross-Chain Interoperability Protocol) memungkinkan transfer aset dan data lintas blockchain secara aman — menjadikan Chainlink fondasi penting bagi adopsi institusional. Dengan peningkatan penggunaan on-chain data feed, LINK bisa menjadi salah satu aset defensif paling menarik di 2025. Kesimpulan: Saatnya Akumulasi Sebelum Rotasi Pasar Selanjutnya Oktober 2025 bisa menjadi titik balik bagi pasar crypto. Dengan kombinasi koreksi sehat, peningkatan adopsi institusional, dan kemajuan teknologi di berbagai ekosistem blockchain, ini adalah waktu ideal bagi investor untuk membangun portofolio berkualitas. Strategi terbaik? Fokus pada proyek dengan fundamental kuat, utility jelas, dan likuiditas tinggi — seperti BTC, ETH, SOL, BNB, dan AAVE — sambil menyisihkan sebagian kecil modal untuk proyek baru seperti HYPE dan ASTER yang berpotensi menjadi pemenang siklus berikutnya.

10 Cryptocurrency Terbaik untuk Dibeli di Oktober 2025: Panduan Lengkap bagi Investor Crypto

Memasuki Oktober 2025, pasar crypto kembali menunjukkan tanda-tanda rotasi besar setelah koreksi tajam di September. Bitcoin yang sempat terkoreksi dari level tertinggi $125.000 kini stabil di kisaran $107.000–$110.000, sementara sejumlah altcoin menunjukkan performa relatif lebih kuat berkat adopsi baru, upgrade teknologi, dan peningkatan ekosistem.

Bagi investor, bulan Oktober bisa menjadi momen akumulasi strategis menjelang potensi reli akhir tahun. Artikel ini membahas 10 cryptocurrency terbaik untuk dibeli di Oktober 2025, lengkap dengan alasan fundamental, tren pasar, dan potensi jangka menengah yang perlu kamu perhatikan.




1. Bitcoin (BTC): Pemimpin Pasar yang Masih Jadi Aset Utama
Meski sempat terkoreksi setelah mencapai rekor tertinggi $125.000, Bitcoin (BTC) tetap menjadi aset utama dalam setiap portofolio crypto. Arus masuk ke Bitcoin Spot ETF masih stabil, menunjukkan kepercayaan institusional tetap kuat.
Selain itu, data on-chain memperlihatkan bahwa jumlah BTC di exchange mencapai titik terendah dalam 4 tahun, menandakan akumulasi oleh long-term holders masih berlangsung. Dengan tensi geopolitik AS–China yang memicu pencarian aset lindung nilai, BTC kemungkinan akan tetap menjadi “digital gold” pilihan investor global. $BTC


2. Ethereum (ETH): Jantung Ekosistem DeFi dan Stablecoin
Ethereum (ETH) terus memperkuat posisinya sebagai fondasi ekosistem Web3 dan DeFi. Setelah Dencun Upgrade, biaya transaksi di Layer-2 (seperti Arbitrum, Base, dan Optimism) turun signifikan, mendorong aktivitas on-chain meningkat lebih dari 40% kuartal ini.
Kabar baik datang dari sektor stablecoin: regulasi GENIUS Act di AS telah memberikan kejelasan hukum bagi stablecoin berbasis Ethereum seperti USDC dan USDT. Ini berpotensi meningkatkan adopsi DeFi institusional dan memperkuat narasi bahwa Ethereum akan menjadi “infrastruktur keuangan global” berbasis blockchain.
3. Solana (SOL): Pemimpin Ekosistem High-Performance Layer-1
Solana (SOL) terus membuktikan dirinya sebagai “Ethereum alternatif” yang efisien dan cepat. Dengan lebih dari 65 juta akun aktif dan pertumbuhan eksplosif dalam sektor DeFi serta GameFi, Solana berhasil menarik minat developer baru.
Faktor kunci bullish lain adalah lonjakan volume DEX Solana, terutama dari proyek seperti Jupiter dan Raydium, yang mencatat volume harian setara Uniswap. Selain itu, memecoin seperti BONK dan DOGWIFHAT ikut menjaga momentum sosial dan memperluas awareness Solana di kalangan ritel.

Download Binance: https://www.bmwweb.biz/join?ref=K7RNV5MZ
4. Tron (TRX): Dominasi Stablecoin dan Ekspansi Global
Tron (TRX) mungkin bukan nama paling “seksi” di dunia crypto, tapi kinerjanya tetap solid. Saat ini, lebih dari 50% transaksi USDT global diproses melalui jaringan Tron — menjadikannya salah satu blockchain paling aktif di dunia.
Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah Asia Tenggara, termasuk Kamboja dan Myanmar, dalam pengembangan stablecoin nasional berbasis Tron menunjukkan potensi adopsi dunia nyata (real-world adoption). Untuk investor yang mencari stabilitas dan utilitas, TRX tetap menjadi aset menarik di tengah volatilitas pasar.

5. Hype (HYPE): Bintang Baru di Sektor SocialFi
HYPE menjadi salah satu token yang paling banyak dibicarakan di 2025, terutama setelah Hyperliquid meluncurkan platform Hype Strategies Inc. dan mengajukan S-1 ke SEC untuk IPO senilai $1 miliar.
Token HYPE menjadi tulang punggung ekosistem Social + DeFi Trading. Dengan volume harian yang stabil di atas $500 juta dan komunitas aktif di X (Twitter), token ini menarik perhatian investor yang mencari eksposur pada perpaduan media sosial dan keuangan terdesentralisasi (SocialFi).

6. Aster (ASTER): Pemain Baru di Bidang DEX Infrastruktur
Aster (ASTER) adalah proyek baru yang muncul sebagai Alpha Token dari Binance, dan sedang membangun AsterDEX — platform DEX berbasis modular dengan likuiditas lintas rantai (cross-chain).
Keunggulan ASTER terletak pada arsitektur ZK-powered matching engine yang memastikan efisiensi tinggi dan biaya rendah, sekaligus menjaga keamanan transaksi. Volume perdagangan yang meningkat lebih dari 120% sejak listing di Binance menunjukkan minat awal yang kuat. Jika likuiditas institusional mulai masuk, ASTER berpotensi menjadi salah satu DEX dominan tahun depan.
$ASTER

7. Aave (AAVE): Raja DeFi Lending yang Kembali Bangkit
Sebagai salah satu protokol lending tertua di ekosistem Ethereum, Aave (AAVE) kini memasuki fase pertumbuhan baru. Peluncuran Aave V4 dengan dukungan restaking, cross-chain borrowing, dan stablecoin GHO membuat Aave semakin kompetitif di dunia DeFi 2.0.
Selain itu, data menunjukkan total value locked (TVL) Aave naik lebih dari 30% dalam dua bulan terakhir — pertanda bahwa investor mulai kembali meminjam dan meminjamkan aset kripto dalam jumlah besar setelah periode stagnasi di 2024.
8. Binance Coin (BNB): Momentum Bullish dan Ekosistem yang Meluas
BNB menjadi salah satu token paling kuat tahun ini, mencatat kenaikan lebih dari 70% sejak awal 2025. Katalis utamanya datang dari kebijakan Binance Alpha, Megadrop campaigns, dan sejumlah listing proyek baru seperti Haedal Protocol, Plume Network, dan Caldera (ERA) yang semuanya berbasis BNB Chain.
Selain itu, memecoin di BNB Smart Chain (seperti Fartcoin dan Catwifhat) meningkatkan aktivitas jaringan dan mendorong permintaan gas fee BNB. Kombinasi ekosistem kuat dan momentum retail menjadikan BNB salah satu aset paling tahan banting di 2025.

9. Polygon (POL): Rebranding ke POL dan Fokus pada Interoperabilitas
Polygon (MATIC) telah menyelesaikan rebranding besar ke POL, memperkenalkan AggLayer sebagai lapisan penyatu untuk semua chain berbasis ZK dan EVM. Langkah ini menjadikan Polygon bukan sekadar Layer-2, tapi fondasi interoperabilitas bagi seluruh Web3.
Dengan dukungan kuat dari perusahaan besar seperti Adobe, Starbucks, dan Nike dalam integrasi blockchain, Polygon terus menjadi pilihan utama untuk proyek enterprise. Untuk investor jangka menengah, POL menawarkan kombinasi fundamental solid dan potensi undervaluation pasca koreksi.

10. Chainlink (LINK): Infrastruktur Data yang Tak Tergantikan
Sebagai penyedia orakel terbesar di dunia crypto, Chainlink (LINK) kini menjadi infrastruktur wajib untuk hampir semua protokol DeFi dan RWA. Integrasi terbaru dengan SWIFT dan ekspansi ke sektor tokenisasi aset nyata (RWA) membuat LINK kembali relevan.
Fitur CCIP (Cross-Chain Interoperability Protocol) memungkinkan transfer aset dan data lintas blockchain secara aman — menjadikan Chainlink fondasi penting bagi adopsi institusional. Dengan peningkatan penggunaan on-chain data feed, LINK bisa menjadi salah satu aset defensif paling menarik di 2025.

Kesimpulan: Saatnya Akumulasi Sebelum Rotasi Pasar Selanjutnya


Oktober 2025 bisa menjadi titik balik bagi pasar crypto. Dengan kombinasi koreksi sehat, peningkatan adopsi institusional, dan kemajuan teknologi di berbagai ekosistem blockchain, ini adalah waktu ideal bagi investor untuk membangun portofolio berkualitas.
Strategi terbaik? Fokus pada proyek dengan fundamental kuat, utility jelas, dan likuiditas tinggi — seperti BTC, ETH, SOL, BNB, dan AAVE — sambil menyisihkan sebagian kecil modal untuk proyek baru seperti HYPE dan ASTER yang berpotensi menjadi pemenang siklus berikutnya.
·
--
بيتكوين تتجاوز أعلى مستوى تاريخي، هل هذه نهاية دورة الثور أم بداية تصحيح كبير؟بعد أن وصلت إلى أعلى مستوى قياسي جديد عند 125.000 دولار، تتعرض أسعار البيتكوين (BTC) الآن لضغط كبير، حيث انخفضت بشكل حاد إلى نطاق 107.000 دولار وحتى اختبرت منطقة دعم قوية عند 101.000 دولار. بدأت مشاعر السوق تتغير - من نشوة "إلى القمر" إلى مرحلة الخوف والشك. الكثير من المتداولين يتساءلون: هل هذه مجرد تصحيح صحي قبل أن يعود BTC للارتفاع؟ أم أن هذه علامة على أن ذروة دورة الثور قد تم الوصول إليها؟ تستعرض هذه المقالة حالة سوق البيتكوين الأخيرة، من الجانب الأساسي، والسيولة، والجيوسياسية، وصولاً إلى نفسية السوق، لفهم ما إذا كانت الأسعار يمكن أن تتعافى - أو ستستمر في الضعف قبل تشكيل هيكل صعودي آخر.

