Negara-negara G7 mungkin sedang mengambil langkah berisiko di sini.
Laporan hari ini menunjukkan bahwa negara-negara G7 sedang mempertimbangkan untuk melepaskan hampir 400 juta barel minyak ke pasar global.
G7 adalah sekelompok ekonomi maju terbesar di dunia, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Jerman, Prancis, Italia, dan Jepang.
Pengumuman itu segera mendorong harga minyak turun hampir 20%, tetapi pertanyaan yang lebih besar adalah apakah ini benar-benar solusi jangka panjang.
Pada Februari 2026, produksi minyak global sekitar 100 juta barel per hari.
Ketegangan terbaru di Timur Tengah telah mulai mengganggu pasokan di beberapa wilayah kunci.
Selat Hormuz, yang menyuplai sekitar 20% dari pasokan minyak global, telah menghadapi gangguan besar.
Irak dilaporkan telah mengurangi produksi dari sekitar 4,3 juta barel per hari menjadi sekitar 1,3 juta.
Kuwait juga telah mengurangi keluaran sekitar 0,3 juta barel per hari.
Iran, yang memproduksi sekitar 3,3 juta barel per hari, juga telah melihat gangguan signifikan.
Bahkan jika kita hanya mempertimbangkan gangguan di Selat Hormuz, dunia bisa menghadapi kejutan pasokan sekitar 20 juta barel per hari.
Dengan kecepatan itu, pelepasan darurat 400 juta barel hanya akan menutupi sekitar satu bulan pasokan yang hilang.
Jadi, apa yang terjadi selanjutnya?
Ada dua kemungkinan besar.
Skenario 1:
Gencatan senjata atau resolusi diplomatik memungkinkan pengiriman minyak bergerak normal lagi.
Dalam hal itu, harga minyak bisa stabil, tetapi efek ekonomi mungkin akan bertahan. Selama perang Rusia-Ukraina pada tahun 2022, harga minyak memuncak dengan cepat, namun tekanan inflasi bertahan selama berbulan-bulan setelahnya.
Tekanan inflasi itu berkontribusi pada volatilitas di pasar saham dan kripto.
Skenario 2:
Jika ketegangan berlanjut dan gangguan pasokan terus berlangsung, cadangan darurat bisa menyusut sementara harga minyak naik lagi.
Dalam situasi itu, dunia bisa menghadapi kekurangan energi besar, sesuatu yang tidak terlihat dalam banyak tahun.
Dikombinasikan dengan lingkungan ekonomi yang sudah rapuh, harga energi yang lebih tinggi bisa memberikan tekanan tambahan pada rumah tangga dan pasar global.
#Trump'sCyberStrategy #oil #FinanceNews