Hari Perempuan Internasional di Negara-Negara Besar Mana yang Tidak Dihargai?

Meskipun "Hari Perempuan" internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret diakui oleh PBB sebagai hari global, namun karena latar belakang sejarah, tradisi budaya, dan kecenderungan politik yang berbeda, tingkat perhatian dan pengaturan cuti di berbagai negara sangat bervariasi.

Di negara-negara dengan populasi besar, banyak negara biasanya tidak menjadikan Hari Perempuan sebagai hari libur publik resmi, bahkan suasana perayaan di masyarakat juga relatif sepi.

Berikut ini, kami akan memperkenalkan beberapa di antaranya.

1. Amerika Serikat

Status: Tidak ada cuti resmi.

Meskipun Amerika Serikat adalah salah satu tempat asal perayaan Hari Perempuan (1909 di New York), namun saat ini pemerintah federal Amerika tidak memberikan cuti. Orang Amerika lebih cenderung menetapkan seluruh bulan Maret sebagai "Bulan Sejarah Perempuan" (Women's History Month).

Lebih penting lagi, perayaan ini pada awalnya memiliki warna sosialisme yang kuat, yang kemudian diminimalkan oleh masyarakat arus utama Amerika selama Perang Dingin.

2. India

Status: Tidak ada cuti resmi.

Meskipun media di India dan kalangan elit perkotaan mengorganisir kegiatan terkait, perempuan juga mulai menghargai hari ini, namun bagi sebagian besar masyarakat India, ini bukanlah hari libur publik.

Beberapa daerah di India lebih menghargai hari-hari perempuan lokal.

3. Jepang

Status: Tidak merayakan Hari Perempuan.

Masyarakat Jepang pada dasarnya tidak memiliki kebiasaan merayakan hari perempuan pada tanggal 8 Maret.

Namun, Jepang memiliki festival terkenal pada tanggal 3 Maret yang disebut "Hinamatsuri" (juga dikenal sebagai Festival Gadis atau Festival Bunga Persik), yang merupakan festival besar dalam tradisi Jepang untuk mendoakan kesehatan dan pertumbuhan gadis.

4. Brasil

Status: Tidak ada cuti resmi.

Di Brasil, ini lebih merupakan hari pernyataan bisnis dan politik. Orang-orang akan memberikan bunga atau mengadakan pertemuan untuk membahas hak-hak perempuan, tetapi secara keseluruhan masyarakat tidak mendapatkan cuti.

5. Nigeria dan Pakistan

Status: Tidak ada cuti resmi.

Negara-negara ini meskipun terlibat dalam diskusi internasional terkait, namun di tingkat nasional tidak ada hari libur yang ditetapkan. Di Pakistan, dalam beberapa tahun terakhir diadakan "Aurat March" (Pawai Perempuan), namun disertai dengan kontroversi sosial yang cukup besar.

Sebagai perbandingan, beberapa negara besar merayakan Hari Perempuan dengan lebih meriah.

1. Tiongkok

Status: Cuti resmi setengah hari. Namun cuti ini hanya berlaku untuk wanita.

2. Rusia

Status: Sangat meriah. Ini adalah salah satu hari libur resmi terpenting di Rusia, di mana seluruh negara libur, dan pria biasanya memberikan bunga dan hadiah kepada teman-teman perempuan.

3. Vietnam

Status: Vietnam tidak hanya merayakan hari perempuan pada tanggal 8 Maret, tetapi juga memiliki "Hari Perempuan Vietnam" pada tanggal 20 Oktober. Kedua hari ini sangat dihargai.