🚨 Suara politik utama di Teluk baru saja mengeluarkan kritik publik yang kuat terhadap kebijakan AS di kawasan tersebut.
Khalaf Ahmad Al Habtoor — seorang miliarder terkenal dan mantan diplomat — menerbitkan surat terbuka yang mempertanyakan keputusan militer terbaru dan dampaknya terhadap stabilitas regional.
Kekhawatiran utamanya: • Siapa yang memberi wewenang pada tindakan yang berisiko meningkatkan konflik dengan Iran?
• Apakah negara-negara Teluk dikonsultasikan sebelum ditarik lebih dekat ke risiko potensial?
• Bagaimana biaya dan konsekuensi dihitung?
• Mitra Teluk mendukung inisiatif perdamaian — apa yang terjadi dengan upaya tersebut?
• Janji stabilitas dan deeskalasi kini tampaknya terancam oleh operasi yang sedang berlangsung.
Ia juga mencatat bahwa sekutu di kawasan tersebut, termasuk anggota Dewan Kerjasama Teluk, tidak pernah meminta untuk terlibat dalam konfrontasi geopolitik yang lebih luas.
Ketika tokoh berpengaruh di Uni Emirat Arab berbicara sejelas ini, itu menandakan kekhawatiran strategis yang nyata di antara mitra yang secara tradisional menjaga hubungan dekat dengan Amerika Serikat.
Pesan penutupnya jelas: Kepemimpinan sejati diukur tidak hanya oleh kekuasaan, tetapi oleh kebijaksanaan, tanggung jawab, dan komitmen nyata terhadap perdamaian.


