Dapatkan analisis teknikal mendalam, berita pasar terkini, dan tips crypto setiap hari. Bergabunglah dengan komunitas trading yang solid & raih profit maksimal
Amerika Serikat diproyeksikan menghadapi lonjakan utang besar dalam satu dekade ke depan. Rasio utang terhadap PDB disebut bisa menembus 120%, dengan defisit tahunan berpotensi mencapai US$3 triliun — level yang melampaui era pasca Perang Dunia II.
Ketika utang membengkak, kepercayaan pasar mulai diuji.
Jika investor global mulai meragukan stabilitas fiskal, dampaknya bisa berantai:
• Dolar tertekan
• Imbal hasil obligasi melonjak
• Biaya bunga membengkak
• Volatilitas pasar meningkat
Saat bunga utang membesar dan ruang fiskal makin sempit, sistem keuangan global ikut terdampak.
Dan di fase seperti inilah emas sering kembali bersinar.
Secara historis, emas menjadi aset lindung nilai saat: ✔ Krisis fiskal meningkat ✔ Inflasi melonjak ✔ Ketidakpastian geopolitik memanas ✔ Kepercayaan terhadap mata uang melemah
Emas tidak bisa dicetak. Nilainya tidak bergantung pada kebijakan politik atau keputusan bank sentral.
Jika beban bunga utang AS menembus lebih dari US$2 triliun per tahun, tekanan pada stabilitas global bisa semakin terasa.
Pertanyaannya sekarang: Apakah ini awal dari siklus bullish emas berikutnya? Atau pasar masih meremehkan risiko yang tumbuh diam-diam?
Bagaimana menurutmu?
Disclaimer: Postingan ini hanya bertujuan untuk edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual aset.
Bhutan kembali menjadi sorotan pasar crypto. Negara kecil di kawasan Asia ini terpantau melepas 100 Bitcoin (BTC) senilai sekitar US$6,7 juta (±Rp113 miliar) saat harga sedang terkoreksi tajam.
Data dari Arkham Intelligence menunjukkan BTC tersebut ditransfer ke wallet milik perusahaan trading crypto asal Singapura, QCP Capital.
Bukan hanya sekali. Dalam 3 bulan terakhir, Bhutan juga tercatat aktif memindahkan Bitcoin ke berbagai alamat berbeda.
Langkah ini terjadi di tengah tekanan besar pasar. Menurut CoinMarketCap, Bitcoin telah turun sekitar 46% dari puncaknya di US$126.000.
Tak hanya BTC, ratusan Ethereum (ETH) bernilai puluhan juta dolar juga ikut dilepas.
Saat ini, kepemilikan Bhutan tersisa sekitar: • 5.600 $BTC (±US$379 juta) • 24 $ETH (±US$49 ribu)
Pertanyaannya sekarang: Apakah ini bentuk kepanikan, manajemen risiko, atau strategi ambil untung?
Di saat pasar bergejolak, langkah pemain besar seperti negara bisa menjadi sinyal penting bagi investor ritel.
Bagaimana menurutmu? 👇
Disclaimer: Postingan ini hanya bertujuan untuk edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual aset investasi.
Harga emas tiba-tiba ambles tajam dan turun ke level US$4.900 dalam satu hari perdagangan.
Penurunan ini dipicu oleh data pengangguran AS yang lebih baik dari perkiraan, membuat pasar langsung mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Tekanan makin dalam setelah harga emas menembus area psikologis US$5.000. Banyak investor memasang stop loss di bawah level tersebut. Saat tembus, aksi jual besar-besaran terjadi secara cepat dan mendorong harga turun lebih dalam.
Kini perhatian pasar tertuju pada data inflasi AS (CPI) yang akan dirilis hari ini.
📌 Jika inflasi turun → peluang penurunan suku bunga kembali terbuka & emas berpotensi rebound.
📌 Jika inflasi tetap tinggi → tekanan terhadap emas bisa berlanjut.
Pergerakan emas saat ini sangat sensitif terhadap kebijakan suku bunga dan arah dolar AS.
Apakah ini hanya koreksi sehat atau awal tren turun yang lebih dalam?
Tulis pendapatmu di kolom komentar 👇
Disclaimer: Postingan ini hanya bertujuan untuk edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual aset investasi.
