Harga minyak naik lebih dari 3% setelah Wakil Presiden AS J.D. Vance menyatakan bahwa Iran tidak memenuhi tuntutan kunci AS dalam negosiasi nuklir, dan tindakan militer tetap menjadi pilihan.
Ini meningkatkan risiko geopolitik, menyebabkan harga minyak naik ketika pasar khawatir konflik dapat mengganggu pasokan dari Timur Tengah.