بيتكوين تتجاوز أعلى مستوى تاريخي، هل هذه نهاية دورة الثور أم بداية تصحيح كبير؟

بعد أن وصلت إلى أعلى مستوى قياسي جديد عند 125.000 دولار، تتعرض أسعار البيتكوين (BTC) الآن لضغط كبير، حيث انخفضت بشكل حاد إلى نطاق 107.000 دولار وحتى اختبرت منطقة دعم قوية عند 101.000 دولار. بدأت مشاعر السوق تتغير - من نشوة "إلى القمر" إلى مرحلة الخوف والشك.
الكثير من المتداولين يتساءلون: هل هذه مجرد تصحيح صحي قبل أن يعود BTC للارتفاع؟ أم أن هذه علامة على أن ذروة دورة الثور قد تم الوصول إليها؟
تستعرض هذه المقالة حالة سوق البيتكوين الأخيرة، من الجانب الأساسي، والسيولة، والجيوسياسية، وصولاً إلى نفسية السوق، لفهم ما إذا كانت الأسعار يمكن أن تتعافى - أو ستستمر في الضعف قبل تشكيل هيكل صعودي آخر.
·
--
ما هو Aster (ASTER)؟ كل ما تحتاج لمعرفته عن ASTER!Aster (ticker: ASTER) هو مشروع تبادل دائم لامركزي (perps DEX) من الجيل التالي الذي يجذب الانتباه في السوق، خاصة بعد أن أصبح أحد الرموز الرئيسية التي يتم الحديث عنها في مجتمع العملات المشفرة. Aster وُلد من دمج كيانين كبيرين، Astherus و APX Finance، بهدف إنشاء نظام بيئي مشتق لامركزي مع سيولة عميقة، ومنتجات عائد قوية، وتوافق عبر السلاسل. Aster يقدم مزيجاً نادراً في عالم DeFi: التداول الدائم، التداول الفوري، ومنتجات العائد مثل asBNB أو USDF—كلها متكاملة في منصة واحدة مع بنية تحتية معيارية. بالنسبة للمستثمرين والمتداولين، ليس هذا مجرد رمز جديد، بل خطوة للأمام في تطور DEX على السلسلة.

ما هو Aster (ASTER)؟ كل ما تحتاج لمعرفته عن ASTER!

Aster (ticker: ASTER) هو مشروع تبادل دائم لامركزي (perps DEX) من الجيل التالي الذي يجذب الانتباه في السوق، خاصة بعد أن أصبح أحد الرموز الرئيسية التي يتم الحديث عنها في مجتمع العملات المشفرة. Aster وُلد من دمج كيانين كبيرين، Astherus و APX Finance، بهدف إنشاء نظام بيئي مشتق لامركزي مع سيولة عميقة، ومنتجات عائد قوية، وتوافق عبر السلاسل.
Aster يقدم مزيجاً نادراً في عالم DeFi: التداول الدائم، التداول الفوري، ومنتجات العائد مثل asBNB أو USDF—كلها متكاملة في منصة واحدة مع بنية تحتية معيارية. بالنسبة للمستثمرين والمتداولين، ليس هذا مجرد رمز جديد، بل خطوة للأمام في تطور DEX على السلسلة.
·
--
عرض الترجمة
Panduan Membeli Altcoins dan Cryptocurrency Lain di Indonesia (2025)Cryptocurrency bukan lagi fenomena global semata—Indonesia kini menjadi salah satu pasar kripto dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Data dari Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) menunjukkan jumlah pengguna kripto di Indonesia telah menembus lebih dari 20 juta pada 2025. Namun, bagi investor baru maupun trader berpengalaman, pertanyaan mendasar tetap sama: bagaimana cara membeli altcoins dan aset kripto lain dengan aman dan efisien di Indonesia? Artikel ini akan membahas langkah-langkah praktis, metode analisis sebelum membeli, hingga faktor risiko yang harus diperhatikan. $BTC {spot}(BTCUSDT) $ETH {spot}(ETHUSDT) 1. Memahami Perbedaan Bitcoin vs Altcoin Sebelum membeli, penting untuk memahami perbedaan antara Bitcoin (BTC) dan altcoins. Bitcoin adalah aset kripto pertama dan terbesar berdasarkan market cap, sering dipandang sebagai “digital gold”.Altcoins adalah semua aset kripto selain Bitcoin, misalnya Ethereum (ETH), Solana (SOL), BNB, XRP, atau Dogecoin (DOGE). Altcoin biasanya menawarkan fitur tambahan, mulai dari smart contracts, DeFi, NFT, hingga infrastruktur blockchain baru. Bagi investor, memahami use case dan posisi kompetitif altcoin tertentu sangat krusial. Altcoin bisa memberikan return jauh lebih tinggi, tetapi volatilitasnya juga lebih besar dibandingkan Bitcoin. 2. Menentukan Tempat Membeli Kripto di Indonesia Ada dua jalur utama untuk membeli altcoins di Indonesia a) Exchange Lokal Teregulasi Exchange kripto seperti Indodax, Reku, Pintu, Tokocrypto telah resmi terdaftar di Bappebti, sehingga transaksi kripto di dalamnya diakui secara hukum. Kelebihan: Mematuhi regulasi Indonesia.Mendukung deposit rupiah melalui bank transfer, e-wallet, atau QRIS.Cocok untuk pemula yang butuh kemudahan. Keterbatasan: Pilihan altcoin terbatas (hanya sekitar 500 aset yang disetujui Bappebti).Biaya trading bisa lebih tinggi dibandingkan exchange internasional. b) Exchange Global Platform seperti Binance, OKX, Bybit, dan KuCoin menawarkan akses ke ribuan altcoin, likuiditas lebih besar, serta fitur-fitur canggih seperti futures, options, dan staking. Kelebihan: Akses lebih luas ke proyek-proyek baru.Spread tipis karena volume tinggi.Banyak program seperti Launchpool, Launchpad, dan staking rewards. Keterbatasan: Belum seluruhnya diakui oleh Bappebti.Risiko kepatuhan hukum lebih tinggi jika tidak berhati-hati. 3. Langkah-Langkah Membeli Altcoins a) Registrasi & KYC Daftarkan akun di exchange pilihan Anda. Untuk exchange lokal, KYC (Know Your Customer) menggunakan KTP dan selfie sesuai regulasi Bappebti. b) Deposit Rupiah atau Stablecoin Untuk exchange lokal: transfer via bank atau e-wallet.Untuk exchange global: biasanya harus membeli stablecoin (USDT, USDC, FUSD) melalui P2P marketplace, lalu menggunakannya untuk membeli altcoin. c) Pilih Altcoin Gunakan pair seperti USDT/ETH atau USDT/SOL untuk membeli altcoin. Exchange lokal biasanya menyediakan pair IDR/USDT untuk memudahkan. d) Simpan Aset dengan Aman Hot wallet (exchange wallet): praktis, tapi rentan risiko keamanan.Private wallet (Metamask, Trust Wallet, Ledger): lebih aman, cocok untuk investasi jangka panjang. 4. Analisis Sebelum Membeli Altcoins Membeli altcoin tanpa analisis ibarat berjudi. Berikut kerangka analisis yang dapat digunakan: a) Analisis Fundamental Utility: Apakah token punya kegunaan nyata (misalnya SOL untuk transaksi di Solana)?Tokenomics: Bagaimana supply, inflasi/deflasi, dan distribusi tokennya?Tim & Investor: Apakah proyek didukung VC besar seperti a16z, Sequoia, atau Binance Labs?Ekosistem: Seberapa banyak aplikasi, developer, atau pengguna yang aktif? b) Analisis Teknikal Gunakan indikator populer: RSI, MACD, Moving Average untuk melihat tren harga.Perhatikan level support dan resistance pada timeframe harian dan mingguan.Gunakan volume analysis untuk mendeteksi potensi breakout. c) Analisis Sentimen Pantau Crypto Twitter, Telegram, Discord, dan Google Trends.Lonjakan minat ritel biasanya menjadi sinyal awal altcoin season.Waspadai hype berlebihan tanpa fundamental kuat. 5. Strategi Membeli Altcoins Dollar-Cost Averaging (DCA): membeli secara berkala untuk mengurangi risiko volatilitas.Rotasi Portofolio: mulai dari aset besar (BTC, ETH, BNB) lalu alokasikan sebagian kecil ke mid-cap dan small-cap altcoin.Exit Plan: tentukan target profit dan stop-loss sebelum masuk. Jangan serakah dan disiplin pada strategi. 6. Risiko yang Harus Diwaspadai Volatilitas Tinggi: altcoin bisa naik 200% dalam seminggu, tapi juga bisa turun 80%.Likuiditas: altcoin kecil bisa sulit dijual saat pasar jatuh.Regulasi: aturan pemerintah bisa berubah dan memengaruhi akses ke exchange global.Keamanan: selalu waspada terhadap phishing, fake airdrops, dan rug pulls. Kesimpulan Membeli altcoins di Indonesia kini lebih mudah dari sebelumnya berkat dukungan regulasi Bappebti dan hadirnya berbagai exchange global. Namun, kemudahan ini harus diimbangi dengan analisis fundamental, teknikal, dan sentimen yang matang. Altcoin memang menawarkan potensi keuntungan besar, tapi risikonya juga sepadan. Bagi investor Indonesia, kunci sukses adalah memilih platform yang sesuai kebutuhan, disiplin dalam strategi, dan selalu mengutamakan keamanan aset digital. Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat edukasi dan informasi umum. Bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau trading. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum membuat keputusan investasi dalam cryptocurrency. Risiko kerugian sepenuhnya ditanggung masing-masing individu.

Panduan Membeli Altcoins dan Cryptocurrency Lain di Indonesia (2025)

Cryptocurrency bukan lagi fenomena global semata—Indonesia kini menjadi salah satu pasar kripto dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Data dari Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) menunjukkan jumlah pengguna kripto di Indonesia telah menembus lebih dari 20 juta pada 2025. Namun, bagi investor baru maupun trader berpengalaman, pertanyaan mendasar tetap sama: bagaimana cara membeli altcoins dan aset kripto lain dengan aman dan efisien di Indonesia?
Artikel ini akan membahas langkah-langkah praktis, metode analisis sebelum membeli, hingga faktor risiko yang harus diperhatikan.
$BTC
$ETH

1. Memahami Perbedaan Bitcoin vs Altcoin
Sebelum membeli, penting untuk memahami perbedaan antara Bitcoin (BTC) dan altcoins.
Bitcoin adalah aset kripto pertama dan terbesar berdasarkan market cap, sering dipandang sebagai “digital gold”.Altcoins adalah semua aset kripto selain Bitcoin, misalnya Ethereum (ETH), Solana (SOL), BNB, XRP, atau Dogecoin (DOGE). Altcoin biasanya menawarkan fitur tambahan, mulai dari smart contracts, DeFi, NFT, hingga infrastruktur blockchain baru.

