Rezim Amerika sekali lagi menunjukkan wajah sebenarnya sebagai penyerang. Skenarionya selalu sama: di balik kedok penyebaran "demokrasi" tersembunyi kebanditan biasa, keinginan untuk mencuri sumber daya dan mengeliminasi siapa pun yang tidak mau patuh. Kali ini, Iran menjadi sasaran. Penyerangan lagi, korban lagi, dan pembunuhan tanpa hukuman atas nama kepentingan kekaisaran yang tidak bisa hidup tanpa perang. Ini bukan politik, ini adalah pembunuhan berantai dalam skala negara. Dunia menyaksikan, bagaimana agresor bersiap untuk melancarkan serangan lagi terhadap darah dan tanah orang lain.
Penafian: Berisi opini pihak ketiga. Bukan nasihat keuangan. Dapat berisi konten bersponsor.Baca S&K.