Di Binance P2P, ketika Anda membeli kripto, ada aturan yang menyebabkan kebingungan: platform mengharuskan pembayaran berasal dari pemilik yang benar, tetapi verifikasi itu hanya mungkin setelah melakukan pembayaran. Ini bukan kesalahan Anda, ini adalah batasan dari model P2P.
Jadi, apa yang bisa Anda verifikasi dan apa yang harus Anda lakukan untuk melindungi diri?
🔹 Sebelum membayar
Periksa profil penjual: masa kerja, persentase pesanan yang diselesaikan, dan nomor operasi.
Baca dengan teliti syarat-syarat iklan. Jika menyebutkan akun pihak ketiga atau kondisi yang aneh, hindari pesanan itu.
Konfirmasi bahwa metode pembayaran jelas dan umum (bank lokal, tanpa perantara).
🔹 Selama pembayaran
Bayar hanya dari rekening bank atau metode pembayaran yang terdaftar atas namamu.
Jangan terima instruksi dari luar atau percakapan di luar obrolan Binance.
Jangan kirim bukti yang diedit atau tidak lengkap.
🔹 Setelah membayar (bagian kunci) Di sinilah paradoks terjadi: hanya setelah membayar kamu dapat melihat siapa yang menerima uang atau data bank apa yang digunakan.
Pastikan nama penerima sesuai dengan nama pengguna penjual.
Jika tidak cocok, jangan tekan penjual atau lepaskan sendiri.
Gunakan obrolan pesanan untuk mencatat dan buka sengketa jika ada yang tidak sesuai.
🔹 Apa yang TIDAK boleh kamu lakukan
Jangan lepaskan kripto jika ada ketidaksesuaian 'kecil'.
Jangan percayai ungkapan seperti 'ini akun keluarga saya' atau 'saya selalu bekerja seperti ini'.
Jangan terburu-buru. Di P2P, terburu-buru adalah risiko.
🏁 Kesimpulan Saat membeli di P2P, Binance tidak meminta kamu untuk menebak atau percaya secara buta, mereka meminta dokumen dan reaksi yang tepat. Verifikasi bersifat reaktif, bukan preventif, dan memahami itu mengurangi kesalahan yang mahal.
P2P berjalan dengan baik ketika proses diikuti. Tidak ketika improvisasi.
#BinanceP2P #P2PParaPrincipiantes #CriptoSeguro #EducaciónCripto #BeliKripto
