🚩 KARTU MERAH UNTUK 2026? Sepp Blatter Mengatakan kepada Penggemar: "Jauhi Amerika"

Jalan menuju Piala Dunia 2026 baru saja mengalami lubang besar yang dipenuhi politik.

Dalam langkah yang mengirimkan gelombang kejut melalui dunia olahraga, mantan Presiden FIFA Sepp Blatter secara resmi mendukung seruan untuk boikot global terhadap turnamen yang akan datang di Amerika Serikat. Menggunakan media sosial hari ini, Blatter mengulangi peringatan tajam dari ahli anti-korupsi Mark Pieth, memberi tahu penggemar sepak bola dengan tegas: “Jauhi.”

Mengapa Tiba-Tiba Ada Seruan?

Sementara Piala Dunia biasanya merupakan waktu untuk persatuan global, pertandingan 2026 sedang dibayangi oleh badai kontroversi yang sempurna:

Keamanan & Kerusuhan Sipil: Penembakan fatal yang melibatkan agen imigrasi di Minneapolis telah memicu alarm internasional mengenai keamanan pengunjung asing.

Dampak "Greenland": Dorongan agresif Presiden Trump untuk mengakuisisi Greenland telah merusak hubungan diplomatik dengan Denmark dan sekutu NATO, mengubah turnamen sepak bola menjadi medan pertempuran geopolitik.

Kekhawatiran Deportasi: Para kritikus memperingatkan bahwa di bawah kebijakan saat ini, penggemar yang berkunjung bisa menghadapi penegakan "nol toleransi" dan deportasi segera untuk kesalahpahaman kecil.

Aturan FIFA Sendiri: Pertanyaan semakin banyak mengenai apakah AS saat ini melanggar statuta Hak Asasi Manusia dan Keamanan yang wajib dari FIFA.

Lapangan yang Terbelah

Sementara kepemimpinan FIFA saat ini tetap sejalan dengan Gedung Putih, gerakan "Boycott 2026" semakin mendapat perhatian di Eropa. Dengan tokoh-tokoh besar di Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) kini mempertanyakan apakah tim mereka bahkan harus naik pesawat, Piala Dunia "Bersatu" terlihat semakin terpecah.

"Saya pikir Mark Pieth benar untuk mempertanyakan Piala Dunia ini... Jauhi AS!" — Sepp Blatter

#WorldCup2026

#GeopoliticalUncertainty

#ETHMarketWatch

$ZEC $SYRUP $MORPHO