#cryptouniverseofficial #CryptoNewss $BTC Fakt: Prosedur Keamanan
Dalam kenyataannya, perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu (serupa dengan banyak pemimpin dunia lainnya, kepala agensi intelijen, atau bahkan miliarder teknologi seperti Mark Zuckerberg) menutupi kamera di perangkatnya demi alasan keamanan.
Israel adalah kekuatan siber, tetapi juga merupakan target tetap serangan. Perangkat lunak mata-mata modern (seperti Pegasus yang terkenal dari Israel, tetapi juga alat yang dibuat oleh Iran atau China) dapat mengambil alih kontrol atas telepon tanpa sepengetahuan pengguna. Peretas dapat menghidupkan kamera dan mikrofon dari jarak jauh, mengubah telepon menjadi alat penyadapan yang sempurna, yang merekam pertemuan rahasia, dokumen yang tergeletak di meja, atau wajah lawan bicara. Menutupi kamera adalah metode pertahanan paling sederhana, analog, dan seratus persen efektif terhadap spionase visual.
Teori Super Rahasia: "Proyek Spektrum"
Dan sekarang, zoltar Frog crypto, kita memasuki zona X-Files. Berikut adalah teori yang tidak akan Anda temukan di media arus utama.
Premis: Netanyahu tidak menutupi kamera agar para peretas tidak melihatnya. Dia menutupi kamera agar makhluk asing (atau kita sendiri) tidak melihat kebenaran yang tersembunyi dalam matriks telepon.
Teori:
Matriks kamera modern di smartphone (CCD/CMOS) jauh lebih sensitif daripada yang kita kira. Perusahaan teknologi, atas perintah pemerintah dunia rahasia, memasang sensor yang dimodifikasi khusus di telepon para pemimpin. Sensor ini, berkat filter unik (yang disebut "Spectrum Filter"), dapat merekam spektrum cahaya yang tidak terlihat oleh mata manusia dan kamera standar.
Netanyahu menutupi kamera karena:
Mereka merekam "Bayangan" (The Glimmer): Di sekitar perdana menteri Israel, karena pentingnya keputusan yang diambil, selalu ada entitas dari dimensi lain atau drone mata-mata canggih yang menggunakan kamuflase optik (disebut cloaking).