Amerika Serikat kembali berada di tepi jurang krisis anggaran.
Senat AS gagal mencapai kesepakatan pendanaan pemerintah, membuat risiko government shutdown kembali meningkat. Jika kebuntuan ini berlanjut, sebagian layanan pemerintahan bisa terhenti, gaji pegawai tertunda, dan ketidakpastian politik makin memanas.
Pasar prediksi bahkan mulai memperkirakan peluang shutdown meningkat signifikan.
Dampaknya tidak main-main:
📉 Saham berpotensi tertekan akibat sentimen risk-off
🟡 Emas bisa menguat sebagai aset safe haven
💵 Dolar AS dan obligasi berisiko mengalami volatilitas
🌍 Pasar global ikut terguncang akibat ketidakpastian ekonomi terbesar dunia
Shutdown sebelumnya pernah memicu gejolak pasar dan memperlambat aktivitas ekonomi.
Pertanyaannya sekarang: Apakah ini hanya drama politik sementara, atau awal tekanan baru bagi ekonomi global?
Tulis pendapatmu di kolom komentar 👇
Disclaimer: Postingan ini hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi, bukan ajakan membeli atau menjual aset investasi.
Bitcoin baru berusia 16 tahun. Tapi teknologi di baliknya kini disebut sudah “jalan buntu”.
David Schwartz, mantan CTO Ripple sekaligus salah satu arsitek XRP Ledger, melontarkan kritik tajam terhadap Bitcoin. Menurutnya, Bitcoin tidak lagi bertumpu pada inovasi teknologi dan sudah berada di titik stagnasi.
Ia bahkan menyamakan Bitcoin dengan dolar — sistem yang stabil, tapi tidak lagi berkembang secara teknis.
Schwartz juga mengungkap telah menjual hampir seluruh kepemilikan BTC miliknya di harga sekitar US$7.500. Ia menyoroti beberapa isu:
• Dugaan sentralisasi dalam ekosistem mining • Risiko pada mekanisme Proof-of-Work • Minimnya inovasi di layer dasar blockchain
Namun di sisi lain, pendukung Bitcoin justru berpendapat bahwa stabilitas dan keamanan adalah kekuatan utama BTC — bukan kelemahan.
Lalu pertanyaannya:
Apakah Bitcoin memang sudah usang secara teknologi? Atau justru kematangannya membuatnya semakin kuat sebagai aset digital utama?
Tulis pendapatmu di kolom komentar 👇
Disclaimer: Postingan ini hanya bertujuan untuk edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual aset investasi.
Ekonomi Amerika Serikat mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan.
PHK meningkat. Kebangkrutan bertambah. Kredit macet menumpuk. Pasar properti mulai kehabisan pembeli.
Beberapa analis menilai kondisi 2026 tidak seindah ekspektasi awal tahun. Bahkan muncul spekulasi potensi koreksi besar dalam 2–3 bulan ke depan, mirip pola awal gejolak crypto dan saham pada 2025 lalu.
Jika tekanan berlanjut, pasar saham dan crypto bisa terdampak lebih dalam akibat efek domino kepanikan massal.
Isu makin panas ketika nama Jerome Powell kembali disorot. Donald Trump disebut-sebut berpotensi menyalahkan The Fed jika perlambatan ekonomi makin dalam, dengan narasi bahwa bank sentral terlambat melonggarkan kebijakan.
Namun di balik potensi badai, ada skenario lain:
Jika tekanan ekonomi membesar, suku bunga bisa ditekan, likuiditas dibuka kembali, pajak dipangkas, dan regulasi pro-crypto bisa dipercepat menjelang dinamika politik akhir 2026.
Pertanyaannya sekarang: Apakah ini awal koreksi besar? Atau hanya fase tekanan sebelum stimulus baru mendorong market naik lagi?
Pasar sedang menguji psikologi investor. Siapkah Anda menghadapi volatilitas 2–3 bulan ke depan?
Disclaimer: Postingan ini hanya bertujuan untuk edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual aset. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Bitcoin $BTC kembali turun ke area US$66.000, melemah sekitar 3,4% pada Rabu (11/02) setelah gagal menembus level resistensi kuat di sekitar US$70.000.
