TERBARU: 🇺🇸 DOLAR AS 🔔
Jangan pernah lupakan apa yang mereka ambil dari kita 👀
Antara 1913 dan 2019, daya beli dolar AS turun lebih dari 95%. Meskipun dolar menjadi mata uang cadangan global yang dominan selama periode ini, nilai intrinsiknya terus menurun akibat inflasi dan perubahan kebijakan moneter.
1913: Pendirian Sistem Reserve Federal. The Fed dibentuk untuk mengelola pasokan uang dan memastikan stabilitas. Pada waktu itu, $1 dapat membeli sekitar 30 batang cokelat.
1914–1920-an: Pendirian hegemoni global. Selama dan setelah Perang Dunia I, dolar mulai menggantikan pound Inggris sebagai mata uang cadangan utama, secara resmi menyamakannya pada tahun 1925.
1933: Pembatasan standar emas. Di tengah Depresi Besar, Presiden Roosevelt melarang kepemilikan emas secara pribadi, secara efektif mendekati nilai dolar relatif terhadap emas untuk merangsang ekonomi.
1944: Sistem Bretton Woods. Dolar secara resmi diakui sebagai mata uang utama dunia, terikat pada emas ($35 per ons), sementara mata uang lainnya terikat pada dolar.
1971: "Guncangan Nixon." AS sepenuhnya meninggalkan konvertibilitas dolar menjadi emas, mengubahnya menjadi mata uang fiat. Ini menyebabkan inflasi yang dipercepat pada tahun 1970-an.
2008–2019: Era "uang murah." Setelah krisis keuangan 2008, Federal Reserve memulai kebijakan pelonggaran kuantitatif (QE), yang secara signifikan meningkatkan pasokan uang dan melanjutkan penurunan gradual dalam daya beli.
Alasan penurunan nilai:
Inflasi yang persisten: Tingkat inflasi tahunan rata-rata selama periode ini sekitar 3,1%.
Pertumbuhan pasokan uang: Federal Reserve meningkatkan jumlah dolar yang beredar lebih cepat daripada pertumbuhan ekonomi.
Pengabaian standar emas: Transisi ke sistem fiat memungkinkan pemerintah untuk membiayai defisit anggaran dengan mencetak uang.
#MarketRebound #MarketPullback #Fed #CPIWatch #StrategyBTCPurchase
$RIVER



$FHE

