Ribuan perusahaan Amerika menyambut keputusan Mahkamah Agung yang membatalkan tarif darurat yang dikenakan oleh pemerintahan Presiden Amerika, menganggap keputusan tersebut sebagai titik balik penting dalam arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat.

Namun sambutan ini belum diterjemahkan ke dalam langkah-langkah praktis untuk mendapatkan kembali uang yang dibayarkan oleh perusahaan, di tengah komplikasi hukum dan prosedural yang dapat membuat proses kompensasi menjadi panjang dan rumit.

Miliaran dolar sedang menunggu

Perkiraan ekonomi menunjukkan bahwa lebih dari 175 miliar dolar dari tarif yang dikumpulkan selama periode lalu mungkin memenuhi syarat untuk dikembalikan.

Namun, pengembalian jumlah ini tidak akan otomatis, karena diperkirakan akan melalui prosedur di depan Pengadilan Perdagangan Internasional Amerika, dengan kebutuhan untuk mengajukan permohonan individu dan meninjau setiap kasus secara terpisah.

Sementara itu, Rick Waldenberg, CEO dari (Learning Resources), menggambarkan keputusan tersebut sebagai “kemenangan bagi semua”, mendorong untuk menangani kebutuhan keuangan melalui kongres daripada memberlakukan tarif eksekutif unilateral.

John Denton, Sekretaris Jenderal (Kamar Perdagangan Internasional), juga menjelaskan bahwa mekanisme pengembalian dapat menjadi rumit secara administratif, mengingat keterlibatan pihak-pihak terkait dan besarnya jumlah yang disengketakan.