Kasus Coinbase kembali menjadi sorotan dan kali ini dengan nada serius. Hakim dari Delaware telah memperbolehkan gugatan para pemegang saham untuk dilanjutkan, yang menuduh direktur perusahaan melakukan perdagangan informasi rahasia. Dan meskipun fakta bahwa penyelidikan internal Coinbase sebelumnya telah membersihkan manajemen dari tuduhan.

Gugatan ini berkaitan dengan peristiwa sebelum debut Coinbase di bursa. Para pemegang saham mengklaim bahwa beberapa direktur, termasuk CEO Brian Armstrong dan Marc Andreessen, telah menjual saham senilai hampir 3 miliar dolar, sebelum pasar melihat penilaian nyata perusahaan. Menurut gugatan, ini memungkinkan mereka untuk menghindari kerugian yang mencapai lebih dari satu miliar dolar.

Kunci dalam hal ini adalah bahwa Coinbase masuk ke bursa melalui pencatatan langsung, bukan IPO klasik. Ini berarti tidak ada periode lock-up, yaitu waktu di mana para insider tidak bisa menjual saham. Secara formal semuanya sesuai dengan aturan, tetapi pemegang saham mengklaim bahwa para direktur memiliki informasi penting yang belum diketahui pasar.

Pengacara Coinbase dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Mereka menekankan bahwa tidak ada bukti penggunaan informasi non-publik, dan penjualan saham bersifat terencana dan tidak didasarkan pada pengetahuan rahasia. Perusahaan telah mengumumkan akan melanjutkan perjuangan di pengadilan.

Seluruh situasi ini menunjukkan satu hal: meskipun pasar kripto semakin matang, tema transparansi, perdagangan oleh pihak dalam, dan tanggung jawab manajemen akan terus muncul. Terutama dalam kasus perusahaan yang sahamnya sangat berkorelasi dengan harga Bitcoin dan suasana di pasar cryptocurrency.

Ini adalah kasus yang pasti layak untuk diperhatikan, karena akhirnya dapat memengaruhi tidak hanya Coinbase, tetapi juga cara pandang terhadap seluruh sektor kripto di Wall Street.

#Coinbase #CryptoNews #Regulacje