Dalam beberapa bulan terakhir, saya menyadari satu hal yang sangat jelas: siapa pun yang memahami data on-chain dapat melihat pasar dengan lebih akurat daripada mereka yang hanya mengikuti harga dan berita. Dan yang terbaik? Anda tidak perlu menjadi spesialis atau memiliki alat mahal untuk memulai.
Dalam artikel ini, saya ingin menjelaskan dengan cara yang sederhana bagaimana saya melakukan pelacakan data on-chain, bagaimana saya menginterpretasikan beberapa metrik dan bagaimana saya menggunakan ini untuk menganalisis aliran dana (pergerakan uang yang sebenarnya), serta menunjukkan langkah demi langkah alat yang paling sering saya gunakan.
Apa itu analisis on-chain dalam praktik?
Analisis on-chain adalah mengamati apa yang terjadi di dalam blockchain: transaksi, pergerakan dompet, setoran di bursa, penarikan, volume nyata, perilaku pemegang, dll.
Dengan kata lain: ini adalah pasar “berbicara” dengan data.
Sementara banyak orang berdiskusi tentang narasi, saya lebih suka melihat yang dasar: siapa yang membeli, siapa yang menjual dan kemana modal mengalir.
Metrik on-chain yang benar-benar saya ikuti

Ada banyak metrik yang terlihat penting, tetapi hanya membingungkan. Yang saya anggap paling berguna (terutama untuk membaca kondisi pasar saat ini) adalah:
🔹Aliran ke bursa (Exchange Inflow / Outflow)
Inflow tinggi (masuk ke bursa): biasanya meningkatkan kemungkinan penjualan.
Outflow tinggi (keluar dari bursa): menunjukkan akumulasi dan pengurangan penawaran yang tersedia.
Ketika saya melihat banyak penarikan berturut-turut, saya mengartikan ini sebagai orang yang berpikir untuk menahan aset dan tidak menjualnya dalam jangka pendek.
🔹Stablecoin dalam pergerakan
Saya mengamati stablecoin karena mereka berfungsi sebagai “bahan bakar” pasar.
Ketika stablecoin meningkat di bursa, bisa jadi sinyal kekuatan beli yang datang.
Ketika stablecoin keluar dengan cepat, bisa menunjukkan migrasi ke DeFi atau pengambilan risiko.
🔹Dompet besar (whales)
Saya tidak mencari “whale misterius”, tetapi mengikuti pola:
Whale yang mengakumulasi saat koreksi = sinyal kekuatan.
Whale yang mendistribusikan di puncak = sinyal kewaspadaan.
Detailnya adalah melihat frekuensi dan konteks, bukan satu transaksi yang terisolasi.
🔹Aktivitas jaringan
Jika jaringan tumbuh (lebih banyak alamat aktif, lebih banyak transaksi, lebih banyak penggunaan nyata), ini biasanya mendukung nilai dalam jangka menengah. Ketika harga naik tetapi aktivitas turun, saya menghidupkan peringatan.
Analisis aliran dana: apa yang saya amati

Di sinilah analisis menjadi lebih menarik.
Saya suka berpikir seperti ini: kapital selalu meninggalkan jejak.
Jadi saya mengamati:
Masuknya modal di bursa → kemungkinan realisasi
Keluar modal dari bursa → kemungkinan akumulasi
Aliran yang menuju protokol DeFi → pencarian hasil dan eksposur
Migrasi antar jaringan → tren narasi dan biaya (biaya) yang mempengaruhi penggunaan
Dan satu poin yang banyak orang abaikan: pasar tidak bergerak hanya karena harga, tetapi juga karena likuiditas. Ketika likuiditas berpindah tempat, harga biasanya mengikuti setelahnya.
Alat yang saya rekomendasikan (dan cara menggunakannya)
Saya akan memberikan tutorial mini yang langsung:
🔹Langkah 1 — Penjelajah jaringan
Gunakan Etherscan, Solscan, BscScan, dll.
Tempel alamatnya
Lihat riwayat, token, interaksi dengan kontrak
Identifikasi pola (setoran berulang, swap, jembatan)
🔹Langkah 2 — Dasbor siap pakai
Alat seperti Glassnode, CryptoQuant, IntoTheBlock sangat membantu. Saya menggunakannya untuk:
lihat inflow/outflow
ikuti stablecoin
konfirmasi perilaku pemegang
🔹Langkah 3 — Dune Analytics
Di sini bisa lebih jauh.
cari dasbor siap pakai (stablecoin, jembatan, volume DEX)
ikuti metrik per protokol
bandingkan periode (7d / 30d)
Dune adalah tempat Anda keluar dari “teori” dan mulai melihat pasar seperti apa adanya.
Hari ini, bagi saya, analisis on-chain telah menjadi kewajiban. Ini bukan tentang meramalkan masa depan, tetapi tentang meningkatkan kemungkinan mengambil keputusan yang baik.
Ketika saya menggabungkan:
data on-chain + aliran dana + konteks pasar
saya bisa menghindari masuk yang buruk, tidak mudah terjebak dalam hype dan mengerti kapan uang berubah arah.
Dan itu, dalam jangka panjang, membuat perbedaan besar.



