Pembagian saat ini di Federal Reserve (Fed) dan perubahan kepemimpinan yang akan datang kemungkinan merupakan faktor geopolitik terpenting yang memengaruhi Bitcoin dalam jangka panjang.
1. ⏸️ Ketidakpastian dalam 6 Bulan ke Depan (Hingga Mei 2026)
- Pemungutan suara yang terpecah dan proyeksi hanya satu pemotongan lagi pada 2026 menunjukkan bahwa tidak ada konsensus yang jelas di Fed. Ini menimbulkan ketidakpastian tentang laju pelonggaran moneter.
- Efek pada BTC: Kurangnya kejelasan bertindak sebagai rem untuk reli. Para trader dan modal institusional tidak memiliki sinyal yang jelas tentang "uang mudah" (injeksi likuiditas) dan, oleh karena itu, pasar cryptocurrency menghadapi periode konsolidasi atau "penurunan leverage".
2. 🎯 Katalisator Mei 2026: Penggantian Jerome Powell
- Masa jabatan presiden Fed saat ini, Jerome Powell, berakhir pada Mei 2026. Harapannya adalah bahwa presiden baru, yang diangkat oleh administrasi saat ini (Donald Trump), akan menjadi "loyalis Trump".
- Secara historis, presiden yang diangkat oleh administrasi saat ini cenderung mendukung kebijakan yang berusaha memangkas suku bunga secara agresif. Ini karena suku bunga yang lebih rendah biasanya merangsang pertumbuhan ekonomi, yang menguntungkan bagi partai yang berkuasa.
- Efek Potensial di BTC, Ini adalah katalisator bullish jangka panjang yang paling dapat diandalkan untuk pasar kripto:
- Fed yang memangkas suku bunga secara agresif berarti kebijakan moneter yang longgar (Pelonggaran moneter mendorong harga aset berisiko).
🖇️ Kelemahan BTC saat ini ($90k) adalah reaksi terhadap Fed yang 'terbagi' dan hati-hati. Namun, katalisator nyata dari 'uang mudah' yang dapat mendorong BTC melewati $100k memiliki tanggal di kalender: Mei 2026, ketika kemungkinan penunjukan presiden Fed pro-pemotongan mengakhiri ketidakpastian dan membuka pintu untuk injeksi likuiditas yang lebih besar.
Apakah kamu percaya bahwa katalisator likuiditas ini akan cukup untuk membawa Bitcoin di atas $100.000 sebelum akhir 2026?
Komentar dan ikuti saya ❤️😉

