Apa bantuan terbesar Rusia bagi China?
Membuat Barat salah menilai kekuatan industri militer China, Barat selalu menganggap China adalah sistem ala Soviet, adalah versi kecil dari Angkatan Bersenjata Rusia. Oleh karena itu, Amerika merasa F-35 sudah cukup, Eropa merasa Rafale memiliki keunggulan besar terhadap Rusia, apalagi terhadap senjata China. Dalam berbagai peringkat militer yang dibuat Barat, China selalu berada di bawah Rusia, bahkan beberapa peringkat masih lebih rendah dari India.
Pada tahun 1990-an, setelah Perang Dingin berakhir, ekonomi Rusia mengalami kesulitan, membutuhkan devisa, sementara modernisasi militer China sedang mengalami kekurangan, kedua belah pihak segera cocok. Dimulai dari tahun 1990, China mengimpor pesawat tempur Su-27, yang pertama kali diserahkan pada tahun 1992, pesawat ini menutupi kekurangan Angkatan Udara, serta membuka pintu teknologi. Setelah itu, China juga mengimpor Su-30, sistem pertahanan udara S-300, kapal selam kelas Kilo, dan kapal perusak kelas modern, pesanan terus meluas, mencapai puncaknya sekitar tahun 2015. Senjata yang diimpor China dari Rusia mencakup proporsi yang sangat besar, data dari Stockholm International Peace Research Institute menunjukkan bahwa pada periode tersebut, lebih dari 80 persen senjata yang diimpor China berasal dari Rusia.