Pada 1 Februari 2026, pasar derivatif cryptocurrency mengalami salah satu peristiwa likuidasi terbesar dalam beberapa bulan terakhir, dengan lebih dari $2,5 miliar dalam posisi terleverase ditutup dalam satu hari, menurut data agregat bursa.
Sebagian besar likuidasi terjadi pada posisi panjang, menunjukkan bahwa banyak trader diposisikan untuk stabilitas harga atau kenaikan ketika volatilitas tiba-tiba meningkat.
🔍 Apa yang Terjadi?
Data menunjukkan bahwa:
Posisi terkait Ethereum menyumbang sekitar $1,1 miliar dalam likuidasi
Bitcoin diikuti dengan sekitar $780 juta
Likuidasi yang tersisa tersebar di antara altcoin utama dan kontrak perpetual
Likuidasi terjadi ketika trader yang terlever tidak lagi memenuhi persyaratan margin, memicu penutupan posisi otomatis oleh bursa. Ketika volatilitas meningkat, proses ini dapat cepat berantai.
🧠 Mengapa Ini Penting (Di Luar Harga)
Peristiwa ini menyoroti beberapa realitas struktural penting dari pasar crypto:
• Leverage memperbesar volatilitas, terutama selama kondisi makro yang tidak pasti
• Likuidasi paksa dapat meningkatkan ketidakstabilan jangka pendek
• Aktivitas derivatif sering bereaksi lebih cepat daripada pasar spot
• Manajemen risiko memainkan peran penting dalam keberlanjutan pasar
Penting untuk dicatat bahwa peristiwa likuidasi tidak mencerminkan arah pasar atau nilai jangka panjang. Sebaliknya, mereka mencerminkan bagaimana posisi dan leverage berinteraksi dengan pergerakan harga yang tiba-tiba.
🏗️ Gambaran yang Lebih Besar
Seiring pasar crypto matang, volume derivatif terus tumbuh lebih cepat daripada perdagangan spot. Peristiwa seperti ini berfungsi sebagai pengingat bahwa meskipun leverage meningkatkan efisiensi modal, itu juga meningkatkan sensitivitas sistemik terhadap volatilitas.
Bagi peserta pasar, memahami dinamika likuidasi bukan hanya tentang waktu perdagangan tetapi lebih tentang mengenali sinyal stres dalam struktur pasar.