Bagi investor, memahami use case dan posisi kompetitif altcoin tertentu sangat krusial. Altcoin bisa memberikan return jauh lebih tinggi, tetapi volatilitasnya juga lebih besar dibandingkan Bitcoin.
2. Menentukan Tempat Membeli Kripto di Indonesia
Ada dua jalur utama untuk membeli altcoins di Indonesia
a) Exchange Lokal Teregulasi
Exchange kripto seperti Indodax, Reku, Pintu, Tokocrypto telah resmi terdaftar di Bappebti, sehingga transaksi kripto di dalamnya diakui secara hukum.

Kelebihan:
Mematuhi regulasi Indonesia.Mendukung deposit rupiah melalui bank transfer, e-wallet, atau QRIS.Cocok untuk pemula yang butuh kemudahan.

Keterbatasan:
Pilihan altcoin terbatas (hanya sekitar 500 aset yang disetujui Bappebti).Biaya trading bisa lebih tinggi dibandingkan exchange internasional.
b) Exchange Global
Platform seperti Binance, OKX, Bybit, dan KuCoin menawarkan akses ke ribuan altcoin, likuiditas lebih besar, serta fitur-fitur canggih seperti futures, options, dan staking.

Kelebihan:
Akses lebih luas ke proyek-proyek baru.Spread tipis karena volume tinggi.Banyak program seperti Launchpool, Launchpad, dan staking rewards.

Keterbatasan:
Belum seluruhnya diakui oleh Bappebti.Risiko kepatuhan hukum lebih tinggi jika tidak berhati-hati.
3. Langkah-Langkah Membeli Altcoins
a) Registrasi & KYC
Daftarkan akun di exchange pilihan Anda. Untuk exchange lokal, KYC (Know Your Customer) menggunakan KTP dan selfie sesuai regulasi Bappebti.
b) Deposit Rupiah atau Stablecoin
Untuk exchange lokal: transfer via bank atau e-wallet.Untuk exchange global: biasanya harus membeli stablecoin (USDT, USDC, FUSD) melalui P2P marketplace, lalu menggunakannya untuk membeli altcoin.
c) Pilih Altcoin
Gunakan pair seperti USDT/ETH atau USDT/SOL untuk membeli altcoin. Exchange lokal biasanya menyediakan pair IDR/USDT untuk memudahkan.
d) Simpan Aset dengan Aman
Hot wallet (exchange wallet): praktis, tapi rentan risiko keamanan.Private wallet (Metamask, Trust Wallet, Ledger): lebih aman, cocok untuk investasi jangka panjang.
4. Analisis Sebelum Membeli Altcoins
Membeli altcoin tanpa analisis ibarat berjudi. Berikut kerangka analisis yang dapat digunakan:
a) Analisis Fundamental
Utility: Apakah token punya kegunaan nyata (misalnya SOL untuk transaksi di Solana)?Tokenomics: Bagaimana supply, inflasi/deflasi, dan distribusi tokennya?Tim & Investor: Apakah proyek didukung VC besar seperti a16z, Sequoia, atau Binance Labs?Ekosistem: Seberapa banyak aplikasi, developer, atau pengguna yang aktif?
b) Analisis Teknikal
Gunakan indikator populer: RSI, MACD, Moving Average untuk melihat tren harga.Perhatikan level support dan resistance pada timeframe harian dan mingguan.Gunakan volume analysis untuk mendeteksi potensi breakout.
c) Analisis Sentimen
Pantau Crypto Twitter, Telegram, Discord, dan Google Trends.Lonjakan minat ritel biasanya menjadi sinyal awal altcoin season.Waspadai hype berlebihan tanpa fundamental kuat.
5. Strategi Membeli Altcoins
Dollar-Cost Averaging (DCA): membeli secara berkala untuk mengurangi risiko volatilitas.Rotasi Portofolio: mulai dari aset besar (BTC, ETH, BNB) lalu alokasikan sebagian kecil ke mid-cap dan small-cap altcoin.Exit Plan: tentukan target profit dan stop-loss sebelum masuk. Jangan serakah dan disiplin pada strategi.
6. Risiko yang Harus Diwaspadai
Volatilitas Tinggi: altcoin bisa naik 200% dalam seminggu, tapi juga bisa turun 80%.Likuiditas: altcoin kecil bisa sulit dijual saat pasar jatuh.Regulasi: aturan pemerintah bisa berubah dan memengaruhi akses ke exchange global.Keamanan: selalu waspada terhadap phishing, fake airdrops, dan rug pulls.
Kesimpulan
Membeli altcoins di Indonesia kini lebih mudah dari sebelumnya berkat dukungan regulasi Bappebti dan hadirnya berbagai exchange global. Namun, kemudahan ini harus diimbangi dengan analisis fundamental, teknikal, dan sentimen yang matang. Altcoin memang menawarkan potensi keuntungan besar, tapi risikonya juga sepadan.

Bagi investor Indonesia, kunci sukses adalah memilih platform yang sesuai kebutuhan, disiplin dalam strategi, dan selalu mengutamakan keamanan aset digital.

Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat edukasi dan informasi umum. Bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau trading. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum membuat keputusan investasi dalam cryptocurrency. Risiko kerugian sepenuhnya ditanggung masing-masing individu.
·
--
عرض الترجمة
Lombard (BARD) Deep Dive: Menghidupkan Kembali Bitcoin OnchainApa itu Lombard? Lombard adalah protokol yang bertujuan membawa Bitcoin ke pusat ekosistem onchain, sama seperti peran Circle dan Tether dalam menggerakkan pasar stablecoin. Jika stablecoin mempercepat pertumbuhan DeFi, Lombard ingin memastikan BTC juga dapat berpartisipasi penuh dalam ekonomi digital yang sedang berkembang. Inti misinya jelas: “Bitcoin menciptakan revolusi onchain. Sekarang waktunya Bitcoin memimpinnya.” Mengapa Lombard Penting? Selama lebih dari satu dekade, Bitcoin (BTC) menjadi aset paling berharga dalam dunia kripto dengan kapitalisasi triliunan dolar. Namun, ironisnya, sebagian besar BTC masih diam dalam cold wallet tanpa banyak utility onchain. Lombard hadir untuk mengubah kondisi ini dengan menyediakan likuiditas, produk, dan infrastruktur yang memungkinkan Bitcoin menjadi aset produktif di DeFi. Nilai tambah Lombard: Membuka $triliun potensi likuiditas Bitcoin yang selama ini tidak tersentuh.Menjadikan BTC bukan sekadar “store of value”, tapi juga aset yang bisa menghasilkan yield.Memacu gelombang baru integrasi BTC di DeFi — disebut sebagai Bitcoin DeFi Renaissance. Key Highlights & Inovasi Produk 1. $LBTC — Liquid Staked Bitcoin Diluncurkan 21 Agustus 2024, $LBTC adalah BTC yang distake secara onchain.Tersedia di 13 chain (Ethereum, Base, Solana, Sui, dll.) dengan adopsi masif.Rekor adopsi tercepat: Mencapai $1 miliar TVL hanya dalam 92 hari, onboarding lebih dari $2 miliar likuiditas baru ke ekosistem DeFi.Upgrade Agustus 2025: Menjadi yield-bearing BTC asset dengan yield hingga 1% — memberikan utility tambahan bagi pemegang BTC. 2. $BARD — Token Native Lombard Token asli ekosistem Lombard yang berfungsi sebagai mekanisme koordinasi ekonomi.Digunakan untuk governance, staking, insentif, dan akses ke produk-produk Lombard.Community Sale sukses besar: $6,75 juta terkumpul dari 21,340 partisipan di 132 negara — oversubscribed 1.400%. 3. Ekspansi Produk & Infrastruktur eBTC: Aset restaked BTC pertama, hasil kolaborasi dengan Ether.fi, kini dapat digunakan sebagai kolateral di Aave.Vault Strategies: Mengaktifkan lebih dari $750 juta likuiditas di chain baru (Berachain, TAC, Katana, Sonic).70+ integrasi DeFi: $LBTC digunakan di Aave, Pendle, Morpho, Spark, dll.SDK Lombard: Toolkit developer untuk integrasi BTC staking & bridging langsung ke dApps, wallet, dan exchange.Proof-of-Reserves Oracle: $LBTC menjadi BTC LST pertama yang menghadirkan feed PoR onchain lewat Redstone. Pencapaian Komunitas & Adopsi Pasar 260.000+ holder $LBTC, tersebar di berbagai ekosistem.$LBTC mendominasi 57% market share sebagai Bitcoin LST terbesar, ranking ke-4 BTC derivative secara global.Exchange besar seperti Binance & Bybit sudah menawarkan staking $LBTC langsung di aplikasi mereka.Tersedia untuk spot trading di Binance & MEXC, memperluas akses global. Backed by Strong Team & Investors Tim inti berasal dari Coinbase, Ripple, Deutsche Bank, Microsoft, Polychain, Argent.Didukung oleh investor top-tier seperti Polychain Capital, YZi Labs (ex-Binance Labs), Franklin Templeton.Validator consortium mencakup 14 institusi besar: Galaxy, DCG, OKX, Wintermute, Amber, Antpool, F2pool, dll.Menunjukkan kombinasi kekuatan TradFi, CeFi, dan DeFi untuk membangun ekosistem BTC onchain. Tokenomics $BARD Nama Token: BARDTipe: ERC-20Total Supply: 1.000.000.000Initial Circulating Supply (Binance): 225.000.000Binance HODLer Airdrop: 20.000.000 (2% total supply) Dengan FDV awal sekitar $450 juta, $BARD berpotensi mengalami rerating signifikan seiring dengan pertumbuhan utilitas $LBTC dan penetrasi Lombard ke pasar RWA-Bitcoin. Roadmap & Visi ke Depan Lombard tengah membangun produk baru di berbagai lapisan ekosistem: Basis Trade Vaults — instrumen BTC yield baru.Cross-chain BTC primitive — rival kuat untuk model wrapped BTC yang sudah ada.Ekspansi Global — terus hadir di konferensi besar seperti Token2049, Consensus, KBW, Permissionless.Fokus utama Lombard adalah menjadikan BTC sebagai aset produktif di seluruh ekosistem blockchain, bukan hanya sebagai penyimpan nilai. Kesimpulan: Lombard sebagai Pemimpin Bitcoin Onchain First-mover di BTC Liquid Staking — $LBTC sudah menjadi pemimpin pasar.Ekosistem yang luas — 70+ integrasi DeFi, dukungan exchange besar, dan adopsi institusional.Komunitas global — lebih dari 260 ribu pengguna dalam waktu singkat.Tokenomics $BARD yang kuat — dirancang sebagai koordinasi ekonomi dan governance token.Misi besar — mengubah BTC dari aset pasif menjadi mesin pertumbuhan onchain. Dengan semua faktor ini, Lombard (BARD) bukan hanya sebuah proyek baru, melainkan pionir dalam membawa Bitcoin kembali ke panggung utama onchain.

