Ketika Donald Trump memenangkan pemilihan, pasar cryptocurrency bereaksi dengan optimisme luar biasa. $BTC melampaui $100,000, target harga $200,000 menjadi diskusi arus utama, dan sentimen di seluruh ekosistem berubah menjadi sangat bullish. Untuk periode singkat, terasa seolah kripto telah memasuki era baru.


Hari ini, Bitcoin diperdagangkan sekitar $66,000—sekitar 42% di bawah puncaknya—dan sentimen pasar telah berubah secara dramatis. Kontras antara ekspektasi dan realitas selama beberapa bulan terakhir menawarkan studi kasus yang mengungkap bagaimana narasi politik dapat mempengaruhi, dan pada akhirnya mengecewakan, pasar keuangan.


Euforia Pasca Pemilihan


Kemenangan Trump secara luas diartikan sebagai titik balik untuk aset digital. Narasi yang berlaku jelas dan konsisten:


  • Amerika Serikat akan menjadi pusat global untuk cryptocurrency


  • Tekanan regulasi akan mereda, dimulai dengan penghapusan Ketua SEC Gary Gensler


  • Cadangan strategis Bitcoin ada di cakrawala


  • Kerangka regulasi yang komprehensif dan ramah kripto akan menyusul



Ekspektasi ini memicu rally agresif. Bitcoin menembus $100,000 dengan momentum, altcoin melonjak, dan aset spekulatif di seluruh pasar mencatatkan keuntungan signifikan. Bagi banyak investor, periode segera setelah pemilihan terasa seperti konfirmasi bahwa siklus bull bersejarah sedang berlangsung.


Kontroversi Coin $TRUMP


Sesaat sebelum pelantikan Januari, Trump meluncurkan token meme miliknya sendiri, $TRUMP . Pengumuman itu awalnya tampak tidak mungkin, namun token itu dengan cepat mencapai kapitalisasi pasar multibilion dolar dalam hitungan jam. Peserta awal melihat keuntungan luar biasa, dan laporan menunjukkan bahwa Trump dan afiliasinya menghasilkan ratusan juta dolar.


Namun, sebagian besar investor masuk setelah lonjakan awal. Ketika token runtuh, banyak yang mengalami kerugian 80–90%. Ini bukan hanya pedagang profesional, tetapi juga peserta ritel yang percaya bahwa token yang terkait dengan presiden yang sedang menjabat mewakili kesempatan yang sangat aman.


Perlu dicatat, tidak ada respons atau pengakuan publik dari Trump setelah kejatuhan—tidak ada pernyataan, klarifikasi, atau ungkapan keprihatinan. Episode ini menimbulkan pertanyaan serius tentang akuntabilitas dan risiko menggabungkan otoritas politik dengan kepercayaan finansial.


Kebijakan Realitas Memasuki


Setelah pelantikan, beberapa tindakan pro-kripto memang terwujud. Gary Gensler dipecat, dan beberapa penunjukan yang ramah industri dilakukan. Namun janji-janji yang lebih ambisius—seperti cadangan Bitcoin atau reformasi regulasi yang luas—gagal muncul.


Sebaliknya, perhatian beralih ke tarif, sengketa perdagangan, dan kebijakan ekonomi yang lebih luas yang mengganggu pasar keuangan tradisional. Ketika selera risiko menurun, kripto mengikuti. Bitcoin mundur secara bertahap dari $100,000 ke $95,000, kemudian $85,000, $75,000, dan akhirnya $66,000, menandai akhir yang jelas dari rally pasca pemilihan.


Pelajaran yang Lebih Luas untuk Pasar


Episode token TRUMP menonjol sebagai momen kritis. Ribuan investor ritel membeli token dengan asumsi bahwa seorang tokoh politik—terutama seorang presiden—tidak akan membiarkan proyek seperti itu runtuh tanpa komentar atau konsekuensi. Asumsi itu terbukti salah.


Secara lebih luas, pengalaman ini menegaskan pelajaran yang berulang di pasar keuangan: tokoh politik bukanlah fidusia. Mereka tidak bertanggung jawab untuk melindungi modal investor, juga tidak sejalan dengan portofolio individu. Narasi, tidak peduli seberapa meyakinkan, tidak mengesampingkan struktur pasar, siklus likuiditas, atau kekuatan makroekonomi.


Di Mana Keadaan Sekarang


Per 15 Februari 2025, kondisi pasar tetap menantang. Bitcoin turun sekitar 40% dari puncaknya, banyak altcoin telah turun lebih jauh, dan semangat spekulatif telah sangat mendingin. Sementara Trump tetap secara publik mendukung kripto, hasil transformatif yang sebelumnya diantisipasi tidak terwujud. Ketidakpastian geopolitik dan terkait perdagangan kini menghadirkan risiko lebih lanjut.


Kesimpulannya bukan bahwa kripto telah berakhir, atau bahwa keterlibatan politik tidak relevan—tetapi lebih bahwa pasar harus dievaluasi berdasarkan fundamental, bukan janji. Rally pasca pemilihan menunjukkan betapa kuatnya narasi bisa. Koreksi selanjutnya menunjukkan batasan mereka.


Pasar tidak hanya memberi imbalan pada optimisme. Setelah rally tajam dan berkepanjangan, koreksi tidak hanya mungkin—mereka adalah hal yang normal.

#bitcoin

#CryptoMarkets

#MarketAnalysis

#PoliticalRisk

#DigitalAssets