Menurut data CoinMarketCap, tekanan harga kali ini dipicu kombinasi faktor makroekonomi dan gelombang likuidasi besar di pasar derivatif. Open interest tercatat turun 14,7%, memperkuat sentimen negatif dan memicu aksi jual lanjutan dari para trader.
Namun di tengah koreksi harga, ada sinyal menarik dari sisi institusional. Data SoSoValue menunjukkan bahwa ETF Bitcoin justru mencatat inflow sebesar US$311,5 juta dalam dua hari terakhir. Artinya, saat pasar ritel panik, sebagian investor besar justru melakukan akumulasi.
Kini pertanyaannya: Apakah ini hanya koreksi sehat sebelum rebound, atau awal tekanan yang lebih dalam menuju support berikutnya?
Pantau level teknikal penting dan arus dana institusional untuk membaca arah selanjutnya.
Disclaimer: Konten ini hanya untuk edukasi dan informasi. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).
Tahukah kamu bahwa konsep Bitcoin ternyata sudah “diramal” satu dekade sebelum benar-benar lahir?
Pada tahun 1999, ekonom legendaris Milton Friedman dalam sebuah wawancara membahas masa depan uang digital. Ia meyakini internet akan merevolusi sistem keuangan global dan mengurangi peran pemerintah dalam transaksi moneter sehari-hari.
Friedman bahkan memprediksi hadirnya uang elektronik yang memungkinkan transfer dana langsung antarindividu tanpa perlu saling mengenal.
Ia mengatakan: "Satu hal yang masih kurang, tetapi akan segera dikembangkan, adalah uang elektronik yang andal, sebuah metode di mana Anda dapat mentransfer dana dari A ke B melalui internet, tanpa A mengetahui B atau B mengetahui A."
Pernyataan ini kini dianggap sejalan dengan konsep Bitcoin yang lahir pada 2009 — sistem desentralisasi tanpa bank, tanpa perantara, dan mengandalkan kriptografi untuk menjaga keamanan serta kepercayaan.
Meski tidak menyebut blockchain secara spesifik, banyak pihak menilai Friedman telah memahami arah besar inovasi uang digital jauh sebelum era kripto dimulai.
Apakah ini sekadar prediksi tajam seorang ekonom visioner? Atau memang Bitcoin adalah evolusi alami dari pemikiran ekonomi klasik di era internet?
Disclaimer: Postingan ini hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi, bukan ajakan membeli atau menjual aset investasi.
Amerika Serikat sedang mengirim dua sinyal bahaya sekaligus ke pasar global.
Di satu sisi, utang nasional AS melonjak hampir US$700 miliar hanya dalam empat bulan. Total utang kini menyentuh US$38 triliun, setara dengan ukuran seluruh ekonomi Amerika.
Yang lebih mengkhawatirkan? Biaya bunga utang saja sudah menembus US$1 triliun per tahun. Uang habis untuk bayar bunga — bukan untuk investasi produktif atau membuka lapangan kerja.
Di sisi lain, lowongan kerja turun ke 6,5 juta, level terendah sejak 2020. Artinya, sektor riil mulai kehilangan tenaga.
Perusahaan menahan perekrutan karena: • Suku bunga tinggi • Biaya pinjaman mahal • Ketidakpastian ekonomi meningkat
Ketika lapangan kerja menyusut → konsumsi melemah → penerimaan pajak turun → defisit makin besar.
Ini bukan sekadar perlambatan biasa. Jika tren berlanjut, risiko yang mengintai adalah: ⚠️ Resesi terselubung ⚠️ Inflasi berkepanjangan ⚠️ Guncangan ke pasar global
Pertanyaannya sekarang: Berapa lama ekonomi terbesar dunia bisa bertahan di tengah tekanan seperti ini?
Disclaimer: Postingan ini hanya bertujuan untuk edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual aset investasi.
Ngân hàng Trung ương Trung Quốc (PBOC) trở lại thực hiện những bước đi lớn.
Tháng 1 năm 2026 trở thành tháng thứ 15 liên tiếp Trung Quốc tăng cường dự trữ vàng của mình. Tổng sở hữu hiện đạt 74,19 triệu ounce troy.
