Bitcoin baru saja menembus dukungan utama di $70.000, menguji $66.675 hari ini, 5 Februari 2026. Bagi kerumunan, ini adalah kepanikan. Bagi mereka yang selamat dari "Kamis Hitam" di Maret 2020, ini adalah suasana déjà-vu yang harum akumulasi.
Mari kita analisis mengapa kekacauan ini adalah anomali likuiditas dan bagaimana data membuktikan bahwa kita berada di titik kapitulasi terakhir.
1. "Kamis Hitam" 2.0: Sebuah pembersihan leverage, tanpa keyakinan
Pada Maret 2020, BTC jatuh sebesar 50% bukan karena celah teknis, tetapi karena krisis likuiditas global. Hari ini, mekanismenya sama:
Likuidasi beruntun: Lebih dari 775 juta dolar posisi "Long" telah terlikuidasi dalam satu sesi. Ini bukan investor yang menjual berdasarkan pilihan, ini adalah trader yang dipaksa oleh margin.
Guncangan makro: Kebangkrutan Metropolitan Capital Bank dan ketegangan geopolitik telah mendorong pasar ke mode "Risk-Off". Seperti pada tahun 2020, investor menjual aset paling likuid mereka (BTC) untuk mendapatkan uang tunai, menciptakan dasar yang secara artifisial rendah.

2. Statistik On-Chain: Apa yang dilakukan Ikan Paus dalam diam
Meskipun penurunan 11% hari ini, fundamental berteriak tentang ketahanan:
Akumulasi diam-diam: Sementara ETF mencatat keluarnya sementara, ikan paus (dompet > 1.000 BTC) telah menyerap lebih dari 45.000 BTC minggu ini.
Zona "Jual Berlebihan" historis: RSI harian baru saja jatuh ke 18. Secara statistik, RSI di bawah 20 hanya pernah diamati saat krisis COVID pada tahun 2020 dan pada bulan November 2023. Setiap kali, itu menandakan "Dasar" absolut sebelum rally besar.

3. Paradoks Twitter (X): Feed Anda adalah musuh terburuk Anda
Di sinilah peluang bersembunyi. Twitter adalah indikator paling akurat tentang apa yang TIDAK boleh dilakukan.
Kebisingan vs Sinyal: Sentimen di X telah jatuh ke dalam "Ketakutan Ekstrem". Secara historis, volume tweet "Bearish" mencapai puncaknya tepat pada saat institusi mulai membeli kembali secara masif.
Indikator Terbalik: Ketika kesepakatan putus asa menyebar di media sosial Anda, itu berarti pasar telah "memperhitungkan" semua ketakutan yang ada. Tidak ada lagi penjual, hanya pembeli yang mengintai. Paradoksnya sederhana: Jika semua orang di Twitter mengatakan bahwa sudah selesai, itu berarti rebound sudah dekat.

4. Analisis Teknikal: Target 67k $
Kami baru saja menyentuh Rata-rata Bergerak 200 minggu (EMA 200) dan puncak siklus 2021.
Jika dukungan di zona 66.000 $ - 68.000 $ bertahan, "Risk-Reward" (rasio risiko/pengembalian) adalah yang terbaik dalam 18 bulan.
Bitcoin tidak gagal; ia menanggalkan utang spekulatifnya.

Kesimpulan: Jangan menjadi likuiditas untuk institusi
Bitcoin adalah mesin untuk mentransfer kekayaan dari yang tidak sabar (yang mengikuti Twitter) kepada yang sabar (yang mengikuti data On-Chain). "Kejatuhan Musim 2" ini hanyalah pengulangan sejarah. Fundamental tetap utuh, hanya likuiditas yang hilang.
Seperti pada tahun 2020, mereka yang memiliki keberanian untuk membeli "darah di jalanan" akan menjadi raja rally berikutnya menuju 150.000 $.
Apa gerakan Anda? Apakah Anda menyerah bersama kerumunan di Twitter atau mengakumulasi bersama ikan paus? Beri tahu saya di komentar!
#Bitcoin #AnalisisTeknis #BTC #Crypto2026 #BeliSaatJatuh #IkanPaus
