Gambar ini adalah terkenal 'Diagram Spekulatif Livermore' (Livermore’s Speculative Chart).
Ia didasarkan pada metode Jesse Livermore, salah satu spekulan bursa paling terkenal dalam sejarah (awal abad ke-20), penulis aturan klasik perdagangan berdasarkan tren.
Berikut adalah rincian utama tentang apa yang digambarkan dalam diagram:
Inti grafik
Ini adalah model teoretis tentang bagaimana harga saham berperilaku dalam berbagai fase pasar. Livermore menggunakan skema seperti ini untuk menentukan 'garis resistensi terendah'.
2. Fase kunci pada gambar:
Silinder Akumulasi: Di sisi kiri (poin 1–6) menunjukkan fase konsolidasi, ketika harga berfluktuasi dalam rentang yang melebar. Livermore menyebut ini sebagai periode ketika modal besar mengambil posisi.
Pecahan dan tren: Setelah titik 7, harga naik tajam (poin 8, 9, 10).
Tes sebelum menjual pendek: Di sekitar titik 10 dan 12 ditunjukkan pola klasik 'double top' atau pembaruan maksimum yang gagal. Teksnya menyatakan bahwa ini adalah momen ideal untuk menguji pasar sebelum membuka posisi jual.
Akhir siklus: Poin 13–15 menunjukkan penurunan harga setelah tren berbalik.
Gambar ini menunjukkan grafik candlestick modern (lilin merah dan hijau) yang ditumpangkan di atas gambar asli yang lama. Seseorang menggabungkan teori lama dengan data pasar nyata untuk menunjukkan bahwa prinsip pergerakan harga yang dijelaskan oleh Livermore lebih dari 100 tahun yang lalu masih berlaku di pasar modern.
Untuk referensi: Jesse Livermore paling dikenal melalui buku Edwin Lefèvre 'Reminiscences of a Stock Operator'. Jika Anda tertarik pada trading, ini dianggap sebagai 'kitab suci' untuk memahami psikologi pasar.