Lombard (BARD) Deep Dive: Menghidupkan Kembali Bitcoin Onchain

Apa itu Lombard?
Lombard adalah protokol yang bertujuan membawa Bitcoin ke pusat ekosistem onchain, sama seperti peran Circle dan Tether dalam menggerakkan pasar stablecoin. Jika stablecoin mempercepat pertumbuhan DeFi, Lombard ingin memastikan BTC juga dapat berpartisipasi penuh dalam ekonomi digital yang sedang berkembang.

Inti misinya jelas:

“Bitcoin menciptakan revolusi onchain. Sekarang waktunya Bitcoin memimpinnya.”
Mengapa Lombard Penting?

Selama lebih dari satu dekade, Bitcoin (BTC) menjadi aset paling berharga dalam dunia kripto dengan kapitalisasi triliunan dolar. Namun, ironisnya, sebagian besar BTC masih diam dalam cold wallet tanpa banyak utility onchain. Lombard hadir untuk mengubah kondisi ini dengan menyediakan likuiditas, produk, dan infrastruktur yang memungkinkan Bitcoin menjadi aset produktif di DeFi.
Nilai tambah Lombard:
Membuka $triliun potensi likuiditas Bitcoin yang selama ini tidak tersentuh.Menjadikan BTC bukan sekadar “store of value”, tapi juga aset yang bisa menghasilkan yield.Memacu gelombang baru integrasi BTC di DeFi — disebut sebagai Bitcoin DeFi Renaissance.
Key Highlights & Inovasi Produk
1. $LBTC — Liquid Staked Bitcoin
Diluncurkan 21 Agustus 2024, $LBTC adalah BTC yang distake secara onchain.Tersedia di 13 chain (Ethereum, Base, Solana, Sui, dll.) dengan adopsi masif.Rekor adopsi tercepat: Mencapai $1 miliar TVL hanya dalam 92 hari, onboarding lebih dari $2 miliar likuiditas baru ke ekosistem DeFi.Upgrade Agustus 2025: Menjadi yield-bearing BTC asset dengan yield hingga 1% — memberikan utility tambahan bagi pemegang BTC.
2. $BARD — Token Native Lombard
Token asli ekosistem Lombard yang berfungsi sebagai mekanisme koordinasi ekonomi.Digunakan untuk governance, staking, insentif, dan akses ke produk-produk Lombard.Community Sale sukses besar: $6,75 juta terkumpul dari 21,340 partisipan di 132 negara — oversubscribed 1.400%.

3. Ekspansi Produk & Infrastruktur
eBTC: Aset restaked BTC pertama, hasil kolaborasi dengan Ether.fi, kini dapat digunakan sebagai kolateral di Aave.Vault Strategies: Mengaktifkan lebih dari $750 juta likuiditas di chain baru (Berachain, TAC, Katana, Sonic).70+ integrasi DeFi: $LBTC digunakan di Aave, Pendle, Morpho, Spark, dll.SDK Lombard: Toolkit developer untuk integrasi BTC staking & bridging langsung ke dApps, wallet, dan exchange.Proof-of-Reserves Oracle: $LBTC menjadi BTC LST pertama yang menghadirkan feed PoR onchain lewat Redstone.
Pencapaian Komunitas & Adopsi Pasar
260.000+ holder $LBTC, tersebar di berbagai ekosistem.$LBTC mendominasi 57% market share sebagai Bitcoin LST terbesar, ranking ke-4 BTC derivative secara global.Exchange besar seperti Binance & Bybit sudah menawarkan staking $LBTC langsung di aplikasi mereka.Tersedia untuk spot trading di Binance & MEXC, memperluas akses global.
Backed by Strong Team & Investors
Tim inti berasal dari Coinbase, Ripple, Deutsche Bank, Microsoft, Polychain, Argent.Didukung oleh investor top-tier seperti Polychain Capital, YZi Labs (ex-Binance Labs), Franklin Templeton.Validator consortium mencakup 14 institusi besar: Galaxy, DCG, OKX, Wintermute, Amber, Antpool, F2pool, dll.Menunjukkan kombinasi kekuatan TradFi, CeFi, dan DeFi untuk membangun ekosistem BTC onchain.
Tokenomics $BARD
Nama Token: BARDTipe: ERC-20Total Supply: 1.000.000.000Initial Circulating Supply (Binance): 225.000.000Binance HODLer Airdrop: 20.000.000 (2% total supply)

Dengan FDV awal sekitar $450 juta, $BARD berpotensi mengalami rerating signifikan seiring dengan pertumbuhan utilitas $LBTC dan penetrasi Lombard ke pasar RWA-Bitcoin.

Roadmap & Visi ke Depan
Lombard tengah membangun produk baru di berbagai lapisan ekosistem:
Basis Trade Vaults — instrumen BTC yield baru.Cross-chain BTC primitive — rival kuat untuk model wrapped BTC yang sudah ada.Ekspansi Global — terus hadir di konferensi besar seperti Token2049, Consensus, KBW, Permissionless.Fokus utama Lombard adalah menjadikan BTC sebagai aset produktif di seluruh ekosistem blockchain, bukan hanya sebagai penyimpan nilai.
Kesimpulan: Lombard sebagai Pemimpin Bitcoin Onchain

First-mover di BTC Liquid Staking — $LBTC sudah menjadi pemimpin pasar.Ekosistem yang luas — 70+ integrasi DeFi, dukungan exchange besar, dan adopsi institusional.Komunitas global — lebih dari 260 ribu pengguna dalam waktu singkat.Tokenomics $BARD yang kuat — dirancang sebagai koordinasi ekonomi dan governance token.Misi besar — mengubah BTC dari aset pasif menjadi mesin pertumbuhan onchain.

Dengan semua faktor ini, Lombard (BARD) bukan hanya sebuah proyek baru, melainkan pionir dalam membawa Bitcoin kembali ke panggung utama onchain.
·
--
عرض الترجمة
Avantis (AVNT) Deep Dive: Gerbang Menuju Pasar RWA Triliunan DolarApa itu Avantis? Avantis adalah DEX (Decentralized Exchange) terbesar di jaringan Base untuk perdagangan Real-World Assets (RWA). Berbeda dengan mayoritas perps DEX lain yang fokus pada aset kripto native, Avantis mengambil langkah lebih jauh dengan menghadirkan produk-produk keuangan nyata seperti Forex (USD/JPY, Turkish Lira), Emas, Minyak, hingga indeks ekuitas seperti S&P 500 (SPY) dan Nasdaq (QQQ). Sejak peluncuran, Avantis telah mencatatkan lebih dari $20 miliar trading volume kumulatif, dengan $1,5 miliar berasal dari produk RWA. Hal ini menegaskan bahwa permintaan terhadap perdagangan aset dunia nyata secara on-chain semakin meningkat. Selain itu, Avantis adalah DEX pertama di Base yang menghadirkan Zero-Fee Perpetuals (ZFP), menjadikannya salah satu inovator utama di ruang derivatif on-chain. Mengapa Avantis Disebut “The RWA Hyperliquid”? Istilah “Hyperliquid” di sini menandakan bahwa Avantis bukan sekadar perps DEX, tetapi lapisan leverage universal (Universal Leverage Layer) untuk pasar RWA global. Dengan kata lain, Avantis ingin menjadi infrastruktur inti bagi perdagangan aset senilai triliunan dolar yang sebelumnya hanya eksis di pasar TradFi. Beberapa pencapaian penting: ✅ $12 miliar+ volume hanya dalam 3 bulan terakhir ✅ $8 juta pendanaan Seri A dari Pantera Capital & Founders Fund ✅ Tim ter-doxxed dengan latar belakang Coinbase & TradFi ✅ Tier-1 listing rollout tercepat pasca-TGE: Coinbase, Binance, Bybit, Upbit, Bithumb Kecepatan ekspansi ini menunjukkan positioning Avantis yang kuat, baik secara institusional maupun ritel. Kinerja Pasar & Momentum $AVNT Sejak TGE pada 9 September 2025, token $AVNT melonjak lebih dari 700% dari harga rendah pasca-peluncuran (~$0,20) hingga mencapai $1,58. Faktor pendorong utama momentum ini adalah: Listing besar-besaran di Coinbase, Binance, Bybit, Upbit, dan Bithumb — sesuatu yang jarang terjadi untuk token DEX. Narasi RWA yang semakin menarik investor, terutama karena potensi pasar yang 1000x lebih besar dari sekadar aset kripto native. Validasi institusional: menjadi token perpetual DEX pertama yang listing di Coinbase sejak 2021. Dengan FDV sekitar $1 miliar, Avantis masih memiliki gap valuasi besar dibandingkan kompetitor: Hyperliquid: $54 miliar FDV (~55x lebih tinggi) Robinhood: $102 miliar market cap (~100x lebih tinggi) Artinya, potensi rerating valuasi Avantis masih sangat terbuka. Ekspansi Produk & Teknologi Avantis tidak berhenti hanya pada FX, komoditas, dan indeks. Visi jangka panjangnya adalah membuka akses perdagangan perpetual untuk ekuitas global seperti Tesla ($TSLA), Nvidia ($NVDA), hingga Coinbase ($COIN). Beberapa inovasi teknologi yang tengah berjalan: Zero-Fee Perps dengan limit order – membuat pengalaman trading lebih efisien. Pyth Lazer Oracles – memungkinkan settlement sub-detik. Flashblocks – finalitas transaksi hampir instan. Base Mobile App Integration – potensi integrasi dengan aplikasi mobile Base, mirip dengan ekosistem Aero & Morpho. Selain itu, Avantis juga memperkuat komunitas dengan membagikan 100% LP fee kepada penyedia likuiditas, serta membuka opsi buyback di masa depan. Avantis vs Kompetitor: Memainkan Game yang Berbeda Mayoritas perps DEX saat ini bersaing untuk memperebutkan market share dalam aset kripto tradisional (BTC, ETH, altcoins). Avantis mengambil jalur berbeda: memperluas game ke pasar RWA. Dengan target pasar FX, komoditas, dan ekuitas, Avantis langsung bermain di arena senilai $100 triliun+, bukan hanya pasar kripto yang relatif kecil. Ini menjadikan Avantis bukan sekadar kompetitor Hyperliquid atau dYdX, melainkan pencipta kategori baru: The RWA Hyperliquid. Disclaimer on! DYOR!