Giá trị dự trữ vàng này đã tăng vọt, từ khoảng 3,45 tỷ USD lên 369,58 tỷ USD chỉ trong một tháng, cùng với sự gia tăng giá vàng toàn cầu và sự tích lũy liên tục của Bắc Kinh.
Chiến lược này củng cố vị thế dự trữ ngoại hối của Trung Quốc đồng thời trở thành tín hiệu mạnh mẽ cho sự đa dạng hóa khỏi đô la Mỹ. Trong bối cảnh bất ổn kinh tế toàn cầu, vàng lại được nhìn nhận như một lá chắn bảo vệ trước những rủi ro địa chính trị và sự suy yếu của đồng tiền.
Bước đi này tạo ra những câu hỏi lớn: Có phải đây chỉ là chiến lược phòng ngừa rủi ro thông thường, hay là một phần của sự chuyển dịch hệ thống tài chính toàn cầu?
Bạn nghĩ sao?
!! Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Bài viết này chỉ nhằm mục đích giáo dục, không phải là lời mời mua hoặc bán tài sản.
Donald Trump chính thức gõ “búa thuế” 25% đối với bất kỳ quốc gia nào vẫn thực hiện thương mại với Iran. Chính sách này được coi là một bước đi chiến lược để gây áp lực lên nền kinh tế Iran bằng cách hạn chế quyền truy cập của họ vào các tuyến thương mại toàn cầu.
Bước đi này có khả năng kích hoạt hiệu ứng domino. Trung Quốc, là một trong những đối tác thương mại lớn nhất của Iran, có thể đưa ra phản ứng mạnh mẽ nếu chính sách này được coi là gây bất lợi cho lợi ích của họ.
Nếu sự leo thang tiếp tục, thế giới có thể lại phải đối mặt với một cuộc chiến thương mại lớn có ảnh hưởng đến: • Giá năng lượng toàn cầu • Sự ổn định của thị trường tài chính • Tỷ giá hối đoái • Tăng trưởng kinh tế toàn cầu
Liệu đây chỉ là áp lực chính trị tạm thời, hay là sự khởi đầu của một giai đoạn mới trong xung đột kinh tế toàn cầu? Viết ý kiến của bạn trong phần bình luận.
Hoa Kỳ bất ngờ đưa ra cảnh báo nghiêm khắc đối với công dân của mình để nhanh chóng rời khỏi Iran.
Biện pháp này xuất hiện trong bối cảnh căng thẳng gia tăng giữa Mỹ và Iran, đúng vào thời điểm trước các cuộc đàm phán quan trọng dự kiến diễn ra tại Oman.
Tình hình ngày càng nóng lên. Đe dọa quân sự lại nổi lên, các cuộc đàm phán về vấn đề hạt nhân vẫn chưa tìm được tiếng nói chung, truy cập internet tại Iran bắt đầu bị hạn chế, và một số chuyến bay được báo cáo đã bị hủy.
Mỹ thậm chí công khai tuyên bố không thể đảm bảo an toàn cho công dân của mình nếu xung đột bùng phát.
Thế giới giờ đây đang nín thở. Nếu căng thẳng này chuyển thành xung đột công khai, hậu quả có thể lan rộng đến giá dầu, thị trường tài chính toàn cầu, cho đến sự ổn định kinh tế thế giới.
Đây có phải chỉ là áp lực ngoại giao? Hay là dấu hiệu của một sự leo thang lớn hơn?
!! Tuyên bố từ chối trách nhiệm: Bài đăng này chỉ nhằm mục đích giáo dục, không phải là lời kêu gọi mua hoặc bán tài sản đầu tư.
Trung Quốc âm thầm giảm sở hữu trái phiếu kho bạc Mỹ và ngược lại đã mua vào vàng với số lượng lớn.
Dự trữ vàng của Trung Quốc hiện đã vượt qua khoảng 74,1 triệu ounce, mức cao nhất trong lịch sử. Ở phía khác, sở hữu trái phiếu kho bạc Mỹ giảm xuống mức thấp nhất trong gần 18 năm.
Kể từ năm 2013, hơn 600 tỷ USD tài sản dựa trên đô la đã được bán ra, trong khi dự trữ vàng của họ lại tăng lên đáng kể.
