Pasar crypto mengalami penurunan tajam hari ini, dan penurunan tersebut tidaklah acak. Itu berasal dari campuran tekanan ekonomi, perubahan suasana investor, dan ketidakpastian yang meningkat di pasar global. Mari kita uraikan dengan cara yang jelas dan sederhana.
Imbal Hasil Obligasi AS yang Meningkat Memicu Gerakan Risiko-Off
Salah satu pemicu terbesar adalah lonjakan imbal hasil Treasury AS. Ketika imbal hasil obligasi naik, investor sering memindahkan uang mereka ke opsi yang lebih aman alih-alih aset berisiko tinggi seperti crypto. Perubahan tersebut menguras likuiditas dari pasar dan meningkatkan tekanan penjualan.
Perubahan ini tidak hanya mempengaruhi crypto. Saham juga merasakan dampaknya, terutama perusahaan teknologi. Pasar yang lebih luas menarik diri ketika investor bereaksi terhadap imbal hasil yang lebih kuat, menunjukkan seberapa dekat crypto terkait dengan tren keuangan global.
Federal Reserve Menyampaikan Lebih Banyak Tekanan
Faktor kunci lainnya adalah pandangan Federal Reserve tentang suku bunga. Pembaruan terbaru menunjukkan pemotongan suku bunga yang lebih sedikit dari yang diharapkan pada tahun 2025. Itu berarti meminjam tetap mahal lebih lama, yang biasanya merugikan aset yang bergantung pada aliran uang yang mudah seperti cryptocurrency.
Data pekerjaan yang kuat dan aktivitas ekonomi menambah kekhawatiran inflasi. Ketika inflasi tetap bandel, bank sentral cenderung tetap ketat. Secara historis, kebijakan moneter yang lebih ketat tidak pernah bersahabat dengan pasar crypto.
Ketidakpastian Makro Membuat Investor Cemas
Di luar imbal hasil dan suku bunga, kekhawatiran ekonomi yang lebih besar membentuk perilaku pasar. Kekhawatiran seputar pengeluaran pemerintah, defisit yang meningkat, dan keputusan fiskal di masa depan menciptakan keraguan di antara investor. Ketika ketidakpastian meningkat, orang-orang mengurangi eksposur risiko, dan crypto sering merasakan dampak pertama.
Beberapa analis percaya likuiditas jangka pendek masih bisa mendorong harga lebih tinggi pada awal 2025. Namun faktor mendatang seperti musim pajak dan kebutuhan pendanaan pemerintah mungkin menarik likuiditas keluar lagi, menciptakan lebih banyak risiko penurunan.