Avantis (AVNT) Deep Dive: Gerbang Menuju Pasar RWA Triliunan Dolar

Apa itu Avantis?
Avantis adalah DEX (Decentralized Exchange) terbesar di jaringan Base untuk perdagangan Real-World Assets (RWA). Berbeda dengan mayoritas perps DEX lain yang fokus pada aset kripto native, Avantis mengambil langkah lebih jauh dengan menghadirkan produk-produk keuangan nyata seperti Forex (USD/JPY, Turkish Lira), Emas, Minyak, hingga indeks ekuitas seperti S&P 500 (SPY) dan Nasdaq (QQQ).
Sejak peluncuran, Avantis telah mencatatkan lebih dari $20 miliar trading volume kumulatif, dengan $1,5 miliar berasal dari produk RWA. Hal ini menegaskan bahwa permintaan terhadap perdagangan aset dunia nyata secara on-chain semakin meningkat.
Selain itu, Avantis adalah DEX pertama di Base yang menghadirkan Zero-Fee Perpetuals (ZFP), menjadikannya salah satu inovator utama di ruang derivatif on-chain.
Mengapa Avantis Disebut “The RWA Hyperliquid”?
Istilah “Hyperliquid” di sini menandakan bahwa Avantis bukan sekadar perps DEX, tetapi lapisan leverage universal (Universal Leverage Layer) untuk pasar RWA global. Dengan kata lain, Avantis ingin menjadi infrastruktur inti bagi perdagangan aset senilai triliunan dolar yang sebelumnya hanya eksis di pasar TradFi.
Beberapa pencapaian penting:
✅ $12 miliar+ volume hanya dalam 3 bulan terakhir
✅ $8 juta pendanaan Seri A dari Pantera Capital & Founders Fund
✅ Tim ter-doxxed dengan latar belakang Coinbase & TradFi
✅ Tier-1 listing rollout tercepat pasca-TGE: Coinbase, Binance, Bybit, Upbit, Bithumb
Kecepatan ekspansi ini menunjukkan positioning Avantis yang kuat, baik secara institusional maupun ritel.
Kinerja Pasar & Momentum $AVNT
Sejak TGE pada 9 September 2025, token $AVNT melonjak lebih dari 700% dari harga rendah pasca-peluncuran (~$0,20) hingga mencapai $1,58.
Faktor pendorong utama momentum ini adalah:
Listing besar-besaran di Coinbase, Binance, Bybit, Upbit, dan Bithumb — sesuatu yang jarang terjadi untuk token DEX.
Narasi RWA yang semakin menarik investor, terutama karena potensi pasar yang 1000x lebih besar dari sekadar aset kripto native.
Validasi institusional: menjadi token perpetual DEX pertama yang listing di Coinbase sejak 2021.
Dengan FDV sekitar $1 miliar, Avantis masih memiliki gap valuasi besar dibandingkan kompetitor:
Hyperliquid: $54 miliar FDV (~55x lebih tinggi)
Robinhood: $102 miliar market cap (~100x lebih tinggi)
Artinya, potensi rerating valuasi Avantis masih sangat terbuka.
Ekspansi Produk & Teknologi
Avantis tidak berhenti hanya pada FX, komoditas, dan indeks. Visi jangka panjangnya adalah membuka akses perdagangan perpetual untuk ekuitas global seperti Tesla ($TSLA), Nvidia ($NVDA), hingga Coinbase ($COIN).
Beberapa inovasi teknologi yang tengah berjalan:
Zero-Fee Perps dengan limit order – membuat pengalaman trading lebih efisien.
Pyth Lazer Oracles – memungkinkan settlement sub-detik.
Flashblocks – finalitas transaksi hampir instan.
Base Mobile App Integration – potensi integrasi dengan aplikasi mobile Base, mirip dengan ekosistem Aero & Morpho.
Selain itu, Avantis juga memperkuat komunitas dengan membagikan 100% LP fee kepada penyedia likuiditas, serta membuka opsi buyback di masa depan.
Avantis vs Kompetitor: Memainkan Game yang Berbeda
Mayoritas perps DEX saat ini bersaing untuk memperebutkan market share dalam aset kripto tradisional (BTC, ETH, altcoins). Avantis mengambil jalur berbeda: memperluas game ke pasar RWA.
Dengan target pasar FX, komoditas, dan ekuitas, Avantis langsung bermain di arena senilai $100 triliun+, bukan hanya pasar kripto yang relatif kecil.
Ini menjadikan Avantis bukan sekadar kompetitor Hyperliquid atau dYdX, melainkan pencipta kategori baru: The RWA Hyperliquid.

Disclaimer on! DYOR!
·
--
عرض الترجمة
5 Kesalahan Mahal yang Harus Dihindari Trader Indonesia Saat Menjual Aset KriptoTrading kripto adalah aktivitas berisiko tinggi yang membutuhkan strategi, kedisiplinan, serta pemahaman mendalam terhadap pasar. Bagi banyak trader Indonesia, tantangan terbesar bukan hanya soal kapan harus membeli, tetapi juga kapan dan bagaimana menjual aset kripto. Kesalahan dalam menjual sering kali berujung pada kerugian besar, hilangnya potensi profit, atau bahkan membuat trader terjebak dalam pola emosional yang sulit diputus. Artikel ini membahas 5 kesalahan paling mahal yang kerap dilakukan trader Indonesia saat menjual kripto, serta cara menghindarinya. $BTC {spot}(BTCUSDT) $ETH {spot}(ETHUSDT) 1. Menjual Berdasarkan Emosi, Bukan Data Salah satu kesalahan paling umum adalah menjual karena panik saat harga turun atau serakah saat harga naik. Trader yang terbawa emosi biasanya menjual terlalu cepat karena takut kehilangan profit (fear of missing out), atau justru terlambat karena menunggu harga yang “terlalu sempurna”. Contoh nyata: Saat Bitcoin turun cepat 10–15% dalam sehari, banyak trader ritel Indonesia menjual di titik terendah karena panik, hanya untuk melihat harga kembali pulih beberapa hari kemudian.Solusi: Gunakan analisis teknikal (support-resistance, indikator RSI, volume) dan analisis fundamental (adopsi, berita regulasi, upgrade jaringan) sebagai dasar keputusan. Buat rencana exit sebelum masuk posisi agar tidak terjebak dalam keputusan impulsif. 2. Tidak Memahami Dampak Pajak & Biaya Transaksi Di Indonesia, jual beli aset kripto dikenakan pajak 0,11% dari nilai transaksi serta PPh 0,1% untuk setiap penjualan di exchange terdaftar. Selain itu, setiap platform memiliki biaya trading yang berbeda. Trader yang tidak memperhitungkan biaya ini dapat melihat profit yang seharusnya besar tergerus tanpa disadari. Contoh nyata: Trader yang melakukan scalping dengan volume tinggi tanpa memperhitungkan pajak dan biaya bisa kehilangan 5–10% profit hanya karena fee, meskipun analisisnya benar.Solusi: Selalu kalkulasi biaya total (trading fee + pajak + slippage) sebelum menjual. Untuk transaksi besar, gunakan exchange dengan biaya rendah atau strategi limit order agar slippage minimal. 3. Menjual Semua Sekaligus (All-in/All-out Strategy) Banyak trader Indonesia memiliki kebiasaan menjual semua aset sekaligus. Strategi ini memang sederhana, tetapi sangat berisiko karena pasar kripto sangat volatil. Jika menjual semua di harga rendah, trader bisa kehilangan potensi profit besar ketika harga rebound. Sebaliknya, jika menahan semua hingga terlalu lama, bisa berakhir pada kerugian signifikan. Contoh nyata: Pada bull run 2021, banyak trader menjual semua altcoin terlalu cepat setelah kenaikan 100%, padahal beberapa koin masih melanjutkan rally hingga ribuan persen.Solusi: Gunakan metode scale-out atau jual bertahap. Misalnya: jual 30% ketika target pertama tercapai, 30% lagi di target kedua, dan sisakan sebagian sebagai moonbag. Dengan begitu, trader bisa mengunci profit sambil tetap memiliki eksposur jika harga naik lebih tinggi. Daftar Binance disini: https://www.bmwweb.biz/join?ref=K7RNV5MZ 4. Mengabaikan Sentimen Pasar & Indikator Makro Pasar kripto tidak bergerak dalam ruang hampa. Faktor seperti kebijakan The Fed, inflasi global, regulasi lokal, dan tren likuiditas sangat mempengaruhi pergerakan harga. Banyak trader Indonesia terlalu fokus pada chart 5 menit tanpa memperhatikan arah makro, sehingga menjual di waktu yang salah. Contoh nyata: Saat The Fed mengumumkan pemangkasan suku bunga (bullish untuk aset berisiko), beberapa trader justru panic sell karena melihat koreksi jangka pendek.Solusi: Selalu gabungkan analisis makro dengan teknikal. Perhatikan Bitcoin Dominance (BTC.D), ETH/BTC ratio, serta funding rates di futures market. Indikator ini membantu menentukan apakah pasar sedang risk-on (cocok untuk hold) atau risk-off (waktu tepat untuk jual). 5. Tidak Menyiapkan Strategi Keamanan & Proteksi Modal Kesalahan terakhir, tetapi sangat fatal, adalah mengabaikan aspek manajemen risiko dan keamanan aset. Menjual kripto di exchange tanpa memperhatikan likuiditas, atau meninggalkan aset di wallet yang tidak aman, bisa menimbulkan kerugian non-trading. Risiko umum:Menjual altcoin di exchange kecil dengan volume rendah → harga jatuh karena slippage besar.Tidak menggunakan cold wallet untuk menyimpan profit dalam stablecoin → aset hilang karena peretasan exchange.Tidak menggunakan stop-loss → kerugian berlanjut tanpa batas. Solusi:Selalu cek liquidity pool dan order book depth sebelum menjual.Simpan hasil jual ke stablecoin terkemuka (USDT, USDC) lalu transfer ke wallet pribadi.Gunakan risk management dengan cut-loss otomatis dan batasi eksposur maksimum pada satu trade. Kesimpulan Menjual aset kripto dengan tepat adalah seni sekaligus ilmu. Banyak trader Indonesia terjebak pada kesalahan mahal karena kurang disiplin, tidak memperhitungkan biaya, atau terlalu bergantung pada emosi. Lima kesalahan yang harus dihindari adalah: Menjual berdasarkan emosi, bukan data.Mengabaikan pajak & biaya transaksi.Menjual semua aset sekaligus.Tidak memperhatikan sentimen pasar & indikator makro.Mengabaikan manajemen risiko dan keamanan aset. Dengan memahami kesalahan ini, trader dapat meningkatkan peluang sukses, mengamankan profit, dan menghindari kerugian yang tidak perlu. Ingat, dalam trading kripto, kapan Anda menjual seringkali lebih penting daripada kapan Anda membeli.