Hành động này đặt ra câu hỏi lớn: Có phải đây là chiến lược đa dạng hóa thông thường? Hay là tín hiệu của sự chuyển dịch niềm tin toàn cầu đối với đồng đô la Mỹ?
Nếu xu hướng này tiếp tục, tác động có thể cảm nhận được lên sự ổn định tài chính toàn cầu, tỷ giá đô la, cho đến thị trường trái phiếu thế giới.
Vậy, các nhà đầu tư bán lẻ nên phản ứng như thế nào trước tình huống này? Có phải đây là thời điểm thích hợp để bắt đầu xem xét đa dạng hóa sang vàng?
!! Tuyên bố từ chối trách nhiệm: Bài viết này chỉ nhằm mục đích giáo dục, không phải là lời kêu gọi mua hoặc bán tài sản đầu tư.
Ethereum kembali tertekan. Dalam satu hari perdagangan, $ETH turun lebih dari 10% dan kini berada di kisaran US$1.888.
Penurunan tajam ini membuat kapitalisasi pasar Ethereum menyusut ke sekitar US$229 miliar, bahkan sempat berada di bawah valuasi McDonald's yang berada di kisaran US$230 miliar. Perbandingan ini menunjukkan betapa kuatnya tekanan jual yang terjadi di pasar crypto saat ini.
Sentimen bearish mulai mendominasi. Investor terlihat mengurangi eksposur pada aset berisiko tinggi di tengah meningkatnya volatilitas dan ketidakpastian global.
Apakah ini hanya koreksi sehat sebelum rebound? Atau awal fase tekanan yang lebih panjang untuk pasar crypto?
Pantau level support dan sentimen global sebelum mengambil keputusan.
!! Disclaimer: Postingan ini hanya bertujuan untuk edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual aset investasi.
Bitcoin selama ini dikenal sebagai aset netral, lahir dari idealisme kebebasan finansial dan minim campur tangan elite global. Namun, Epstein Files memunculkan kembali perdebatan lama yang jarang dibahas publik.
Sejumlah dokumen dan laporan menyebut adanya aliran dana Jeffrey Epstein ke riset uang digital di MIT, serta keterkaitannya dengan lingkungan akademik dan teknologi yang juga membahas sistem kriptografi dan keuangan digital. Bahkan, muncul spekulasi bahwa konsep Bitcoin pernah masuk dalam diskusi elite global jauh sebelum dikenal luas publik.
Penting untuk dicatat, hingga kini tidak ada bukti resmi yang mengonfirmasi bahwaa Jeffrey Epstein mengendalikan atau menciptakan Bitcoin. Namun, isu ini memicu pertanyaan besar: apakah crypto benar-benar netral, atau sejak awal sudah menjadi bagian dari agenda geopolitik dan kekuatan finansial tertentu?
Di tengah volatilitas pasar dan anjloknya harga Bitcoin, diskusi ini kembali mencuat dan memicu keresahan investor.
Bagaimana menurutmu? Apakah ini hanya teori, atau ada sisi lain yang belum terungkap?
!! Disclaimer: Postingan ini hanya bertujuan untuk edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual aset investasi.
Bitcoin mengalami tekanan hebat dan anjlok lebih dari 12% dalam satu hari perdagangan, memicu kepanikan di berbagai lini pasar.
Aksi jual besar-besaran terlihat jelas di pasar derivatif. Likuidasi posisi long terjadi secara masif, memperparah tekanan dan membuat volatilitas melonjak tajam.
Efek dominonya terasa cepat:
📉 Kapitalisasi pasar kripto menyusut signifikan
🔥 Likuidasi meningkat di berbagai exchange
💸 Altcoin ikut terkoreksi dalam
🌍 Sentimen risk-off mulai menyebar ke aset berisiko lainnya
Investor global kini cenderung lebih defensif, menunggu kepastian arah pasar berikutnya.
Pertanyaannya: Apakah ini hanya shakeout jangka pendek, atau sinyal fase koreksi yang lebih dalam? Di tengah volatilitas tinggi, manajemen risiko dan pengendalian emosi menjadi kunci utama.
