Industri 4.0 telah disorakkan selama hampir sepuluh tahun, sebenarnya inti dari semua ini hanya tiga hal: produksi yang didorong oleh data, pengambilan keputusan yang diberdayakan oleh komputasi, dan pengawasan untuk memastikan kepatuhan. Namun, selama ini ketiga hal ini berjalan masing-masing—data di ERP, komputasi di tepi, dan pengawasan di atas kertas.
@Fabric Foundation ingin menyatukan ketiga hal ini.
Lapisan data tidak lagi berupa bacaan sensor yang terputus, tetapi merupakan bukti sepanjang siklus hidup setiap mesin dari pabrik hingga pensiun. Identitas DID membuat data dapat dilacak dan tidak dapat diubah, apa yang dilakukan mesin, dan seberapa baik kinerjanya, semua tercatat di buku besar.
Lapisan komputasi juga tidak lagi merupakan inferensi tepi yang terisolasi. Sistem operasi OM1 mengemas persepsi, memori, dan pengambilan keputusan dalam kerangka kerja yang seragam, sehingga mesin benar-benar "dapat berpikir". Namun yang menarik adalah, komputasi ini tidak lagi hanya untuk melayani satu mesin—setelah mesin menyelesaikan tugasnya sendiri, ia juga bisa menyumbangkan daya komputasi ke jaringan untuk mendapatkan #ROBO .
Lapisan pengawasan tidak lagi berupa laporan kepatuhan yang dibuat setelah kejadian. Fabric menyusun aturan ke dalam kontrak pintar, tarif, pembagian tugas, dan penyelesaian sengketa semuanya dieksekusi secara otomatis oleh kode. Otoritas pengawas tidak perlu mengirim orang untuk mengawasi, data di rantai dapat diperiksa secara real-time.
Setelah ketiga hal ini terhubung, industri 4.0 akhirnya memiliki "saraf yang hidup": data adalah darah, komputasi adalah otak, dan pengawasan adalah sistem kekebalan. Dan $ROBO adalah energi yang menggerakkan semua ini—mesin bekerja menghasilkan ROBO, menghabiskan $ROBO untuk membeli daya komputasi, dan mempertaruhkan $ROBO untuk berpartisipasi dalam pemerintahan.
Ini bukan hanya peningkatan teknologi, tetapi rekonstruksi paradigma. Dulu industri 4.0 adalah "mesin menggantikan manusia", sekarang adalah "mesin bergabung sendiri".