5 Kesalahan Mahal yang Harus Dihindari Trader Indonesia Saat Menjual Aset Kripto

Trading kripto adalah aktivitas berisiko tinggi yang membutuhkan strategi, kedisiplinan, serta pemahaman mendalam terhadap pasar. Bagi banyak trader Indonesia, tantangan terbesar bukan hanya soal kapan harus membeli, tetapi juga kapan dan bagaimana menjual aset kripto. Kesalahan dalam menjual sering kali berujung pada kerugian besar, hilangnya potensi profit, atau bahkan membuat trader terjebak dalam pola emosional yang sulit diputus.
Artikel ini membahas 5 kesalahan paling mahal yang kerap dilakukan trader Indonesia saat menjual kripto, serta cara menghindarinya.
$BTC
$ETH

1. Menjual Berdasarkan Emosi, Bukan Data
Salah satu kesalahan paling umum adalah menjual karena panik saat harga turun atau serakah saat harga naik. Trader yang terbawa emosi biasanya menjual terlalu cepat karena takut kehilangan profit (fear of missing out), atau justru terlambat karena menunggu harga yang “terlalu sempurna”.
Contoh nyata: Saat Bitcoin turun cepat 10–15% dalam sehari, banyak trader ritel Indonesia menjual di titik terendah karena panik, hanya untuk melihat harga kembali pulih beberapa hari kemudian.Solusi: Gunakan analisis teknikal (support-resistance, indikator RSI, volume) dan analisis fundamental (adopsi, berita regulasi, upgrade jaringan) sebagai dasar keputusan. Buat rencana exit sebelum masuk posisi agar tidak terjebak dalam keputusan impulsif.
2. Tidak Memahami Dampak Pajak & Biaya Transaksi
Di Indonesia, jual beli aset kripto dikenakan pajak 0,11% dari nilai transaksi serta PPh 0,1% untuk setiap penjualan di exchange terdaftar. Selain itu, setiap platform memiliki biaya trading yang berbeda. Trader yang tidak memperhitungkan biaya ini dapat melihat profit yang seharusnya besar tergerus tanpa disadari.
Contoh nyata: Trader yang melakukan scalping dengan volume tinggi tanpa memperhitungkan pajak dan biaya bisa kehilangan 5–10% profit hanya karena fee, meskipun analisisnya benar.Solusi: Selalu kalkulasi biaya total (trading fee + pajak + slippage) sebelum menjual. Untuk transaksi besar, gunakan exchange dengan biaya rendah atau strategi limit order agar slippage minimal.
3. Menjual Semua Sekaligus (All-in/All-out Strategy)
Banyak trader Indonesia memiliki kebiasaan menjual semua aset sekaligus. Strategi ini memang sederhana, tetapi sangat berisiko karena pasar kripto sangat volatil. Jika menjual semua di harga rendah, trader bisa kehilangan potensi profit besar ketika harga rebound. Sebaliknya, jika menahan semua hingga terlalu lama, bisa berakhir pada kerugian signifikan.
Contoh nyata: Pada bull run 2021, banyak trader menjual semua altcoin terlalu cepat setelah kenaikan 100%, padahal beberapa koin masih melanjutkan rally hingga ribuan persen.Solusi: Gunakan metode scale-out atau jual bertahap. Misalnya: jual 30% ketika target pertama tercapai, 30% lagi di target kedua, dan sisakan sebagian sebagai moonbag. Dengan begitu, trader bisa mengunci profit sambil tetap memiliki eksposur jika harga naik lebih tinggi.

Daftar Binance disini: https://www.bmwweb.biz/join?ref=K7RNV5MZ

4. Mengabaikan Sentimen Pasar & Indikator Makro

Pasar kripto tidak bergerak dalam ruang hampa. Faktor seperti kebijakan The Fed, inflasi global, regulasi lokal, dan tren likuiditas sangat mempengaruhi pergerakan harga. Banyak trader Indonesia terlalu fokus pada chart 5 menit tanpa memperhatikan arah makro, sehingga menjual di waktu yang salah.
Contoh nyata: Saat The Fed mengumumkan pemangkasan suku bunga (bullish untuk aset berisiko), beberapa trader justru panic sell karena melihat koreksi jangka pendek.Solusi: Selalu gabungkan analisis makro dengan teknikal. Perhatikan Bitcoin Dominance (BTC.D), ETH/BTC ratio, serta funding rates di futures market. Indikator ini membantu menentukan apakah pasar sedang risk-on (cocok untuk hold) atau risk-off (waktu tepat untuk jual).

5. Tidak Menyiapkan Strategi Keamanan & Proteksi Modal

Kesalahan terakhir, tetapi sangat fatal, adalah mengabaikan aspek manajemen risiko dan keamanan aset. Menjual kripto di exchange tanpa memperhatikan likuiditas, atau meninggalkan aset di wallet yang tidak aman, bisa menimbulkan kerugian non-trading.
Risiko umum:Menjual altcoin di exchange kecil dengan volume rendah → harga jatuh karena slippage besar.Tidak menggunakan cold wallet untuk menyimpan profit dalam stablecoin → aset hilang karena peretasan exchange.Tidak menggunakan stop-loss → kerugian berlanjut tanpa batas.
Solusi:Selalu cek liquidity pool dan order book depth sebelum menjual.Simpan hasil jual ke stablecoin terkemuka (USDT, USDC) lalu transfer ke wallet pribadi.Gunakan risk management dengan cut-loss otomatis dan batasi eksposur maksimum pada satu trade.
Kesimpulan
Menjual aset kripto dengan tepat adalah seni sekaligus ilmu. Banyak trader Indonesia terjebak pada kesalahan mahal karena kurang disiplin, tidak memperhitungkan biaya, atau terlalu bergantung pada emosi.
Lima kesalahan yang harus dihindari adalah:
Menjual berdasarkan emosi, bukan data.Mengabaikan pajak & biaya transaksi.Menjual semua aset sekaligus.Tidak memperhatikan sentimen pasar & indikator makro.Mengabaikan manajemen risiko dan keamanan aset.

Dengan memahami kesalahan ini, trader dapat meningkatkan peluang sukses, mengamankan profit, dan menghindari kerugian yang tidak perlu. Ingat, dalam trading kripto, kapan Anda menjual seringkali lebih penting daripada kapan Anda membeli.
·
--
عرض الترجمة
Boundless ($ZKC): Protokol Zero-Knowledge Universal yang Membawa Blockchain ke Skala InternetDalam dunia blockchain yang terus berkembang, zero-knowledge proofs (ZKPs) telah menjadi salah satu teknologi paling penting untuk mendukung skalabilitas, privasi, dan interoperabilitas. Namun, keterbatasan dalam kapasitas komputasi serta biaya eksekusi sering kali menghambat adopsi masif teknologi ini. Di sinilah Boundless hadir, membawa visi baru dengan protokol universal berbasis Proof of Verifiable Work (PoVW) dan token aslinya, $ZKC, yang memungkinkan blockchain beroperasi pada skala internet. Apa itu Boundless? Boundless adalah protokol permissionless dan chain-agnostic yang berfungsi sebagai pasar terbuka untuk pembangkitan ZK proofs. Protokol ini memungkinkan siapa saja untuk berkontribusi dalam pembuktian kriptografi melalui node prover independen, lalu menerima insentif dalam bentuk token $ZKC. Berbeda dengan model Proof of Work (PoW) tradisional yang membuang banyak energi untuk hash yang tidak berguna, Boundless memperkenalkan Proof of Verifiable Work (PoVW) — mekanisme yang memastikan setiap komputasi benar-benar digunakan untuk aplikasi nyata, mulai dari layer-1 blockchain, rollups, DeFi, hingga infrastruktur cross-chain. Boundless dikembangkan oleh RISC Zero, tim di balik zkVM berbasis RISC-V pertama di dunia, dan telah merilis Mainnet Beta pada Juli 2025 dengan lebih dari 20 mitra serta adopsi awal yang signifikan. Daftar Binance: https://www.bmwweb.biz/join?ref=K7RNV5MZ {spot}(ZKCUSDT) Mengapa Boundless Penting? Skalabilitas Tanpa Batas Dengan offloading eksekusi ke jaringan Boundless, blockchain dapat memverifikasi ZK proofs secara on-chain tanpa hambatan gas limit atau keterbatasan kapasitas. Hal ini memungkinkan rollups mencapai finalitas dalam 1 jam, DeFi berjalan tanpa batas gas, serta bridges beroperasi dengan trustless cross-chain messaging. Universal ZK Protocol Boundless tidak terkunci pada satu sistem pembuktian. Teknologinya bersifat modular dan mampu mengintegrasikan proof system lain seperti SP1, Boojum (ZKsync), dan Jolt. Dengan ini, Boundless berperan sebagai ZK orchestration layer, menyerap adopsi dari ekosistem pembuktian lain. Ekonomi yang Berkelanjutan Pasar on-chain Boundless memberikan dua sumber pendapatan bagi node prover: Marketplace Fees: dibayar langsung oleh requestor atas pembuktian. PoVW Rewards: emisi protokol yang proporsional dengan kompleksitas bukti.Dengan model ini, prover mendapat insentif yang adil sekaligus memperkuat keamanan jaringan. Tokenomics ZKC Token Name: Zero Knowledge Coin ($ZKC)Token Type: ERC-20Initial Circ. Supply saat listing Binance: 1.000.000.000Maksimum Supply: Tidak terbatas (inflasi 7% pada tahun pertama, menurun ke 3% pada tahun ke-8)Current Circulating Supply: 200.953.107 (~20,1%)Binance Launchpool Allocation: 10.000.000 (mulai 15 September 2025) Distribusi token ZKC menggunakan mekanisme staking verifiable di mana prover dapat menguncI ZKC menjadi $sZKC sebagai jaminan (slashable amount) dalam setiap permintaan proof. Hal ini menciptakan sistem ekonomi yang aman dan transparan. Proof of Verifiable Work (PoVW): Inovasi Inti Salah satu keunggulan Boundless adalah algoritma Proof of Verifiable Work, yang memecahkan masalah mendasar dalam sistem ZK tradisional: bagaimana mengukur beban komputasi dari setiap proof. PoVW memungkinkan sistem: Menghasilkan metadata verifikasi yang menunjukkan biaya komputasi sebenarnya.Memberikan reward proporsional kepada prover sesuai jumlah komputasi yang disumbangkan.Menciptakan mekanisme fraud defense bawaan. Dengan kata lain, tidak ada energi yang terbuang — semua komputasi yang dilakukan prover berkontribusi pada aplikasi nyata. Roadmap & Perkembangan April 2022: RISC Zero zkVM diperkenalkan.Juni 2024: zkVM versi produksi pertama dirilis.September 2024: Boundless diumumkan sebagai verifiable compute layer.Mei 2025: Proof of Verifiable Work diperkenalkan.Juli 2025: Mainnet Beta live.Agustus 2025: Token ZKC diluncurkan. Roadmap ke depan (H2 2025–H1 2026) mencakup ekspansi ke chain besar (Ethereum L1, Arbitrum, OP Mainnet, Solana, Avalanche), peluncuran aplikasi komersial berbasis Boundless, hingga pengembangan ASIC khusus untuk meningkatkan efisiensi. Potensi Pasar & Value Proposition Boundless menargetkan pasar eksekusi ZKP on-chain yang diperkirakan bernilai $5 miliar per tahun, melalui in-protocol fees dan out-of-protocol tipping. Selain itu, dengan meningkatnya adopsi Ethereum, Bitcoin, Solana, dan Celestia yang memiliki roadmap ZK-centric, peluang ekspansi Boundless semakin besar. Tidak hanya membangun infrastruktur, tim Boundless juga berencana mengembangkan aplikasi komersial di atas protokol mereka sendiri, membuka peluang nilai tambah bagi ekosistem dan investor $ZKC. Kesimpulan Boundless ($ZKC) membawa terobosan besar dalam dunia blockchain dengan menjadikan ZK proofs sebagai sumber daya yang melimpah, efisien, dan dapat diverifikasi. Dengan kombinasi Proof of Verifiable Work, kemampuan lintas-chain, integrasi proof system lain, serta dukungan ekosistem yang luas, Boundless berpotensi menjadi tulang punggung komputasi terverifikasi di web3. Bagi investor dan developer, $ZKC bukan sekadar token insentif, melainkan aset yang terikat langsung pada pertumbuhan permintaan ZK dalam dunia blockchain global. Dengan roadmap ambisius menuju 2026, Boundless bisa menjadi salah satu proyek ZK paling dominan di pasar.

