🚨 Gelombang Kepatuhan: Investigasi Internal Mengguncang Binance
Sebuah kontroversi kepatuhan baru sedang menjadi berita utama di dunia kripto.
Menurut laporan, penyelidik di dalam Binance mengungkap bahwa antara Maret 2024 dan Agustus 2025, entitas yang terkait dengan Iran diduga menerima lebih dari $1 miliar melalui bursa tersebut. Transaksi dilaporkan dilakukan menggunakan Tether (USDT) di jaringan TRON, yang berpotensi menimbulkan kekhawatiran terkait kepatuhan terhadap sanksi internasional.
🔎 Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Setelah laporan internal mengungkap temuan ini:
Setidaknya lima individu dipecat menjelang akhir 2025.
Empat pejabat kepatuhan senior telah baik meninggalkan atau dipecat dalam tiga bulan terakhir.
Chief Compliance Officer Noah Perlman diharapkan akan pergi akhir tahun ini — meskipun sumber menyatakan bahwa kepergiannya tidak terkait dengan pemecatan penyelidik.
Seorang juru bicara Binance menekankan bahwa perusahaan tidak mengomentari investigasi yang sedang berlangsung tetapi menegaskan kembali komitmennya untuk mematuhi undang-undang sanksi dan persyaratan regulasi di semua yurisdiksi operasional.
📜 Konteks yang Lebih Luas
Perkembangan ini datang setelah Binance sebelumnya mengakui pada tahun 2023 adanya pelanggaran yang melibatkan pencucian uang (AML), persyaratan identifikasi pelanggan, dan regulasi sanksi. Bursa setuju untuk penyelesaian sebesar $4,30 miliar, salah satu yang terbesar dalam sejarah industri kripto, seperti dilaporkan oleh Fortune
⚖️ Pengambilan Pasar
Kepatuhan tetap menjadi salah satu titik tekanan terbesar bagi bursa terpusat. Seiring dengan meningkatnya pengawasan regulasi secara global, tata kelola internal dan transparansi menjadi pilar kritis untuk kelangsungan jangka panjang di ruang kripto.
Investor dan trader harus memperhatikan perkembangan regulasi — karena dalam kripto, berita kepatuhan dapat menggerakkan pasar sama cepatnya dengan grafik harga.
DYOR Tidak ada saran keuangan!
#USNFPBlowout #USTechFundFlows #iran #Write2Earn


