Siapa Sebenarnya yang Menciptakan Grafik Perdagangan? (Kisah yang Tidak Diketahui Kebanyakan Trader)

Kebanyakan orang yang melihat grafik crypto hari ini berpikir bahwa candlestick, tren, dan level support diciptakan untuk Bitcoin atau pasar modern.

Mereka tidak.

Asal-usulnya kembali lebih dari 300 tahun.

Pada tahun 1700-an, seorang pedagang beras Jepang bernama Munehisa Homma sedang berdagang beras di kota Sakata. Beras adalah komoditas terpenting di Jepang pada saat itu, dan harga berfluktuasi terus-menerus.

Homma mulai mencatat empat informasi kunci tentang harga:

• Harga pembukaan

• Harga penutupan

• Harga tertinggi

• Harga terendah

Alih-alih menuliskannya hanya sebagai angka, dia memvisualisasikannya sebagai lilin.

Ini memungkinkannya untuk melihat emosi di pasar — ketakutan, keserakahan, kepanikan, dan optimisme.

Ini menjadi grafik lilin pertama.

Lompatan ke awal 1900-an.

Seorang jurnalis Amerika bernama Charles Dow mempelajari pergerakan pasar saham dan menyadari sesuatu yang kuat:

Pasar bergerak dalam tren.

Dari karyanya muncul fondasi analisis teknis modern:

• Tren

• Struktur pasar

• Dukungan dan resistensi

Dow tidak menciptakan grafik perdagangan juga — dia menjelaskan bagaimana pasar berperilaku.

Jadi bagaimana dengan crypto?

Tidak ada yang baru yang ditemukan.

Ketika Anda melihat grafik Bitcoin atau altcoin hari ini, Anda hanya menyaksikan kekuatan yang sama yang ada di pasar beras berabad-abad yang lalu:

Psikologi manusia.

Ketakutan.

Keserakahan.

Likuiditas.

Perilaku kerumunan.

Itulah sebabnya pola terulang.

Bukan karena grafik itu ajaib.

Tapi karena manusia mengulangi keputusan yang sama di bawah tekanan.

Setiap lilin yang Anda lihat hari ini hanyalah rekaman visual dari perilaku manusia kolektif.

Pedagang beras memulainya.

Wall Street mempelajarinya.

Crypto hanya membuatnya lebih cepat.

Memahami ini mengubah cara Anda melihat pasar selamanya.

#candlestick

#Binance