Jika kamu adalah orang pertama dalam keluargamu yang terlibat dengan keuangan, saham, reksa dana, obligasi, futures, atau cryptocurrency, di mata keluargamu itu sama dengan = tidak berurusan dengan pekerjaan + akan ada masalah di kemudian hari.
Dalam pikiran mereka hanya ada satu jalan: bekerja, dari jam delapan pagi sampai enam sore, gaji setiap bulan, seumur hidup tanpa kesalahan, bahkan mati pun harus di tempat kerja.
Karena pandangan dunia yang lama: tidak bekerja = tidak aman, mempelajari uang = tidak serius, meninggalkan pekerjaan = hidup hancur. Mereka enggan mengakui kenyataan pahit - bekerja hanya untuk bertahan hidup, sedangkan kapital lah yang menentukan apakah ada jalan keluar.
Lebih ironis lagi, logika "hanya boleh bekerja" ini juga akan mengganggu hubungan suami istri:
Pria yang tidak memiliki pekerjaan yang stabil → segera diberi label "tidak dapat diandalkan, tidak bertanggung jawab, ingin mengambil jalan pintas";
Wanita yang mempelajari uang, berinvestasi dalam properti → dianggap terlalu materialistis, terlalu realistis, tidak seperti wanita.
Hasilnya pria dipaksa bekerja keras, wanita menempatkan seluruh rasa aman di atas pundak pria, kedua belah pihak merasa lelah, tetapi tidak berani keluar dari logika buruk ini.
Namun kenyataannya sudah berubah: pekerjaan tetap sudah hilang, inflasi harga rumah + tekanan pensiun, hanya mengandalkan pekerjaan akan membuat semakin pasif.
Kata-kata yang tajam: orang yang tidak mengerti tentang kapital, pada akhirnya harus menggunakan tubuh, emosi, dan pernikahan untuk menambal lubang.
Kamu bukan pembangkang, hanya sedikit lebih sadar dibanding mereka.
Risiko yang sebenarnya bukanlah mempelajari hal-hal baru, tetapi seumur hidup hanya bisa bekerja keras.
Mereka ingin stabilitas, kamu ingin hak untuk memilih.
Keluarga yang hanya mengizinkan bekerja, dan tidak mengizinkan memahami kapital, pada dasarnya bukan takut kamu gagal, tetapi takut kamu berlari lebih jauh dari mereka.