Kementerian Keuangan Jepang telah memproyeksikan peningkatan yang signifikan dalam penerbitan obligasi pemerintah pada tahun fiskal 2029. Menurut Jin10, kenaikan ini sebagian besar dipicu oleh biaya layanan utang dan biaya penerbitan yang lebih tinggi seiring dengan pengetatan kondisi keuangan.
Di bawah proyeksi saat ini, total penerbitan obligasi dapat mencapai sekitar 38 triliun yen pada tahun 2029, yang mencerminkan peningkatan sebesar 28 persen dibandingkan dengan tahun fiskal 2026. Proyeksi ini mencerminkan tekanan fiskal yang semakin meningkat yang dihadapi Jepang saat pinjaman menjadi lebih mahal dan tantangan manajemen utang semakin intens.
Peningkatan yang diharapkan ini menyoroti dampak yang lebih luas dari meningkatnya biaya pendanaan terhadap keuangan publik, terutama bagi ekonomi yang sangat berutang seperti Jepang.
