Baru-baru ini saya membaca dokumentasi teknis Fogo dan menemukan detail yang sebelumnya kurang saya perhatikan: strategi kliennya sebenarnya adalah langkah paling ekstrem dalam seluruh proyek.

Sebagian besar blockchain publik berbicara tentang "multi-klien", yang berarti satu set protokol berjalan dengan beberapa implementasi kode yang berbeda — misalnya Ethereum memiliki Geth, Nethermind, Solana memiliki klien Rust asli dan Firedancer yang dibuat oleh Jump. Logikanya adalah keberagaman kode dapat mencegah kerentanan dan meningkatkan keamanan. Terdengar masuk akal.

Tetapi @Fogo Official justru sebaliknya. Sejak awal, ia hanya menjalankan satu set klien — sebuah implementasi tunggal yang dimodifikasi dari Firedancer. Alasannya adalah: dalam skenario frekuensi tinggi, kecepatan akhir jaringan ditentukan oleh klien yang paling lambat. Multi-klien berarti konsensus harus menyesuaikan dengan kinerja node yang paling buruk, yang cepat tidak dapat berfungsi. Solana sebenarnya terjebak di titik ini — Firedancer dapat mencapai jutaan TPS di testnet, tetapi setelah masuk ke mainnet harus bekerja sama dengan klien lain, kinerjanya menjadi menurun. Fogo setara dengan melepaskan beban ini.

Beberapa orang mengkritik ini sebagai sentralisasi, tetapi jika dilihat dari sudut pandang lain: jika tujuannya adalah untuk membuat rantai berjalan dengan kecepatan setara Nasdaq, maka semua node harus menggunakan satu set mesin yang sama, satu set chasis yang sama. Mobil F1 tidak akan membiarkan mobil tua campur untuk berlomba, bukan karena diskriminasi, tetapi karena ia benar-benar tidak dapat mengikuti.

Poin lain adalah logika pemilihan validator. Mainnet Fogo saat ini hanya memiliki 19 hingga 30 validator, dan ada ambang batas perangkat keras yang jelas — 24 inti CPU, 128GB RAM, 4TB NVME SSD adalah konfigurasi awal. Yang lebih penting adalah, ia mengharuskan validator memiliki pengalaman menjalankan jaringan berkinerja tinggi seperti Solana atau Hyperliquid. Apa artinya ini? Artinya yang dapat bergabung bukanlah individu yang menjalankan laptop untuk bersenang-senang, tetapi tim yang benar-benar mengerti pengelolaan node berkinerja tinggi.

Dan tentang "konsensus multi-regional", sebelumnya sudah dibahas, tetapi tidak dijelaskan secara mendetail tentang mekanisme jaringannya. Fogo setiap Epoch memilih satu wilayah secara dinamis sebagai pusat eksekusi, tetapi jika ada masalah di wilayah tertentu, suara tidak mencapai standar, jaringan akan otomatis kembali ke "mode konsensus global" sebagai jaminan. Ini sama dengan memberikan asuransi pada tata letak geografis: mengejar kecepatan, tetapi tidak mengorbankan kegunaan demi kecepatan.

Melihat semua desain ini bersama-sama, pemikiran Fogo sebenarnya cukup jelas — ia tidak ingin membuat rantai "yang bisa dijalankan semua orang", tetapi ingin membuat rantai "yang cukup cepat, sehingga institusi mau bergabung" #fogo $FOGO