Boundless ($ZKC): Protokol Zero-Knowledge Universal yang Membawa Blockchain ke Skala Internet

Dalam dunia blockchain yang terus berkembang, zero-knowledge proofs (ZKPs) telah menjadi salah satu teknologi paling penting untuk mendukung skalabilitas, privasi, dan interoperabilitas. Namun, keterbatasan dalam kapasitas komputasi serta biaya eksekusi sering kali menghambat adopsi masif teknologi ini. Di sinilah Boundless hadir, membawa visi baru dengan protokol universal berbasis Proof of Verifiable Work (PoVW) dan token aslinya, $ZKC , yang memungkinkan blockchain beroperasi pada skala internet.
Apa itu Boundless?
Boundless adalah protokol permissionless dan chain-agnostic yang berfungsi sebagai pasar terbuka untuk pembangkitan ZK proofs. Protokol ini memungkinkan siapa saja untuk berkontribusi dalam pembuktian kriptografi melalui node prover independen, lalu menerima insentif dalam bentuk token $ZKC .
Berbeda dengan model Proof of Work (PoW) tradisional yang membuang banyak energi untuk hash yang tidak berguna, Boundless memperkenalkan Proof of Verifiable Work (PoVW) — mekanisme yang memastikan setiap komputasi benar-benar digunakan untuk aplikasi nyata, mulai dari layer-1 blockchain, rollups, DeFi, hingga infrastruktur cross-chain.
Boundless dikembangkan oleh RISC Zero, tim di balik zkVM berbasis RISC-V pertama di dunia, dan telah merilis Mainnet Beta pada Juli 2025 dengan lebih dari 20 mitra serta adopsi awal yang signifikan.

Daftar Binance: https://www.bmwweb.biz/join?ref=K7RNV5MZ

Mengapa Boundless Penting?

Skalabilitas Tanpa Batas

Dengan offloading eksekusi ke jaringan Boundless, blockchain dapat memverifikasi ZK proofs secara on-chain tanpa hambatan gas limit atau keterbatasan kapasitas. Hal ini memungkinkan rollups mencapai finalitas dalam 1 jam, DeFi berjalan tanpa batas gas, serta bridges beroperasi dengan trustless cross-chain messaging.
Universal ZK Protocol

Boundless tidak terkunci pada satu sistem pembuktian. Teknologinya bersifat modular dan mampu mengintegrasikan proof system lain seperti SP1, Boojum (ZKsync), dan Jolt. Dengan ini, Boundless berperan sebagai ZK orchestration layer, menyerap adopsi dari ekosistem pembuktian lain.
Ekonomi yang Berkelanjutan

Pasar on-chain Boundless memberikan dua sumber pendapatan bagi node prover:
Marketplace Fees: dibayar langsung oleh requestor atas pembuktian.
PoVW Rewards: emisi protokol yang proporsional dengan kompleksitas bukti.Dengan model ini, prover mendapat insentif yang adil sekaligus memperkuat keamanan jaringan.

Tokenomics ZKC
Token Name: Zero Knowledge Coin ($ZKC )Token Type: ERC-20Initial Circ. Supply saat listing Binance: 1.000.000.000Maksimum Supply: Tidak terbatas (inflasi 7% pada tahun pertama, menurun ke 3% pada tahun ke-8)Current Circulating Supply: 200.953.107 (~20,1%)Binance Launchpool Allocation: 10.000.000 (mulai 15 September 2025)
Distribusi token ZKC menggunakan mekanisme staking verifiable di mana prover dapat menguncI ZKC menjadi $sZKC sebagai jaminan (slashable amount) dalam setiap permintaan proof. Hal ini menciptakan sistem ekonomi yang aman dan transparan.

Proof of Verifiable Work (PoVW): Inovasi Inti
Salah satu keunggulan Boundless adalah algoritma Proof of Verifiable Work, yang memecahkan masalah mendasar dalam sistem ZK tradisional: bagaimana mengukur beban komputasi dari setiap proof.

PoVW memungkinkan sistem:
Menghasilkan metadata verifikasi yang menunjukkan biaya komputasi sebenarnya.Memberikan reward proporsional kepada prover sesuai jumlah komputasi yang disumbangkan.Menciptakan mekanisme fraud defense bawaan.
Dengan kata lain, tidak ada energi yang terbuang — semua komputasi yang dilakukan prover berkontribusi pada aplikasi nyata.
Roadmap & Perkembangan
April 2022: RISC Zero zkVM diperkenalkan.Juni 2024: zkVM versi produksi pertama dirilis.September 2024: Boundless diumumkan sebagai verifiable compute layer.Mei 2025: Proof of Verifiable Work diperkenalkan.Juli 2025: Mainnet Beta live.Agustus 2025: Token ZKC diluncurkan.

Roadmap ke depan (H2 2025–H1 2026) mencakup ekspansi ke chain besar (Ethereum L1, Arbitrum, OP Mainnet, Solana, Avalanche), peluncuran aplikasi komersial berbasis Boundless, hingga pengembangan ASIC khusus untuk meningkatkan efisiensi.
Potensi Pasar & Value Proposition