!! Disclaimer: Postingan ini hanya bertujuan untuk edukasi, Bukan ajakan membeli atau menjual aset
Uang numpuk di rekening memang terasa aman. Tapi tahukah kamu? Menurut sejumlah pakar keuangan, menyimpan uang terlalu banyak di bank tanpa strategi bisa jadi bumerang. Kenapa?
Karena uang yang hanya “diam” di rekening:
• 📉 Tergerus inflasi setiap tahun
• 🚫 Tidak menghasilkan imbal hasil optimal
• ⏳ Kehilangan peluang investasi
• 💤 Terlihat aman, tapi nilainya perlahan menyusut
Saldo ideal di rekening transaksi seharusnya cukup untuk kebutuhan harian 1–2 minggu saja. Terlalu sedikit bikin stres. Terlalu banyak? Bisa rugi diam-diam.
Artinya bukan tidak boleh menabung. Tapi uang perlu diatur, dibagi, dan dioptimalkan:
• Dana darurat tetap aman & likuid
• Dana kebutuhan rutin terpisah
• Dana berkembang dialokasikan ke instrumen sesuai profil risiko
Pertanyaannya sekarang: Masih yakin nabung doang itu solusi terbaik?
Saatnya evaluasi ulang cara kelola uang sebelum terlambat. Karena yang bikin kaya bukan cuma kerja keras, tapi strategi.
!! Disclaimer: Postingan ini hanya bertujuan untuk edukasi, Bukan ajakan membeli atau menjual aset
Bloomberg Intelligence menyoroti risiko besar yang mulai diabaikan pasar. Setelah reli tajam dan mencetak rekor demi rekor, harga emas kini dinilai masuk ke zona rawan koreksi.
Analis senior Bloomberg Intelligence, Mike McGlone, menyebut kenaikan emas yang terlalu parabolik sering kali menjadi sinyal puncak pasar. Menurutnya, peluang emas turun ke US$4.000 per troy ounce justru lebih realistis dibanding melonjak ke US$6.000 dalam waktu dekat.
Meski emas tetap dikenal sebagai safe haven, pasar tidak pernah bergerak satu arah selamanya. Ketika euforia memuncak, risiko koreksi tajam juga ikut membesar.
Pertanyaannya sekarang: Apakah ini hanya peringatan dini… atau awal fase distribusi besar di pasar emas?
‼️ Disclaimer: Postingan ini hanya bertujuan untuk edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual aset investasi.
Bitcoin kembali tertekan tajam dan sempat anjlok ke kisaran US$71.000, memicu kekhawatiran di pasar kripto global.
Penurunan ini ikut menyeret Strategy, perusahaan pemborong BTC milik Michael Saylor, ke bawah sorotan. Dengan ribuan Bitcoin tersimpan di neraca perusahaan, setiap koreksi harga langsung berdampak besar pada valuasi dan risiko keuangannya.
Tekanan pasar membuat investor bertanya-tanya: Apakah ini hanya koreksi sehat setelah reli panjang? Atau justru awal tekanan yang lebih dalam bagi Bitcoin dan perusahaan yang terlalu agresif mengoleksinya?
Volatilitas meningkat, sentimen pasar berubah cepat, dan level psikologis kini menjadi perhatian utama para pelaku pasar.
‼️ Disclaimer: Postingan ini hanya bertujuan untuk edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual aset investasi.
Presiden Donald Trump akhirnya menandatangani undang-undang pendanaan pemerintah dan resmi mengakhiri shutdown setelah negosiasi alot di Kongres.
Voting di DPR berlangsung sangat ketat, mencerminkan betapa rapuhnya kompromi politik di Washington. Perbedaan tajam antarpartai kembali memperlihatkan bahwa stabilitas fiskal AS masih sangat bergantung pada tarik-ulur kepentingan politik.
Meski pemerintahan telah kembali berjalan normal, isu imigrasi dan anggaran jangka panjang masih berpotensi memicu konflik baru. Artinya, risiko ketidakpastian belum sepenuhnya hilang dari pasar dan kebijakan publik AS.
Apakah krisis ini benar-benar selesai, atau hanya jeda sebelum drama politik berikutnya?
‼️ Disclaimer: Postingan ini hanya bertujuan untuk edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual aset investasi.