1. ๐Ÿ“Š Latar Belakang Pasar: Logam Terjun Setelah Rally Rekor

Emas dan perak mengalami penurunan tajam pada akhir Januari 2026 setelah rally luar biasa pada 2025. Di seluruh pasar global, logam mulia turun sekitar 6โ€“9 % dalam sesi terbaru, dengan kontrak berjangka emas dan perak mencapai sirkuit yang lebih rendah di beberapa bursa di tengah pengambilan keuntungan dan sentimen risiko yang baru. Ini mengikuti keuntungan besar sebelumnya yang telah mendorong kedua logam tersebut ke level tertinggi historis.

Sementara itu, Bitcoin terus berjuang, jatuh di bawah level support kunci seperti $80,000โ€“$90,000 saat para trader bereaksi terhadap sinyal makroekonomi yang lebih luas dan likuiditas yang semakin ketat.

๐Ÿง  Alasan Utama untuk Penurunan Logam Berharga

๐Ÿ“Œ A) Pengambilan Untung dan Likuidasi Terleveraged

Setelah emas dan perak melambung hingga 2025 (dengan perak meningkat lebih dari 200% tahun ke tahun pada titik tertentu), banyak trader mencatat keuntungan. Leverage tinggi dalam kontrak berjangka berarti bahwa ketika harga mulai melemah, panggilan margin memicu penjualan paksa โ€” memperbesar penurunan.

๐Ÿฆ B) Ekspektasi Kebijakan Moneter & Kejutan Nominasi Fed

Nominasi ketua Federal Reserve baru yang dianggap lebih agresif (kurang mungkin untuk melonggarkan kebijakan moneter) menyebabkan ekspektasi terhadap dolar AS yang lebih kuat dan imbal hasil riil yang lebih tinggi, keduanya cenderung memberi tekanan pada emas dan perak.

Kondisi likuiditas yang lebih ketat dalam keuangan global dapat mengurangi daya tarik "perdagangan pengurangan nilai" (posisi yang bertaruh pada pelemahan mata uang), lebih lanjut mengurangi permintaan logam.

โš–๏ธ C) Ketidakpastian Makro Memiliki Efek Dua Sisi

Emas dan perak adalah aset tempat berlindung klasik. Dalam waktu risiko geopolitik dan kekhawatiran inflasi, mereka biasanya mendapat manfaat dari peningkatan permintaan. Namun, setelah ketakutan tersebut mereda โ€” atau diambil alih oleh indikator makro seperti imbal hasil yang meningkat โ€” kenaikan harga mereka dapat dengan cepat berbalik saat investor menyeimbangkan kembali ke aset lain.

๐Ÿ“‰ Mengapa Bitcoin Tidak Menguat Secara Bersamaan

Kinerja Bitcoin relatif terhadap emas dan perak didorong oleh seperangkat dinamika yang berbeda:

๐Ÿ”Ž 1. Likuiditas Pasar & Selera Risiko

Bitcoin secara historis berperilaku lebih seperti aset berisiko โ€” harganya cenderung naik ketika likuiditas cukup dan investor mencari imbal hasil yang lebih tinggi. Sebaliknya, emas dan perak berkinerja baik ketika aversi risiko meningkat. Pengetatan likuiditas saat ini telah menekan permintaan spekulatif, membebani harga Bitcoin.

๐Ÿ’ผ 2. Rotasi Institusional & Penempatan Portofolio

Beberapa aliran institusional telah berputar menjauh dari Bitcoin ke tempat berlindung tradisional secara historis (seperti ETF emas) di tengah ketidakpastian makro. Pergeseran ini dapat memperbesar divergensi antara kelas aset, meskipun fundamental untuk Bitcoin tetap tidak berubah.

๐Ÿ“‰ 3. Volatilitas Bitcoin & Siklus Sentimen

Sejarah Bitcoin yang lebih pendek, volatilitas tinggi, dan ketergantungan pada permintaan spekulatif dapat membuatnya lebih lambat untuk bangkit dalam periode ketika pasar fokus pada lindung nilai aset riil. Sentimen telah melemah oleh penjualan teknis dan likuidasi pasar kripto, yang berkontribusi pada pergerakan menyamping atau menurun.

๐Ÿ†š Membandingkan Fundamental: Emas & Perak vs Bitcoin

Faktor Emas & Perak Bitcoin

Permintaan Safe-Haven Kuat (rekam jejak historis) Sedang/tidak pasti

Permintaan Industri Perak mendapat manfaat dari solar, EV Tidak ada

Karakteristik Pasokan Pasokan pertambangan; agak elastis Penerbitan tetap; transparan

Reaksi Stres Likuiditas Dapat jatuh tajam dalam penjualan paksa Volatil; dapat memperbesar kerugian

Adopsi Institusional Cadangan bank sentral yang berkelanjutan Berkembang melalui ETF & institusi

Permintaan industri perak โ€” terutama untuk panel surya dan EV โ€” menyediakan mekanisme dukungan harga non-spesulatif yang tidak dimiliki oleh Bitcoin. Ini dapat membantu menjelaskan mengapa perak kadang-kadang mengungguli baik emas maupun Bitcoin dalam rezim makro tertentu.

๐Ÿ“‰ Apakah Ini Berarti Bitcoin Menang?

Tidak selalu. Hubungan ini bukan tentang satu aset "menang" secara permanen, tetapi lebih tentang bagaimana aliran modal antara kelas aset merespons kondisi makro:

Logam sering kali memimpin dalam fase risiko-off (kewaspadaan, kekhawatiran inflasi, tekanan fiskal).

Bitcoin cenderung berkinerja lebih baik dalam lingkungan berisiko dengan likuiditas yang cukup dan selera spekulatif.

Rotasi ini dapat menciptakan periode di mana logam mengungguli Bitcoin โ€” atau sebaliknya โ€” tanpa mengubah potensi jangka panjang dari keduanya secara permanen. Secara historis, pasar telah melihat divergensi semacam ini sebelumnya, yang kemudian diikuti oleh penggabungan kembali atau pembalikan seiring perubahan kondisi.

๐Ÿ“Œ Kesimpulan: Divergensi yang Kompleks dan Dipicu Makro

Penurunan baru-baru ini dalam harga emas dan perak mencerminkan pengambilan untung, pengetatan likuiditas, dan perubahan dalam sentimen risiko, sementara kinerja Bitcoin yang kurang berasal dari sifatnya sebagai aset berisiko, volatilitas, dan aliran institusional yang berkembang.

Alih-alih melihat ini sebagai perbandingan langsung dari "mana yang lebih baik," lebih akurat untuk melihatnya sebagai gambaran bagaimana aset yang berbeda merespons kondisi global yang berkembang โ€” terutama ekspektasi kebijakan moneter, dinamika likuiditas, dan sentimen investor.