Boundless menargetkan pasar eksekusi ZKP on-chain yang diperkirakan bernilai $5 miliar per tahun, melalui in-protocol fees dan out-of-protocol tipping. Selain itu, dengan meningkatnya adopsi Ethereum, Bitcoin, Solana, dan Celestia yang memiliki roadmap ZK-centric, peluang ekspansi Boundless semakin besar.
Tidak hanya membangun infrastruktur, tim Boundless juga berencana mengembangkan aplikasi komersial di atas protokol mereka sendiri, membuka peluang nilai tambah bagi ekosistem dan investor $ZKC .
Kesimpulan
Boundless ($ZKC ) membawa terobosan besar dalam dunia blockchain dengan menjadikan ZK proofs sebagai sumber daya yang melimpah, efisien, dan dapat diverifikasi. Dengan kombinasi Proof of Verifiable Work, kemampuan lintas-chain, integrasi proof system lain, serta dukungan ekosistem yang luas, Boundless berpotensi menjadi tulang punggung komputasi terverifikasi di web3.
Bagi investor dan developer, $ZKC bukan sekadar token insentif, melainkan aset yang terikat langsung pada pertumbuhan permintaan ZK dalam dunia blockchain global. Dengan roadmap ambisius menuju 2026, Boundless bisa menjadi salah satu proyek ZK paling dominan di pasar.
·
--
عرض الترجمة
Holoworld AI: Deep Dive ke Proyek Web3 AIHoloworld AI muncul sebagai salah satu proyek paling menarik di ekosistem Web3 2025, terutama setelah diumumkan menjadi bagian dari Binance Holder Airdrop Program. Proyek ini membangun decentralized hub untuk consumer AI yang menggabungkan launchpad, app store, hingga open marketplace untuk AI-native IPs (intellectual properties) dan perusahaan AI. Dengan dukungan investor besar seperti Polychain Capital, South Park Commons, Nascent, Quantstamp, dan Arweave, ditambah backing individu ternama seperti CTO B2B OpenAI dan Mike Shinoda (Linkin Park), Holoworld AI punya kredibilitas serius untuk menjadi pionir di sektor RWA + AI + Web3 entertainment. Artikel ini akan melakukan deep dive mengenai apa itu Holoworld AI, value proposition, tokenomics $HOLO, serta mengapa proyek ini relevan untuk investor maupun kreator di ekosistem kripto. $HOLO {spot}(HOLOUSDT) Apa Itu Holoworld AI? Holoworld AI didirikan pada tahun 2022 di Silicon Valley dengan misi membangun “agentic dappstore” — sebuah marketplace on-chain tempat AI agents, virtual IPs, dan creator tools dapat hidup berdampingan dalam ekosistem Web3. Tiga masalah utama yang coba dipecahkan Holoworld: Fragmentasi alat kreator — Content creation masih mahal dan tidak scalable.Monetisasi Web3 yang belum matang — Kreator kesulitan membangun ekosistem IP yang berkelanjutan.AI agents yang terisolasi — Kesulitan integrasi dengan protokol terdesentralisasi, sehingga utilitasnya terbatas. Holoworld menyelesaikan masalah ini dengan: AI-native studio tools (Ava Studio) untuk produksi konten.Launch & growth infra (HoloLaunch) untuk fair distribution & monetisasi IP.Universal connector (Open MCP) untuk menghubungkan AI agents dengan ekonomi Web3.Produk Utama Holoworld AI 1. HoloLaunchLaunchpad on-chain gamified untuk brand, kreator, dan token IP. Menawarkan fitur raffle-based distribution (HoloDraw), global pool, dan whitelist pool. Sudah sukses meluncurkan:$MIRAI — virtual human IP hasil kolaborasi dengan studio Jepang (pencipta imma, ambassador untuk Coach, Amazon, Balmain). Raised $14M USD.$Loudio — proyek yang mendominasi >80% mindshare di Crypto Twitter.2. Ava StudioAI-native video production suite yang memungkinkan siapapun membuat konten viral, meme, hingga livestream.Sub-produk $AVA mencapai $320M ATH marketcap, 55k+ holders, dan pengakuan publik dari Elon Musk.Dalam sebulan pertama setelah rilis resmi, Ava Studio menghasilkan revenue lebih dari $500k USD. 3. Open MCP Marketplace modular untuk data & compute AI. Sudah terintegrasi dengan jaringan besar Web3 seperti Phala, Aethir, Compound, CoinGecko, DeMCP, Fourmeme. Memberi konektivitas langsung antara AI agents, data providers, dan dApps. 4. Hologram Extension Visual infra Holoworld mendukung IP populer seperti Chillguy, Moodeng, Pnut, Neiro, Virtuals, memperkuat posisi mereka di dunia meme dan social IP. 5. Agent Creator Berpartner dengan 25+ IPs & game termasuk Pudgy Penguins, Milady, L’Oreal, Mike Shinoda, bilibili, Nifty Island untuk menghadirkan AI avatars yang hidup di berbagai platform. Utility $HOLO Creator Incentives & Rewards — mendukung program kreator dan kampanye budaya. Governance — voting untuk program, partnership, dan arah protokol. Staking — memberikan reward sekaligus akses ke peluncuran baru di HoloLaunch. Network Currency — digunakan sebagai medium of exchange dalam aplikasi, marketplace, dan infra Holoworld. Mengapa Holoworld AI Penting? First Mover Advantage di Consumer AI + Web3 Holoworld menggabungkan AI-native content creation dengan monetisasi IP di blockchain — kombinasi unik yang belum banyak dieksplor. Ekosistem & Partnership yang Solid Integrasi dengan brand global (L’Oreal, bilibili) dan proyek Web3 besar (Pudgy Penguins, Milady) menandakan potensi network effect kuat. Ekonomi On-chain yang Nyata Produk seperti $AVA dan $MIRAI sudah membuktikan demand nyata dan revenue riil. Ini lebih dari sekadar hype token — ada produk dengan pengguna aktif.Tokenomics Transparan & Insentif Terstruktur Dengan airdrop, staking, dan governance, $HOLO punya utilitas multi-level yang bisa menjaga engagement jangka panjang. Posisi Strategis di Binance Listing di Binance memperkuat eksposur global dan likuiditas $HOLO, membuka jalan untuk adopsi massal. Kesimpulan Holoworld AI bukan sekadar proyek hype. Ia menawarkan kombinasi AI, entertainment, IP economy, dan Web3 infra dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Dengan produk nyata seperti Ava Studio, HoloLaunch, dan Open MCP, serta dukungan investor institusional dan brand global, Holoworld punya peluang besar untuk menjadi decentralized hub AI-native paling dominan di crypto. Bagi trader dan investor, Holoworld AI memberi exposure awal ke sektor AI x Web3 yang berpotensi meledak dalam siklus berikutnya. Namun, seperti biasa, risiko market volatility, adopsi user, dan ketatnya kompetisi AI harus tetap diperhitungkan. Disclaimer on! and do your own research! Bukan saran finansial ini hanya analisa pribadi.

Holoworld AI: Deep Dive ke Proyek Web3 AI

Holoworld AI muncul sebagai salah satu proyek paling menarik di ekosistem Web3 2025, terutama setelah diumumkan menjadi bagian dari Binance Holder Airdrop Program. Proyek ini membangun decentralized hub untuk consumer AI yang menggabungkan launchpad, app store, hingga open marketplace untuk AI-native IPs (intellectual properties) dan perusahaan AI. Dengan dukungan investor besar seperti Polychain Capital, South Park Commons, Nascent, Quantstamp, dan Arweave, ditambah backing individu ternama seperti CTO B2B OpenAI dan Mike Shinoda (Linkin Park), Holoworld AI punya kredibilitas serius untuk menjadi pionir di sektor RWA + AI + Web3 entertainment.
Artikel ini akan melakukan deep dive mengenai apa itu Holoworld AI, value proposition, tokenomics $HOLO , serta mengapa proyek ini relevan untuk investor maupun kreator di ekosistem kripto.
$HOLO

Apa Itu Holoworld AI?
Holoworld AI didirikan pada tahun 2022 di Silicon Valley dengan misi membangun “agentic dappstore” — sebuah marketplace on-chain tempat AI agents, virtual IPs, dan creator tools dapat hidup berdampingan dalam ekosistem Web3.
Tiga masalah utama yang coba dipecahkan Holoworld:
Fragmentasi alat kreator — Content creation masih mahal dan tidak scalable.Monetisasi Web3 yang belum matang — Kreator kesulitan membangun ekosistem IP yang berkelanjutan.AI agents yang terisolasi — Kesulitan integrasi dengan protokol terdesentralisasi, sehingga utilitasnya terbatas.
Holoworld menyelesaikan masalah ini dengan:
AI-native studio tools (Ava Studio) untuk produksi konten.Launch & growth infra (HoloLaunch) untuk fair distribution & monetisasi IP.Universal connector (Open MCP) untuk menghubungkan AI agents dengan ekonomi Web3.Produk Utama Holoworld AI

1. HoloLaunchLaunchpad on-chain gamified untuk brand, kreator, dan token IP. Menawarkan fitur raffle-based distribution (HoloDraw), global pool, dan whitelist pool. Sudah sukses meluncurkan:$MIRAI — virtual human IP hasil kolaborasi dengan studio Jepang (pencipta imma, ambassador untuk Coach, Amazon, Balmain). Raised $14M USD.$Loudio — proyek yang mendominasi >80% mindshare di Crypto Twitter.2. Ava StudioAI-native video production suite yang memungkinkan siapapun membuat konten viral, meme, hingga livestream.Sub-produk $AVA mencapai $320M ATH marketcap, 55k+ holders, dan pengakuan publik dari Elon Musk.Dalam sebulan pertama setelah rilis resmi, Ava Studio menghasilkan revenue lebih dari $500k USD.
3. Open MCP
Marketplace modular untuk data & compute AI. Sudah terintegrasi dengan jaringan besar Web3 seperti Phala, Aethir, Compound, CoinGecko, DeMCP, Fourmeme. Memberi konektivitas langsung antara AI agents, data providers, dan dApps.
4. Hologram Extension
Visual infra Holoworld mendukung IP populer seperti Chillguy, Moodeng, Pnut, Neiro, Virtuals, memperkuat posisi mereka di dunia meme dan social IP.
5. Agent Creator
Berpartner dengan 25+ IPs & game termasuk Pudgy Penguins, Milady, L’Oreal, Mike Shinoda, bilibili, Nifty Island untuk menghadirkan AI avatars yang hidup di berbagai platform.
Utility $HOLO
Creator Incentives & Rewards — mendukung program kreator dan kampanye budaya.
Governance — voting untuk program, partnership, dan arah protokol.
Staking — memberikan reward sekaligus akses ke peluncuran baru di HoloLaunch.
Network Currency — digunakan sebagai medium of exchange dalam aplikasi, marketplace, dan infra Holoworld.
Mengapa Holoworld AI Penting?

First Mover Advantage di Consumer AI + Web3

Holoworld menggabungkan AI-native content creation dengan monetisasi IP di blockchain — kombinasi unik yang belum banyak dieksplor.
Ekosistem & Partnership yang Solid

Integrasi dengan brand global (L’Oreal, bilibili) dan proyek Web3 besar (Pudgy Penguins, Milady) menandakan potensi network effect kuat.
Ekonomi On-chain yang Nyata

Produk seperti $AVA dan $MIRAI sudah membuktikan demand nyata dan revenue riil. Ini lebih dari sekadar hype token — ada produk dengan pengguna aktif.Tokenomics Transparan & Insentif Terstruktur

Dengan airdrop, staking, dan governance, $HOLO punya utilitas multi-level yang bisa menjaga engagement jangka panjang.
Posisi Strategis di Binance

Listing di Binance memperkuat eksposur global dan likuiditas $HOLO , membuka jalan untuk adopsi massal.
Kesimpulan
Holoworld AI bukan sekadar proyek hype. Ia menawarkan kombinasi AI, entertainment, IP economy, dan Web3 infra dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Dengan produk nyata seperti Ava Studio, HoloLaunch, dan Open MCP, serta dukungan investor institusional dan brand global, Holoworld punya peluang besar untuk menjadi decentralized hub AI-native paling dominan di crypto.
Bagi trader dan investor, Holoworld AI memberi exposure awal ke sektor AI x Web3 yang berpotensi meledak dalam siklus berikutnya. Namun, seperti biasa, risiko market volatility, adopsi user, dan ketatnya kompetisi AI harus tetap diperhitungkan.

Disclaimer on! and do your own research!

Bukan saran finansial ini hanya analisa pribadi.
سجّل الدخول لاستكشاف المزيد من المُحتوى
استكشف أحدث أخبار العملات الرقمية
⚡️ كُن جزءًا من أحدث النقاشات في مجال العملات الرقمية
💬 تفاعل مع صنّاع المُحتوى المُفضّلين لديك
👍 استمتع بالمحتوى الذي يثير اهتمامك
البريد الإلكتروني / رقم الهاتف
خريطة الموقع
تفضيلات ملفات تعريف الارتباط
شروط وأحكام المنصّة