
Salah satu ciri infrastruktur yang berhasil adalah ketika ketergantungan muncul tanpa paksaan. Walrus tidak memaksa aplikasi untuk mengikatkan diri padanya lewat janji atau gimmick. Ketergantungan itu muncul secara alami, begitu aplikasi mulai memanfaatkan data besar secara serius.
Ketika sebuah aplikasi di Sui sudah membangun alur penyimpanan, referensi data, dan validasi berbasis Walrus, berpindah ke sistem lain bukan lagi perkara sederhana. Bukan karena ada larangan, tapi karena seluruh arsitektur aplikasi sudah tumbuh bersama asumsi bahwa data besar dikelola secara terdesentralisasi dan berjangka. Ini menciptakan efek lengket yang lahir dari desain, bukan marketing.
Di sinilah $WAL berperan sebagai pengikat ekonomi dari ketergantungan tersebut. Selama aplikasi terus beroperasi dan datanya terus dibutuhkan, token akan terus digunakan. Bukan karena holder berharap harga naik, tapi karena sistem menuntut transaksi nyata untuk menjaga operasionalnya. Ini membuat hubungan antara penggunaan dan permintaan token menjadi lebih lurus dibanding banyak proyek lain.
Ketergantungan semacam ini jarang terlihat dari luar. Tidak ada lonjakan dramatis, tidak ada narasi heroik. Tapi justru karena sifatnya yang sunyi, Walrus membangun fondasi yang sulit digantikan. Ia tidak menonjol, tapi perlahan menjadi bagian dari struktur dasar ekosistem Sui.


