Beberapa hari yang lalu, seorang penggemar menghubungi saya dengan nada lelah. Lao Zhang, saya sudah mengarahkan arah, bertahan selama empat hari, hasilnya biaya modal menghabiskan 1000U, baru saja bangkrut, pasar langsung melambung.
Saya berkata padanya: kamu bukan kalah dari pasar, tetapi kalah dari aturan, terlalu banyak orang yang mengira perdagangan kontrak hanya bergantung pada penilaian arah, sebenarnya yang menentukan menang atau kalah sering kali adalah aturan-aturan tersembunyi tersebut.
Hari ini, Lao Zhang akan membongkar tiga pembunuh tersembunyi dalam kontrak.
1. Biaya modal, perang konsumsi yang tidak terlihat
Biaya modal seperti racun lambat, diselesaikan setiap 8 jam. Meskipun arah benar, jika biaya tidak menguntungkan, memegang posisi dalam waktu lama juga akan perlahan menghabiskan modal.
Strategi: Hindari periode biaya tinggi, kurangi siklus holding saat memegang posisi jangka panjang. Berdiri di sisi biaya yang menguntungkan, bisa mendapatkan biaya transaksi.
2. Garis likuidasi, perangkap yang terlihat
Leverage 10 kali, tampaknya bisa menahan fluktuasi balik 10%, tetapi penarikan kembali 5% bisa membuatmu dilikuidasi. Harga likuidasi telah mempertimbangkan biaya transaksi, slippage, dll., garis "likuidasi" yang kamu lihat bukanlah garis aman.
Strategi: Hindari posisi berat, gunakan model margin bertahap, leverage 3-5 kali, sisakan ruang untuk buffer, atur garis stop loss psikologis.
3. Leverage tinggi, jalur cepat menuju nol
Leverage 100 kali tampaknya bisa menggandakan, tetapi biaya transaksi, biaya modal, dll. dihitung berdasarkan leverage, keuntungan juga bisa tergerus.
Strategi: Leverage tinggi cocok untuk percobaan jangka pendek, stop loss yang ketat. Leverage rendah cocok untuk posisi tren, stabil adalah kunci untuk mendapatkan lebih banyak.
Kesimpulan: Pasar tidak kekurangan orang yang melihat arah, yang kurang adalah orang yang memahami aturan, mengendalikan risiko, dan menjaga disiplin.
