Kurs rubel terhadap dolar AS dapat mencapai 50:1, jika AS kehilangan kendali atas inflasi — demikian jawab penasihat kepala Bank Sentral Rusia Kirill Tremasov atas pertanyaan para jurnalis. Hal ini dilaporkan oleh agensi TASS.

"Kurs 50 rubel per dolar mengindikasikan penguatan rubel yang sangat kuat terhadap dolar. Dalam kondisi apa ini bisa terjadi? Dalam hal ini, jika FRS AS, bank sentral Amerika, kehilangan kendali atas inflasi. Jika kita memiliki stabilitas harga, sementara di AS terjadi inflasi tinggi yang bersifat berkelanjutan dan jangka panjang. Dalam hal ini, ya, kurs rubel akan mulai menguat secara berkelanjutan terhadap mata uang Amerika. Bisa ada kurs berapa pun, tergantung pada inflasi yang akan terjadi di AS. Kita akan berada di dekat 4%", — jelas pejabat tersebut.

Tremasov juga mencatat bahwa ekonomi Rusia setelah overheating pada akhir 2024 secara bertahap kembali ke jalur pertumbuhan yang seimbang.

$USDC

USDC
USDC
0.9998
-0.01%

#Rub

#putin

#Russian🇷🇺

#MSMannanov

#SEC