Akhir pekan lalu, komunitas DeFi mendapatkan pelajaran keras: bahkan alat yang paling dapat diandalkan dapat gagal karena faktor manusia dan kepercayaan berlebihan pada otomatisasi.
⏰ Kapan ini terjadi?
Insiden terjadi pada 15 Februari 2026 segera setelah aktivasi pembaruan manajemen MIP-X43 di jaringan Base. Masalah tetap kritis selama beberapa jam sampai pembatasan darurat diterapkan.
🛠 Apa yang salah?
Kesalahan terjadi saat mengatur orakel harga Chainlink. Alih-alih mentransmisikan harga aset cbETH (Coinbase Wrapped ETH) dalam dolar, orakel mulai menyiarkan hanya rasio terhadap ETH (sekitar 1,12).
Sebagai hasilnya: sistem "berpikir" bahwa cbETH bernilai $1,12 alih-alih $2.200 yang sebenarnya.
🤖 AI dan "faktor manusia":
Ada laporan bahwa kode orakel yang salah mungkin telah dihasilkan menggunakan model AI (Claude Opus 4.6). Ini memicu diskusi hangat tentang perlunya pemeriksaan kode yang ditulis oleh AI harus sepuluh kali lebih teliti, terutama dalam hal umpan harga.
📊 Konsekuensi dalam angka:
1 096.317 cbETH telah segera dibeli oleh bot likuidasi dengan harga murah.
$1,78 juta — jumlah utang yang tidak ada harapan, yang kini menjadi beban protokol.
Perangkap penguncian waktu: Tim Moonwell tidak dapat segera memperbaiki kode karena periode tunggu 5 hari yang ditetapkan oleh aturan pemerintahan terdesentralisasi.
🛡 Reaksi Moonwell:
Untuk menghentikan "pendarahan", manajer risiko Anthias Labs segera menurunkan batas pinjaman dan pasokan untuk cbETH ke minimum 0,01. Ini menghalangi kemungkinan eksploitasi kesalahan lebih lanjut, tetapi perbaikan menyeluruh memerlukan penyelesaian periode waktu penguncian.
💡 Kasus ini menekankan: DeFi semakin kompleks, dan integrasi AI dalam pengembangan membawa risiko baru. Orakel tetap menjadi titik paling rentan dari protokol kredit mana pun.
Waspadalah dan diversifikasikan aset Anda di DeFi! 🛡
#Moonwell #DeFi #SecurityAlert #CryptoNews #Chainlink #cbETH #AI #BinanceSquare

