
Sistem yang bekerja dengan baik dalam skala kecil sering kali gagal ketika diperbesar. Kompleksitas bertambah, risiko meningkat, dan kesalahan tidak lagi bersifat teoritis. Dusk tampaknya dirancang dengan kesadaran penuh akan transisi ini.
Alih-alih membangun sistem yang hanya optimal di kondisi ideal, Dusk mempersiapkan dirinya untuk tekanan. Modularitasnya bukan sekadar pilihan desain, tetapi respons terhadap kenyataan bahwa aset berbeda tunduk pada aturan berbeda, dan yurisdiksi tidak pernah seragam.
Dalam kerangka ini, fleksibilitas tidak berarti kebebasan tanpa batas. Ia berarti kemampuan menyesuaikan diri tanpa kehilangan struktur. Dusk tidak mencoba menyatukan semuanya dalam satu logika tunggal. Ia membiarkan perbedaan tetap ada, lalu menyediakan cara agar semuanya tetap bisa saling berinteraksi.
Ketika skala berubah, sistem seperti ini tidak perlu direka ulang. Ia hanya perlu diperluas. Di titik inilah desain yang sejak awal terasa kaku justru menunjukkan kelenturannya.

