🚨 PEMUTUSAN:

Sejak perang meletus, Iran telah mengekspor lebih dari 11 juta barel minyak ke China melalui Selat Hormuz 🇮🇷🇨🇳

Meskipun ketegangan dan ancaman militer meningkat di jalur perairan strategis ini, Iran terus mengirimkan sejumlah besar minyak mentah — dengan China tetap menjadi pembeli utama. Pelacakan satelit menunjukkan bahwa beberapa kapal tanker masih menavigasi selat, sering kali mematikan sistem pelacakan mereka untuk menghindari deteksi, menyoroti risiko pengiriman di wilayah tersebut.

Analis energi memperkirakan bahwa sekitar 11,7 juta barel telah mencapai China sejak konflik dimulai. Ini signifikan karena:

• Selat Hormuz adalah titik kritis penyumbatan minyak global.

• Banyak perusahaan pengiriman menghindari rute tersebut karena risiko perang.

• Iran masih mampu mempertahankan ekspor minyaknya, dan China tetap menjadi pembeli utama.

Singkatnya: Bahkan di tengah konflik regional yang tidak stabil, Iran tetap menjaga aliran minyaknya, dan China terus bergantung pada minyak mentah Iran yang didiskon.

Ini menegaskan dua tren utama yang membentuk pasar energi saat ini:

1️⃣ Komitmen Iran untuk mempertahankan ekonominya melalui ekspor minyak.

2️⃣ Permintaan China yang terus berlanjut untuk minyak mentah Iran yang terjangkau meskipun risiko geopolitik meningkat.

Dengan pasar minyak yang sudah tegang, perkembangan di Selat Hormuz dapat memiliki efek yang jauh jangkauannya pada ekonomi global. 🌍⛽🔥

$XAI $PLAY

$PIXEL

#IranOil #ChinaEnergy #StraitOfHormuz #GlobalMarkets #OilTrade

XAI
XAIUSDT
0.01138
-7.17%
PLAYBSC
PLAYUSDT
0.03401
-14.20%
PIXEL
PIXELUSDT
0.012783
-4.08%