Kami telah melangkah ke langkah baru yang akan menjadi sejarah di bidang Crypto dari tetangga kami di Thailand 🇹🇭 pagi ini.

Crypto kini telah diakui oleh pemerintah sebagai "Kelas Aset" dalam era di mana banyak orang melihatnya sebagai "perjudian".

Perubahan di sektor Crypto Thailand

CEO Binance Thailand, Khun Niran (Fuwattananukul) menyebut situasi ini sebagai "Momen Penting". Artinya, dari sebelumnya bermain Crypto secara spekulatif, kini telah menjadi salah satu fondasi di Pasar Modal yang sebenarnya.

Apa yang terjadi?

Pemerintah Thailand telah menyetujui laporan dari Kementerian Keuangan dan memberikan izin untuk menggunakan Aset Digital sebagai Aset Dasar di pasar Derivatif.

Singkatnya... Crypto seperti Bitcoin yang dulunya dianggap angka di atas kertas kini akan diperlakukan setara dengan komoditas berharga seperti emas dan minyak, dan dapat digunakan sebagai aset yang diasuransikan di pasar.

Mengapa langkah ini menggugah semua orang?

Perubahan ini membuka jalan bagi Investor Institusional lebih dari pengguna biasa.

1. Akan sesuai dengan standar internasional

Thailand ingin menjadi pemimpin dalam Ekonomi Digital Asia Tenggara. Oleh karena itu, mereka meningkatkan peraturan mereka sesuai dengan standar internasional.

2. Bitcoin Futures akan segera hadir

Pada tahun 2026, SET Thailand sedang bersiap untuk memperkenalkan Bitcoin Futures dan ETF. Ini adalah tanda bahwa orang kaya dan perusahaan besar akan mulai menginvestasikan uang mereka ke dalam Crypto.

3. Kredit Karbon akan mulai terlibat

Yang menarik adalah selain Bitcoin, Kredit Karbon juga dimasukkan dalam daftar ini. Ini berarti bahwa mereka akan melaksanakan Green Economy yang sejalan dengan iklim global.

Namun... segalanya belum menjadi jalan kebun bunga!

Di antara berita baik, masih ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Thailand mendukung Crypto sebagai "investasi", tetapi hingga saat ini belum memberikan izin untuk "pembayaran".

Belum bisa membeli kopi dengan Crypto.

Bank sentral Thailand masih melarang penggunaan Crypto untuk pembayaran.

Kampanye Uang Abu-abu

Sejak Januari lalu, mereka telah mempercepat upaya untuk memerangi "uang gelap". Pemerintah sangat memperhatikan penggunaan Crypto untuk pencucian uang.

KYC yang ketat

Ada aplikasi yang menukar Crypto ke Baht Thailand untuk pelancong, tetapi KYC (Verifikasi Identitas) sangat ketat.

Dengan melihat ini, pemerintah Thailand hanya ingin "perkembangan yang teratur dan terkontrol". Mereka tidak ingin menjadi terlalu bebas dan berantakan.

Apa yang harus dilakukan selanjutnya?

Saatnya beralih dari "Spekulasi" ke "Aset". Jangan menganggap Crypto seperti lotere yang akan membuatmu kaya dalam semalam. Bahkan negara tetangga pun kini menerimanya sebagai bagian dari pasar modal yang sebenarnya. Temukan pengetahuan terlebih dahulu.

Regulasi bukanlah musuh. Pemerintah tidak menerbitkan peraturan untuk menghancurkan pasar, tetapi untuk membangun kepercayaan agar Uang Institusi dapat masuk. Di tempat yang memiliki kepercayaan, ada aliran uang.

Perlu melihat jangka panjang. Volume perdagangan sekitar 65 juta dolar per hari di bursa seperti Bitkub di Thailand bukanlah jumlah yang kecil. Namun, orang-orang yang sukses lebih cenderung menjadi mereka yang mampu melakukan diversifikasi portofolio secara teratur daripada yang hanya ingin kaya mendadak.

Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian masih melihat Crypto sebagai perjudian? Atau sudah yakin itu adalah peluang di masa depan?

Langkah Thailand ini memberikan sinyal untuk seluruh Asia Tenggara. "Aset Digital tidak akan hilang, tetapi akan muncul dalam bentuk yang lebih kuat dan terstruktur," adalah poinnya.

#Binance #BinanceTH #cryptoaisia