#mira $MIRA

Mira Network adalah protokol blockchain terdesentralisasi yang dirancang khusus sebagai "Trust Layer" (lapisan kepercayaan) untuk Kecerdasan Buatan (AI). Fokus utamanya adalah memverifikasi keakuratan output AI untuk mengurangi masalah "halusinasi" (informasi palsu) dan bias.
Berikut adalah rangkuman poin-poin penting mengenai Mira Network:
1. Fungsi Utama: Verifikasi AI
Berbeda dengan model AI standar (seperti ChatGPT atau Claude) yang bekerja secara mandiri, Mira menggunakan mekanisme Multi-Model Consensus.
Dekomposisi Klaim: Output AI yang kompleks dipecah menjadi pernyataan-pernyataan kecil (klaim).
Verifikasi Terdistribusi: Klaim tersebut diperiksa oleh jaringan node independen yang menjalankan berbagai model AI berbeda.
Konsensus: Jika mayoritas model setuju bahwa informasi tersebut akurat, maka output dianggap valid.
2. Teknologi & Keamanan
Mekanisme Konsensus: Menggunakan kombinasi Proof-of-Stake (PoS) dan Proof-of-Authority (PoSA) pada blockchain MIRA-20.
Privasi: Menggunakan teknik sharding untuk memecah data sehingga tidak ada satu node pun yang bisa melihat keseluruhan input pengguna secara utuh.
Ekosistem RWA: Selain AI, Mira juga merambah ke tokenisasi aset dunia nyata (Real World Assets atau RWA), memungkinkan kepemilikan saham perusahaan dalam bentuk token.
3. Utilitas Token ($MIRA)
Token MIRA adalah bahan bakar utama dalam ekosistem ini dengan total pasokan sekitar 1 miliar token (beberapa sumber menyebutkan angka berbeda tergantung pada fase mainnet). Fungsinya meliputi:
Staking: Operator node harus mengunci token untuk bisa memverifikasi data dan menjaga keamanan jaringan.
Biaya Layanan: Pengembang membayar menggunakan MIRA untuk mengakses API verifikasi AI.
Tata Kelola (Governance): Pemegang token memiliki hak suara dalam menentukan arah pengembangan protokol.
Hadiah: Memberikan insentif bagi validator yang memberikan verifikasi jujur dan akurat.
#mira
@mira_network