🚨Trump baru saja mengumumkan salah satu serangan bom paling kuat dalam Sejarah Timur Tengah.
Pasukan AS menyerang Pulau Kharg, terminal yang menangani 90% dari seluruh ekspor minyak Iran.
Namun, pemeriksaan lebih dekat terhadap pernyataan tersebut mengungkapkan bahwa Trump dengan sengaja menghindari infrastruktur minyak, yang merupakan garis terpenting.
Dia mengirimkan dua pesan:
1. Kepada Iran: Kami bisa menghancurkan segala sesuatu yang Anda miliki. Kami memilih untuk tidak melakukannya. Belum.
2. Kepada pasar minyak: Hormuz akan dibuka kembali. Kami tidak di sini untuk menghancurkan pasokan energi global.
Ultimatumnya sangat jelas: jika ada yang mengganggu jalur bebas melalui Hormuz, infrastruktur minyak di Pulau Kharg akan menjadi target selanjutnya.
Ancaman itu baru saja menjadi sinyal harga minyak paling kuat di dunia.
Hormuz dibuka kembali atau Kharg terbakar.
Iran memiliki 24 jam untuk membuat keputusan.