$BNB Pada sekitar tahun 2000, desa ini masih terus hidup dalam kenangan seperti gambar yang utuh, di mana aroma tanah di jalan-jalan tanah liat menguar dan kehidupan bangun bersama sinar pertama matahari. Suara air yang diambil dari sumur di pagi hari, tempat tempat tanah liat di halaman rumah, dan tikar yang diletakkan di bawah naungan pohon memberikan perasaan ketenangan. Cat tangan di dinding rumah, roti dan mentega yang dibuat oleh ibu, serta bermain bersama semua anak di sore hari—semuanya adalah kekayaan asli desa tersebut. Tidak ada ponsel, tidak ada internet, namun ada kehangatan di hati, kejujuran dalam hubungan, dan kehidupan yang sederhana namun sangat indah. Desa itu, masa itu, hingga kini tetap tersimpan seperti harta karun dalam sudut hati.