Pagi ini, 3 Juli 2026, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah "gagal secara menyedihkan" dan telah dipaksa untuk meminta maaf dan menyerah kepada tetangganya setelah serangkaian serangan tanpa henti oleh koalisi AS-Israel. Dia menegaskan bahwa Iran tidak lagi tak terkalahkan tetapi malah telah menjadi "musuh yang kalah," berdiri di tepi kehancuran total.

Namun, deklarasi ini disertai dengan peringatan militer yang mengerikan: Karena "perilaku buruk" Iran, Amerika Serikat sedang mempertimbangkan serangan terhadap target dan kelompok target yang belum pernah diserang sebelumnya untuk melaksanakan apa yang digambarkan Mr. Trump sebagai "penghancuran." Ancaman ini muncul di tengah laporan serangan udara berdarah di sebuah sekolah dasar di selatan Iran yang menewaskan puluhan anak-anak, menandai apa yang diyakini sebagai insiden korban sipil paling parah sejak konflik dimulai

#usiranwar