Persamaan kuantitatif uang adalah identitas ekonomi yang mengaitkan:
M * V = P * Q
Di mana:
M = Jumlah uang yang beredar
V = Kecepatan uang (seberapa cepat berpindah tangan)
P = Tingkat harga umum
Q = Produk riil / jumlah barang dan jasa yang diproduksi
👉 Pada dasarnya mengatakan: uang dalam ekonomi dikalikan dengan kecepatan sirkulasi = nilai total barang dan jasa yang dijual.
Persamaan ini digunakan untuk memahami hubungan antara massa moneter, inflasi, dan produksi.
📌 Interpretasi yang disederhanakan
Bayangkan bahwa:
Hanya ada $100 dalam sebuah ekonomi
Setiap dolar dibelanjakan 5 kali dalam periode (V=5)
Maka nilai total dari semua yang dijual adalah 100 × 5 = $500
(ini mewakili P × Q)
Jika M naik (lebih banyak uang), tetapi Q tidak berubah, maka P harus naik (inflasi), jika kita mengasumsikan bahwa kecepatan konstan.
🟦 Contoh 1 — Uang fiat: dolar
Mari kita anggap:
M (uang yang beredar)=20 triliun USD
V (kecepatan)=5
Q (produksi nyata)=100 triliun USD
Maka:
20 * 5 = 100
Ini konsisten: uang yang beredar × kecepatan = nilai total produksi.
Apa yang terjadi jika Fed mencetak lebih banyak uang?
Jika M meningkat menjadi 22 triliun USD dan kecepatan tetap sama (5), maka:
22 × 5 = 110
Jika produksi nyata (Q) tidak berubah, maka kenaikan harus muncul dalam harga (P):
📌 Inflasi: harga akan naik sekitar 10% (disederhanakan).
Ini adalah tepat apa yang diprediksi oleh teori moneter klasik: lebih banyak uang tanpa lebih banyak produksi → harga lebih tinggi.
🟪 Contoh 2 — Cryptocurrency / token
Mari kita ambil jaringan kripto hipotetis, dengan token bernama TOKEN:
Mari kita anggap bahwa pasar total barang dan jasa yang dibeli dengan TOKEN adalah 1 000 000 TOKEN per tahun.
Kasus A — kecepatan tinggi
M (penawaran yang beredar) = 100 000 TOKEN
V (kecepatan) = 10
Q (jumlah barang/jasa nyata) = 100 000 unit
P (rata-rata harga per unit) = ?
100 000 × 10 = P × 100 000
1 000 000 = P × 100 000 \Rightarrow P = 10 TOKEN per unit
👉 Di sini setiap barang berharga 10 TOKEN karena uang beredar cepat.
Kasus B — kecepatan rendah
Sekarang mari kita anggap bahwa orang-orang mengumpulkan TOKEN alih-alih menghabiskannya (pengurangan kecepatan):
M = 100 000 TOKEN
V = 5
Q = 100 000 unit
100 000 × 5 = P × 100 000
500 000 = P × 100 000 --> P = 5 TOKEN
👉 Jika kecepatan turun, dan produksi nyata tidak berubah, maka harga rata-rata turun (deflasi token).
📌 Mengapa ini penting?
🟢 Dalam uang fiat
Jika penawaran uang meningkat (M) dan produksi tidak meningkat, teori menunjukkan inflasi.
Dalam kenyataannya, kecepatan (V) tidak selalu konstan, tetapi prinsip ini membantu memahami hubungan.
🟣 Dalam cryptocurrency
ECM menekankan bahwa tidak hanya jumlah token yang ada (M), tetapi bagaimana itu digunakan (kecepatan).
Jika sebuah token digunakan secara intensif untuk transaksi (V tinggi), permintaan barang/jasa bisa tinggi → harga P lebih tinggi.
Jika sebuah token terakumulasi (V rendah), ekonomi transaksional mendingin → harga relatif turun.
Ini menjelaskan mengapa banyak token utilitas atau pemerintahan tidak selalu menghasilkan inflasi harga barang/jasa hanya karena mereka diterbitkan: yang penting adalah seberapa cepat mereka dibelanjakan dan untuk apa.
📌 Pembatasan penting
Tidak selalu V konstan. Di masa-masa sulit orang menyimpan uang (V turun), melawan inflasi.
Dalam ekonomi nyata, faktor-faktor seperti kredit, ekspektasi, suku bunga, teknologi, dan globalisasi mempengaruhi.
Dalam kripto, banyak dinamika (staking, pembakaran token, insentif) mengubah M dan V dengan lebih kompleks daripada dalam ekonomi fiat.
