Meningkatnya harga minyak telah memicu perdebatan baru di Washington setelah Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer mendesak pemerintah federal untuk mengambil langkah segera guna meringankan tekanan pada konsumen. Schumer meminta Presiden Donald Trump untuk melepaskan minyak mentah dari cadangan darurat negara saat harga bensin terus meningkat.
Senator menyatakan keprihatinan bahwa ketegangan geopolitik dan tindakan militer baru-baru ini telah mendorong harga minyak global ke tingkat yang belum terlihat dalam bertahun-tahun. Menurut Schumer, lonjakan ini sudah mempengaruhi warga Amerika sehari-hari, dengan pengemudi membayar lebih untuk bahan bakar dan bisnis menghadapi biaya transportasi yang lebih tinggi.
Untuk mengatasi situasi tersebut, Schumer mengusulkan penggunaan Cadangan Minyak Mentah Strategis AS, sebuah stok darurat besar minyak mentah yang disimpan untuk melindungi negara selama gangguan pasokan. Ia berargumen bahwa melepas sebagian dari cadangan tersebut dapat membantu menenangkan pasar energi dan memberikan bantuan sementara bagi konsumen yang menghadapi biaya yang meningkat di pompa.
Schumer juga memperingatkan bahwa peningkatan berkelanjutan dalam harga energi dapat memiliki konsekuensi ekonomi yang lebih luas. Biaya bahan bakar yang lebih tinggi sering kali menyebabkan peningkatan harga barang dan jasa, menambah tekanan pada anggaran rumah tangga di seluruh negeri.
Sementara pemerintahan telah mengakui volatilitas terbaru di pasar energi, pejabat belum menunjukkan apakah mereka berencana untuk menggunakan cadangan tersebut. Beberapa pembuat kebijakan percaya bahwa kondisi pasar mungkin stabil dengan sendirinya, sementara yang lain berpendapat bahwa intervensi pemerintah dapat membantu mengurangi lonjakan harga jangka pendek.
Sementara ketegangan global terus mempengaruhi pasar minyak, debat mengenai apakah akan menggunakan cadangan darurat kemungkinan besar akan tetap menjadi isu kunci di Washington dalam beberapa minggu mendatang.