Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel meluncurkan ofensif militer terkoordinasi terhadap Iran, yang disebut Operasi Epic Fury/Roar Singa, menyerang infrastruktur militer dan strategis di Teheran dan kota-kota lainnya. Serangan tersebut menargetkan lokasi terkait nuklir, pertahanan udara dan komandan senior, termasuk dilaporkan membunuh tokoh-tokoh tinggi di Korps Garda Revolusi Islam Iran. Iran menanggapi dengan peluncuran misil dan drone terhadap pangkalan AS di Teluk dan target di Israel, meningkatkan konflik yang kini mengancam perang regional yang lebih luas. Korban sipil, termasuk anak-anak di sekolah putri di Minab, telah meningkatkan kekhawatiran global. Kekuatan dunia berbeda tajam: AS membela operasi tersebut sebagai langkah pre-emptif terhadap ancaman nuklir, sementara Rusia dan banyak anggota PBB mengutuknya sebagai agresi yang melanggar hukum. Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mendesak de-escalasi, memperingatkan bahwa konflik ini berisiko menimbulkan konsekuensi kemanusiaan, ekonomi, dan keamanan yang parah di seluruh Timur Tengah dan sekitarnya.

#USIsrealStrikIran