Dolar AS Terjun ke Titik Terendah dalam Empat Tahun — Peran Mata Uang Cadangan Dalam Sorotan
Dolar AS telah merosot ke titik terendahnya dalam hampir empat tahun terhadap mata uang utama, akibat penjualan pasar yang luas dan pergeseran kepercayaan yang membebani greenback. Indeks dolar (DXY) baru-baru ini diperdagangkan di dekat 95–96, yang terlemah sejak 2022, setelah serangkaian tekanan terkait kebijakan dan tantangan ekonomi global.
Analis mengatakan ketidakpastian politik dan ekonomi — termasuk perselisihan tarif, kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve dan ekspektasi pemotongan suku bunga di masa depan — telah melemahkan sentimen investor terhadap dolar. Ini telah mendorong aliran ke aset dan mata uang alternatif, dengan euro, yen, dan mata uang utama lainnya menguat dalam sesi-sesi terakhir.
Penurunan ini juga memicu komentar dari regulator global, dengan beberapa memperingatkan bahwa kelemahan yang berkelanjutan dapat membuat pasar mempertanyakan peran dolar sebagai mata uang cadangan global utama.
Sementara dolar yang lebih lemah dapat menguntungkan eksportir AS dengan membuat barang lebih murah di luar negeri, ini juga meningkatkan biaya impor dan tekanan inflasi di dalam negeri — dan investor dengan seksama mengamati apakah tren ini menandakan pergeseran yang lebih dalam dalam keuangan global.
Penafian: Berisi opini pihak ketiga. Bukan nasihat keuangan. Dapat berisi konten bersponsor.Baca S&K.